
*
*
*
Arsen masuk di balik kemudi dan Leon duduk di belakang sembari memangku Roy sedangkan Becca masih berdiri di samping mobil bingung akan duduk dimana.
Leon merasa gemas dengan kelemotan Becca padahal bocah kecil di pangkuannya itu terus mengadu oerih pada bagian yang terluka.
" Cepat masuk! Atau aku akan tinggal kau disini!" Teriak Leon membuka kaca mobil.
Becca tersentak dan buru-buru membuka pintu bagian belakang dan duduk di samping Pria tampan yang belum ketahui namanya itu.
" Uncle Kaki Roy sakit. Sakit sekali." Ucap bocah itu sembari menenggelamkan wajahnya di dada Leon.
__ADS_1
Leon menyingkap kaos kaki anak kecil itu tatapan menajam saat kaos kaki putih itu berubah warna menjadi merah dan betapa semakin terkejut lagi saat dirinya melihat luka dikaki bocah kecil itu.
" Shitt!! Arsen pergi ke rumah sakit sekarang!" Perintah Leon tanpa mau dibantah.
" Baik Tuan." Sahut Arsen lalu melajukan mobilnya menuju RS.
" Roy gak mau ke rumah sakit, Uncle! Roy gak mau!! mommy Roy mau pulang gak mau kerumah sakit!" Rengek Roy yang meronta ingin terlepas dari dekapan Leon.
Becca yang meniup kaki putranya itu merasakan sakit saat melihat luka akibat kecerobohan dirinya itu.
" Roy tenanglah okey?" bujuk Becca sembari terus meniup luka putranya agar sedikit meredakan rasa perihnya tidak ada yang bisa dilakukan ibu satu anak itu kecuali menenangkan sang putra yang terus menangis.
" Everything will be fine"Bisiknya lirih.
Becca yang melihat itu sungguh sangat berterimakasih. Berkat Leon, Roy sudah mulai tenang dan Becca sangat menghargai kebaikan pria itu karena mau membantunya.
__ADS_1
setelah memakan waktu Tujuh Belas Menit mobil yang di Kendari Arsen sudah sampai dirumah sakit. Leon segera keluar sembari membawa Roy dalam dekapannya pria itu setengah berlari masuk kerumah sakit tanpa menunggu ibu dari anak dalam gendongannya itu.
" Dokter. Periksa anak ini secepatnya! kakinya terluka cukup parah!" Kata Leon dengan nada khawatir begitu melihat seorang dokter di koridor rumah sakit.
" Tenanglah Tuan. Biarkan kami ambil alih dan periksa terlebih dahulu," Ucap Dokter muda itu dan ingin mengambil Roy tapi bocah itu mengeratkan pegangannya di leher Leon sembari menggeleng kuat.
" Roy menurutlah biar nanti tidak sakit lagi," Bujuk Leon dengan lembut.
" Roy kau tidak ingin mommy sedih kan?" Tanya Becca yang baru tiba dan melihat penolakan putranya saat akan di periksa.
." Roy gak mau Mommy sedih tapi Roy takut ikut pak dokter" Lirih Roy yang masih menenggelamkan wajahnya di veruk leher Leon.
" Kalau begitu bagaimana jika Roy ikut dokter di dampingi sama daddy?" Ucap dokter itu mencoba membujuk agar anak kecil itu menurut dan ucapan daddy itu membuat Rebecca membulatkan matanya.
" Eh Dokter anda salah paham Tuan Ini......
__ADS_1
" Baiklah daddy akan mendampingi Roy." Ucap Leon memotong perkataan Becca.
Leon lalu berjalan keruangan perawatan yang diarahkan perawat diikuti dokter muda itu meninggalkan Becca yang masih bingung dengan situasi barusan. " Daddy? pria asing itu mengaku sebagai daddy dari putraku?" Gumanya. lalu wanita itu menunggu putranya di depan ruangan rawat Roy karena hanya Leon yang di izinkan ikut kedalam. situasi yang aneh saat ibu kandungnya tak di perbolehkan mendampingi sang putra dan justru orang asinglah yang di perbolehkan.