Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Seorang Ilya Sigma


__ADS_3

"ah~ seru banget deh! Tapi sayangnya monster di sini kaleng-kaleng semua."


Ilya berucap singkat sambil menatap segunung mayat Monster yang dia duduki. Monster-monster itu bodoh karena tak memiliki akal, mereka menyerang Ilya secara bersamaan dengan kekuatan lemah lalu dikalahkan oleh Ilya dalam waktu sekejap.


Yah, bagi Ilya yang sudah mencapai level maximal sih mudah saja mengalahkan para monster itu.


Menatap mayat Monster yang banyak membuat Ilya teringat kembali saat-saat dia di dungeon dulu, di sana pemandangan seperti ini sangat biasa bagi Ilya, bahkan di sana dia memakan monster itu untuk bertahan hidup. Tapi, beberapa hari di bumi dan makan makanan yang layak membuatnya agak mual melihat mayat monster tersebut.


Ilya menahan sarapannya supaya tidak keluar lagi saat dia melompat ke bawah untuk pergi dari tempat itu, urusannya sudah selesai dan sekarang dia mau berburu lagi.


"Apa aku harus membawa item dari mayat Monster ini juga?"


Setahu Ilya batu energi yang dimiliki oleh monster bisa dijual, meskipun tidak terlalu mahal karena hanya monster rank E tapi kalau jumlahnya banyak Ilya akan untung juga.


lumayan cuan nya bos.


"Yaudah deh aku bawa aja semuanya!"


Dengan pikiran memiliki banyak uang saku Ilya pun bersemangat membelah monster itu untuk mendapatkan batu energi yang dimiliki oleh monster, batu-batu itu akan dia berikan pada Yoo-han dan memintanya untuk menjualnya.


Saat Ilya sedang sibuk memasukkan batu energi ke dalam tas miliknya tiba-tiba saja monster besar muncul dari arah belakang, membuat suara gaduh seolah-olah menandakan dia sedang marah saat ini.


Tshhhsssshhaaaa!!!!


Ilya berdiri, menatap monster dengan wujud ular besar bersisik tebal—itu bukan bos monster tapi kekuatannya tidak berbeda dengan bos.


Mata Ilya memiliki kilat cahaya semangat yang membara, akhirnya dia menemukan mangsa yang tepat untuk dia lawan.


"Hahaha! Kau datang ke sini karena marah semua bawahan mu mati kan!? Aku yang membunuh mereka, jadi ayo kita bertarung!"


Teriaknya, dia mulai bersiap untuk melawan monster itu tapi kilatan petir menyambar monster tersebut hingga membuatnya terdiam sesaat.


Tsssshhaaaa!!!!


"Sekarang! Serang matanya!"


Suara lain terdengar dari arah belakang monster itu. Di atas langit seorang lelaki dengan pakaian khas ksatria dalam game muncul, melompat dengan tangan membawa pedang panjang yang terlihat suci berwarna putih gading.


Pedang itu menancap dengan sukses di mata monster ular, membuat sang monster terjerit-jerit kesakitan.


Ksrsshhhahaaaaa!!


"Mano!"


Lelaki itu memanggil nama seseorang, perempuan dengan baju bak penyihir dalam game yang bernama Mano melemparkan bola sihir api ke monster ular hingga membuatnya gosong di tempat.


kekuatan api miliknya cukup kuat hingga bisa menembus kulit ular yang tebal itu, Ilya sedikit kagum melihat serangannya.

__ADS_1


"Kerja bagus semuanya!"


Suara lainnya muncul. Kali ini seorang anak perempuan remaja dengan wajah arogan dan pakaian minim, dia berperan sebagai support yang memberikan penyembuhan pada para Hunter petarung.


Total ada tiga orang. Ilya terdiam membisu. Dia kehilangan waktu untuk melawan monster itu karena para pengganggu yang tiba-tiba muncul entah dari mana, Ilya marah dan kesal pada orang-orang itu.


"Dasar pengganggu! Ngambil mangsa orang lain sembarangan! Ngajak berantem!?"


Tiga orang asing itu terdiam, sesaat kemudian mereka pun tertawa karena Ilya yang marah-marah pada mereka.


Ilya tak paham di mana letak humor di ucapannya tadi, dia jelas-jelas menunjukkan reaksi kemarahan namun tampaknya mereka menganggap itu hanya lelucon.


"Hahaha, apa kamu baik-baik saja nak? Bahaya lho hunting sendirian begini."


Perempuan yang berperan sebagai penyihir itu berucap singkat sambil menatap Ilya dengan tatapan kasihan, sedangkan Ilya meragukan pendengarannya karena dia panggil 'Nak' padahal sudah berusia dua puluh tujuh tahun.


'Sialan, mereka meremehkan ku!'


Memang benar, setelah dia kembali ke bumi entah kenapa wajah Ilya tampak lima tahun lebih muda daripada saat dia di dungeon dulu. Mungkin karena rambutnya sudah pendek dan dia makan dengan baik, tapi tetap saja mau semuda apapun wajahnya dia kan lelaki dewasa yang seharusnya sudah menikah dan punya anak satu! Bisa-bisanya dia dipanggil nak oleh perempuan yang lebih muda darinya itu.


"Kamu pasti Hunter baru ya? Mencoba untuk jadi kuat boleh saja, tapi kamu tidak boleh bertarung sendirian lho. Apalagi kamu kelihatan lemah begitu, nanti kalau kamu mati kami yang tak sengaja bertemu dengan mayat mu bisa repot"


Yang berbicara adalah lelaki dengan pedang panjang. Wajahnya tampak arogan, dia meremehkan Ilya yang hanya memakai pakaian sederhana dan beberapa item di tubuhnya—tampak seperti Hunter bau kencur yang nekat masuk dungeon, begitulah pikir lelaki itu.


Ilya naik pitam. Dia tidak suka diremehkan, apalagi oleh orang-orang yang jelas tidak sebanding dengan dirinya.


"Tuan Ilya! Anda jangan kabur begitu dong, kalau nona Gauri tahu saya bisa dalam masalah!"


Yoo-han dengan santai mendekati Ilya yang menatapnya tak acuh. Butuh waktu lama untuk Yoo-han menemukan jejak Ilya karena ternyata kakak dari atasannya itu tukang kabur yang handal, Yoo-han agak kerepotan mencarinya tapi karena suara monster ular tadi dia bisa menemukan Ilya dengan lebih cepat.


Tatapan Yoo-han beralih menatap tiga orang yang masih ada di sana, tatapannya berubah menjadi dingin dan mengintimidasi, membuat ketiga orang itu merasa tertekan karena kekuatan Yoo-han.


"Kenapa kalian bisa ada di dungeon yang sudah dibeli gulid Orbit? Apa kalian Hunter yang melanggar aturan?"


Dungeon itu seharusnya tidak dimasuki oleh orang lain kecuali Ilya dan Yoo-han karena Gauri sudah membelinya, tapi melihat ada party lain di sana membuat Yoo-han curiga pada mereka.


Bisa saja tiga orang itu adalah musuh yang dikirim oleh orang jahat untuk menyakiti Ilya. Yoo-han tidak mau dimarahi Gauri saat pulang nanti, karena itu dia pun bersiap untuk menyerang ketiga orang itu yang dia anggap sebagai musuh.


Ketiga orang itu merinding melihat kekuatan Yoo-han yang kuat, mereka langsung tahu identitas Yoo-han begitu kekuatannya terasa oleh mereka. Anggota eksklusif gulid Orbit, Lee Yoo-han, atau sebutannya yang dikenal sebagai angin penghancur.


Ilya jadi kehilangan mood untuk melawan orang-orang yang mengacaukan acara hunting nya, dia tidak minat berurusan dengan orang-orang itu, karenanya Ilya pun menepuk pundak Yoo-han pelan lalu menyuruhnya untuk berhenti.


"Yoo-han berhenti. Jangan membuat keributan di sini."


Atas ucapan dari Ilya anak remaja itu menurunkan senjatanya, dia menghela nafas panjang kemudian mengangguk singkat, menurut pada perintah Ilya.


Ketiga orang itu menatapnya heran. Tidak ada orang yang bisa memerintah pada Lee Yoo-han selain Gauri, tapi Ilya bisa melakukannya dengan mudah.

__ADS_1


Dari tindakan itu saja mereka langsung tahu siapa Ilya sebenarnya.


'Hunter rank F yang baru-baru ini jadi sorotan huh?'


Lelaki dengan pakaian ksatria game itu mengingat tentang Ilya. Hunter rank F yang sempat menjadi buah bibir di media sosial karena seorang kakak dari Hunter kuat di negaranya, Ilya Sigma, tak ada yang menarik darinya selain kakak dari ketua gulid Orbit.


Dia pikir tak akan mudah bertemu dengan Ilya karena kabar mengatakan bahwa dia sangat disayang oleh adiknya, tapi ternyata menyelinap ke dalam dungeon yang gulid orbit beli sudah cukup untuk melihatnya secara langsung.


"Tapi mereka sudah melanggar aturan Hunter! Seharusnya mereka dihukum!"


Yoo-han tampak tidak mau menempuh jalan damai, dia maunya ribut dengan ketiga orang itu—tapi sayangnya Ilya tidak mau, lebih tepatnya dia sudah tidak ingin cari ribut lagi jadi lebih baik main aman saja.


"Aduh, kayaknya aku lecet deh. Kita harus segera pulang untuk mengobatinya, atau mungkin kamu mau melanjutkan keributan ini dan kena semprot Ari saja di gulid?"


Dengan akting mengada-ada Ilya memperlihatkan lecet kecil di tangannya, baru dia buat beberapa detik yang lalu—kalau tidak begini mungkin Yoo-han akan bersikeras ingin menghukum mereka.


Yoo-han langsung merinding ketika dia membayangkan ekspresi murka Gauri karena Ilya pulang dalam keadaan lecet, dia jelas tidak mau diomeli oleh ketua gulid yang dia hormati itu.


Jadi akhirnya Yoo-han menyerah, dia tidak akan mempermasalahkan para Hunter yang masuk secara ilegal ke dungeon dan memilih untuk pulang lalu mengobati Ilya saja.


"Baiklah, ayo kita pulang tuan Ilya"


Dengan ekspresi lesu Yoo-han pun pergi sambil mengajak Ilya untuk mengikutinya, dia sampai menggandeng tangan lelaki itu supaya dia tidak kabur lagi.


Mereka meninggalkan ketiga orang yang seolah-olah terlupakan di sana. Perempuan dengan baju minim yang berperan sebagai support menghela nafas lega ketika Ilya dan Yoo-han sudah jauh dari sana.


"Haaa! Bukannya dia terlihat lebih muda? Katanya kakak ketua gulid Orbit itu om-om!"


Dia berucap tak terima karena melihat wajah Ilya yang tampak seperti anak berusia sembilan belas tahunan.


Perempuan dengan pakaian penyihir mengangguk setuju, dia pun tidak menyangka bahwa Ilya itu memiliki wajah yang muda.


Sementara kedua perempuan itu ribut tentang penampilan Ilya, lelaki dengan baju ksatria game tersenyum menyeringai, setelah melihat Ilya langsung membuatnya ingin bertarung melawan Ilya.


'Dia terlihat sangat lemah, akan mudah membunuhnya saat kita bertemu lagi nanti'


Dia menantikan pertemuan mereka, sementara itu di tempat lain lebih tepatnya pintu keluar gate Ilya mengorek-ngorek telinganya karena merasakan gatal di area itu.


"Ada yang ngomongin nih kayaknya."


Ilya itu cukup kolot untuk mempercayai mitos kalau telinga gatal itu artinya ada yang membicarakan dia.


"Anda tidak apa-apa tuan Ilya?"


Yoo-han bertanya lagi untuk memastikan keadaan Ilya. Dia benar-benar tidak mau menerima sambutan tatapan dingin dan tugas menumpuk dari Gauri saat pulang nanti sebab dirinya tidak menjaga Ilya dengan baik.


Ilya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dia baik-baik saja hanya merasa sedikit agak merinding, seperti ada yang menatapnya dari jauh.

__ADS_1


"aku oke. Ayo kita cepat pulang saja"


__ADS_2