
Setiap orang menuai apa yang mereka tabur. Meskipun William mati tanpa diadili oleh negara, namun anggota keluarga yang ia tinggalkan harus menanggung hukuman menggantikan dirinya.
Sementara itu semua harta yang William miliki diberikan pada para korban dari eksperimennya yang kejam—para keluarga korban menuntut pada Han Do Hwa sebagai peneliti yang membuat potion berbahaya itu sekaligus keluarga pelaku kematian para Hunter, tapi Do Hwa mendapatkan keringanan sebab dirinya juga korban dalam kasus itu.
Do Hwa yang ditemukan dalam keadaan sekarat harus mengalami coma selama tiga hari, saat ini dia sedang tertidur di atas kasur rumah sakit bagaikan seorang putri yang menunggu pangerannya untuk memberikan ciuman.
"Dia masih sama"
Ilya menoleh begitu mendengar suara seseorang yang membukakan pintu, di sana Yui Guan tersenyum simpul sambil menatap Do Hwa yang tertidur dengan alat-alat medis ditubuhnya.
"Apa kata dokter?"
Yui berucap singkat lalu menaruh buket bunga yang selalu dia bawa setiap kali mengunjungi rumah sakit.
"Masih belum dipastikan kapan dia akan bangun, tapi Do Hwa sudah melewati masa kritisnya"
Jawaban dari Ilya membuat Yui menghela nafas lega. Dia bersyukur karena Do Hwa masih bisa bertahan meskipun pendarahan pada kaki dan perutnya terlihat sangat parah.
"Saat dia bangun semuanya akan berubah. Dia harus menanggung hukuman dari orang yang menyakitinya, tapi aku tahu Do Hwa adalah perempuan kuat, dia pasti bisa melewati situasi ini"
Ilya mengangguk sebagai jawaban. Dia pun berpikir demikian, meski hubungan mereka tidak terlalu dekat namun Ilya tahu Do Hwa adalah perempuan kuat seperti yang Yui ucapkan tadi.
"Kamu masih bisa datang ke sini rupanya"
Yui terkekeh kecil mendengar ucapan Ilya.
"Hukuman ku belum diputuskan. Aku berperan dalam membongkar kejahatan tuan William, namun di sisi lain aku pun terlibat dengan kejahatannya. Mungkin aku akan dipenjara beberapa tahun? Yah, apapun itu aku tidak peduli sih" Ia menjeda ucapannya sejenak, tatapannya beralih menatap ke luar jendela di mana saat itu hari mulai sore dan pemandangan di luar terlihat lebih indah. "Asal para keluarga korban merasa sedikit lebih baik karena aku dihukum maka aku tidak keberatan meski harus dihukum mati, bagaimanapun aku sudah lalai sebagai guild master"
"Ingin jadi seperti orang baik apanya, heh, aku guild master yang buruk"
"Kamu sudah melakukan yang terbaik dengan menjadi lurus di era yang semakin gila ini. William lah yang jahat karena memanfaatkan dirimu, jadi aku harap kamu tidak menyalahkan dirimu sendiri"
"Terima kasih"
Itu adalah ucapan terakhir dari Yui sebelum dia pergi dari rumah sakit. Yui harus diintrogasi lagi lalu hukumannya sudah diputuskan oleh hakim, yaitu hukuman penjara serta skors sebagai Hunter dan separuh dari kekayaan yang dia miliki akan diberikan pada anggota keluarga korban penelitian.
Namun Yui memberikan semua hartanya untuk mereka, kecuali sebuah rumah sederhana yang ia miliki di desa—nantinya saat dia sudah keluar dari penjara Yui akan tinggal di sana. Itu adalah keputusannya untuk menebus kesalahan yang dia lakukan.
__ADS_1
["Dia orang yang terlalu baik"]
"Kamu benar"
Pertemuan mereka tidak lama, namun Ilya pikir Yui adalah perempuan baik dan mengagumkan yang sangat keren. Mungkin tipe perempuan yang ingin dia nikahi berubah karena Yui.
"Kak, kita harus pergi"
Gauri berucap singkat setelah dia menyimpan bunga di atas meja kecil di sebelah kasur Do Hwa. Adik Ilya itu harus mengurus banyak hal, dia jadi tidak bisa menengok ke rumah sakit namun ia selalu datang untuk menjemput Ilya pulang.
Perempuan itu merasakan rasa simpati pada Do Hwa karena dia yang dimanfaatkan oleh ayahnya lalu dibuang begitu saja ketika tidak lagi berguna, ia marah ke William dan berharap lelaki tua itu masuk ke neraka saja.
"Bagaimana dengan potion itu?"
Ilya bertanya singkat setelah dia masuk ke dalam mobil. Gauri melajukan mobilnya membelah jalanan begitu Ilya sudah duduk manis di kursi sebelahnya.
"Kami sudah melarang pengedarannya, juga akan ada hukuman berat bagi siapapun yang masih menggunakan potion berbahaya itu."
"Mereka harus tahu kalau potion memiliki efek samping yang berbahaya"
Gauri mengangguk singkat pada ucapan Ilya.
Tidak mudah menghilangkan benda macam itu apalagi jika pengedarannya sudah merambat ke luar negri. Alex berusaha keras untuk mengatasi masalah tersebut, bersama dengan orang-orangnya dan pemerintahan mereka menghancurkan semua potion yang ditemukan.
Dalam waktu singkat banyak sekali korbannya. Do Hwa adalah peneliti yang menakutkan karena dia bisa membuat potion macam itu.
"Aku senang karena kakak ada di guild kami"
Pada akhirnya Ilya kembali ke guild Orbit karena guild Moon hancur sebab kasus potion yang menjeratnya. Gauri senang sebab sang kakak ada di dalam jangkauannya, dan Ilya hanya tertawa kecil.
Satu-satunya petunjuk untuk bertemu dengan Hyun hilang, jadi yang bisa Ilya lakukan sekarang adalah mencarinya sendiri—barangkali ia bisa ketemu dengan Hyun lagi saat di dungeon nanti.
'Aku tidak tahu 'kapan' waktu kami bisa bertemu lagi seperti yang dia ucapkan terakhir kali, dia benar-benar sulit ditebak'
Apa semua pembunuh Hunter seperti Hyun? Ilya kerepotan menangani calon bencana ini, dia harap Hyun tidak cepat-cepat mengalami ledakan kekuatan.
'Kamu tidak tahu kapan Hyun akan mengalami ledakan kekuatan?'
__ADS_1
["Aku tidak tahu. Anehnya, saat aku melihat calon bencana itu dia terlihat tenang namun aku tahu kekuatan dalam dirinya tidak seperti itu"]
Jawaban dari Noe membuatnya khawatir. Bagaimana jika Hyun mengalami ledakan kekuatan dan Ilya tidak bisa mencegahnya? dia gagal menjalankan misi dari penjaga dimensi, lalu kehancuran bumi akan semakin cepat.
"Apa masalah pembunuh Hunter itu masih berlanjut?"
Ilya bertanya pada Gauri saat dia sudah menaruh tubuhnya di sofa. Gauri menggantung mantelnya, lalu menjawab Ilya tanpa menatap sang kakak.
"Sayangnya itu masih. Selain masalah potion, kematian para Hunter juga disebabkan oleh sekelompok orang yang menyebut diri mereka sebagai pembunuh Hunter" Ia menjeda ucapannya sejenak, Gauri berjalan ke sebelah Ilya lalu duduk di sana.
"Mereka sering muncul dan menghilang secara tiba-tiba, identitas tidak diketahui karena saat melakukan aksinya mereka menggunakan topeng namun kami yakin ada orang kuat yang mendukung mereka melakukan itu"
'Atau bisa saja kasus ini sama seperti masalah potion'
Seseorang yang haus akan kekuasaan atau sesuatu. Orang yang memimpin para pembunuh Hunter memiliki tujuan khusus seperti William. Dia tidak tahu apa, tapi Ilya berpikir seseorang yang memimpin organisasi memiliki niat jahat.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 38 ini adalah awal dari konflik utama, untuk menulisnya dengan benar dan bisa dipahami aku perlu waktu jadi mulai sekarang cerita ini bakal up dua kali dalam seminggu.
Yaitu pada hari Selasa dan Minggu. Jadwal up ini berlaku mulai sekarang, untuk besok aku gak bakal up karena udah up hari ini hehe.
***Update tiap hari rupanya berat, gak jarang aku bergadang setelah lelah menjalani hari. para author yang up tiga eps setiap hari itu luar biasa hebat.
Tapi terima kasih banyak-banyak buat kalian yang masih stay dan mau baca cerita ini sampe sekarang, kalian semua orang-orang baik 💕***
__ADS_1
Jangan lupa istirahat ya!