
*
*
*
" Jangan pergi Mom. Aku ingin merasakan tidur dengan daddy dan Mommy seperti anak anak lain." Kata Roy dengan sendu.
" Roy. Mommy tidak bisa mengertilah hal itu okey,?" Tolak Rebecca dengan lembut dan masih berada di pintu.
" Why,? Kita satu keluarga dan itu hal biasa yang dilakukan sebuah keluarga, tapi kenapa kita tidak,?" Tanya Roy.
" Karena Daddy dan Mommy tidak seperti orang tua yang lain. Kami tidak bisa tidur bersama." Ucap Becca mencoba menjelaskan Dengan bahasa yang mudah di pahami.
" Apa kalian sedang bertengkar,?" Tanya Roy yang justru mengira sang mommy sedang marahan dengan daddy sehingga mereka tidak mau tidur bersama.
Becca menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Emmm Ya kita sedang bertengkar dan mommy tidak mau satu ranjang dengan daddy mu." Sahut Becca akhirnya mengiyakan saja praduga Putranya agar berhenti merengek untuk tidur bersama.
__ADS_1
Tapi harapan hanyalah tinggal harapan bukanya membiarkan dirinya pergi Roy malah menjadi jadi dan beralih merengek pada Leon.
" Daddy minta maaflah pada Mommy agar mommy tidak marah lagi dan mau tidur bersama kita. Mommy pasti marah karena daddy terlalu lama bekerja dan tidak pernah pulang." Ucap Roy menggoyang kedua tangan besar Leon, berharap bahwa daddynya itu menuruti keinginannya.
Leon mengelus lembut kepala bocah yang sudah dianggap putranya itu. Bukankah hanya tidur di ranjang yang sama itu bukanlah sesuatu yang harus menjadi perdebatan apalagi Roy hanya ingin merasakan sebuah kehangatan tidur bersama orang tua yang lengkap dan Leon akan mewujudkan hal itu.
" Untuk malam ini tidurlah bersama ku dan Roy. Hanya tidur bersama dan Roy belum Pernah merasakan tidur dengan orang tua lengkap kau pasti tidak keberatan untuk mewujudkan keinginan putramu bukan?." Kata Leon yang ditujukan pada Rebecca.
" Benar hanya tidur tidak lebih lagian ada Roy di posisi tengah jadi itu bukan masalah besar untuk ku tidur bersama Leon." Batin Becca.
" Baiklah. Tapi Roy harus gosok gigi dulu. Roy belum gosok gigi kan?!" Ucap Becca.
" Semangat banget sih jagoan daddy. Tadi saja lesu dan kucel banget." Celetuk Leon tapi tak urung juga menggendong Roy dan pergi ke kamar mandi.
Rebecca hanya menggelengkan kepalanya melihat perubahan sikap putranya yang begitu cepat.
" Iya karena Roy akan tidur dengan orang tua lengkap. Dan daddy harus berterimakasih pada Roy karena bisa membuat mommy berbaikan sama daddy." Sahut Roy.
__ADS_1
" Hah? Jadi disini daddy yang paling di untungkan?," Tanya Leon mendudukkan Roy di meja marmer wastafel.
Roy mengangguk. " Karena mommy tidak marah sama daddy lagi jadi daddy yang paling di untungkan dan Roy meminta hadiah untuk itu." Ucap Roy dengan wajah polosnya.
" Memangnya Roy mau hadiah apa,?" Tanya Leon sembari memberikan sikat gigi yang sudah di beri pasta gigi itu pada Roy.
Roy menerima sikat gigi dari Leon lalu bocah itu terdiam sesaat seakan sedang memikirkan hadiah apa yang diinginkannya.
" Mainan baru,? Mobil-mobilan?, robot,? Atau apa,?" Tanya Leon lagi.
" Roy gak mau mainan lagi karena gak asyik jika harus main sendiri, Gimana kalau Roy mau hadiah adik dari daddy supaya Roy tidak main sendiri lagi." Kata Roy dengan senyum lebarnya.
" What?!.. Apa tadi sayang, Roy mau hadiah apa dari daddy,?!" Tanya Leon yang seakan telinganya tidak mendengar ucapan Roy lebih tepatnya mengelak bahwa dirinya mendengar dengan jelas perkataan Roy.
" ADIK Dad, Roy mau hadiah adik." Sahut Roy menekan kata adik agar daddy mendengar dengan jelas hadiah yang dirinya mau.
" Masalah Adik kita bicarakan kapan kapan saja sebaiknya Roy cepat sikat gigi sebelum Mommy berubah pikiran." Ucap Leon mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Roy mengangguk setuju yang dibilang daddynya benar sebelum mommy berubah pikiran dirinya harus cepat menyelesaikan menyikat giginya.