Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Haruskah?


__ADS_3

up dua kali, karena eps kemarin ternyata lama di review nya


"Bukannya kau jadi terlalu melindungi ku? Aku juga ingin melawan beberapa monster!"


Ilya berucap sebal sambil menatap Remy yang lagi-lagi memblokir monster yang hendak menyerangnya. Dia sama saja seperti Yoo-Han, terlalu melindungi Ilya dengan berlebihan—bahkan ini lebih parah daripada Yoo-Han.


"Ini perintah dari pemimpin gulid, saya tidak bisa membiarkan anda memiliki luka barang sedikitpun"


Mata Ilya menyipit. Dia pikir hari ini akan menyenangkan karena akhirnya dia bisa masuk ke dungeon lagi, tapi rupanya ini bahkan lebih membosankan dari yang dia pikir.


'Kalau cuma kamu doang yang melawan mereka buat apa aku ikut ke sini!?'


Tujuan Ilya ke dungeon kan untuk melawan monster, jika semua monster habis di bantai Remy dia jadi enggak guna dong? Ilya juga mau melawan para monster itu!


"Biarkan aku melawan mereka juga, jika kamu yang menghabiskan mereka semua sama saja seperti kamu hunting sendirian!"


Ucapnya, protes karena ketidakadilan ini. Remy memutar bola matanya malas, dia pun menangkap satu monster kelinci hutan yang lemah kemudian melemparkannya ke arah Ilya.


"Anda bisa melawan monster itu"


Perempatan imajiner muncul di kepala Ilya. Apa saat ini dia sedang di remehkan!? Oleh bawahan adiknya sendiri!? Ilya merasa sangat kesal karena diperlakukan begini.


["Makhluk itu bahkan terlalu lemah untuk di panggil monster pfttt"]


Noe mengejek keadaan Ilya saat ini. Urat kekesalan Ilya terlihat, dia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak selemah itu bahkan dia ini sangat kuat! Tapi Noe lagi-lagi menghentikannya.


["Jangan sekarang, kau masih harus menyembunyikan kekuatan mu"]


'Bacot! Kau suka kan melihat ku di ejek begini!?'


["Memang. Pfttt"]


Noe terlalu jujur. Setidaknya dia bisa berbohong untuk menghibur perasaan Ilya yang kesal, tapi Ilya tidak bisa berharap pada sistem tersebut—dia memang menyebalkan.


"Jika anda sudah puas dengan monster itu saya akan kembali membersihkan sisanya, tolong diam di sini sebentar, saya akan segera kembali."


Tanpa menunggu jawaban dari Ilya lelaki itu langsung pergi meninggalkan Ilya di sana dengan monster kelinci hutan tadi. Ilya menatap monster kelinci hutan dengan malas, kemudian ia pun langsung mati karena sentilan dari Ilya.


"Sangat mudah membunuh monster macam ini. Membosankan."


Ilya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia menatap sekeliling, tidak ada lagi monster di sana—salahkan Remy yang membakar mereka sampai hangus tadi, karenanya beberapa monster ketakutan dan berlari menjauh dari mereka.


Ilya harus berusaha sedikit untuk menemukan monster-monster tersebut, jadi dia pun memutuskan untuk pergi dari sana dan berkeliling Dungeon rank D itu—tanpa mempedulikan ucapan Remy yang menyuruhnya untuk diam saja.


"Bukannya agak aneh? Kenapa monster di sini sangat sedikit, seperti ada orang lain yang juga masuk ke dungeon ini"


["Itu benar. Mungkin kejadian ini sama seperti saat kau masuk pertama kali ke dungeon"]


Dungeon ini sudah di beli oleh Gauri, jadi selain Ilya dan Remy harusnya tidak ada yang bisa masuk ke sana.


Saat pertama masuk ke dungeon Ilya datang bersama Yoo-Han, di sana dia bertemu dengan party lain yang entah bagaimana bisa masuk ke dungeon yang jelas-jelas milik pribadi.


Ilya ingat dengan jelas waktu itu monster yang ingin dia lawan malah di ambil oleh party itu, karenanya Ilya pun menjadi kesal dan marah. Dia hampir saja mau melawan mereka, tapi Yoo-Han datang dan mengacaukan situasinya hingga Ilya pun memutuskan untuk melepaskan mereka saja.

__ADS_1


Ilya tidak menyukai orang-orang itu dan berharap mereka tidak akan bertemu lagi. Tapi, seperti kata pepatah.


Bahkan harimau pun akan datang ketika dia dibicarakan, itu benar karena saat ini Ilya malah bertemu dengan ketiga orang dari party menyebalkan itu.


'Ah, sial. Aku benci situasi ini'


Ilya ingin pergi saja tapi mereka keburu melihatnya. Jika dia pergi maka kesannya jadi seperti kabur, Ilya tidak mau dianggap pengecut karena itu dia pun hanya diam dan melihat tiga orang di depannya dengan tatapan tak acuh.


"Kalian lagi. Kenapa kalian bisa masuk ke dungeon pribadi yang sudah di beli gulid?"


Ucapnya bertanya. Ilya ingin segera kembali ke tempat awalnya, mungkin sekarang Remy pun ada di sana jadi lelaki itu pasti akan mencari Ilya sama seperti yang dilakukan Yoo-Han waktu itu.


"Tolong jangan marah. Kami tidak tahu Dungeon ini sudah di beli, sama seperti yang terakhir kali, ini hanya kebetulan yang lucu"


Ilya tidak percaya pada ucapan si pemimpin party.


'Kebetulan yang lucu matamu. Kalian jelas-jelas masuk secara Ilegal untuk mengambil keuntungan dari dungeon yang sudah di beli,'


Ilya mencemooh mereka dalam hati. Terlihat jelas mereka sengaja masuk ke dungeon itu, padahal kalau ketahuan mereka bisa dihukum karena masuk ke dalam dungeon yang sudah di beli tanpa izin.


Dibiarkan sekali malah membuat mereka melunjak, diberi hari minta jantung. Ilya menyesal karena dia melepaskan mereka waktu itu, seharusnya dia biarkan saja mereka menerima hukuman dari Yoo-Han atau gulid tapi dia tidak melakukan itu dengan alasan merepotkan.


"Kalian tidak seharusnya—"


Belum sempat Ilya menyelesaikan ucapannya, lelaki dengan pakaian ksatria game itu merangkul Ilya seolah mereka akrab dan bersahabat.


"Ayolah! Jangan begitu. Kami akan keluar nanti, lagipula sesama rank rendah tidak boleh saling menjatuhkan, berbagi saja oke?"


Ilya merasa risih dengan sikapnya yang sok akrab. Matanya menatap tajam ke arah Hunter itu, membuat si Hunter tertegun untuk sesaat.


Hunter itu tertawa. Dia semakin mengeratkan rangkulan tangannya di bahu Ilya, kemudian ia pun berbicara.


"Tapi ngomong-ngomong, kita belum memperkenalkan diri kan? Namaku Lune, di sana ada penyembuh kami Rina dan penyihir andalan kami Mano"


Dua perempuan yang akhirnya memiliki nama itu tersenyum tipis pada Ilya yang menatapnya singkat. Ilya sebenarnya tak peduli dengan mereka, tapi karena mereka sudah memperkenalkan diri maka Ilya pun harus melakukannya juga.


"Aku Ilya Sigma"


Lune tersenyum lima jari, dia masih belum melepaskan rangkulannya.


"Kami tahu kok. Ilya Sigma, kakak dari Gauri Sigma kan? Seorang rank F yang mengandalkan perlindungan dari adiknya yang rank S, kamu itu sama saja seperti beban untuk adikmu."


Ilya mengernyitkan dahi. Kenapa dia tiba-tiba ngajak ribut? Rina dan Mano bahkan menertawakan Ilya saat ini.


"Hahahaha, jangan marah ya tuan Ilya. Lune hanya mengatakan hal yang menjadi gosip kok, lagipula itu kan memang benar"


Ucap Rina. Dia mengelap air matanya yang sedikit keluar karena tertawa tadi. Mano berjalan mendekati Ilya, dia menatap penampilan Ilya dari atas kepala sampai ujung kaki kemudian tersenyum menyeringai.


"Enak ya jadi kamu. Item berharga yang mahal begini bisa kamu pakai dengan mudah karena meminta pada adikmu, sedangkan kami harus membunuh banyak monster dan mempertaruhkan nyawa untuk membelinya. Dunia memang tidak adil,"


Mano berucap dengan nada kecewa seolah-olah penderitaannya disebabkan oleh Ilya, dia hanya iri pada Ilya yang hidup dengan sendok emas.


"Jangan bicara begitu kak. Kamu mau dia mengadu pada adiknya? Aku dengar pemimpin gulid Orbit itu sangat sayang pada kakaknya lho, bisa-bisa kamu hilang tiba-tiba nanti"

__ADS_1


Yang bicara kali ini adalah Rina. Dia ikut mendekati Ilya dan berdiri di samping Mano, matanya memperhatikan kalung milik Ilya kemudian ia pun menariknya hingga putus.


"Hoi! Apa yang kau lakukan!?"


Ilya berusaha mengambil kembali item miliknya, namun tangannya dihentikan oleh sihir milik Mano hingga tubuh dia tidak bisa bergerak sedikitpun.


'Sihir pembekuan!?'


"Hati-hati, itu sihir rank D lho. Kamu yang rank F tidak akan mungkin bisa melepaskannya,"


Ujar Mano dengan percaya diri. Dia ikut melihat item yang kini ada di tangan Rina, memperhatikannya dari dekat kemudian terkagum karena itu adalah item langka dan sangat berguna.


"Item klon tubuh? Ini sih gila banget! Harganya pasti mahal kan!?"


Rina terlonjak kaget. Dia mengangkat kalung itu ke udara, menatap pantulan cahaya emas dari bandul kalung tersebut kemudian menggenggamnya erat.


"Buat aku saja ya? Kamu bisa meminta lagi pada adikmu nanti"


Dia dengan enteng berbicara begitu lalu memasukkan kalung tersebut ke dalam tasnya tanpa izin dari Ilya.


"Kau tidak boleh begitu Rina. Mengambil barang orang tanpa izin itu tidak sopan."


Lune protes seolah tidak mendukung tindakan Rina sementara Rina mengembungkan pipinya kesal.


"Apa masalahnya? Toh dia bisa minta lagi ke adiknya kok!"


Ilya kesal dengan situasinya. Dia ingin melawan saja namun Noe tidak mengizinkan itu.


["Jangan dulu. Sebentar lagi calon bencana akan datang, kamu bisa meminta bantuan padanya"]


Ilya merasa tidak berguna karena mengandalkan Remy, tapi Noe sudah mengatakan itu jadi dia hanya bisa menurut saja.


Ingat, Ilya tidak suka saat tubuhnya sudah dikendalikan oleh Noe karena itu dia memutuskan untuk menuruti kemauan sistem tersebut.


Kalau masalah item dia bisa mencarinya lagi nanti, itu mudah saja jadi Ilya tidak terlalu memusingkannya.


"Oh iya. Aku ingin mengkonfirmasi sesuatu nih, mumpung kita sedang bertemu"


Lune berbicara pada Ilya yang masih membeku karena sihir dari Mano. Dia menatap Ilya dengan tatapan meremehkan, ingin rasanya segera membunuh Ilya tapi tidak seru jika dia membunuhnya langsung.


Lune lebih suka mempermainkan perasaannya terlebih dahulu, dan saat ini Gauri adalah hal yang bisa mengguncang perasan Ilya dengan telak.


"Aku dengar Gauri itu perempuan murahan. Dia menjual dirinya pada ketua gulid Orion untuk mendapatkan posisi kedua gulid terkuat, selain itu dia juga berhubungan asmara dengan pengusaha dari Eropa. Bukannya dia itu sama saja seperti ******?"


Satu pertanyaan terlintas di benak Ilya saat ini. Kekuatan di tubuhnya mulai meronta-ronta ingin digunakan, dia sudah lama tidak menggunakan semua kekuatannya karena lawan di dunia ini lebih lemah dari di dungeon nya dulu.


'Haruskah aku membunuh mereka?'


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2