LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Dad, tidurlah disini bersama Roy.


__ADS_3

*


*


*


Rebecca menyisir rambut putranya kini Roy sudah sangat tampan dengan piyama Doraemon yang dikenakannya.


" Anak mommy sangat tampan sekali." Ucap Rebecca mengecup puncak kepala Roy dari belakang.


" Tentu saja aku tampan karena daddy juga sangat tampan." Sahut Roy berbangga diri.


" Ya ya karena Roy sudah tampan sekarang waktunya kita pulang ke Apartemen." Kata Rebecca.


Roy mengeryitkan dahinya bingung untuk apa pulang ke apartemen kan sekarang sudah ada di Apartemen.


" Pulang kemana?.. kita sudah di apartemen sekarang?" Tanya Roy yang belum mengerti jika yang di maksud Rebecca adalah pulang ke Apartemen yang mereka tinggali berdua selama ini.


" Ke Apartemen yang kita tinggali berdua. Masak Roy sudah lupa sama rumah sendiri." Sahut Rebecca berlutut di hadapan sang putra dan menoel gemas hidung Roy.


" Kenapa harus pulang ke sana?.. kan kita sudah bertemu daddy jadi harusnya kita tinggal bersama disini. dirumah Daddy.." Kata Roy dengan wajah muramnya.


" Roy, dengarkan mommy baik-baik. Daddy Leon sebenarnya bukanlah----


" Kenapa kau mengajak putraku pulang ke apartemen mu?. Tidakah kau kasihan jika Roy masih sangat merindukan daddynya. Tinggallah disini juga bersama ku dan Roy,!", Sela Leon.


Leon yang ingin mengambil air soda di dapur tak sengaja mendengar obrolan Becca san Roy, awalnya Leon ingin mengabaikan saja tapi saat Rebecca ingin mengatakan jika dirinya bukanlah ayah kandung Roy disitulah Leon segera menyela ucapan Rebecca. Entahlah di lubuk hatinya yang terdalam Leon sangat tidak rela Rebecca berkata jika dirinya bukanlah ayah dari Roy.


" Tapi kita itu bukan----


" Demi Roy menurutlah apa kataku!" Ucap Leon dan mengangkat Roy.


" Kau ingin tinggal disini bersama daddy kan?" Tanya Leon pada Roy.

__ADS_1


" Ya dan itu memang sebuah keharusan karena apa?, Karena kita adalah Keluarga dan harus tinggal bersama. Aku benar kan daddy?" Kata Roy dengan suara imutnya.


Leon sampai terkagum dengan penuturan Roy. Di usianya yang masih menginjak lima tahun Roy mengetahui banyak hal dan berbicara layaknya orang dewasa tapi dengan suara imut yang dimilikinya.


" Putra daddy pintar sekali sih hmm?," Kata Leon mengangkat tinggi tinggi putranya.


Roy tertawa mendapatkan perlakuan seperti ini dari sang daddy. Bocah itu akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan selama ini bermain bersama sang daddy selayaknya anak pada umumnya.


" Lebih tinggi dad! Roy ingin yang lebih tinggi lagi!" Pinta Roy yang masih tertawa bahagia.


" Kurang tinggi?.. Seperti ini apa kurang tinggi Boy?," Tanya Leon yang melempar Roy ke udara dan kembali menangkapnya.


" ini sangat seru Dad!!" Teriak Roy yang terlihat bahagia.


Rebecca ikut tertawa melihat putranya Tertawa. Roy tidak pernah sebahagia itu sebelumnya dan sekarang putranya terlihat sangat bahagia hanya karena hal sederhana seperti itu.


" Leon. Bisakah kau berhenti melempar Roy seperti bola dia bisa jatuh nanti!.." Tegur Rebecca setelah sedikit lama kedua pria itu bermain. Bahkan Rebecca terdengar seperti sedang memghardik suaminya.


" Satu kali lagi Dad. Please!" Ucap Roy penuh harap.


" Tapi Mommy menyuruh kita untuk berhenti." Sahutt Leon mengusap kepala Putranya dengan sayang.


Roy pun mengalah dan tak membantah atau sang mommy akan marah dan mendiaminya.


*


*


Tepat pukul jam sembilan malam saat ini Roy sedang bermain di lantai dengan beralasan karpet berbulu di ruang kerja Leon. Sementara Leon tengah sibuk dengan laptop di meja kerjanya.


Roy yang sudah merasakan sedikit mengantuk meletakkan mainan dan menghampiri Leon sembari mengucek matanya yang sudah terasa perih.


" Daddy." Panggil Roy dan menarik ujung kaos yang di kenakan Leon.

__ADS_1


Leon menoleh dan menundukkan kepalanya untuk melihat Roy yang terlihat mengucek kepalanya.


" Apa kau sudah mengantuk, Sayang?," Tanya Leon mendudukkan Roy di pangkuannya dengan posisi menghadap dirinya.


" Hmm." Roy menjawab dengan gumanan dan merebahkan kepalanya di dada bidang sang Daddy.


Cup. Cup..


Leon mengecup dua kali puncak kepala Roy lalu Leon berdiri dari duduknya sembari membawa Roy dalam dekapannya keluar dari ruang kerja.


" Apa Roy sudah tidur,?" Tanya Rebecca yang baru saja mengambil air minum untuk di letakkan di kamarnya dan Roy.


" Belum. tapi Roy sudah ngantuk berat." Jawab Leon.


" Letakkan di ranjang biar aku yang menidurkannya." Kata Becca membuka kamar yang menjadi kamarnya dan Roy sejak kemarin.


Leon menurut dan meletakkan Roy yang belum tertidur itu di ranjang. Tapi saat Leon ingin pergi dari kamar itu tiba-tiba Roy terbangun dari ranjang dan terduduk di ranjang.


" Dad, tidurlah disini bersama Roy." Ucap Roy menahan tangan Leon dengan wajah penuh harap Roy menatap pada Daddy nya.


Melihat wajah penuh harap dari Roy Membuat Leon tidak tega menolak.


" Baiklah daddy akan tidur dengan jagoan daddy malam ini." Sahut Leon kemudian duduk di sebelah putranya.


" Rebbeca kau tidurlah di kamarku aku akan menemani Roy malam ini." Kata Leon pada Rebecca yang masih berada di pintu.


Rebecca mendesah pelan. Permintaan putranya semakin lama semakin menjadi tapi anehnya Rebecca sama sekali tidak bisa menolaknya.


" Baiklah." Sahut Becca akhirnya dan akan menutup pintu kamar itu.


" Mommy tidak boleh pergi!" Kata Roy sedikit berteriak mencegah ibunya yang akan pergi.


Becca urung menutup pintu dan menatap putranya dengan waspada.

__ADS_1


__ADS_2