
*
*
Pagi itu Megan bangun begitu siang sampai-sampai saat terbangun sudah tidak ada Leo disampingnya.
" Ini salah Leo. Dia begitu liar tadi malam hingga membuatku tak bisa bangun." Guman Megan menyakinkan dirinya sendiri dari rasa bersalah karena bangun terlalu siang bahkan tidak menyiapkan keperluan kekasihnya itu. Jika saja Leo tak memaksanya lagi untuk bercinta dirinya tidak mungkin akan kesiangan hingga pukul sepuluh begini. Leo benar-benar seorang maniak setelah melakukan di kamar mandi umum dengan liar masih saja kurang dan merengek lagi ketika berada di Mansion.
Megan beranjak dari ranjang dan menggulung tinggi rambutnya. lalu Megan keluar menuju dapur di lantai bawah. Dahi megan sedikit berkerut saat ada beberapa suara pria saling bersahutan di Meja Makan dan satu suara diantaranya sangat di kenalnya yaitu suara Leo.
" Apa Leo membawa Temanya ke Mansion? Tapi setahuku pria itu tidak memiliki teman Selain kedua Asistennya itu." Batin Megan bertanya-tanya tidak biasanya Mansion begitu ramai dan terdengar Leo berbicara sangat akrab dengan beberapa pria itu. padahal setahunya Leo sama sekali tidak memiliki Teman kecuali Arsen dan Fernandez yang merupakan bawahnya.
Penasaran Megan pun semakin mendekat ke arah Meja Makan untuk memastikan siapakah tamu itu.
" Baby, Kau sudah bangun teryata." Ucap Leo bangkit dari duduknya dan menghampiri Megan yang masih terdiam dengan pandangan bingung.
__ADS_1
Pasalnya Megan melihat ada dua pria tampan yang mirip dengan Leo walaupun tak indentik tapi kedua pria itu mirip dengan kekasihnya ditambah lagi seorang pria paruh baya yang tak kalah tampanya juga sedang melihat kearahnya dengan pandangan yang tak terbaca.
" Baby, mereka berdua adiku. kita kembar tiga tapi aku yang paling tampan." Kata Leo menarik Megan dan memperkenalkan kedua saudaranya.
Megan melirik sekilas Leo yang sempat-sempatnya narsis begitu. Ya diakuinya leo memang tampan. mereka bertiga Tampan dan memiliki pesona tersendiri tapi tentu saja bagi Megan Leo lah yang tertampan karena cinta itu memang buta.
Megan lalu kembali menatap kedua pria yang sedang tersenyum kearahnya itu.
" Halo Aku Megan senang berkenalan dengan kalian." Ucap Megan Kikuk karena baru sadar jika penampilanya sangat berantakan bahkan cuci muka pun belum dilakukan nya.
Lionel melambaikan tangannya kearah Megan. " Halo kakak ipar aku yakin kau pasti terkejut melihat Mansion mu begitu ramai." Kata Lionel.
Megan dengan polosnya menganguk karena refleks-nya yang sangat bagus itu.
" Kak, bukankah kekasihmu terlalu jujur." Celetuk Leon.
__ADS_1
Leo hanya menatap datar adiknya itu dan menarik kursi dan menyuruh megan duduk disana.
Lalu Leo duduk di samping Megan yang masih tampak canggung itu dan menggengam tanggannya dan diletakkan di atas pahanya.
" Baby, Kau lihat pria tua itu." Tunjuk Leo pada Kendrick yang sedang menelisik kearah megan.
Megan dengan ragu-ragu melihat kearah pria paruh baya itu dan matanya bersitatap langsung dengan pria yang tak lagi muda itu. Pandangan yang sangat mendominasi persis seperti milik Leo. Megan tanpa sadar meremas kuat tangan Leo.
" It's Okey, baby. Dia daddy ku dia memang seperti itu tapi dalam hati dia pasti senang karena bisa melihatmu setelah sekian lama memohon padaku." Bisik Leo.
Ya selama hampir enam bulan berkencan dengan Megan keluarganya itu selalu merengek ingin bertemu dengan wanitanya tidak sang mommy, daddy dan Grandpa dan Grandma nya pun ikut-ikutan merengek sampai dirinya harus memblokir nomernya dan menyuruh bawahannya untuk tak membiarkan keluarganya itu diam-diam menemui Megan. Tapi hari ini Leo sudah bertekad ingin memperkenalkan Megan pada keluarganya secara resmi walau Megan belum siap sekalipun.
" Halo Uncle. Aku Megan Anneliese Anderson." Ucap Megan sesopan mungkin karena merasa ciut di tatap Seperti itu oleh daddy dari Kekasihnya.
Plakkkk!!!!
__ADS_1