Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Bencana pertama (2)


__ADS_3

"Tentu saja saya menyukai ketua gulid, mana mungkin saya membenci beliau kan?"


Remy menjawab dengan wajah datarnya, tak ada perasaan lain selain rasa hormat yang dia miliki pada Gauri jadi Ilya menghela nafas lega mendengar jawaban itu.


'Aku belum siap memberikan Ari pada lelaki lain'


Dia tahu usia Gauri sudah cukup untuk menikah. Dua puluh tahun adalah usia muda tapi tak sedikit orang yang menikah pada usia tersebut, Ilya pikir dia harus merelakan adiknya menikah saat ini tapi ternyata tidak begitu.


"Kamu benar. Tentu saja kamu menyukainya sebagai atasan dan menghormatinya, itu bagus"


Ilya menepuk pundak Remy singkat. Rasanya tadi dia senam jantung. Salah Remy juga karena berbicara ambigu, jadi kan Ilya salah paham.


["Jangan lupa, waktunya untuk mengamuk adalah satu Minggu. Kamu harus bertindak cepat"]


Noe dan mulutnya yang bawel. Dia mengingatkan Ilya kembali tentang tugas yang dimilikinya supaya Ilya tidak lupa, dan yah dia memang sedikit lupa tadi.


Karena Remy akan menjadi pengawalnya untuk sementara, jadi akan lebih mudah mengawasinya. Tapi Ilya perlu informasi, mungkin mengikuti kegiatan Remy di luar dan mencari tahu tentang dirinya di internet bisa membantu nanti.


Ilya berpikir untuk mengajaknya mengobrol santai di lain waktu, selain itu dia pun memiliki rencana lain di otaknya.


"Bagaimana kalau makan bersama di akhir pekan nanti? Anggap saja sebagai tanda perkenalan dariku."


Ujarnya, di akhiri dengan senyuman simpul. Remy mengangguk singkat, dia tidak masalah toh waktu itu dia enggak memiliki jadwal apapun.


"Terima kasih,"


Setelahnya dia pun pamit. Remy hanya datang untuk mengenalkan dirinya saja, tugas resminya di mulai besok jadi mereka akan bertemu lagi nanti.


Ilya menutup pintu dengan pelan. Lagi-lagi dia menghela nafas panjang, untuk kesekian kalinya.


["Jangan santai, ini adalah tugas pertama mu"]


Noe tetap bawel mengingatkan Ilya tentang tugasnya sebagai seseorang yang dipilih oleh penjaga dimensi. Ilya mengangguk malas, dia berjalan mendekati lemari pendingin, membukanya kemudian mengambil air putih botol yang ada di sana.


Dia meneguknya hingga setengah tandas, lalu berjalan ke arah sofa dan melemparkan tubuhnya di sana.


"Aku tahu! Makannya aku ngajak dia makan di akhir pekan nanti untuk mencari informasi!"


Ilya menatap langit-langit ruang tengah, suasana pagi itu terasa sepi dan dia pun tidak memiliki jadwal hari ini.


Sepertinya sekarang Ilya akan menghabiskan waktunya untuk mencari cara supaya Remy tidak mengamuk, pemicunya harus segera ditemukan dalam waktu dekat.


"Tidak bisakah aku memberikan potion dari penjaga dimensi sekarang saja? Bukannya itu lebih mudah?"


Ujar Ilya. Dia memikirkan opsi lain yang bisa dilakukan olehnya. Alih-alih mencari dulu sesuatu yang menjadi pemicu, bukannya lebih mudah memberikan potion penekan kekuatan calon bencana lebih awal? Jika itu bisa dilakukan maka Ilya dapat menyelesaikannya saat ini juga.


Tapi ternyata tidak semudah itu.

__ADS_1


["Tidak bisa. Syarat untuk menekan kekuatan calon bencana adalah sentuhan fisik dari orang terpilih dan kekuatan mereka berada pada batasnya, mengetahui apa yang menjadi pemicu dan mencegah itu terjadi adalah cara terbaik karena saat itu kekuatan calon bencana alam meledak hingga mencapai batas mereka, potion pemberian penjaga dimensi akan lebih efektif saat itu terjadi"]


'RIBET AMAT DAH!'


Ilya membatin, tak habis pikir mengapa cara penyelesaiannya tidak bisa dipermudah.


"Padahal lebih mudah diberikan pas sebelum mereka mengamuk,"


Dia misuh-misuh sendiri sedangkan Noe menghela nafas jengah.


["Itu kehendak penjaga dimensi, aku tidak bisa melakukan apapun"]


"Kayaknya penjaga dimensi itu pengikut sekte 'Kalau ada yang susah kenapa harus yang mudah' deh"


["Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, tapi kamu pasti sedang meledek penjaga dimensi kan!?"]


Ilya mendengus singkat. Dia berdiri, berjalan ke kamarnya kemudian kembali tidur.


"Aku mau tidur! Jangan ganggu aku!"


Selimut hendak dia naikkan untuk menutupi tubuhnya, namun tiba-tiba saja tangan Ilya bergerak sendiri seperti itu tidak dikendalikan olehnya.


["Jangan membuang-buang waktu! Kamu bisa memanfaatkan waktu hari ini untuk mencari informasi lain atau calon bencana di luar saja, bisa saja mereka berada dekat denganmu seperti calon bencana pertama!"]


Ilya sudah menduganya kalau Noe yang mengendalikan tubuhnya sekarang. Kakinya bahkan bergerak sendiri menuju lemari dan mengambil baju untuk keluar, Noe benar-benar tidak memberinya waktu untuk istirahat hari ini.


Dia berusaha memberontak tapi Noe yang mengendalikan tubuhnya lebih kuat dari Ilya, alhasil dia tidak bisa mengambil alih tubuhnya dan berakhir berjalan ke luar apartemen—secara diam-diam tentu saja, Ilya tidak ketahuan saat dia keluar karena kemampuan kabur miliknya luar biasa.


["Aku akan melepaskan kendali tubuhmu ketika kita sudah berada agak jauh dari apartemen, kamu harus melakukan tugasmu! Manusia!"]


Noe adalah sistem yang diberikan oleh penjaga dimensi untuk membantu Ilya menyelesaikan misinya, sistem yang paling menyebalkan dan membuat emosi.


Setelah menaiki taksi dan berjalan jauh dari apartemen barulah Noe melepaskan kendali atas tubuh Ilya. Lelaki itu menarik nafas panjang, membuatnya menjadi pusat perhatian di sana untuk sesaat.


"Aku benar-benar akan membunuhmu!"


["Aku ragu kau bisa melakukannya,"]


Ilya semakin membenci sistem miliknya itu, dia bahkan di bawa ke pusat kota yang sudah lama tak Ilya datangi. Ilya sempat agak linglung, dia bertingkah seperti anak hilang dan menabrak beberapa orang di sana.


Maklum, setelah keluar dari dungeon dalam waktu yang lama dia hanya bertemu dengan sedikit orang dan bertarung di dungeon—melihat banyak manusia secara tiba-tiba begini membuatnya agak pusing.


Brugh!


Padahal tadi dia sudah menabrak orang lain, sekarang Ilya menabrak seseorang lagi.


"Maafkan saya!"

__ADS_1


Ilya segera minta maaf. Dia agak merinding saat melihat sosok yang dia tabrak.


Tersenyum simpul sambil menatap Ilya, lelaki paruh baya itu tampak ramah namun Ilya melihatnya sebagai sosok misterius yang memiliki banyak rahasia.


"Anak muda sepertimu tidak seharusnya berjalan sendirian di sini, kamu tersesat?"


"Tidak apa-apa. Saya hanya berjalan-jalan sebentar, kalau begitu permisi dan maaf karena menabrak anda tadi tuan"


Ilya segera pergi tanpa berbalik menatap lelaki itu. Sorot matanya terasa dingin, yang pasti dia sangat mencurigakan.


["Dia mencurigakan"]


Bahkan Noe pun setuju dengan insting bertahan hidup milik Ilya. Lelaki paruh baya tadi seperti memiliki status tinggi, tapi kenapa dia berjalan diantara orang-orang biasa? Apalagi, pertemuan mereka pun terasa mencurigakan.


"Seharusnya kau tidak membawaku ke pusat kota begini!"


Dia membentak, tak peduli meski beberapa orang menatapnya dengan tatapan aneh karena Ilya berbicara sendiri.


["Aku hanya membawamu ke tempat jauh saja."]


Noe menjawab ala kadarnya, membuat Ilya semakin kesal pada sistem itu.


Kakinya terus berjalan dan tanpa sadar Ilya malah sudah sampai di depan Bank. Ilya menatap bank dari luar, dia memang perlu ke tempat itu untuk mengambil beberapa uang dari Gauri sekalian melihat nominal yang Gauri berikan padanya.


Sebenarnya Ilya ingin menolak uang yang Gauri berikan, namun adiknya itu bersikeras dan mengatakan kalau sekarang Ilya sudah menjadi tanggung jawabnya karena itulah uang saku akan diberikan setiap bulan pada Ilya.


Sifat keras kepalanya itu sulit hilang ternyata, akhirnya Ilya pasrah dan menerimanya saja—meskipun sampai saat ini dia tidak tahu berapa jumlah uang saku yang Gauri berikan.


Tangan Ilya gemetar begitu dia melihat jumlah uang pada rekening miliknya, dia bahkan bertanya pada pengawal bank untuk memastikan matanya tidak memiliki masalah apapun.


"I—ini beneran!?"


Baru kali ini Ilya melihat jumlah uang sebanyak itu, dia pikir karena itu 'uang saku' maka jumlahnya hanya setara untuk membeli beberapa barang saja.


Tapi jumlah yang ada di sana tidak hanya bisa untuk membeli beberapa barang.


'Ini mah sih bisa buat beli mall sekalian!'


Gauri rupanya sangat kaya dan royal pada Ilya.


Ilya keluar dari bank dengan ekspresi yang masih tak percaya, bahkan sampai dia tidak sadar seseorang sedang memperhatikannya dari jauh.


"Sudah dipastikan, dia adalah Ilya Sigma, kakak dari ketua gulid Orbit. Haruskah saya membawanya sekarang?"


"Tidak, belum waktunya. Awasi dia terus, aku akan mengatakannya saat waktunya tiba"


"Baik. Tuan William"

__ADS_1


__ADS_2