
*
*
*
Sesuai janjinya pada sang putra, Becca mengajaknya ke TK yang tidak terlalu jauh dari apartemennya hanya membutuhkan waktu lima belas menit dengan mengendarai sepeda motor.
"'Pegangan yang erat Roy dan jangan tertidur Mommy tidak ingin kau terjatuh!" Ucap Becca memperingati putranya agar tetap berpegangan erat pinggangnya dan jangan sampai mengantuk agr tidak terjatuh di jalan.
" Siap Mom!" Ucap Roy yang sudah mengenakan Helm sembari melingkarkan tangan mungilnya di perut ibunya.
Setelah memastikan putranya siap dan aman Rebecca mulai melajukan montor miliknya dengan kecepatan sedang karena tidak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan apalagi ada putra berharganya di belakang.
" Roy, are you okay? Roy's not sleepy right?" Tanya Becca dengan suara yang sedikit keras agar suaranya di dengar sang piutra yang mengenakan Helm.
" I'm fine Mom! Mom ini seru sekali mulai sekarang ajak aku berkendara dengan montor sesering mungkin ya!" Ucap Roy yang nampak menikmati berada di boncengan ibunya apalagi sembari menatap pemandangan sekeliling yang ada disana.
" Roy suka naik montor?" Tanya Becca.
" Hmm." Jawab Roy yang masih melingkarkan tangannya erat di perut Mommynya.
" Baiklah Mommy akan lebih sering mengajakmu naik sepeda motor." Sahut Rebecca yang memang baru kali ini mengajak Roy naik motornya dalam jarak yang sedikit jauh karena biasanya dirinya hanya mengajak Roy di supermarket terdekat saja karena takut jika putranya terjatuh jika berpergian dengan jarak yang cukup jauh.
" Apakah masih lama Mom?" Tanya Roy.
" Sebentar lagi kita sampai." Sahut Becca lalu berbelok ke kiri tapi karena tidak melihat ada mobil yang berhenti di pinggir jalan dan terkejut wanita itu membanting setir ke kanan agar tidak menabrak mobil itu alhasil montor yang di kendarainya oleng dan jatuh pun tak bisa di hindari lagi.
Brakk!!! Montor itu pun jatuh untung saja mereka terjatuh di rumput bukanya di aspal walaupun ada kuka tapi tidak terlalu parah.
" Mommy!!" Teriak Roy dengan mata merah menahan tangis bocah itu tergeletak tak jauh dari sepeda montor ibunya.
" Oh God! Roy!" Teriak becca dan bangun dengan susah payah rasa sakit di lengannya pun tak di hiraukanya yang terpenting adalah mengecek keadaan Putranya.
Sementara itu pemilik mobil yang berhenti sembarangan tadi kaget dengan insiden tepat di depan matanya itu. Arsen yang saat itu menelpon seseorang di depan mobil dengan kab mobul. terbuka pun refleks menjatuhkan ponselnya tidak terkecuali Leon yang berada di dalam mobil langsung membuka pintu dan menghampiri pengendara motor yang terjatuh itu.
Arsen dan Leon yang saat itu mobilnya tiba-tiba bermasalah dan menepikan mobilnya di pinggir jalan tidak jauh dari tikungan, saat Arsen mengecek dan menelfon anak buahnya tidak disangka ada pengendara motor yang kecelakaan.
__ADS_1
Leon dan Arsen menghampiri wanita yang berusaha menenangkan seorang anak kecil itu.
" Apakah putra anda baik-baik saja, Nona?" Tanya Arsen.
" Sepertinya putraku sedikit terluka." Sahut Becca menatap sekilas Arsen dan Leon sembari membawa Roy dalam gendonganya.
" Tuan, Kenapa anda memarkirkan mobil sembarangan itu sangat berbahaya karena pengendara yang berbelok tak melihat ada mobil yang berhenti di situ." Kata Becca.
" Maaf Nona. Mobil kami tiba-tiba mogok. Saya benar-benar minta maaf. Sebaiknya kita bawa putra anda ke Rumah Sakit." Kata Arsen dengan rasa bersalah apalagi ketika melihat bocah kecil dengan luka di dahi itu. Sebenarnya Arsen cukup terkejut karena wanita di depannya ini adalah wanita yang bekerja sebagai pekerja bangunan kemarin dan sudah memiliki putra. Arsen juga diam-diam melirik kearah Tuan Leon dan ya boss nya itu masih terbengong menatap kearah wanita itu dan pada bocah kecil imut itu secara bergantian.
" Mommy, Roy gak mau kerumah sakit." Tolak Roy sembari mengelengkan kepalanya kuat.
" Luka Roy harus di obati agar tidak infeksi. Roy ingin masuk sekolah TK kan?" Tanya Becca.
Roy mengangguk.
" Kalau Roy ingin masuk TK Roy tidak boleh terluka jadi luka-luka ini harus di obati sama Dokter." Bujuk Becca.
" Gak mau! Roy takut di suntik! Roy mau pulang!" Teriak Roy yang mulai menangis.
" Gak mau Mommy!" Roy menggeleng sembari menangis.
Leon yang merasa kasian pada anak kecil yang memiliki mata mirip dengannya dan saudara kembarnya itu pun merasa terenyuh dan memberanikan diri berbicara pada bocah Tampan itu.
" Boy? Bagaimana kalau Uncle saja yang mengobati lukamu jadi kau tidak perlu ke rumah sakit." Kata Leon membunkuk agar sejajar dengan Roy yang ada di gendongan Mommynya.
" Apa Uncle seorang dokter?" Tanya Roy yang mulai berhenti menagis.
" Uncle bukan Dokter, tapi uncle bisa mengobati luka luka ini." Ucap Leon menujuk beberapa luka di tubuh Roy.
" Tapi Uncle tidak menyuntik Roy kan?
" Tidak karena Uncle tidak memiliki jarum suntik." Sahut Leon yang entah sejak kapan punya kesabaran pada anak-anak.
" Mommy biarkan Uncle saja yang mengobati lukaku!" Ucap Roy memandang Becca.
" Bagaimana jika mommy saja yang mengobati Roy?" Tawar Becca yang merasa tidak enak dengan dua pria asing itu.
__ADS_1
" Aku mau sama Uncle saja!" Sahut Roy yang matanya mulai memerah lagi.
Becca pum menggela nafas kasar karena tidak biasanya Roy sangat rewel mungkin luka akibat terjatuh itu sangat sakit untuk putranya itu.
Becca menatap Leon dan Arsen secara bergantian. " Maaf merepotkan kalian dan terimakasih." Ucao Rebecca sungguh-sungguh.
" Tidak perlu berterima kasih karena secara tidak langsung kita lah yang membuat mu dan putramu terjatuh." Jawab Leon dan diangguki oleh Arsen.
" Uncle. Gendong!" Ucap Roy melentangkan kedua tangannya kearah Leon.
" Ehhh." Ucap Becca terkejut.
" Biar Mommy yang tetap menggendong Roy." Bisik Becca pada sang putra.
" Aku mau di gendong Uncle Mommy." Sahut Roy yang masih mengulurkan kedua tangan mungilnya kedepan.
" Bagaimana kalau Uncle Arsen saja yang menggendong mu?" Tawar Arsen karena tidak mungkin membiarkan Tuannya menggendong anak kecil yang bajunya kotor dengan tanah akibat terjatuh itu.
Tapi tak disangka tiba-tiba Leon mengambil alih bocah kecil itu dari gendongan Becca.
Leon berjalan kearah mobil yang baru saja dikirim anak buahnya.
" Apa kalian akan berdiam saja disitu sampai matahari terbenam!" Kata Leon pada Arsen dan Rebecca yang masih diam di tempatnya.
" Bagaimana dengan sepeda montor saya kalau begitu?" Tanya Becca yang bingung.
Arsen segera tersadar. " Biarkan anak buah Tuan yang mengurusnya Nona, Lebih baik anda ikut bersama kami tidak mungkin anda akan meninggalkan putramu yang tampan itu seorang diri bersama kami bukan?" Kata Arsen lalu berjalan menyusul Tuan nya yang akan masuk kedalam mobil.
Becca pun juga bergegas menuju mobil takut juga jika kedua pria itu akan menculik putranya. apalagi Roy sangatlah Tampan dan menggemaskan.
REBECCA SANDERS
LEON ENMANUEL JACOB
__ADS_1