Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Akhir pertarungan.


__ADS_3

Noe tidak bisa mengambil alih tubuh Ilya lagi. Dia tidak tahu kenapa itu terjadi, tapi saat ini Ilya melesat ke arah Lune dan bertarung dengannya.


Menarik senjata berupa tombak dari tas sub-ruang miliknya, Ilya menahan semua serangan pedang Lune dengan mudah. Lune tampaknya mengerahkan semua kekuatan yang dia miliki, terlihat dari keringat dingin di dahinya yang mengucur sejak tadi.


Lune terpukul mundur. Dia mengigit bibir bawahnya, kemudian kembali menyerang Ilya bertubi-tubi. Kekuatannya semakin meluap, efek dari ramuan yang dia minum beberapa menit yang lalu mulai terasa sekarang.


"Aku akan membunuhmu!"


Ilya menyeringai.


"Benarkah? Aku tersanjung."


Mendengar ucapan yang mengejek itu membuat Lune emosi. Ilya sama sekali tidak terintimidasi oleh kekuatannya, bahkan saat ini malah Lune lah yang merasa takut saat melawan Ilya.


Dia merasa Ilya belum mengeluarkan semua kekuatan yang dia miliki, tapi meskipun begitu dia sudah kesulitan hanya untuk memberikan goresan pada tubuh Ilya.


Selain jago menghindar Ilya juga jago menyerang. Sejak tadi Lune harus mendapatkan medali berupa goresan dalam dari tombak yang Ilya gunakan, dia berdarah dan sembuh berkali-kali.


Serangan Ilya terlihat sangat cepat. Padahal Lune sudah mencapai batas maksimal dari efek ramuan tersebut, tapi rupanya kecepatan serangan Ilya bisa melampaui penglihatannya yang sudah semakin tajam.


"Ugh!"


Lune terlentang di tanah ketika dia dipukul mundur oleh Ilya. Mata Ilya berkilat merah, tampak semua perasan murka di wajahnya.


Tangannya yang mengepal tombak diangkat ke udara, Ilya melemparkannya ke arah Lune yang kini tertarik gravitasi bumi.


Sadar akan situasinya Lune mulai panik.


'Sial! Aku akan mati!'


Keberuntungan tampaknya ada di pihak Lune meskipun itu sedikit. Dia berhasil menghindari serangan Ilya, kini tombak yang Ilya lempar tadi menciptakan sebuah kawah besar dengan retakan di tanah.


Bagaimana bisa ada orang seperti Ilya? Dia sama sekali bukan rank F! Melihat kekuatan Ilya membuat Lune tahu alasan kenapa seseorang yang dia layani ingin membawa Ilya ke dalam rangkulannya.


'Jika dengan kekuatan seperti ini, dia bisa menjadi percobaan sempurna untuk eksperimen!'


Lune merinding hanya membayangkan bagaimana jadinya jika dia berhasil membawa Ilya ke lab. Tubuh Ilya akan diteliti dengan apik, diberikan percobaan berbeda-beda dan saat semuanya berhasil dia akan menjadi senjata hidup sempurna untuk mencapai tujuan orang yang dia layani.


Lune terus melawan Ilya. Pohon-pohon di sekitar mereka sudah tumbang, tanah retak dan hancur—semua itu disebabkan oleh pertarungan mereka, namun sejauh ini Ilya sama sekali tidak menerima kerugian apapun.


Tubuhnya masih sehat. Hanya bajunya saja yang agak compang-camping, tapi untuk yang lainnya masih sama seperti awal seolah-olah dia tidak sedang bertarung dengan brutal sejak tadi.


Sementara Lune sudah mulai kehabisan tenaga. Mengangkat pedang saja rasanya sulit, dia bergetar karena lelah.

__ADS_1


"Kau alot juga ternyata. Menyebalkan, aku ingin segera pulang sekarang."


Brugh!


Uhuk!


Ilya menyerangnya kembali tanpa aba-aba. Lune menyentuh area perutnya yang terluka, Ilya menyerang area vital di tubuhnya, kini Lune bersimbah darah dan jika di biarkan sebentar lagi sudah jelas dia akan kalah dari Ilya.


'Masih belum!'


Lune segera pergi melesat ke arah Rina. Ilya tidak membiarkannya begitu saja, dia menahan Lune namun lelaki itu berhasil lepas dari serangan Ilya dan terus maju mendekati Rina.


Tangannya menarik tubuh Rina yang sekarat. Rekannya itu pun sudah tidak memiliki harapan hidup, serangan dari Ilya berhasil membuatnya sekarat.


"Apa? Apa yang kau lakukan?—"


Ilya menatap Lune jijik saat Lune mengigit leher Rina hingga tubuh perempuan itu mengering seperti buah yang kehilangan semua sarinya.


Lune melempar tubuh Rina yang hanya tinggal tulang dan kulit tersebut ke sembarang arah, dia menatap Ilya yang melayang di atasnya kemudian kembali tersenyum.


Semua luka milik Lune anehnya langsung hilang setelah dia 'menyerap' Rina tadi, Ilya menyimpulkan bahwa saat ini Lune sudah menyerap kekuatan rekannya sendiri.


'Iyuh, mataku sudah ternodai'


Ilya menutup matanya dengan tangan, menyesal sudah melihat aksi menjijikan Lune yang tidak berperikemanusiaan.


"Dengan kekuatan ini aku bisa mengalahkan mu!"


Lune berucap sebelum dia melompat kemudian meninju Ilya dengan tangannya. Dia menyeringai begitu serangannya mengenai Ilya, bahkan membuat Ilya terpental agak jauh ke belakang.


Brugh!


Pohon-pohon tumbang berkat tubuh Ilya yang menghantamnya. Lune turun ke bawah, dengan wajah arogan dia mendekati Ilya yang terduduk di tanah.


Ilya menunduk. Kakinya terluka dan perutnya pun mengeluarkan darah, Lune berhasil menyerang Ilya tapi adegan selanjutnya membuat dia terdiam membeku.


"A—apa. Bagaimana bisa kau masih hidup!?"


Lune berteriak pada Ilya yang kini berdiri tegak. Luka miliknya langsung sembuh, seperti Ilya memiliki kemampuan regenerasi juga sama dengan dirinya.


Ilya meludah ke arah kiri. Meskipun dia bisa menyembuhkan dirinya tapi tetap saja dia merasakan sakit dari luka yang ia terima, dan serangan terakhir Lune sangatlah sakit.


"Ah~oke. Sudah cukup main-mainnya, tadi itu sakit tahu"

__ADS_1


Lune melangkah mundur. Reaksi dan ekspresi Ilya sangat berbeda dengan tadi, sepertinya semua serangan yang Ilya lakukan hanyalah main-main dan saat ini dia baru mulai serius menghadapinya.


'Jadi sejak tadi dia tidak serius!?'


Kepercayaan diri Lune hilang. Kakinya gemetar ketakutan, dia ingin kabur saja dari sana dan melaporkan apa yang dia lihat sekarang pada atasannya—tapi Ilya tidak sebaik itu hingga membiarkan Lune kabur dengan mudah.


Saat Lune lari Ilya menendangnya sampai dia terbang jauh ke depan, menyebabkan pohon-pohon tumbang lagi karena bertabrakan dengan tubuh Lune.


Lelaki itu menutup mulutnya yang muntah darah. Item armor rank A+ yang dia pakai hancur, tubuhnya ambruk dan ia kehilangan semua kekuatannya. Efek dari ramuan itu tidak bertahan lama, sekarang dia harus menahan rasa sakit dari efek sampingnya.


Dia mendongak, sosok Ilya sudah ada di depannya, menatapnya dengan tatapan tajam.


Bak seekor predator di depan mangsanya, Lune bergumam pelan begitu dia menatap ke dalam tatapan Ilya yang dingin. Dia ketakutan, Ilya terlalu kuat untuk dirinya meskipun dia sudah meminum ramuan hasil lab mereka yang sudah hampir sempurna.


Seharusnya dia tidak menerima misi ini.


"Maafkan aku—"


Ilya tersenyum simpul. Permintaan maaf dari seseorang yang ketakutan karena dirinya, mata Lune bergetar memohon belas kasihan Ilya dan berharap membiarkannya hidup—tapi, Ilya tidak memiliki keinginan untuk membiarkannya.


"Ada kata-kata terakhir?"


Mendengar ucapan Ilya sepertinya dia tidak memiliki harapan untuk hidup. Lune mengertak kan giginya, dia akan melakukan serangan bunuh diri dan membawa Ilya bersama kehancurannya di sana.


"MATILAH DI TANGAN TUAN KU!"


Sebelum Lune menghancurkan dirinya sendiri Ilya sudah menebas kepalanya menggunakan belati, membunuh lelaki itu dengan sekali serang.


Sangat mudah, kenapa dia tidak melakukan itu sejak awal?


Ilya terdiam menatap mayat Lune yang ada di depannya. Kepala sudah terpisah dari tubuh, dia tidak akan bisa hidup lagi.


Mata hazel milik Ilya melirik ke belakang, sosok lain terasa di sana—sedang mengamati dirinya sejak tadi.


"Keluarlah Remy, aku tahu kau ada di sana."


Tertangkap basah oleh Ilya, lelaki yang bertugas menjadi pengawalnya itu menghilangkan efek item yang membuat dirinya menghilang. Remy mendekati Ilya, tidak ada raut ketakutan di wajahnya—hanya ada raut terkejut yang kentara jelas.


"Saya harap anda bisa menjelaskannya nanti."


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2