Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Pemimpin utama.


__ADS_3

Beberapa jam sebelum ledakan terjadi, Alex mengadakan rapat secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


"Kasus Hunter menghilang di dungeon lalu kembali dalam keadaan tubuh yang seperti terbakar semakin bertambah, sepertinya orang di balik kejadian ini memiliki potion penguat instan dalam jumlah banyak."


Alex berucap sambil menatap kedua gulid master dan Ilya yang duduk di kursi masing-masing. Ruangan rapat khusus itu tiba-tiba saja digunakan saat Alex meminta pertemuan pada para guild master dan wakil mereka(Kecuali Remy, dia tidak ikut karena masa hukumannya belum selesai).


Ilya juga ikut di sana, katanya dia dibutuhkan karena dia terlibat dengan penyelesaian kasus potion penguat instan.


"Ini ulah pembunuh Hunter. Mereka semakin menjadi setelah William ditangkap, ini membuktikan keterkaitan mereka"


Ujar Daniel dengan yakin. Pembunuh Hunter, itu adalah masalah lain yang sedang mereka selidiki dan sampai sekarang mereka belum memiliki petunjuk apapun untuk menangkap ujungnya.


"Itu benar. Mereka pasti merencanakan hal lain karena sekarang pemasok potion penguat instan sudah tidak ada lagi."


Alex setuju dengan pendapat Daniel.


"Kami sudah menyelidiki ke mana potion penguat instan yang lolos dikirim. Mereka pintar karena tidak langsung memberikan barang itu pada konsumen utama, tapi kami menemukan satu tempat yang memungkinkan besar menjadi tempat si pemimpinnya"


Gauri berdiri, lalu memperlihatkan peta lokasi yang sudah dia tandai di hologram. Titik merah yang tertera itu menandakan tempat si pemimpin, dia dan tim nya sudah bekerja keras selama beberapa hari ini untuk menguak pemimpin pembunuh Hunter.


Lokasi itu mengarah ke salah satu cabang perusahaan senjata para Hunter.


"Perusahaan yang memasok senjata untuk Hunter ya, siapa pemiliknya?"


Daniel bertanya sebab dia lupa dengan nama pemilik perusahaan itu. Ya—dia memang suka melupakan nama orang yang menurutnya tidak penting sih.


"Antonio Cass."


Alex menjawab dengan penuh penekanan, jangan lupa ekspresi masam dan marah miliknya. Mengingat nama itu membuat Alex ingin langsung menghancurkan perusahaan milik Antonio saat ini juga.


Daniel terdiam sejenak, memikirkan mengapa Alex tiba-tiba saja memiliki aura gelap saat membicarakan tentang pemilik perusahaan senjata Hunter tersebut.


"Antonio Cass? Bukannya dia itu memiliki hubungan dengan bocah yang terjerat skandal it—"


"Apa? Si brengsek yang melamar Gauri itu?"


Ilya berucap memotong ucapan Daniel yang kini cemberut.


Sekarang Ilya pun memiliki aura gelap seperti Alex.


"Ku pikir kakak tidak tahu" Gauri berucap singkat sambil menatap kakaknya. Seseorang yang sempat membuat Alex sakit kepala dulu, dia kerepotan sebab sepupu jauh dari Antonio Cass menyebarkan hal-hal jelek tentang Gauri—setelah dia ditolak lamarannya oleh perempuan itu.


'Aku aja yang selalu mengatakan ucapan lamaran padanya tidak dianggap, apalagi dia yang tidak mengenal dekat Gauri!'


Sebenarnya Alex cemburu dan murka waktu itu, karenanya dia pun menawarkan bantuannya pada Gauri dan akhirnya mereka bisa menyelesaikan masalah tersebut.


Meskipun cara penyelesaiannya dengan sedikit  kekerasan—sekarang sepupu Antonio Cass mungkin merasa trauma kalau melihat Alex.


"Aku tahu dari Remy" Ujar Ilya dengan wajah serius. Dia akan menambah trauma orang itu jika mereka bertemu nanti.


"Ya. Ini akan mudah untuk menyingkirkan si brengsek itu kalau kita membongkar kejahatan pamannya kan? Antonio Cass sudah jadi tersangka, kita harus menyelidikinya lebih lanjut"


Kali ini Ilya setuju dengan pendapat Alex. Ia percaya seseorang yang memiliki hubungan dengan si lelaki pengganggu Gauri pasti sama tidak baiknya. Keluarga biasanya memiliki sifat yang hampir sama kan?


"Dia tipe orang yang tidak suka turun langsung ke lumpur, pasti banyak orang yang dia jadikan kaki tangannya supaya dia tidak langsung tertangkap"

__ADS_1


Ini Gauri yang berbicara. Dia sudah melakukan penyelidikan kecil, dan fakta itu dia temukan saat melihat minimnya skandal dalam kehidupan Antonio.


Hanya ada dua kemungkinan. Pertama dia benar-benar baik dan suka cari aman, lalu kedua dia adalah seseorang yang memanfaatkan orang lain untuk tujuan-tujuan miliknya.


"William juga salah satunya, tapi dia dibuang begitu saja setelah sudah tidak berguna lagi" Daniel ikut berkomentar.


"Jika benar orang yang menjadi otak dari pembuatan potion penguat instan dan pembunuh Hunter itu dia, maka saat ini dia pasti sudah melakukan rencana lainnya lalu memutuskan semua koneksi yang bisa membuat dia tertangkap lebih cepat"


Koneksi yang dimaksud oleh Alex adalah 'orang-orangnya'. Mereka yang digunakan oleh Antonio sebagai alat, melakukan hal-hal yang kotor lalu saat sudah tidak berguna lagi maka akan dia buang layaknya barang sekali pakai.


"William sudah dieliminasi lebih dulu. Saking takutnya dia akan buka mulut, orang itu langsung membunuhnya di tempat" Lanjut Alex. Dia kembali memperhatikan hologram yang masih menampilkan titik merah di salah satu lokasi.


"Bagaimana dengan Han Do Hwa?" Kini Ilya yang bertanya.


Do Hwa juga berperan dalam pembuatan potion penguat instan, jadi dia pun termasuk ke dalam seseorang yang dimanfaatkan oleh Antonio.


Alex mengalihkan pandangannya pada Ilya sebelum dia menjawab pertanyaan itu.


"Nona Han memutuskan untuk bekerja sama, dia saat ini tidak diperbolehkan ke manapun sebab ia bisa berada dalam bahaya"


Dahi Ilya mengernyit.


"Apa? Tapi Do Hwa sekarang sedang kembali ke rumah lamanya"


Alex menatap Ilya heran sebab ucapannya tidak sesuai dengan apa yang dia tahu.


"Tidak mungkin. Nona Han ada di dalam ruangan khusus yang aman, dengan beberapa Hunter yang mengawasinya"


Jawaban yakin dari Alex membuat Ilya khawatir. Lelaki yang cintanya bertepuk sebelah tangan pada Gauri ini tidak mungkin berbohong, apalagi hal itu menyangkut pada keamanan salah satu tersangka kejahatan.


"Jebakan."


Gauri menatap kakaknya khawatir saat Ilya bergumam demikian.


"Kakak?"


Ia ingin bertanya pada Ilya namun lelaki itu kembali berbicara.


"Musuh sudah mengambil langkah"


Tepat setelah Ilya mengambil seluruh perhatian di ruangan itu, suara pintu terdengar diketuk dengan penuh tenaga dari luar.


Tok! Tok! Tok! Tok! Tok!


"Kami sedang rapat penting" Alex berucap dengan dingin sebab dia tidak menyukai rapat ini diganggu seseorang.


Hunter yang mengetuk tadi langsung membuka pintu, lalu ia  berteriak memberikan laporan sangat penting sampai-sampai dia berani menganggu rapat tersebut.


"Tuan Alexander! Nona Yui Guan ditemukan meninggal dunia dalam sel tahanan!!"


"APA!?"


Saat itu juga semua orang berdiri karena terkejut. Yui Guan, mantan guild master Moon itu seharusnya sedang dalam masa penahanan sebelum dalam sel khusus sebelum ia dibebaskan nanti—dia berada dalam pengawasan ketat, jadi kematian macam ini tidak seharusnya terjadi.


"BAGAIMANA DENGAN DO HWA!?"

__ADS_1


Suara Ilya naik beberapa oktaf, ia bahkan menggebrak meja dengan keras. Jika ucapan Alex tadi benar dan Yui Guan sudah dibuang maka nasib Han Do Hwa pun pasti tidak berbeda jauh dengan Yui.


"Tuan Alexander!! Nona Han Do Hwa menghilang dari ruangannya, dia pergi bersama seorang Hunter dari guild Orbit beberapa jam lalu!"


Seorang petugas lain datang melaporkan informasi tersebut.


"Guild ku? Apa maksudmu?!"


Gauri berucap marah. Dia tidak ingat menugaskan salah satu anggota guild miliknya ke sini, jadi jelas penugasan Hunter itu tidak diizinkan oleh Gauri.


Semua kejadian itu terjadi secara bersamaan. Tangan Alex sedikit gemetar saat dia memikirkan langkah apa lagi yang akan musuh lakukan sekarang.


"Ilya, kamu bilang dia ada di mana tadi?" Alex bertanya pada Ilya.


"Rumah lamanya. Katanya itu di dekat pinggiran kota," Jawab Ilya singkat. Dia berjalan ke arah jendela, menatap pinggiran kota yang sekiranya menjadi tempat rumah lama Han Do Hwa berada.


"Kita ke sana sekarang—"


"Ku pikir kita terlambat"


Ujar Gauri menyanggah ucapan Alex. Dia menunjuk ke arah asap hitam yang membumbung tinggi ke langit.


"Apa?"


Boomm!!!


Suara ledakan yang membengkakkan telinga itu berhasil membuat semuanya terdiam. Wajah Ilya langsung pucat, dari suara ledakannya saja dia sudah tahu siapapun yang berada di dekat lokasi ledakan itu pasti langsung meninggal dunia.


Dia tidak mau berpikir buruk. Tapi pikirannya langsung menampilkan kemungkinan terburuk saat itu, dan kematian Han Do Hwa adalah hal yang dia pikirkan sekarang.


"Tidak, tidak!—HAN DO HWA!!"


Ilya langsung memecahkan kaca jendela lalu melompat dari sana. Mengabaikan Gauri yang berusaha menggapainya, dia naik ke punggung Wyvern.


"Ve! Ayo pergi!!"


Wyvern, familiar miliknya langsung muncul saat Ilya melompat. Dia membentangkan kedua sayapnya di udara, lalu terbang dengan cepat menembus awan sesuai dengan keinginan sang tuannya.


"Baik tuan!"


"Aku akan menyusul kakak ku"


Gauri ikut melompat. Dia bisa terbang dengan skill milikinya sebab elemen yang dia kuasai adalah angin. Kaki Gauri dengan ringan melayang di udara, menyusul sang kakak yang sudah pergi lebih jauh darinya.


"Aku ikut" Dirinya melompat ke atap-atap gedung, berpijak pada bangunan itu untuk mengejar kedua Sigma bersaudara.


Daniel tidak mau kalah. Dia ingin tahu ledakan apa yang terjadi di tempat itu, dan dia memiliki prinsip baru kalau mengikuti Ilya akan memberikannya pemandangan baru yang menyenangkan.


Sementara itu Alex ditinggalkan sendiri. Lelaki itu memijat pelipisnya sejenak, merasa pening sebab masalah baru, jendela yang harus diperbaiki dan laporan yang dia laporkan pada atasan nanti.


"Kalian! Ugh—antarkan aku ke tempat nona Yui Guan!"


"B—baik!"


Harus ada yang mengatasi masalah di sini. Kematian Yui Guan belum lama, jadi Alex langsung mencari sosok pembunuh mantan guild master tersebut.

__ADS_1


__ADS_2