
*
*
Malam harinya Leon tidak mau menunda pembahasan kerja lagi dan meminta kakaknya untuk membahas soal kerjaan yang tertunda tadi siang dan Leo pun dengan terpaksa harus lembur untuk membahas pekerjaan itu diruang kerjanya bersama Leon dan Arsen. Padahal Leo sudah membayangkan ingin menghabiskan malam panasnya bersama Megan tapi Ancaman Leon yang tidak mau menggantikan dirinya ke New Zealand membuat Leo tak bisa berkutik.
" Kau tahu kan proyek ini di gandang-gandang akan meraup keuntungan miliaran dolar karena ini Apartemen dan Mall terbesar yang ada di daerah itu? Jadi aku ingin kau memastikan mereka menggunakan bahan bangunan yang terbaik dan dengan kapasitas yang mumpuni agar tidak terjadi tragedi apapun di masa depan!" Kata Leo pada Leon.
Leo tidak ingin akibat kelalaian pihaknya yang mungkin saja tanpa disadari para pekerja menggunakan takaran bahan bangunan yang tidak sesuai sehingga akan membuat terjadinya hal yang tidak diinginkan, oleh karena itulah Leo meminta Leon mengawasi langsung proyek itu agar tidak ada terjadinya manipulasi bahan yang ada.
" Aku sudah paham hal itu kak. Aku tidak akan lalai untuk hal besar seperti ini." Jawab Leon sembari membereskan berkas yang berserakan di meja dibantu oleh Arsen. Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari dan mereka baru selesai.
" Ku percayakan semua padamu Leon." Kata Leo menepuk pundak adiknya kemudian berlalu untuk kembali ke kamarnya dan Megan.
" Anda akan berangkat siang nanti, Tuan,?" Tanya Arsen pada Leon yang beranjak dari duduknya sembari membawa setumpuk berkas di tangannya.
__ADS_1
" Aku tidak ingin membuang banyak waktu jadi aku memutuskan berangkat nanti siang." Leon melihat jam di pergelangan tangannya.
" Sekarang sudah jam dua pagi lebih dan aku akan istirahat sebentar. Kau sebaiknya juga cepatlah istirahat!" Lanjut Leon lalu meninggalkan ruang kerja milik kakaknya itu.
" Saya akan ikut bersama anda ke New Zealand." Kata Arsen yang menghentikan langkah Leon.
" Kalau kau ikut denganku lalu siapa yang membantu kakak ku?" Tanya Leon memutar tubuhnya kearah Arsen.
" Tuan Leo yang memberikan perintah agar saya menemani anda untuk membantu anda mempermudah pekerjaan disana, karena anda tidak mungkin membawa asisten anda yang juga sedang mengurus perusahaan di London. Sementara Tuan Leo sudah berencana kembali ke London secepat mungkin bersama Nona Megan dan pastinya disana ada Fernandez yang membantu Tuan Leo." Jelas Arsen pada Leon sesuai apa yang dikatakan Tuan Leo tadi padanya.
" Ya terserah lah kalau itu atas permintaan Kakak." Sahut Leon berbalik kemudian keluar dari ruangan itu.
Sementara itu Leo membuka pintu dengan pelan agar tidak menimbulkan bunyi berisik yang akan membangunkan wanita tercintanya yang tengah tertidur itu.
Leo melepaskan kemejanya sembari berjalan kearah ranjang dan melempar kemeja itu ke sembarang arah kemudian beralih melepaskan celana bahannya dan juga melempar ke sembarang arah dalam sekejap pria tampan dengan tubuh atletis itu hanya mengenakan boxer ketatnya.
__ADS_1
Leo dengan perlahan naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah Megan dengan posisi miring menghadap kearah Megan.
Leo mengecup dahi wanitanya dengan penuh cinta.
" Sorry karena membuatmu begitu kelelahan." Bisik Leo dengan sangat lirih.
Megan menggeliat dan mencium harum tubuh pria yang sangat di kenalnya wangi khas milik Leo yang membuatnya merasa nyaman.
Megan mendekat ke tubuh Leo dengan mata terpejam dan membenamkan di dada kekasihnya yang telanjang itu.
" Kau sudah selesai bekerja, Honey?" Tanya Megan dengan suara seraknya tanpa mau mebuka matanya.
" Hmm. Tidurlah sekarang masih jam dua pagi lebih. I love you baby." Bisiknya di atas kepala Megan.
" I love you too. Kau juga cepatlah tidur. Kau pasti lelah." Sahut Megan yang mulai hilang kesadaran akibat masih menganguk berat.
__ADS_1
Megan sudah tidak kaget lagi jika Leo baru selesai dengan pekerjaaannya padahal sudah menjelang pagi. Jika ada pekerjaan yang begitu penting pria itu tak jarang tidak tidur sama sekali sepanjang malam.
" Leo mengagguk walupun tahu jika Megan tidak akan melihat dan menyadari anggukannya karena wanita itu sudah kembali terlelap dengan cepat.