LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Flashback 2


__ADS_3

*


*


Hari demi hari dilalui Leon dengan rajin menjalani terapi untuk kesembuhannya ditemani kedua saudaranya yang dengan setia memberikan semangat untuknya.


Tidak terasa sudah satu tiga minggu Leon menjalani terapi dan perubahan itu benar adanya miliknya sudah bisa berdiri namun begitu sang dokter menyarankan agar Leon menjalani tes kesuburan dengan mengambil sampel benihnya. Leon pun setuju dengan melakukan oral dua kali untuk mengambil dua sampel untuk berjaga-jaga. Leon juga ingin menyakinkan bahwa kejadian yang membuat miliknya tidak bisa bangun waktu itu tidak berdampak pada kesuburannya setelah miliknya kembali berfungsi.


Leon menyerahkan sampel miliknya ke dokter untuk di uji coba.


" Kira-kira berapa hari hasilnya keluar Dok?" Tanya Leon.


" Dua hari. Dua hari lagi anda bisa mengambilnya." Jawab Dokter itu.


Leon mengangguk mengerti dan memilih kembali lagi dua hari kemudian toh sekarang dirinya sudah sembuh dan tidak perlu lebih lama lagi berada di rumah sakit.


" Bagaimana milikmu beneran sudah sembuh,?" Tanya Leo yang ingin memastikan.


Kini tiga pria kembar itu sudah berada di apartemen dan sedang tiduran diatas ranjang yang sama.


" Hmmm, Sudah kembali seperti semula kuat dan gagah bahkan tadi menyembur banyak di kamar mandi." Sahut Leon Frontal.

__ADS_1


" Ck. Untung bisa sembuh jika tidak. Kau tidak akan pernah merasakan yang namanya kenikmatan dunia kak." Decak Lionel sembari memainkan ponselnya.


" Hahaha jika itu terjadi ketampanan dan kekayaan yang kau miliki tidak berguna lagi, Brother." Kata Leo sembari tertawa.


" Dan pastinya akan mencoreng kegagahan Jacob CS." Sahut Lionel.


" Ck. bisa-bisanya kalian menganggap hal itu sebagai bahan lelucon." Decak Leon kesal.


" Mangkanya lain kali kalau di beritahu yang lebih tua jangan ngeyel!" Kata Leo.


" Iya aku salah. Sorry aku tidak akan mengabaikan peringatan kakak lagi." Sahut Leon yang menyesal karena tidak mendengarkan peringatan kakaknya agar tidak berkendara terlalu ngebut.


*


*


Lelah berjalan dengan Perut kosong apalagi di bawah guuyuran hujan membuat gadis yang bernama Rebecca itu tidak kuat menahan tubuhnya dan jatuh pingsan di atas trotoar.


*


Becca terbangun tapi sudah berada di sebuah ruangan dengan bau obat yang menyeruak Becca sudah bisa menebak jika dirinya sedang berada di rumah sakit.

__ADS_1


" Setidaknya masih ada orang yang berbaik hati membawaku ke RS." Lirih Becca perlahan gadis itu menampakkan kakinya di lantai.


Becca berjalan di koridor RS matanya tidak sengaja melihat seorang wanita bersama gadis kecil dan pemandangan itu membuatnya mengingat kenangan saat bersama ibunya saat kecil.


" Alangkah indahnya aku juga memiliki anak. Setidaknya aku tidak sendirian di dunia ini." Ucap Becca.


" Anak?.. ya bukankah aku bisa memiliki anak agar aku tidak sendirian di dunia ini.?" Ucapnya lagi. Becca memegang sebuah kalung berlian yang ada dilehernya kalung peninggalan sang ibu setidaknya itu bernilai cukup mahal di tambah dengan tabungan pemberian kakeknya itu jauh lebih cukup untuk membeli benih di tanam di rahimnya.


Rebecca kembali menyusuri koridor kali ini Rebecca memiliki tujuan tertentu yaitu dokter spesialis kandungan tapi di tengah perjalanan langkah Becca berhenti saat mendengar pembicaraan dua perawat yang ada di sebuah ruangan.


" Sampelnya berlebih apakah kita perlu mengembalikannya pada pasien?" Tanya satu perawat berambut pendek.


" Untuk apa di kembalikan,? Taruh saja di situ. sper*ma itu sudah tidak bisa di gunakan setelah beberapa hari." Sahut perawan Dengan rambut di gulung.


" Ku dengar pemiliknya sangatlah tampan bukankah benihnya akan menjadi premium." Kata perawat rambut pendek.


" Sudah taruh saja di laci kedua. Kita masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan." Sahut Temanya lalu keluar dari ruangan itu untuk melanjutkan pekerjaannya.


" Sayang sekali bibit unggul ini kebuang sia-sia andai saja aku belum menikah dan punya anak. Akan ku pakai benih ini untuk memperbaiki keturunan." Kata Perawat rambut pendek itu Terkekeh geli dan meletakkan botol berisikan sampel milik Leon kedalam laci lalu menyusul rekanya yang dulu meninggalkan ruangan itu.


Rebecca berfikir keras di depan ruangan itu setelah kedua perawat tadi pergi.

__ADS_1


" Aku bisa mengambilnya kan? Aku mendengar itu adalah barang lebih dan tidak mungkin digunakan lagi. Dari pada tidak bermanfaat dan dibuang begitu saja lebih baik ku manfaat kan lagian aku bisa menghemat uang karena tidak perlu membeli benih." Ucap Becca setelah beberapa saat merasa ragu.


__ADS_2