
*
*
*
*
Di pagi hari di sebuah kamar yang tidak terlalu besar tapi terlihat mewah. Sepasang manusia terlihat saling berpelukan di atas ranjang saling memberikan kehangatan di cuaca yang mulai dingin.
Terlihat Leon membuka matanya. Pria itu sedikit terpaku mendapati tubuh yang di peluk bukanlah Roy melainkan ibu dari bocah itu.
" Dimana anak itu,?" Batin Leon matanya menyorot kesekeliling berharap ada Roy disana tapi teryata hanya tinggal dirinya dan Becca di ruangan itu.
Leon semakin menegang saat Rebecca semakin mengeratkan pelukannya.
Leon mengamati wajah ibu cantik yang baru tiga hari di kenalnya itu. Di lihat dari segi manapun jelas kalau dirinya tidak mengenal wanita ini sebelumnya. kalau dilihat wajahnya yang begitu cantik tidak mungkin dirinya bisa melupakan wajah ini jika dulu pernah mengenalnya atau bahkan sampai menghamilinya.
__ADS_1
" Aku benar-benar tidak mengenal wanita ini sebelumnya tapi kenapa aku begitu terikat dengan putranya?," Batin Leon sembari menyisihkan anak rambut di dahi Rebecca.
" Hasil tes DNA keluar hari ini. Aku sungguh tidak sabar melihat hasilnya." Batinnya lagi bermenolok.
Pagi itu Leon memandang lama wajah Rebecca. Pria itu begitu menikmati pemandangan indah di pagi hari yang baru pertama kali di rasakannya. Dan teryata menyenangkan mendapati wajah wanita cantik di pagi hari saat dirinya baru membuka mata.
Hingga keryitan di dahi Rebecca menghentikan aksi Leon. Mengetahui Rebecca akan terbangun Leon segera menutup matanya berpura-pura masih tertidur.
Rebecca perlahan membuka matanya wanita itu sedikit menyipitkan matanya karena silau cahaya yang masuk dari celah gorden yang sedikit tersingkap.
Sadar akan dirinya yang memeluk sesuatu yang jelas bukan sebuah guling karena benda itu sedikit keras. Becca berusaha membuka matanya lebar-lebar. seketika matanya terbelalak saat mendapati benda yang di peluknya adalah Leon.
" Apa yang kulakukan,? Haruskah aku berpura-pura tidur saja,? Aku pasti sudah gila hingga Tanpa sadar menjadikan pria ini sebagai guling," Guman Rebecca lirih sembari menggeleng pelan. tentu saja Leon mendengar gumanan itu karena pria itu sebenarnya sudah terbangun.
Rebecca kembali memandang wajah Leon yang terkena sinar matahari pagi.
" Oh god,!! Cobaan apalagi ini kenapa dia tampan sekali." Ucap Becca lirih saat melihat bagaimana tampanya Leon saat ini.
__ADS_1
Leon rasanya ingin tertawa berbahak-bahak mendengar gumanan lirih Rebecca.
Leon berpura-pura mengerjapkan matanya seolah dirinya baru saja terbangun dan memasang wajah bingungnya pada Rebecca.
" Apa yang terjadi kukira Roy yang memelukku teryata Mommy Roy yang memeluk ya?, Ucap Leon dengan suaranya yang dibuat serak seperti baru bangun tidur. Padahal dalam hati Leon ingin tertawa melihat wajah pias Rebecca dan itu membuatnya senang sekali.
" Emhh itu...... maaf." Ucap Rebecca menyingkirkan kaki dan tangannya yang menimpa tubuh Leon. hanya kata maaf yang bisa di ucapkan ibu dengan satu putra itu karena mau mengelak pun juga percuma karena jelas-jelas dirinya tertangkap basah dengan tangan dan kaki yang memeluk tubuh pria itu.
Malu sudah pasti tapi nasi sudah menjadi bubur dan Becca harus menelan pahit pahit rasa malu itu pada Leon.
" Roy pasti sengaja meninggalkan ku dengan Leon, anak itu benar-benar nakal," batin Becca.
" Aku maafkan untuk kali ini lain kali kau harus bertanggung jawab atas tindakan mu, kau tahu kan jika di pagi hari pria sangatlah sensitif di area tertentu." Ucap Leon dengan seringai tipis dan beranjak dari ranjang meninggalkan Rebecca yang saat ini terdiam dengan wajahnya yang sudah sangat merah.
Rebecca menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. " Aku malu sekali,"
*
__ADS_1
*
*