Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Kedatangan musuh.


__ADS_3

Ilya membuka pintu apartemen. Di ruang tengah terlihat sosok Gauri yang tertidur sambil duduk di sofa, tidak biasanya dia pulang lebih awal, mungkin pekerjaannya sudah selesai hingga Gauri bisa pulang malam itu—Ilya menggunakan kemampuannya untuk membuat hawa keberadaannya terasa tipis supaya Gauri tidak terusik oleh kedatangannya, dia berjalan mendekati sang adik kemudian tersenyum melihat wajahnya yang tertidur lelap.


Adik kecilnya sudah dewasa, dia bahkan menjadi sosok penting dan kuat di negaranya. Ilya masih tidak percaya dengan itu tapi dia merasa bangga pada pencapaian adiknya.


"Kamu akan sakit leher kalau tidur begitu."


Ilya berucap singkat sambil menggendong tubuh adiknya kemudian membawanya ke dalam kamar. Dengan hati-hati Ilya menidurkan Gauri di sana, memasangkan selimut sampai menutupi setengah tubuhnya kemudian mencium kening Gauri singkat—kebiasaan lama yang tidak pernah dia lakukan lagi, rasanya jadi nostalgia.


"Selamat tidur Ari, terima kasih karena sudah berjuang selama ini, aku bangga padamu"


Setelah mengatakan itu Ilya berjalan pergi menuju kamarnya yang berada di sebelah kamar Gauri, langkahnya terhenti saat dia merasakan hawa keberadaan seseorang dari atas.


Ilya mendongak menatap langit-langit, matanya menyipit kemudian ia pun melempar pisau buah yang dia ambil asal hingga menancap—terdengar suara seseorang saat pisau itu tertancap, rupanya memang ada orang lain yang masuk ke sana.


"Sialan! Katanya dia itu lemah!?"


Lelaki dengan topeng yang menutupi wajahnya itu menggerutu ketika dia menerima serangan tiba-tiba dari Ilya, dia pikir tugas kali ini mudah karena hanya mengancam seorang Hunter rank F yang lemah tapi siapa sangka dia bisa balik melawannya?


"Tidak ada yang bilang dia bisa melawan!!"


Pisau milik Ilya sukses menancap di kakinya, membuat dia sulit untuk berjalan. Tangannya meraih gawai, berniat untuk melaporkan informasi baru yang dia dapatkan namun tangan seseorang meraih pundaknya lebih dulu, membuat dia terkejut dibuatnya.


"Kalau bertamu itu yang sopan. Ada pintu depan kenapa harus mengendap-endap?"


Ilya menghancurkan gawai milik lelaki itu dengan sekali genggam.


Lelaki itu merinding saat melihat Ilya yang tiba-tiba saja ada di belakangnya, dia yakin tadi Ilya masih ada di ruang tengah jadi kenapa bisa dia sudah ada di sana!? Praktis dia pun melangkah mundur, berniat untuk kabur tapi lagi-lagi Ilya berhasil menghalanginya.


"Jangan lari."


Brak!


Langit-langit ruang tengah berlubang karena Ilya membanting tubuh lelaki itu dengan keras, dia tidak khawatir Gauri bangun sebab tadi Ilya sudah memasangkan perisai yang menghalangi suara masuk ke kamar Gauri—keributan yang dia lakukan tidak akan terdengar oleh orang-orang di luar.


"Katakanlah, siapa yang menyuruhmu?"

__ADS_1


Ilya bertanya dengan wajah dingin. Kakinya menekan kepala lelaki itu yang kini terluka karena serangannya tadi.


"Bodoh. Mana mau aku mengatakan itu"


Ilya terdiam sejenak. Benar juga, kenapa dia bertanya begitu pada musuh? Dia jelas tidak akan menjawabnya.


"Baik, aku ubah pertanyaannya"


Ilya menambah kekuatan di kakinya, dia semakin menekan kepala lelaki itu hingga terdengar suara tulang yang patah.


Lelaki itu mengerang kesakitan. Dia tidak bisa memberontak meskipun sejak tadi sudah berusaha, Ilya terlalu kuat menahannya hingga dia tidak bisa melakukan apapun.


'Kenapa dia kuat banget!?'


Ilya itu hanya rank F yang tidak ada bedanya dengan manusia biasa, jadi mengapa saat ini dia tidak bisa melawannya? Padahal dia sendiri seorang Hunter rank A, seharusnya Ilya mudah dia kalahkan.


"Kamu, mati di sini saja ya?"


Wajah lelaki itu menjadi gelap saat dia mendengar ucapan Ilya yang serius. Dia berusahalah untuk mendongak, menatap wajah Ilya yang tersenyum tipis padanya.


Dia tidak sempat melanjutkan ucapannya karena kesadarannya hilang saat Ilya memukul bagian belakang kepalanya dengan keras, dia tidak mati, hanya pingsan saja—Ilya tidak membunuh manusia, dia hanya mau membunuh monster dan sejenisnya.


["Apa yang mau kamu lakukan padanya?"]


Untuk pertama kalinya di hari itu Noe berbicara pada Ilya. Tampaknya sistem itu memiliki rasa penasaran terhadap apa yang akan Ilya lakukan selanjutnya.


Ilya tersenyum menyeringai, terlihat seperti tokoh antagonis dalam sebuah cerita yang hendak melakukan hal jahat.


"Mudah saja, aku akan membaca ingatannya"


Terjebak dalam waktu yang lama di dungeon membuat Ilya memiliki beberapa kemampuan, salah satunya adalah membaca ingatan seseorang yang sudah dia sentuh.


Ilya berjongkok, tangannya terulur menyentuh kepala lelaki itu untuk menggunakan kemampuannya. Ilya tidak bisa melihat semua ingatan target yang dia inginkan, durasi yang bisa dia lihat hanyalah tiga puluh menit yang lalu selain itu kemampuan membaca ingatan memakan banyak tenaga sehingga Ilya kadang berakhir kelelahan.


Matanya terpejam sejenak, ingatan tiga puluh menit yang lalu milik lelaki itu mulai muncul di kepalanya—terputar bak kaset film, Ilya memilah semua informasi yang dia lihat namun tidak ada satupun ingatannya yang memberikan petunjuk tentang siapa sosok dibalik kejadian ini.

__ADS_1


Hanya ada satu petunjuk yang Ilya temukan, yaitu inisial nama orang yang mengirim lelaki itu ke apartemen Gauri.


"Mr A?"


Dia bergumam kecil. Di dalam ingatan lelaki itu dia menerima telpon dari seseorang, dengan iming-iming uang banyak dia memintanya untuk mengancam Ilya yang merupakan kelemahan Gauri.


Suaranya terdengar berat seperti lelaki berusia tiga puluhan, dia menggunakan nama samaran dan disebut sebagai Mr A.


Ilya tidak memiliki petunjuk tentang siapa Mr A ini, tapi yang pasti Mr A adalah musuhnya dan bisa saja berbahaya untuk Gauri.


"Aku harus mencari tahu nanti."


Dia sudah memutuskan untuk menyelidiki penyerangan ini, bisa saja besok atau lusa orang yang sama kembali lagi.


Ilya menghilangkan ingatan lelaki itu dengan kemampuannya. Akan menjadi masalah jika dia menyebarkan tentang kekuatan Ilya yang bukan rank F ke publik, dia belum bisa mempublikasikannya saat ini jadi yang bisa dia lakukan sekarang adalah berperan sebagai kakak yang lemah.


Setelah selesai dia pun melemparkan tubuh lelaki itu ke gang yang sepi. Biarlah dia bingung mengapa terbangun di tempat seperti itu, Ilya tidak mau ambil pusing tentang bagaimana nasib lelaki itu nanti.


["Bukannya berbahaya jika membiarkannya tetap hidup? Dia bisa saja kembali lagi nanti"]


Noe berbicara lagi, tidak paham dengan langkah yang Ilya ambil. Seharusnya dia menghilangkan bukti untuk mencegah hal lain terjadi, tapi jika seperti ini bukannya Ilya malah akan mengundang musuh baru? Iya, itu memang tujuan Ilya.


"Apa masalahnya kalau dia datang lagi? Aku tinggal mengalahkan mereka saja, mudah kan?"


Dia berbicara dengan percaya diri. Ilya yakin dengan kekuatan yang dia miliki, tidak ada yang sebanding dengannya di sana jadi dia tak perlu khawatir bertemu dengan musuh kuat sampai membuatnya kewalahan.


Noe menghela nafas panjang atas rasa percaya diri Ilya yang menembus langit, dia pun tahu lelaki itu sudah mencapai level maximal tapi seharusnya dia lebih berhati-hati pada setiap keputusannya.


["Kesombongan bisa menghancurkan mu suatu saat nanti. Aku hanya mengingatkan saja"]


Ilya tidak menggubris ucapan Noe padanya. Dia membaringkan tubuhnya di kasur, menarik selimutnya kemudian mulai masuk ke alam mimpi.


"Ya, ya, ya. Aku tahu itu, sudah ya. Aku ngantuk mau tidur dulu!"


Matanya terasa berat dan lelah karena pertarungan tadi, dia langsung tertidur setelah kepalanya menempel di bantal.

__ADS_1


__ADS_2