
*
*
*
Leon menautkan alisnya. " Tidak sengaja,? Maksudmu kita pernah tidur bersama,?" Tanya Leon.
Rebecca menggeleng yang membuat Leon semakin bingung atas maksud Jawaban dari wanita itu.
" Kita tidak pernah tidur bersama bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya." Jawab Becca.
" Jangan coba-coba mempermainkan ku Rebecca!!" Bentak Leon yang sudah hilanh kesabaran.
" Aku serius. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya ataupun mengenal. Aku juga tidak tahu aku hamil anak siapa. Semuanya berawal dari enam tahun yang lalu." Kata Becca yang mulai menginggat beberapa tahun yang lalu dan menceritakan bagaimana dirinya bisa hamil kala itu pada Leon.
Flashback......
Flashback Enam Tahun Yang Lalu.
Texas.
Pada saat itu Leon bersama kedua saudara kembarnya tengah berlibur untuk merayakan setelah memenangkan tender besar pertama setelah terjun ke dunia bisnis. Ketiga bersaudara itu menikmati liburan dengan berkendara dan saat itu Leon lah yang menyetir dari Apartemen menuju Big Bend Nasional Park tempat wisata ngarai sungai, gurun dan pegunungan dengan banyaknya satwa liar dan aktivitas outdoor. Mereka bertiga berniat akan bermalam dan mendirikan tenda disana sembari menikmati pemandangan alam yang akan menyejukkan pikiran mereka.
Jalanan yang sedikit berkelok dengan cuaca yang sedikit gerimis Membuat jalanan licin namun walau begitu Leon tetap menyetir dengan kecepatan yang tinggi.
" Leon perhatian kecepatan mu!!" Kata Leo memperingati sang adik.
__ADS_1
" Tenang kak. Aku ini sudah sangat pro. Kak Leo kan seorang pembalap jangan bilang kau takut kita akan tergelincir." Sahut Leon tak mengindahkan peringatan Leo tapi malah mengejek kakaknya yang seorang pembalap tapi takut dengan cara berkendaranya.
" Itu berbeda, saat ini kita dijalan umum bukan di area balap. Jalanan terlalu licin sebaiknya turunkan kecepatan Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan." Kata Leo.
" Ck. Kakak Cemen sekali. Lionel kau suka aku berkendara lambat atau cepat?!" Tanya Leon pada si bontot.
" Lebih cepat lebih baik." Jawab Lionel yang justru membuat Leon semakin menjadi.
" Oke let's go brother!!" Ucap Leon semakin menginjak gas dan leo hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya itu.
Leon melajukan mobilnya dengan sangat kencang hingga tidak melihat di depan sana ada seseorang yang menyebrang sembarangan.
" Leon Awas!!.." Teriak Leo saat melihat ada seorang pria tua menyeberang jalan bukan pada tempatnya.
Sontak Leon terkejut dengan teriakan Leo dan Membanting setir ke kiri untuk menghindari pria tua yang menyeberang tadi.
Brak!!!!
" Oh God!!" Ucap Lionel saat melihat Leon yang tidak sadarkan diri dengan luka yang cukup parah.
Leo dan Lionel segera membantu mengeluarkan Leon yang terjepit keluar dari mobil setelah menghubungi ambulans.
*
*
Leo dan Lionel menunggu di depan ruangan tindakan Leon dengan gelisah. Kedua pria dengan perban di kening itu bahkan tidak berani mengabari keluarganya tentang kecelakaan yang dialaminya. Mereka tidak menyaka jika niat liburan untuk mencari suasana baru justru menjadi petaka.
__ADS_1
Tidak lama kemudian pintu ruangan terbuka dan dokter laki-laki Keluarga dari ruangan itu.
" Bagaimana keadaan saudara kita dok.?" Tanya Leo dan Lionel secara bersamaan.
Dokter itu menatap dua pria tampan itu dan menghela nafas beratnya.
" Pasien mendapatkan benturan keras di bagian bawah perutnya dan hal itu mungkin mempengaruhi alat reproduksinya." Sahut Dokter itu dengan berat hati. Dokter paruh baya itu merasa prihatin dengan yang dialami pasiennya walaupun bisa di sembuhkan tapi untuk pria muda seperti mereka alat itu adalah sebuah kebanggaan.
Leo dan Lionel saling pandang dengan pikiran tidak karuan.
" Maksud dokter adik saya Impoten,?" Tanya Leo.
Dokter itu mengangguk.
" Oh my god!.. Dokter tidak bercanda bukan,? Ya kali kakak ku yang gagah itu Impoten,?" Tanya Lionel yang menolak percaya.
" Saya seorang dokter dan mengatakan yang sejujurnya. Tapi kalian tenang saja saudara kalian bisa di sembuhkan dengan beberapa kali tetapi." Ucap dokter itu.
" Kira-kira berapa lama proses penyembuhan itu Dok?" Tanya Leo.
" Itu tergantung dengan kegigihan pasien untuk menjalani terapi dan kemauan kuat untuk sembuh." Lanjut dokter.
" Baiklah terimakasih dok" Ucap Leo.
Dokter itu menganguk lalu meninggalkan kedua saudara itu.
" Aku tidak bisa membayangkan reaksinya saat mengetahui miliknya tidak bisa bangun." Guman Lionel.
__ADS_1
Leo menepuk bahu adiknya. " Itu bisa di sembuhkan kita hanya bisa memberikan semangat untuknya." Sahut Leo.
Beberapa jam kemudian Leon tersadar. Leo menjelaskan semuanya pada Leon. Tentu saja itu adalah pukulan keras bagi seorang pria karena alat yang merupakan sebuah kebanggaan tidak bisa berfungsi. Tapi setelah mendapatkan penjelasan jika itu bisa disembuhkan Leon sedikit mendapatkan harapan. Dan setelah kejadian itu tiga bersaudara itu sementara tinggal di Texas untuk kesembuhan Leon. Ketiganya sepakat tidak memberitahu inseden itu pada Krystal dan kendrick orang tuanya. Mereka hanya mengatakan akan sedikit lama di Texas untuk menjernihkan pikiran.