LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Recent Section


__ADS_3

LEON


*


*


*


Satu bulan berada di New Zealand cukup membuat Leon sibuk sampai tidak bisa kembali ke London untuk menghadiri pernikahan kembarnya. Walaupun begitu Leon selalu mencari kabar terkeni melalui Lionel jadi walaupun tidak hadir dirinya bisa tahu raut bahagia dari kakaknya itu.


Melihat Leo begitu bahagia dengan pernikahannya cukup membuat iri Leon karena sang kakak bisa menemukan wanita yang benar-benar tulus seperti Megan.


Seperti biasa Leon akan meninjau di lokasi pembangunan setiap siangnya Setelah jsm istirahat kantor hanya untuk sekedar mengecek para pekerja dan bahan yang di gunakan.


Disaat sedang mengamati para pekerja matanya tidak sengaja melihat salah satu pekerja yang mengangkat batu bata dengan jumlah yang lumayan banyak untuk ukuran badan pekerja itu yang terkesan sangat kecil.


" Kenapa pengawas pekerja disini membiarkan pekerja dengan tubuh kecil itu mengangkat bahan yang berat?" Tanya Leon pada Arsen.


" Semua pekerja sudah mendapatkan bagiannya masing-masing dan itu sudah di beritahukan sejak awal pada saat pekerja menerima pekerjaan di proyek ini Tuan." Sahut Arsen.

__ADS_1


" Tidakah mereka memilih orang yang fisiknya sedikit lebih kekar untuk bagian berat seperti itu bukan pria kurus kering seperti dia." Kata Leon menujuk pekerja yang dimaksud dengan dagunya.


" Saya akan meminta bagian pengawas Untuk menggantinya." Kata Arsen pada akhirnya.


" Tidak perlu! Mungkin dia sangat butuh pekerjaan ini!" Sahut Leon lalu berbalik untuk melanjutkan survei nya.


Setelan setengah hari sibuk meninjau di area langsung pembangunan dan berbicara ini itu dengan para Arsitek Leon pun berencana kembali ke Apartemen untuk sekedar membersihkan badannya yang tentunya banyak debu yang menempel mengingat dirinya berada di tempat pembangunan.


Saat dirinya berjalan ke parkiran bersama Arsen matanya kembali melihat pekerja kurus tadi yang juga berjalan kearah parkiran tidak tahu kenapa Leon sedikit tertarik melihat pekerja itu mungkin merasa iba dengan tubuh ringkih seperti itu harus bekerja berat sebagai pekerja bangunan.


Arsen yang melihat Leon berhenti pun ikut menghentikan langkahnya dan melihat kearah mana pandangan dari Tuan-nya itu tertuju. Dahi Arsen mengeryit saat tuan Leon memandang pekerja yang dibicarakannya tadi.


" Apa ada yang menarik? Itu hanyalah salah satu dari banyaknya pekerja bangunan tapi kenapa tuan leon terlalu berlebihan." Batin Arsen menggaruk kepalanya bingung.


Rambut panjang lurus itu berkibar saat angin menerjangnya Arsen dan Leon sudah seperti melihat iklan sampo secara Live.


" Bagaimana mungkin? Seorang wanita bekerja kasar seperti ini? Pantas saja tubuhnya sangat kecil?" Batin kedua pria itu yang memang baru pertama kali melihat seorang wanita menjadi pekerja bangunan.


Kedua Boss dan Asisten itu masih menatap tanpa berkedip hingga wanita itu melajukan montor nya keluar dari lapangan parkir itu.

__ADS_1


" Tuan Bukankah itu pekerja yang anda anggap kurus tadi? Apa saya tidak salah lihat? Dia seorang wanita?" Tanya Arsen pandangan masih fokus kearah montor yang mulai menjauh.


" Ya aku juga cukup terkejut dengan yang kulihat. Teryata dia adalah seorang wanita pantas saja tubuhnya tak ada otot sama sekali." Sahut Leon yang sama terpakunya.


Sementara itu seseorang yang tanpa sadar membuat dua orang terbengong itu melajukan motornya dengan santai dan berhenti di sebuah restoran sederhana. Memesan dua porsi makanan dan kembali melakukan montor nya ke Apartemen sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggalnya. Beberapa menit kemudian wanita itu sampai di apartemen miliknya dan segera naik menuju unit, tak Lupa dengan sekantong makanan yang di belinya tadi.


" Mommy!" Terdengar teriakan anak kecil ketika dirinya membuka pintu.


Seketika lelah yang dirasakannya sirna saat melihat seorang anak kecil berlari kecil dengan kaki pendeknya sembari merentangkan kedua tangan kearahnya.


" Be careful nanti kau bisa jatuh Roy!" Ucap wanita itu pada pria kecil yang memanggilnya mommy lalu mengangkatnya tubuh mungil itu dalam dekapannya.


Bocah kecil itu hanya cekikikan dalam dekapan Mommynya.


" Bi apakah bibi sudah makan?" Tanya Wanita bernama Rebecca Sanders itu pada wanita paruh baya yang setiap harinya menjaga sang putra ketika dirinya sedang bekerja.


" Sudah Nona tadi saya memasak bahan yang tersisa di lemari es kalau begitu bibi akan pulang karena Nona sudah kembali." Jawabannya.


" Hati-hati bi. Terimakasih untuk hari ini." Ucap Rebecca pada wanita paruh baya yang sangat membantunya itu.

__ADS_1


" Ya Nona." Jawab Wanita paruh baya itu mengelus kepala bocah kecil dalam dekapan Nona nya sebelum keluar dari apartemen itu.


Katy wanita paruh baya itu bernama Katy yang tempat tinggalnya tidak jauh dari apartemen Rebecca. Bibi Katy menjaga anak dari Rebecca hanya untuk mengisi waktu Luangnya saja karena cucunya sudah menginjak remaja jadi melihat putra rebecca yang menggemaskan membuat Katy menawarkan untuk menjadi pengasuh bocah kecil itu karena iba melihat Rebecca merupakan ibu tunggal dan selalu melihat wanita itu menitipkan anaknya di tempat penitipan anak tak jauh dari apartemen itu ketika wanita itu sedang bekerja.


__ADS_2