Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Aku musuh mu sekarang.


__ADS_3

Ilya berdiri tegap dengan tatapan datar. Saat dia sampai di lokasi, bangunan yang seharusnya ada di sana sudah menyatu dengan tanah—namun anehnya kondisi area sekitarnya tampak baik-baik saja, hanya rumah dan halamannya yang hancur seolah-olah ada pembatas yang melindungi wilayah hutan sehingga ledakan tadi tidak berdampak sampai ke sana.


"Ve, kamu pergi lah dulu." Ilya memberikan perintah pada Ve untuk segera menghilang dan kembali ke dalam bayangannya. Setiap familiar yang dimiliki oleh Hunter taming bisa muncul dan menghilang sesuai dengan keinginan sang tuan.


Namun Ve menatap Ilya khawatir, itu karena ekspresi Ilya yang tampak kosong seolah-olah ia siap untuk menghancurkan apa saja di depannya.


"Apa anda yakin?" Biasanya dia tidak seperti Pupu yang hobi bertanya, tapi saat ini dia keluar dari kebiasaannya.


"Pergilah"


"Tapi tuan—"


"Ve. Aku tidak suka mengulangi perintah ku."


Ve langsung merinding begitu dia melihat wajah Ilya yang menatapnya dingin. Sudah lama, rasanya tatapan dingin dan bengis itu hanya dia lihat saat Ilya di dungeon dulu—tak dia sangka Ilya akan memiliki ekspresi begitu lagi sekarang.


"B—baik. Maafkan saya, tuan Ilya."


Setelah mengatakan itu Ve langsung pergi. Meninggalkan Ilya sendirian di sana.


["Ini ulah seseorang"]


Noe, yang selama ini menghilang tiba-tiba muncul lagi. Dia memberitahukan pada Ilya kalau seseorang sudah meminimalisir ledakan itu sehingga efeknya tidak menghancurkan area lebih luas.


"Ke mana saja kau? Aku kesulitan mencari calon bencana akhir-akhir ini karena kau yang menghilang tiba-tiba."


Ilya berucap sambil berjalan mendekati reruntuhan rumah yang hancur. Dia menyingkirkan beberapa beton menggunakan tangan kosong, mencari seseorang yang dia harap tidak tertindih diantara puing-puing bangunan tersebut.


["Ada hal yang harus aku urus. Katakanlah sistem ku sedang mengalami eror"]


"Hah. Sudah ku duga, kau ini sistem abal-abal yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Pantas saja aku merasa kau tidak terlalu berguna." Ilya mencibirnya sarkas. Sebenarnya dia sudah muak pada Noe.


["Aku menghilang juga demi dirimu, Ilya Sigma"]


Noe menjawab tegas namun Ilya tidak mempercayai ucapannya itu.


"Demi diriku? Jangan mengatakan hal konyol begitu, menjijikan."


Tangannya mengepal erat kemudian meninju tembok yang menghalanginya. Tembok itu langsung hancur menjadi debu, di sana dia tidak menemukan apapun.


Mayat, atau setidaknya potongan tubuh pun tidak apa-apa. Ilya ingin tahu, apakah Do Hwa benar-benar sudah mati atau tidak. Namun melihat kondisi rumahnya yang hancur begini, otaknya tidak bisa berpikir positif dan itu membuat hatinya terasa sakit.


"Karena kamu yang tidak mengatakan peringatan apapun padaku, aku jadi kehilangan jejak tentang calon bencana selanjutnya. Teman baik ku meninggal dunia hari ini, dan aku tidak bisa melakukan apapun untuk menolongnya"


Tidak ada hawa keberadaan seseorang di sana, rumah itu berada jauh dari permukiman karena dibangun di ujung kota, beruntung, karenanya tidak ada korban jiwa di sana—namun, Ilya pikir dia sudah membiarkan Do Hwa meninggal dunia.


"Kau niat membantu aku tidak sih? Aku hanya ingin segera menyelesaikan misi dari penjaga dimensi supaya keluarga ku bisa hidup tanpa masalah seperti amukan calon bencana, karena itu aku bekerja keras untuk menjinakkan para calon bencana itu"

__ADS_1


Ilya memuntahkan semua hal yang dia keluhkan sejak keluar dari dungeon itu. Misi menyebalkan yang rumit, aturan-aturan dari Noe bahkan sekarang musuh pun mulai bermunculan.


"Tapi kamu selalu menghilang saat dibutuhkan, mengabaikan tugas mu sebagai sistem yang membantuku dan melakukan apapun yang kau mau."


Tangan Ilya mengepal kuat, tanpa sadar dia sampai melukai dirinya sendiri saat berbicara pada Noe.


Noe pun merasakannya. Rasa sakit yang Ilya miliki, penyesalan dan perasaan tidak berguna. Dia tahu, tapi dia pun tidak memiliki pilihan lain.


["Aku berucap benar. Alasan aku menghilang adalah kekuatan lain mu,"]


Ucapannya terdengar konyol di telinga Ilya.


"Kekuatan? Kekuatan apa?" Ilya kembali mencibir. Apa Noe berbicara omong kosong sekarang? Kalau iya itu tidak lucu.


["Kau tahu. Manusia selalu memiliki dua kekuatan dalam diri mereka, negatif dan positif. Selama kau ada di dungeon, aku tahu jiwa mu sudah tidak normal lagi karena kau tak bicara dengan manusia lain dalam waktu yang amat sangat lama. Karena itulah kekuatan negatif mu terkumpul"] Ilya diam mendengarkan saat Noe kembali melanjutkan ucapannya.


["Kau ingat tentang status windows yang kau lihat waktu itu? Ada "pria setengah gila" di sana"]


Lelaki bermata hazel itu mengernyitkan dahi.


"Tapi aku normal-normal saja" Ujarnya singkat. Noe mendengus kasar.


["Itu karena akulah yang menjadi penampung semua kekuatan negatif milikmu sehingga sekarang kamu masih bisa hidup normal dan tidak gila"]


"Kau bohong kan?"


"Tapi kenapa? Apa karena aku tidak akan kuat menanggung beban itu? Bukannya aku kuat?"


["Tidak, Ilya. Ini hal yang berbeda. Aku memang harus menjadi bagian dari kegilaan mu karena terkurung di dungeon itu. Ini adalah hukuman untuk ku, sebelum aku bisa lepas dari dirimu"]


Ilya tidak mengerti dengan maksud ucapan Noe. Sebelum dia ingin bertanya lagi, ia merasakan keberadaan Gauri yang mendekat padanya.


"Kakak!—"


Gauri berjalan cepat ke Ilya. Saat kakinya menginjak ranting, Ilya tahu ada bom lain yang disembunyikan terkubur dalam tanah itu.


"ARI!—"


Boom!


Ledakan terjadi lagi tepat setelah Gauri menginjak tanah yang terdapat bom terkubur di dalamnya. Lekas Ilya berlari, dia tidak terkena efek ledakan itu karena pelindung yang dia miliki.


"ARI! ARI!! ARI JAWAB AKU!!"


Teriaknya panik. Dia tidak mau kehilangan seseorang lagi hari ini.


Jantungnya bertalu-talu dengan gila seolah organ itu akan keluar dari tempatnya, debu berterbangan membuat jarak pandang Ilya agak terbatas namun wajahnya langsung lega saat melihat Gauri yang ada di belakang Daniel.

__ADS_1


"Kakak, aku baik-baik saja"


Ucapan singkat itu berhasil membuatnya tenang. Ilya langsung memeluk tubuh Gauri, sangat erat sampai-sampai adiknya itu bisa merasakan detak jantung kakaknya yang tidak teratur sebab perasaan panik takut kehilangannya.


"Jangan mati Ari. Aku mungkin benar-benar jadi gila jika kamu meninggalkan aku sendirian di dunia ini"


Dia tidak berucap bohong. Tangan Ilya gemetar saat memeluk adiknya, hanya Gauri keluarga yang Ilya miliki—untuk dia yang menganggap keluarga adalah segalanya, kematian Gauri akan membuatnya putus asa.


"Aku kuat kok. Tenang saja kak, kamu juga harus panjang umur"


Gauri tahu betul perasaan Ilya yang tidak mau kehilangan dia, sebab dirinya pun merasakan itu.


"Aku tidak enak menganggu suasana haru ini, tapi, ada item perekam suara untukmu yang muncul setelah ledakan itu"


Daniel menyanggah ucapan Sigma bersaudara dan memberikan item kecil bertuliskan nama Ilya yang dapat merekam suara, itu item biasa dan selalu digunakan beberapa orang.


Ilya melepaskan pelukannya lalu menerima item itu. Dia tidak langsung memutar rekamannya, Ilya meneliti dahulu apakah benda itu berbahaya atau tidak.


["Tidak ada apapun di sana. Kamu bisa menggunakannya"]


Noe berkomentar dan menjadi berguna. Dia mungkin merasa bersalah karena meninggalkan Ilya beberapa hari, dan sekarang dia ingin menebusnya dengan menjadi sistem yang membantu Ilya seperti semula.


"Aku akan menekan tombol ini"


Gauri dan Daniel mengangguk secara bersamaan.


["Sayang! Apa kamu mendengar suaraku? Tuan bilang ini akan dikirim padamu, Ilya. Jadi, entah bagaimana aku merasa bersemangat untuk merekamnya"]


"S—sayang?"


Ini Daniel yang agak gelagapan karena ucapan pertama yang terdengar dari alat tersebut. Dia menatap Ilya dengan tatapannya terkejut, sedangkan Gauri terdiam seperti orang bisu.


Hyun. Hanya ada satu orang yang menyebut Ilya dengan sebutan sayang, dan suara rekaman itu sudah dipastikan milik dia.


Dengan hati-hati Ilya melirik Gauri. Adiknya itu memiliki aura gelap disekitarnya. Apa kakak menyembunyikan pacar rahasia? Itu adalah pertanyaan yang tercetak jelas di ekspresi Gauri saat ini.


Ilya harus menjelaskannya pada Gauri nanti.


["Tuan mengatakan aku bisa melakukan apapun yang aku mau, tapi kalau aku gagal maka aku akan mati. Kau tahu? Dungeon rank SS muncul di negara ini dan sekarang aku sedang berada di dalam dungeon nya!"]


"Rank SS? bukannya itu gila?"


Ujar Daniel singkat dengan wajah tak percaya. Rank dungeon paling tinggi selama lima tahun ini hanyalah rank S, itupun sangat jarang ada dan sekarang dungeon rank SS muncul di negara mereka.


sudah pasti negara-negara lain pun ingin melihat dungeon tersebut.


["Ilya Sigma. Ayo lawan aku, ini tantangan untuk mu. Datang ke sini dalam waktu tiga puluh menit."]

__ADS_1


["Aku musuh mu sekarang."]


__ADS_2