
*
*
Tidak terasa jarum jam sudah menunjukan pukul lima sore. Becca pun memberanikan diri untuk melihat isi dapur jika saja ada bahan untuk makan malam dan syukurlah saat ibu muda itu Membuka lemari es ada beberapa sayuran tidak banyak sih tapi cukuplah jika untuk tiga atau empat orang saja. Tidak mau membuang banyak waktu wanita cantik itu dengan cekatan mengeluarkan bahan-bahan dari kulkas. Setidaknya dirinya harus membuatkan makanan untuk berterima kasih sebelum membawa Roy kembali ke apartemen miliknya.
Becca memasak dengan beberapa hidangan seadanya bahan yang ada dan selama wanita itu memasak Roy sedang berada di ruang kerja Leon. Bocah kecil itu duduk dengan nyaman diatas pangkuan Leon yang sedang mengecek kerjaannya di depan komputer tapi walaupun begitu Leon sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Roy yang berada di pangkuannya bahkan sesekali Leon mengusap kepala Roy seperti mengusap kepala putranya sendiri walaupun Leon belum pernah memiliki putra.
Tapi setelah menghabiskan waktu satu jam diruang kerja kedua pria beda generasi itu mencium sesuatu yang membuat perutnya meronta.
Roy dan Leon saling pandang.
" Itu harum masakan Mommy. Ayo dad kita kesana daddy harus merasakan bagaimana enaknya masakan Mommy!"Kata Roy merosot dari pangkuan Leon lalu menarik tangan sang daddy.
Leon mengikuti saja kemauan Roy toh jika benar Rebecca sedang memasak itu bagus karena dirinya juga sedang lapar.
__ADS_1
Begitu sampai di area dapur terlihatlah Rebecca yang sedang meletakkan piring berisikan masakannya ke meja makan.
" Mommy!" Teriak Roy menghampiri Becca dengan sedikit berlari meninggalkan Leon di belakangnya.
" Duduklah mommy sedang memasak untuk kita semua." Sahut Becca menatap sekilas putranya dan kembali fokus menata masakannya agar tidak jatuh.
Roy pun patuh dan memanjat kursi yang sedikit tinggi itu dan duduk dengan memompang dagu sembari melihat sebagian makanan yang sudah tersaji di meja makan. Sungguh air liur nya sudah hampir menetes saat itu juga.
Rebecca yang melihat Leon berdiri dengan tubuh bersender miring di tembok pun menyuruh pria itu duduk bersama Roy di meja makan selagi dirinya menyelesaikan sebagian hidangan yang belum selesai.
Rebecca kembali dengan dua hidangan tersisa di tangannya dan disaat itulah bell apartemen berbunyi tapi Roy maupun Leon seakan tuli dengan bel apartemen yang berbunyi itu.
Rebecca menggeleng pelan melihat tingkah keduanya. Dengan mempercepat langkahnya Becca segera meletakkan dua piring masakannya ke atas meja lalu segera berjalan kearah pintu dan membukanya
Teryata tamu itu adalah Arsen yang membawa pesanan tuan nya yaitu sebuah piyama untuk Roy dan Rebecca. Awalnya Arsen sedikit terkejut dengan perintah Leon kenapa harus mencari piyama untuk ibu dan anak itu tapi setelah mendengar penjelasan Tuan nya Arsen pun mengerti dan tidak Bertanya lebih lanjut lagi.
__ADS_1
" Oh Tuan Arsen. Pasti ingin bertemu Tuan Leon ya? Tuan ada didalam sebaiknya anda masuk." Ucap Becca dengan sopan ketika yang datang adalah Arsen.
" Panggil saya Arsen saja Nona. Itu lebih nyaman untuk saya." Ucap Arsen yang di setujui oleh Rebecca karena kenyamanan orang itu lebih penting jadi ikuti saja keinginannya selagi masih wajar.
" Saya hanya mengantarkan baju untuk putra anda, Nona. Dan langsung kembali." Ucap Arsen mengatakan maksud kedatangannya dan memberikan paper bag di tangannya.
" Ah terimakasih banyak, Arsen." Ucap Becca sedikit tak biasa dengan sebutan tanpa embel-embel Tuan dan menerima paper bag dari Arsen tak lupa dengan senyum manis yang tercetak diwajahnya.
Arsen terlihat terpesona dengan senyum ibu muda itu yang terlihat cantik dimatanya tapi Arsen segera menyadarkan dirinya kembali.
" Kalau begitu saya akan pergi, Nona." Ucap Arsen bergegas pergi tapi langkahnya berhenti karena Rebecca memanggilnya.
" Aku sedang memasak banyak hidangan bergabunglah makan bersama kita sebelum kau pergi." Ucap Rebecca walaupun sedikit kaku tapi seperti permintaan Arsen dirinya berusaha berbicara santai pada pria itu.
Arsen melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah waktunya untuk makan malam pantas saja perutnya sangat lapar dan kebetulan ada yang menawarkan untuk makan bersama tentu saja Arsen tak akan menolaknya.
__ADS_1
" Kalau begitu saya tidak akan menolaknya." Sahut Arsen berbalik menuju pintu masuk Apartemen tuan mudanya itu.