LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Abaikan Saja!


__ADS_3

*


*


*


Tanpa membuang waktu Leo langsung membuka baju Megan tanpa tersisa tanpa melepaskan ciumannya. Megan pun yang tersulut dengan sentuhan Leo pun ikut membuka kemeja dan celana yang digunakan Leo. Dan tanpa pemanasan yang lama Leo segera menyatukan miliknya dengan milik Megan. Leo bergerak dengan pelsn diatas tubuh Megan sembari memainkan dada Megan dengan lidahnya.


Megan mendesah keras dan menyebutkan nama Leo berkali-kali.


Ditengah panasnya kegiatan kedua manusia yang sedang terbakar gairah itu terdengar ketukan dari pintu.


" H-honey ada yang mengetuk pintu." Ucap Megan terbata karena Leo bergerak semakin cepat.


" Abaikan saja." Sahut Leo dan membalikkan tubuh Megan lalu menarik pinggang istrinya dan melakukan adegan itu dari belakang.


Megan mendesah kencang dengan posisi seperti itu membuatnya merasakan kenikmatan yang lebih.

__ADS_1


Leo menarik kedua tangan megan kebelakang dan mencium punggung Megan yang berkeringat. Leo bergerak sangat cepat saat merasakan sesuatu akan keluar dari tubuhnya sementara seseorang di luar terus mengetuk pintu kamar dua sejoli yang sedang mengejar kenikmatan dunia itu.


" Ahhh I love you, baby" Desah Leo memeluk erat perut Megan dengan posisi masih di belakang Megan dengan posisi bersimpuh di atas ranjang.


Nafas megan terengah-engah sembari memejamkan matanya. Tubuhnya yang lemas bersender di dada Leo tangannya memegang tangan Leo yang berada di perutnya.


" Kurasa seseorang yang mengetuk pintu tadi masih ada diluar, Sayang" Kata Megan saat mendengar ketukan lagi.


" Biarkan saja. Mungkin itu Arsen dan Leon untuk membicarakan urusan proyek baru yang akan di bangun di New Zealand." Sahut Leo tanpa membuka matanya dan membawa tubuh Megan untuk berbaring di ranjang.


" Sebaiknya kau temui mereka mungkin itu sesuai yang sangat penting hingga mereka mengetuk pintu tanpa Henti!" Kata Megan sambil memainkan telunjuknya di dada Leo.


" Jangan sok tahu! Mungkin saja memang ada sesuatu yang mendesak yang ingin mereka bicarakan padamu coba kau pikir-pikir lagi mungkin kau sudah membuat Janji temu dengan mereka!" Sahut Megan.


" Kita memang sepakat membicarakan bisnis hari ini tapi aku lelah sekarang. Sudah jangan membicarakan para curut itu. Lebih baik kita istirahat sejenak aku cukup lelah setelah memuaskan mu, Honey." Kata Leo yang semakin mengeratkan pelukannya pada Megan


" Tapi bagaimana dengan mereka?

__ADS_1


" Mereka sudah pergi dari depan kamar kita, jadi berhenti lah memikirkan meereka!" Sahut Leo yang sudah tidak mendengar adanya ketukan lagi.


Leo mengelus kepala Megan yang ada di dadanya dengan tangan kanannya dan sesekali menciumi puncak kepala Megan dengan mata terpejam.


" I love you. Tidurlah baby." Bisik Leo.


" Hmm I love you too." Jawab Megan dan semakin membenamkan wajahnya di dada milik Leo.


*


Sementara itu Arsen dan Leon Kembali turun kebawah Setelah tak kunjung dapat respon dari Leo padahal sudah sepuluh menit lebih kedua pria itu mengetuk dan menunggu dengan sabar di depan pintu kamar milik Leo.


" Sebenarnya sedang apa pria tengil itu?! Tidak mungkin kan mereka sedang berbuat yang tidak-tidak di siang bolong begini!" Kesal Leon dan menghempaskan tubuhnya di sofa.


" Tapi sepertinya mereka memang sedang berbuat yang iya-iya Tuan. Karena Tuan Leo tidak akan melupakan pembahasan penting seperti ini kecuali sedang melakukan sesuatu dengan Nona Megan." Sahut Arsen yang sudah sangat hafal dengan perilaku Tuannya semenjak berpacaran dengan Nona Megan.


" Ck.!" Leon berdecak kesal dan melempar map kuning ke meja dengan kasar.

__ADS_1


Leon begitu kesal dengan kakaknya itu. Mereka sudah sepakat membahas proyek itu siang ini. Leon juga tidak mau mengulur waktu terlalu lama dan ingin segera menuju ke New Zealand secepat mungkin karena dirinya akan mengambil alih kerjaan ini karena Kakaknya akan menikah satu bulan lagi dan tidak mungkin akan mengurus proyek ke New Zealand yang pastinya tidak akan selesai dalam waktu satu atau dua bulan kedepan. Tapi kakaknya itu justru asyik bercinta.


" ****!! Aku begitu kesal! Sudah baik aku menggantikannya ke New Zealand tapi kakak tengil itu justru mempermainkan ku!" Batin Leon terus menggerutu. Pria itu lalu menenggak habis minuman dingin yang disiapkan maid di depannya untuk meredakan kepalanya yang terasa panas itu.


__ADS_2