
*
*
*
Di meja makan sesudah selesai makan pagi. Rebecca memberi ceramah pada putranya agar tidak mengulangi tindakan semalam.
" Sudah dia masih kecil lagian Roy tidak pergi keluar rumah. Roy hanya pindah kamar saja. Kau terlalu berlebihan." Ucap Leon berusaha menghentikan Rebecca yang berbicara panjang lebar pada Roy.
" Mangkanya itu aku memberitahu apa yang dilakukannya sangat salah dan akan membuat orang khawatir karena menghilang dari kamar begitu saja." Sahut Becca yang masih keras kepala.
" Sorry Mom. Roy mengaku salah dan tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Roy yang tidak ingin karena apa yang dilakukan untuk mendekatkan Mommy dan Daddynya gagal dan berakhir dengan perdebatan mereka.
Becca menatap putranya yang tampak bersalah. " Mommy maafkan." Ucap Becca akhirnya karena tidak tega dengan wajah sendu putranya m
" Baiklah kalian sudah berdamai sekarang. Roy apa kau ingin ikut daddy ke kantor,?" Tanya Leon.
" Daddy punya kantor,?" Tanya Roy antusias.
" Tentu saja tapi kantor disini tidak terlalu besar seperti yang ada di London." Jawab Leon.
" Wow!! berarti Dady yang sekarang sangat kaya raya,?" Tanya Roy lagi.
" Ya tentu. daddy sangat kaya sekali sekarang," sahut Leon menyombongkan diri.
" Aku ingin ikut ke kantor bersama daddy kalau begitu." Ucap Roy turun dari kursi dan menarik tangan Leon.
" Baiklah, Let's Go!." Ucap Leon mengangkat Roy dan meletakkannya di lengan kanannya.
" Oh ya. Becca aku sudah meminta pihak proyek untuk menghentikan mu. Kau sekarang tidak perlu bekerja di tempat kasar seperti itu." Ucap Leon menatap Becca yang masih duduk di kursinya.
__ADS_1
" Apa?!,, Mana bisa kau melakukan itu lalu aku kerja apa sekarang!!" Kata Becca berdiri dari duduknya.
" Kau bisa membersihkan apartemen ini jika kau mau." Jawab Leon dengan santainya. Padahal Apartemen itu tidak perlu di bersihkan lagi karena semua tampak rapi dan tidak ada debu.
" Kau ingin menjadikan ku pelayan di apartemen mu?" Tanya Becca yang tidak mengerti maksut Leon.
" Kau bisa mengartikan sesukamu yang jelas kau sudah tidak boleh bekerja di proyek lagi." Kata Leon dan mulai meninggalkan meja makan bersama Roy.
" Tunggu kalian akan pergi,? Lalu aku akan di Apartemen ini sendiri?," Tanya Becca menghentikan langkah Leon.
" Kau juga mau ikut dengan kita ke perusahaan agar semua karyawan ku tahu bahwa kita adalah Keluarga kecil,?" Tanya Leon.
" Tidak. Aku akan di sini saja kalian pergilah." Sahut becca dengan cepat lalu membereskan piring kotor bekas sarapan pagi mereka.
Leon Terkekeh geli melihat Becca yang terlihat salah tingkah.
" Mommy lucu sekali Roy." Ucap Leon kembali melangkahkan kakinya meninggalkan apartemen.
" Ya mommy lucu dan sangat cantik." Sahut Roy sembari tertawa.
*
*
" Tuan Muda. Hasil yang anda inginkan sudah keluar." Ucap Arsen berjalan di samping Tuannya.
" Hallo Uncle, Arsen." Sapa Roy melambaikan tangannya pada Arsen.
" Aduh imut sekali. Roy kau bisa membuat karyawan yang ada disini mimisan dengan wajah imutmu itu." Ucap Arsen yang sudah terpanah dengan ke imutan bocah kecil yang ada di gendongan Tuannya.
Dan benar saja beberapa karyawan yang juga berada di sekitar memandang kearah Leon dan Roy dengan wajah gemasnya. Si bocah kecil tampak imut dan tampan mirip sekali dengan pemilik perusahaan. Sementara ketampanan seorang Leon juga membuat para karyawan itu terpesona.
__ADS_1
*
*
RUANGAN KHUSUS.
Arsen menyerahkan amplop putih hasil tes DNA pada Leon setelah mereka sampai di ruangan yang biasanya di tempati Leon kalau sedang survei ke perusahaan itu. sementara Roy sudah sibuk di sofa dengan berbagai makanan yang di sediakan atas permintaan Leon.
" Huff kenapa aku gugub sekali." Guman Leon saat amplop putih itu sudah berada di tangannya.
" Tidak perlu segugub itu, Tuan. anda hanya tinggal membuka saja dan lihat hasilnya." Sahut Arsen.
" Bicara mu gampang sekali. Ini menentukan status ku selanjutnya sialan!!" Kata Leon ketus.
" Ya sudah kalau begitu anda tidak perlu membukanya." Ucap Arsen yang semakin memantik api kekesalan Leon.
" Kau mau ku pecat ya!!" Bentak Leon.
" Sebenarnya anda tidak berhak memecat saya Tuan. Karena saya bekerja di bawah kepemimpinan Tuan Leo." Jawab Arsen penuh kemenangan.
" Sialan!! Kak Leo mendapatkan mu dari mana sebenarnya?! Membuat ku kesal saja!!" Bentak Leon.
" Maaf Tuan Muda." Jawab Arsen.
" Ck. Kau sama saja dengan kak Leo. Pasangan asisten dan atasan yang sangat cocok. Sama-sama menyebalkan suka membuat orang kesal!!" Decak Leon lalu mulai membuka amplop ditangannya.
" Anda pun sama menyebalkannya Tuan Muda." Batin Arsen.
*
*
__ADS_1
*
*