Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Kepercayaan saudara


__ADS_3

Darah monster berserakan di atas tanah Dungeon rank B tersebut, pelaku yang membunuh bos monster terdiam menatap mayat sang monster di depannya.


Ia menggerakkan pedangnya ke samping, menyingkirkan darah monster yang mengotori pedang miliknya kemudian berbalik menatap anak remaja lelaki yang tertatih dengan badan penuh luka.


"Lee Yoo-han. Kamu belum pantas untuk menyandang gelar rank S, berusahalah lagi dan nanti kita bisa kembali menguji kekuatanmu"


Dia berucap singkat. Lee Yoo-Han menggigit bibir bawahnya, padahal sebentar lagi dia yakin bisa mengalahkan monster itu tapi serangan terakhir sang monster membuatnya kewalahan hingga pemimpin gulid yang mengawasi tes nya ikut turun tangan untuk membantu.


"Saya bisa melakukannya! Saya!—"


"Lee Yoo-Han! Kau hampir mati tadi!"


Yoo-Han membeku saat Gauri berteriak padanya. Benar, kalau saja Gauri menuruti keinginan keras kepala Yoo-Han mungkin saat ini dia sudah mati di tangan bos monster berbentuk beruang itu, tapi untungnya Gauri menolong di waktu yang tepat.


Yoo-Han tidak bisa menyangkalnya. Dia benci melihat dirinya yang lemah dan di bantu oleh Gauri lagi, dia ingin naik menjadi rank S dengan harapan bisa memberikan bantuan besar pada gulid dan Gauri.


Tapi jika seperti ini dia tidak membantu sama sekali.


Wajahnya menunduk, Yoo-Han menyesali keputusannya yang ingin menjadi Hunter rank S dengan kemampuan lemahnya.


"Maafkan saya"


Hanya itu yang bisa dia ucapkan pada Gauri. Perempuan itu menghela nafas panjang, dia mendekati Yoo-Han, menyimpan pedang miliknya di tas sub-ruang kemudian menepuk kepala Yoo-Han singkat.


"Jika kamu tidak bisa menyelesaikan tes sekarang maka kamu pun tidak bisa menyelesaikan tes selanjutnya. Kita bisa mencobanya lagi nanti, masih banyak yang bisa kamu pelajari jadi jangan berkecil hati oke?"


Yoo-Han adalah remaja yang cengeng. Dia selalu menyembunyikan sifat aslinya karena dia Hunter, seseorang yang harus melindungi orang banyak tidak seharusnya menangisi kegagalan—itu adalah hal yang selalu dia ucapkan.


Namun kali ini dia tidak bisa menahannya lagi. Yoo-Han menangis sambil menundukkan kepalanya, tidak berusaha untuk menatap wajah Gauri yang entah kecewa atau tidak pada dirinya.


Kegagalan karena keyakinannya sendiri, Yoo-Han merasa malu pada Gauri yang ada di depannya.


"Saya akan berusaha lagi, lain kali pasti, saya pasti bisa menjadi Hunter rank S pertama di gulid anda!"


Meskipun Gulid Orbit adalah gulid terkuat kedua, tapi di sana hanya memiliki satu Hunter rank S yaitu Gauri sendiri. Kebanyakan adalah Hunter rank C sampai A, mungkin karena itu Yoo-Han ingin menjadi Hunter rank S pertama di gulid Orbit.


Gauri tersenyum simpul. Rasanya seperti memiliki adik. Yoo-Han adalah bawahannya yang berharga, Gauri yakin suatu saat nanti dia pasti bisa mencapai puncak kekuatannya sendiri dan meraih apa yang dia impikan.

__ADS_1


"Baik, baik. Aku akan menantikannya. Sekarang kita keluar dari dungeon dan mengobati luka mu dulu."


Yoo-Han mengangguk paham. Setelah itu mereka pun keluar dari goa tempat bos monster berada dan pergi ke tempat pengawas lain yang memantau di tempat aman.


"Hunter Lee Yoo-Han gagal dalam tes kenaikan rank. Anda bisa mencoba lagi nanti, untuk sekarang anda harus fokus pada pemulihan tubuh anda"


Ucap Hunter yang bertugas untuk mengawasi tes itu. Yoo-Han hanya mengangguk singkat, dia berterima kasih pada Hunter tersebut kemudian Hunter itu pergi karena tugasnya di sana sudah selesai.


Gauri masuk ke ruang rawat Yoo-Han, raut kecewanya terlihat jelas saat Gauri mendekat. Yoo-Han bahkan tidak sadar dengan kehadiran Gauri di sana, dia terlalu terlarut dalam kesedihannya karena gagal tes kenaikan rank.


"Sudah ku bilang kita bisa mencobanya lagi nanti kan? Kamu jangan terlalu kecewa begitu"


Gauri memukul pelan pundak Yoo-Han. Anak remaja itu tertawa cengengesan, dia ketahuan sedang galau lagi.


"Maafkan saya."


Gauri mendengus singkat. Bohong jika dia tidak berharap Yoo-Han berhasil, harapannya sangat tinggi pada anak itu tapi rupanya dia masih belum bisa mencapainya sekarang.


'Tidak apa-apa, masih ada kesempatan lain'


Tapi karena Yoo-Han gagal jadi dia harus mengubur kembali harapannya.


"Aku akan kembali ke apartemen sekarang. Akan ada seseorang dari gulid yang membantumu nanti,"


Ujar Gauri. Dia datang ke sana hanya untuk pamit saja. Tugasnya sudah selesai, dan dia merindukan kakaknya di rumah.


Yoo-Han yang paham Gauri ingin segera bertemu dengan Ilya mengangguk.


"Bagaimana dengan tugas saya yang menjaga tuan Ilya?"


Dia bertanya pada Gauri sebelum perempuan itu pergi dari sana. Luka dari pertarungan tadi terasa sakit dan mungkin butuh waktu lama untuk sembuh, Yoo-Han jadi memikirkan tentang tugas barunya sebagai pengawal Ilya.


"Aku sudah menyerahkan posisi itu pada Remy. Untuk sekarang kamu fokus saja pada penyembuhan mu, kamu tidak boleh kembali bertugas sebagai Hunter sebelum sembuh total paham?"


"Saya paham. Terima kasih atas perhatian anda"


Yoo-Han beruntung memiliki atasan seperti Gauri. Meskipun dia sudah membuatnya kecewa tapi Gauri masih merawat Yoo-Han dengan baik, dia jadi semakin mengaguminya.

__ADS_1


"Aku pergi dulu."


Gauri langsung pergi dari sana. Di luar dia menerima telepon dari seseorang, Hunter bawahannya yang bertugas untuk mengawasi Ilya secara sembunyi-sembunyi—Gauri menempatkan beberapa Hunter di sekita Ilya karena takut kakaknya mengalami masalah saat dia tidak ada.


"Bagaimana keadaan kakak ku?"


Dia bertanya dengan wajah yang datar. Tangannya membuka pintu mobil, dia sedang bersiap pulang ke apartemen sekarang.


"Tuan Ilya baik-baik saja. Beliau menggunakan kartu kreditnya untuk berbelanja beberapa hari lalu, namun beliau sempat menghilang dari apartemen sebelumnya"


Gauri mengernyit. Perasaannya langsung buruk begitu dia mendengar laporan tersebut.


"Kenapa kalian bisa kehilangan dia? Apa dia terluka atau semacamnya?"


Suara di seberang sana menjawab dengan agak takut. Saat membahas tentang keselamatan Ilya, pemimpin gulid mereka menjadi lebih sensitif dari biasanya.


"Maafkan kami. Beliau pulang setelah agak sore, kami menemukannya di pusat kota. Beberapa pedagang item sempat ingin menipu beliau karena wajahnya yang tampak kebingungan, kami—"


"Bereskan pedagang yang mau menipu kak Ilya. Aku akan kembali sekarang, kalian tetap jaga kak Ilya dari jauh. Jangan biarkan orang-orang kotor itu menyakitinya"


Suara di seberang sana menjawab dengan gugup. Gauri terdengar sangat menyeramkan saat dia berbicara tadi.


"B—baik!"


Telpon di akhiri oleh Gauri. Dia menghela nafas panjang sambil menatap jalanan yang dia lewati.


'Bagaimana bisa kak Ilya hilang dari pengawasan Hunter rank B?'


Ilya hanya Hunter rank F yang sama seperti rakyat biasa. Seharusnya dia mudah di awasi, tapi dia malah menghilang dari pengawasan para Hunter yang lebih kuat darinya.


Bagaimana? Apa Ilya menyembunyikan sesuatu dari Gauri? Padahal dia berjanji untuk mengatakan apapun padanya.


Sebagai seorang adik yang percaya padanya, Gauri merasa kecewa jika Ilya benar-benar menyembunyikan sesuatu.


Dia akan bertanya nanti, untuk sekarang dia ingin membeli sesuatu yang akan diberikan pada Ilya kemudian kembali pulang ke apartemennya.


'Aku pulang, kakak'

__ADS_1


__ADS_2