
*
*
Rebecca Sanders wanita berumur dua puluh enam tahun yang menyandang sebagai ibu tunggal untuk bocah berumur lima tahun yang diberinya nama Roy Sanders. Walaupun Becca hanya memiliki pekerjaan lepas tapi kehidupannya dan anaknya cukup baik dan tak kekurangan apapun. Becca tidak hanya bekerja sebagai pekerja bangunan. apapun pekerjaan yang akan menghasilkan uang akan di sikat oleh wanita itu asal tidak keluar dari jalur terlarang. Walaupun sebenarnya ayah Becca seorang yang lumayan kaya tapi setelah kemalangan yang dialaminya semenjak kedatangan seseorang yang dianggapnya nenek lampir Becca menjadi pribadi yang tangguh.
Becca tinggal di New Zealand belum lama ini awalnya ibu dan anak itu tinggal di Texas karena ingin suasana yang baru dan menghindari istri baru ayahnya dan saudari tirinya akhirnya Becca membawa sang putra pindah ke New Zealand.
Becca melahirkan Roy Lima tahun yang lalu tanpa seorang suami ada alasan yang kuat yang tak bisa diungkapkan dibalik Nekatnya seorang Wanita yang waktu itu masih berusia dua puluhan berani mengambil resiko seperti ini. Semua berawal dari ayahnya yang menikah lagi hingga diusirnya dirinya dari rumah karena ibu dan saudari tirinya yang manipulatif. Pada akhirnya Becca hidup sebatang kara disitulah mulainya keputusan besar Becca ambil dan untunglah dirinya melahirkan putra yang sehat pintar dan lucu bahkan Roy tidak banyak merengek seperti anak kecil pada umumnya saat ditinggal kerja oleh ibunya satu hari penuh.
Kini ibu dan anak itu sudah berbaring di ranjang saling berhadapan. Kaki mungil bocah itu melingkar di pinggang ibunya.
" Mom, Bukankah Roy sudah waktunya masuk TK?" Tanya Roy mendongak menatap ibunya.
" Bagaimana jagoan Mommy bisa tahu jika sudah waktunya Roy masuk TK?" Tanya Becca pada putranya sembari mengusap rambut pendek putranya.
" Mommy gimana sih! Aku ini sudah umur lima tahun sudah pasti harus masuk TK!" Ucap bocah kecil itu sembari mengangkat kelima jarinya.
__ADS_1
Becca terkekeh geli melihat bibir putranya yang mengerucut dengan gemas Becca mencubit bibir mungil itu. " Putra mommy sangat pintar sekali. Baiklah besok Kita akan mendaftar ke TK." Ucap Becca.
" Besok kan mommy harus bekerja pagi-pagi sekali." Ucap Roy sendu.
" Mommy akan izin pada pengawas untuk datang agak siang jadi mommy bisa pergi dengan Roy." Jawab Becca.
" Sudah lebih baik Roy tidur agar besok tidak kesiangan." Lanjut Becca mengelus punggung Roy agar putranya itu tertidur.
Roy mengaguk dan mulai memejamkan matanya menikmati usapan lembut tangan sang mommy di punggungnya.
" I love you Son." Bisik Becca dan ikut tertidur sembari memeluk sang putra.
*
*
Sementara itu di apartemen mewah milik Leon. Kini pria tampan itu tengah berbicara dengan kakaknya Leo lewat sambungan telepon.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan disana, Leon? Apakah semua berjalan dengan lancar?" Tanya Leo di seberang telepon.
" Ya semua berjalan dengan baik." Jawab Leon.
" Lalu kenapa kau tidak kembali di hari bahagiaku jika semua lancar? Apa kau menemukan seseorang gadis disana hingga tak ada waktu hanya untuk menghadiri pernikahan kakak mu?" Tanya Leo sedikit meledek adiknya.
" Pekerjaan ku bukan hanya mengurus proyek milik kakak saja. Aku juga punya pekerjaan milikku sendiri jadi alasan tak bisa datang karena aku benar-benar sedang sibuk." Sahut Leon.
" Jadi bukan karena kau kepincut gadis New Zealand?" Tanya Leo yang masih ingin Membuat kesal adiknya.
" Disini adanya paman-paman karena aku sering berkeliaran di tempat pembangunan." Ketus Leon.
" Oh kasian sekali kau ya! Sekali-kali mainlah ketempat banyak wanita agar kau bisa cepat menyusul ku menikah." Kata Leo sembari ketawa keras merasa senang karena bisa membuat kesal adiknya.
" Sudahlah dari pada kakak menyidirku terus lebih baik cepat selesaikan bulan madumu agar aku bisa kembali mengurus perusahaan ku!" Kesal Leon lalu mematikan sambungan teleponnya.
" Heran aku! Kita itu memiliki mommy dan Daddy yang sama di tambah kita tinggal di perut di waktu yang bersamaan tapi kenapa sikapnya sangat menyebalkan!" Gerutu Leon yang ditujukan pada Leo.
__ADS_1