
"Akan ku pastikan beliau tidak akan meninggalkan ku"
Suaranya menggema di ruangan yang dingin, sendirian bersama kegelapan dalam hatinya. William tidak tahu mengapa tuan yang dia layani beberapa tahun ini memutuskan untuk mengakhiri kerja samanya dengan dia, bersamaan dengan satu tugas terakhir yaitu membunuh seorang Hunter rank S baru yang muncul belum lama ini.
Ilya Sigma adalah Hunter yang dimaksud oleh tuannya. Membunuh dia itu sulit, William pernah bertarung dengannya waktu di hutan dulu dan dia cukup kerepotan bahkan hampir kalah jika saja saat itu Ilya tidak sedang buru-buru, mungkin dia sudah berakhir di tangan lelaki berusia pertengahan dua puluhan itu.
Namun William menerima tugas terakhirnya. Itu karena tuan yang dia layani mengatakan jika ia berhasil membunuh Ilya maka dia akan mendapatkan banyak keuntungan lain darinya, termasuk status dan kejayaan yang selama ini dia kejar.
Saingan bisnisnya adalah adik dari orang yang harus dia bunuh. Bayangkan jika dia berhasil melakukannya, ia tidak sabar melihat reaksi terpuruk dari perempuan yang menjadi saingan bisnisnya itu sebab dia tahu betapa sayangnya Gauri pada sang kakak.
"Tubuh dingin tak bernyawa Ilya Sigma adalah hadiah yang cocok untuk guild master Orbit kan? Andai saja anak bodohku itu tidak mengacau, mungkin aku tidak perlu mengotori tanganku begini"
Dia berbalik menatap pintu di sebelahnya. Pintu tersebut terhubung dengan ruangan lain, tempat seseorang yang dia kurung. Anak angkatnya, Han Do Hwa berada di balik pintu mahoni warna coklat itu—dia sudah tidak terdengar berbicara lagi, barangkali pita suaranya sudah hilang karena berteriak terus-menerus saat William menghukumnya.
Dia tidak peduli dengan nasib anak itu namun Do Hwa harus tetap bernafas karena William masih membutuhkannya untuk memancing Ilya datang ke sana.
"Aku tidak berpikir dia akan menaruh rasa pada anak itu, rupanya Han Do Hwa memiliki kegunaan yang tak terduga"
Membuatnya menjadi umpan untuk menangkap Ilya adalah ide yang bagus menurutnya, meskipun Ilya tidak mudah ditipu tapi jika itu menyangkut seseorang yang dia cintai bukannya Ilya pun akan lengah? pertemuannya dengan Ilya kemarin pun disengaja.
Do Hwa sebagai umpan berperan memancing Ilya supaya dia menyelamatkannya seperti seorang pangeran, namun ketika Ilya hendak membantunya akan ada masalah lain yang harus dia hadapi. Rencananya sudah sempurna, dia bahkan memakai seorang pembunuh Hunter terbaik untuk melakukannya.
"Kamu paham apa yang harus dilakukan kan?"
Suaranya melayang di udara kosong dengan dingin. William menatap pantulan wajah seseorang, perempuan itu muncul dari belakangnya dengan rambut hitam pendek dan topeng seperti rubah.
"Anda tidak perlu bertanya lagi tuan"
Dia menjawabnya singkat tanpa menatap William sedangkan lelaki itu tersenyum menyeringai sebab akhirnya akan tiba masanya untuk kehancuran Gauri.
William sibuk memikirkan keberhasilan rencananya, tanpa dia sadari pembunuh Hunter yang dia pekerjakan sedang menatapnya dengan tatapan tajam seperti seekor elang yang menatap mangsanya.
...*******...
Dungeon rupanya bukan tempat yang Ilya tuju untuk tugas pertamanya. Yui malah memberikannya tugas tak terduga, bahkan Ilya pun terkejut ketika dia mendengar tentang tugas itu.
"Tolong temani aku untuk menyelidiki tuan William"
Dia mengatakannya dengan wajah serius, tidak ada keraguan sedikitpun dari ucapannya meski tangan Yui terlihat jelas menahan gemetar.
"Apa maksud anda?"
Awalnya, lya berpura-pura tak tahu. Yui menghela nafas berat, tampak raut sedih semi kecewa di parasnya yang lelah.
"Kasus Kematian Hunter dan potion, aku yakin kamu pasti tahu tentang itu. Para guild master saat ini sedang menyelidiki tentang siapa dalang dibalik semua itu, lalu guild master Orbit, adik mu menemukan bahwa ujung benang kecurigaan berpusat pada tuan William." Ia menjeda ucapannya sejenak "Itu artinya tuan William lah yang menciptakan potion untuk memperkuat seseorang"
Yui jelas bereaksi tidak suka ketika Gauri mengatakan tentang kecurigaan itu merujuk pada seseorang yang dia hormati. Awalnya Yui tidak percaya, bukan, lebih tepatnya dia tidak ingin percaya.
"Dulu aku hanya seorang Hunter pemula yang dianugerahi kekuatan lebih, tanpa dukungan kuat atau latar belakang keluarga bagus aku berjuang membentuk sebuah guild dengan harapan suatu saat nanti aku bisa sejajar dengan tiga guild besar saat itu"
Ia menceritakan sedikit tentang masa lalunya pada Ilya. Alasan mengapa dia sulit menerima kenyataan kalau William bisa saja tidak sebaik yang dia pikir.
"Tuan William datang padaku dengan menawarkan sebuah bantuan besar, beliau menjadi sponsor utama guild moon dan membantu kami tumbuh berbunga seperti sekarang"
Ilya hanya diam menyimak cerita masa lalu tersebut, dia tidak berniat untuk menyanggah ucapan Yui saat ini.
Mulutnya melengkung membuat sebuah senyuman tipis ketika dia menggali kembali kenangan lama yang tak akan pernah dia lupakan. Bantuan dari William dan sikap baiknya itu membuat Yui percaya, bahwa di dunia yang hampir hancur karena kekuasaan ini pun masih ada orang baik tanpa pamrih seperti William.
"Namun rupanya beliau hanya memanfaatkan aku yang terlalu terlena dengan kebaikan palsu itu. Sebagai ganti dari semua bantuan yang ia berikan dia mendapatkan pasokan percobaan gratis, yaitu para Hunter yang ada di guild moon. Kamu tahu kan? beberapa diantara Hunter yang meninggal dalam keadaan tangan menjadi hitam adalah Hunter kami"
__ADS_1
Senyumannya langsung hilang ketika dia melanjutkan apa yang ingin dia katakan pada Ilya. Biarlah ini menjadi pengakuan dosa untuknya, karena ketidaktahuannya banyak Hunter baru yang menjadi korban.
"Sangat sulit bagiku untuk percaya, tapi semua bukti memang menuju pada tuan William. Aku—aku pikir jika diriku sendiri yang membongkar kejahatannya maka aku bisa merasa lebih baik, tapi aku tidak bisa melakukannya sendirian karena itulah aku harap kamu mau membantuku"
Dia mengakhiri ucapannya. Mata Yui bertatapan dengan Ilya, melihat bagaimana reaksi lelaki itu namun Ilya hanya diam dengan wajah tanpa ekspresi.
Awalnya Yui takut Ilya akan menghakimi dirinya karena tidak menjadi guild master yang baik, tapi rupanya dia terlalu berburuk sangka karena Ilya sama sekali tidak mengatakan hal buruk tentangnya sekarang.
"Sebagai tugas pertama dan terakhir yang aku berikan, ku mohon bantu aku untuk mengakhiri pembuatan potion berbahaya itu"
Ia berucap sambil sedikit menunduk pada Ilya, sikap memohon supaya dia di bantu oleh lelaki di depannya itu.
"Siapa yang sudah mengetahui hal ini?" Ilya bertanya singkat.
"di guild moon hanya kamu saja yang tahu. Aku tidak mengatakannya pada siapapun karena ku rasa sebagian besar dari Hunter di guild moon sudah menjadi kaki tangan tuan William"
Yui bahkan tidak percaya pada wakil guild nya sendiri, padahal mereka sudah berteman sejak guild moon pertama kali dibentuk namun Yui curiga temannya itu sudah naik ke kapal lain yang tak sama dengannya.
Yui Guan membenci kecurangan. Sebut saja dirinya naif karena ingin tetap bersih di dunia yang banyak melakukan trik kotor ini. Dia tidak menyukai cara William untuk meraih kekuasaan, memanfaatkan orang lain dan mengorbankan mereka untuk kepentingannya sendiri.
Sosok William yang baik dan ia hormati sudah hilang tersapu angin, kini yang tersisa darinya hanyalah rasa kecewa.
"Ini mengejutkan karena aku pun mencurigai dirinya pada masalah lain, namun aku akan tetap menjalankan tugas ini darimu sebagai Hunter di guild moon"
Ilya setuju dengan permintaan Yui dan Yui tersenyum simpul mendengar jawaban darinya.
Ia kembali duduk seperti biasa, kemudian berterimakasih pada Ilya.
"Terima kasih"
Itu adalah kilas balik dari ingatan Ilya sebelum dia pergi ke sebuah gedung yang menjadi pusat penelitian potion milik perusahaan Loui. Sekarang dia sedang menyelinap menuju ruangan rahasia, berkat Noe yang memberitahukan dia lewat merasakan kekuatan milik William.
Ilya berlari cepat setelah dia melumpuhkan beberapa Hunter yang menganggu di jalan.
["Belok ke kanan, setelah itu kamu akan melihat sebuah jalan buntu. Pukul sekuat tenaga untuk menghancurkan temboknya!"]
Ia buru-buru setelah mendengar ucapan Noe yang melaporkan padanya bahwa kekuatan William semakin terasa tipis. Itu bukan karena dia kabur, namun itu disebabkan karena nyawanya yang berada diambang kematian.
'Sial! siapa yang membunuhnya!?'
Ilya berpencar dengan Yui ketika masuk ke sana. Dia tidak berpikir Yui lah yang membunuh William, lagipula dari sifatnya itu Yui mungkin hanya akan menghukum William sesuai dengan hukuman negara tanpa mengambil tindakan sendiri.
Jadi siapa yang membunuhnya sekarang?
Kaki Ilya berhenti berlari saat dia sampai di depan jalan buntu. Ilya agak mengambil jarak sedikit, sebelum memukul dinding itu dengan tangan kosong—dia tidak melakukan saran dari Noe yang menyuruhnya untuk menggunakan seluruh kekuatannya, sebab kalau dia seperti itu mungkin saja gedung itu akan hancur.
Duar!!
Dinding itu meledak begitu Ilya memukulnya. Debu dari puing-puing menutupi pandangannya sejenak, beberapa detik kemudian Ilya dapat melihat ruangan di balik dinding tersebut.
"Hyun?"
Namanya terucap begitu saja ketika Ilya melihat sosok perempuan berambut hitam pendek yang memakai topeng rubah, meskipun penampilannya berbeda dari saat terakhir mereka bertemu tapi dia bisa mengenalinya sebab Hyun adalah calon bencana selanjutnya yang harus dia tangani.
"Halo sayang, kita bertemu lagi."
Perempuan itu membuka topeng yang dia pakai. Senyuman tipis menyambut Ilya di sana, ia tampak bahagia melihat lelaki itu.
Di depan Hyun tubuh seseorang tergeletak bersimbah darah. Ilya yakin dia sudah mati, dan identitas orang itu adalah William.
__ADS_1
'Jadi Hyun yang membunuhnya?'
"Apa yang kamu lakukan di—"
Ucapannya terhenti karena Hyun kembali berbicara.
"Aku membunuhnya untukmu. Habisnya dia mau melakukan hal jahat padamu sih, jadi sebelum dia melakukan itu aku mengkhianatinya"
"Mengkhianati?"
Ilya berjalan mendekati Hyun sedangkan Hyun mengambil satu langkah mundur untuk menjauh dari Ilya.
"Aku dipekerjakan sebagai seorang yang harus membunuhmu, tapi aku gak mau melakukannya dan tuan ku juga mengatakan bahwa aku boleh membunuhnya, lagipula dia sudah ditinggalkan oleh tuan ku"
Dia menjelaskan situasinya singkat. Lagi, Ilya penasaran dengan siapa sosok tuan yang dia maksud.
'Tuan? apa William bukan pemimpin para pembunuh Hunter?'
Ilya awalnya menaruh curiga dengan William sebagai pemimpin para pembunuh Hunter, namun karena Hyun mengatakan tuan yang lain maka sudah dipastikan bahwa asumsinya salah.
["Di dalam sana ada hawa kehidupan seseorang, dia sekarat"]
Sementara Ilya berpikir tentang musuh baru, Noe kembali melaporkan apa yang dia rasakan. Ilya menatap pintu lain di sana, ia baru menyadarinya karena pikirannya yang kalut—di dalam sana benar-benar ada seseorang.
"Oh iya, di dalam kamar itu ada orang lain. Dia bilang perempuan di dalam kamar itu adalah orang yang kamu cintai, tapi aku tahu kalau kamu tidak mencintainya"
Hyun menendang sedikit tubuh William yang sudah tidak bernyawa sedangkan Ilya bergumam satu nama yang ia pikir.
"Han Do Hwa"
'Dia ada di sini!?'
Orang lain yang dia cari rupanya ada di sini dan hawa keberadaannya sangat tipis, Do Hwa mungkin hampir mati di balik pintu itu.
Jadi Ilya berlari ke arah pintu, lalu membukanya secara paksa dan di dalam sana Han Do Hwa terbaring meringkuk dengan luka di sekujur tubuhnya.
"Urusan ku sudah selesai. Aku akan pergi sekarang,"
Hyun bersiap untuk melompat dari jendela dan pergi dari sana.
"Tunggu dulu! Hyun!—"
Ilya hendak menghentikannya. Jika dia kabur sekarang, mungkin Ilya akan lebih sulit untuk bertemu dengannya lagi.
"Kita akan bertemu lagi nanti, tapi saat itu aku tidak yakin bisa membantumu seperti sekarang. Sampai jumpa Ilya,"
Ia langsung hilang seperti tertelan oleh kegelapan, bersamaan dengan itu orang-orang masuk ke dalam ruangan dan diantaranya ada Gauri yang menatap Ilya terkejut.
"Kakak!"
Dia terburu-buru menghampiri kakaknya.
"Peneliti Han butuh pertolongan! cepat!"
Alex berteriak pada Hunter yang ikut bersamanya ketika ia melihat kondisi Do Hwa yang mengkhawatirkan.
"Kakak baik-baik saja!? apa yang terjadi!?"
Gauri bertanya pada Ilya dengan khawatir, sedangkan sang kakak tidak mendengarkannya sama sekali karena saat ini otaknya sedang memikirkan tentang ucapan terakhir Hyun padanya.
__ADS_1
'Di pertemuan selanjutnya, apakah aku harus melawan Hyun?'