LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Rencana test DNA.


__ADS_3

*


*


*


*


Leon menghabiskan waktunya di ruang kerja bahkan ketika Arsen pulang pun Leon tak mengetahuinya apalagi Rebecca yang sedari tadi menunggu pria itu untuk berpamitan mengajak Roy pulang pun juga terbengkalai karena Leon sama sekali tidak ingin diganggu.


Lelah menunggu dan Leon tak kunjung keluar dari ruang kerjanya Rebecca pun menyusul sang putra yang tertidur di kamar tamu dan merebahkan tubuhnya di samping Roy dan memeluknya.


Sementara itu Leon sedari tadi sibuk menanyai ini itu pada Lionel dan jawabannya pun sama seperti yang kakaknya Leo katakan bahwa Lionel juga tak pernah bermain gila.


Dan terakhir Leon memutuskan untuk menceritakan keluh kesahnya pada sang daddy karena Leon begitu yakin jika daddy tidak mungkin menghianati sang mommy.


" Coba kau ingat lagi apa kau pernah mabuk dan terbangun dalam kondisi tak berbusana?" Tanya Kendrick.


" Tidak Dad. Sama sekali tidak! Aku selalu bisa mengontrol kadar alkohol yang ku minum tapi aku belum pernah sampai mabuk parah. Dan jika memang aku pernah melakukan kesalahan pasti wanita itu mengenaliku bukan? Tapi dia sama sekali tidak mengenalku." Kata Leon yang memang sangat yakin seratus persen jika belum pernah meniduri seorang wanita.

__ADS_1


" Berarti kau itu hanya terlalu berlebihan saja. Di dunia ini banyak sekali wajah yang mirip dan salah satunya mungkin kau dan anak kecil itu. Kau mungkin hanya ingin segera memiliki anak. Mangkanya cepat nikah supaya bisa memiliki seorang putra dan kau tak berhayal anak orang lain kau akui sebagai putramu!" Kata Kendrick terdengar sedikit kesal.


" Tapi Dad. Roy berbeda aku seperti memiliki ikatan batin dengannya tapi aku juga bingung ada apa sebenarnya dengan diriku." Jawab Leon lesu.


" Lakukan Test DNA jika kau gelisah memikirkan itu sebelum hasil test keluar daddy akan merahasiakan ini pada Mommymu! Tuntaskan rasa penasaranmu itu atau kau akan gila sendiri memikirkan hal yang tak ada jawabannya kecuali dengan melakukan Test!" Ucap Kendrick memberi saran.


" Haruskah aku melakukan test tapi aku benar-benar tidak pernah melakukan itu apalagi menghamili seorang gadis." Sahut Leon ragu.


." Terserah kau, Daddy hanya memberikan saran yang paling cepat. Jika kau tidak melakukan test kau akan menyesal jikalau bocah kecil itu ternyata benar putramu!" Kata Kendrick kali ini jauh lebih serius dan tak ada kekesalan dalam nada bicaranya.


" Aku akan mengikuti saran daddy walaupun aku tidak yakin jika Roy adalah putraku tapi demi rasa penasaran ku tertuntaskan aku akan melakukan test garis ayah dengan Roy." Sahut Leon yang akhirnya memutuskan untuk melakukan DNA.


" Hmmm." Sahut Kendrick.


*


*


Pagi itu saat Rebecca ingin berpamitan pulang ke Leon. Roy menagis dan melayangkan beberapa pertanyaan yang membuat rebecca pusing sendiri.

__ADS_1


Kenapa harus pulang? Ini kan rumah daddy jadi rumah kita juga dan kenapa Roy harus berpisah dengan daddy ketika Roy baru saja bertemu. Bocah itu terus bertanya sembari menangis dan tak bisa lepas dari tubuh Leon. Roy mengencangkan lilitan tangan kecilnya di leger sang daddy takut jika sang mommy akan membawanya pulang dan akan berpisah dari daddynya lagi dan Roy tidak mau itu.


" Sudah hari ini biarkan Roy aku yang mengurusnya. Pergilah jika kau ada sesuatu hal yang ingin diurus Roy akan baik-baik saja bersaku." Kata Leon sembari menenangkan putranya agar berhenti menagis.


" Pasti Roy akan sangat menggangu mu nantinya." Sahut Rebecca takut jika pekerjaan pria itu terbengkalai karena harus menjaga Roy apalagi putranya itu sangatlah aktif.


" Aku akan bersikap baik dan tidak akan me ganggu daddy Mom." Sahut Roy cepat dan menoleh ke ibunya dengan hidung merah serta mata bulatnya yang basah.


" Pergilah biar Roy bersamaku." Kata Leon lalu berjalan ke ruang santai bersama Roy yang berada dalam gendongannya lalu menurunkan bocah itu di karpet yang terdapat banyak mainan.


Dengan helaian nafas yang begitu berat akhirnya Rebecca harus merelakan putranya tinggal bersama Leon karena dirinya harus kembali bekerja.


"Mommy akan datang menjemput mu jam lima sore. Selama mommy tak ada jangan menyusahkan daddymu Roy!" Ucap Rebecca menasehati anaknya sebelum benar-benar pergi.


Roy hanya mengangguk saja karena saat ini bocah itu fokus merakit sebuah robot di karpet bersama Leon. Robot robot mainan itu di beli Arsen kemarin tentu saja atas perintah dari Leon.


" Maaf merepotkan mu. Aku pergi." Ucap Rebecca pada Leon.


" Hmm, Di bawah sudah ada Arsen yang akan mengantarmu pulang." Sahut Leon yang masih fokus membantu putranya merakit mainan.

__ADS_1


" Sebenarnya itu tidak perlu. Tapi ya sudahlah sudah terlanjur sekali lagi terimakasih." Ucap Becca dan benar-benar pergi dari Apartemen meninggalkan putranya bersama Leon. Dan baru dua kali ini Becca mempercayai orang asing untuk menjaga sang putra. Karena yang pertama kali adalah bibi katy karena wanita paruh baya itu awalnya juga orang asing yang menawarkan diri menjaga Roy dan entah kenapa Becca percaya begitu saja pada bibi Katy dan beruntung karena Bibi Katy benar-benar baik kepada Roy.


__ADS_2