
Anehnya, William dan Do Hwa tidak terlihat lagi meskipun Ilya mengejar mereka.
"Ke mana mereka pergi?"
Dia yakin mereka seharusnya belum jauh, namun rupanya dia tidak bisa menemukannya.
["Jejak terakhir mereka di sini, aku rasa salah satu dari mereka menggunakan teleportasi"]
"Skill teleportasi ya?"
Tidak banyak Hunter yang memiliki skill teleportasi jarak jauh, kalaupun item itu sulit didapatkan sembarangan orang—dan Ilya tidak yakin pemilik perusahaan potion loui bisa membelinya meskipun mereka kaya.
"Mungkin Do Hwa yang melakukannya"
William bukan seorang Hunter, kalau dulu mungkin iya tapi karena sebuah insiden pada masa lalu William jadi kehilangan kemampuannya sebagai Hunter selamanya. Ilya sudah mencari tahu tentang dia.
Melihat raut wajah Do Hwa yang tertekan dan ketakutan membuatnya berpikir perempuan itu mengalami penyiksaan. Dia seorang peneliti, bisa saja William memaksa putri angkatnya untuk membuat sesuatu yang tidak seharusnya namun karena Do Hwa tidak mampu melakukannya atau menolak jadinya dia dihukum secara fisik.
Melihat penyelamatnya mengalami hal buruk begitu membuat Ilya merasa marah, dia tidak bisa diam saja dan mengurus masalahnya sendiri.
"Aku ingin membantunya"
Sebagai bentuk balas budi karena mengantarkan Ilya dulu ke gate ketika di dungeon, setidaknya yang bisa dia lakukan sekarang adalah membebaskan Do Hwa dari ayahnya yang sinting itu.
["Mengingat tentang dia yang menaruh perhatian padamu waktu kau membantu adik calon bencana itu, dia pasti akan mendatangimu lagi. Kau tidak bisa mencarinya sekarang, dia menghilang tanpa jejak."]
'Kau benar'
Tangannya mengepal erat menahan rasa marah karena ketidakmampuan dirinya untuk membantu Do Hwa sekarang. Lagipula masuk ke sarang musuh tanpa persiapan adalah sembrono, itu bukan berani.
Asal menghancurkan juga tidak baik, akan ada sebab akibat dari semua perbuatannya yang harus dia tangung.
Intinya dia enggak bisa membantu Do Hwa sekarang.
"Anda di sini rupanya Hunter Ilya"
Ilya berbalik ketika dia mendengar suara seseorang di sana. Seorang lelaki yang tampak lebih muda darinya muncul dengan nafas terengah-engah, sepertinya dia kesulitan mencari Ilya.
"Oh, tuan?"
"Rezai, Rezai Haru. Saya Hunter yang akan menjadi rekan anda di dungeon besok, apa anda tahu?"
'Aku gak tau tuh?'
Yui tidak menjelaskan apapun tentang siapa saja yang akan ikut dalam tugas pertamanya besok, jadi pengakuan dari Rezai ini agak mengejutkan.
Rezai bisa membaca ekspresi Ilya yang mengatakan dia tidak tahu tentang itu. Dia mengesampingkan nya karena tujuan utamanya mencari Ilya bukan tentang tadi.
"Kita bisa membahas ini nanti. Guild master mencari anda, katanya ada hal yang ingin dia sampaikan"
Ucapnya. Rezai menepuk tangannya singkat, lalu dia pun tersenyum tipis pada Ilya.
"Saya akan mengantar anda ke ruangan beliau,"
__ADS_1
Kesan pertama Rezai adalah ramah, dia sangat ekspresif seperti Yoo-Han namun tentu saja anggota guild Orbit itu lebih ekspresif dan ceria. Tubuhnya cukup tinggi, mungkin dia lebih tinggi lima cm dari Ilya—selain itu wajahnya terlihat seperti orang Asia. Mungkin dia Hunter dari luar negri yang dipekerjakan oleh guild Moon.
"Terima kasih"
"Tidak masalah"
Mereka berjalan menuju tempat Yui berada. Sambil berjalan, Ilya memikirkan tentang Do Hwa dan bagaimana caranya supaya dia bisa membantunya.
Rasanya masalah yang dia miliki semakin banyak dan rumit.
"Saya senang sekali karena guild kami memiliki Hunter rank S,"
Rezai berceletuk. Dia menaruh kedua tangan di belakang kepala, lalu matanya melirik Ilya sekilas.
"Paling tinggi di sini itu rank A dan mereka sangat sulit diatur"
Dia melanjutkan ucapannya. Nada bicara Rezai terdengar kesal, terlihat jelas kalau dia tidak suka pada si Hunter rank A ini.
Ilya hanya mendengarkan saja, dia tidak memberikan reaksi apapun selain anggukan kecil.
"Guild master harus mengurus mereka setiap kali mereka membuat masalah, saya ingat salah satu dari mereka pernah melakukan hal tak senonoh pada guild master Orbit dulu tapi dia langsung menerima karmanya karena guild master Orbit itu lebih kuat darinya—"
Rezai menghentikan ucapannya ketika dia merasakan hawa tidak mengenakkan yang berasal dari Ilya, rupanya dia sedang tersenyum menyeringai sambil mengepalkan tangannya.
"Aku jadi penasaran dengan Hunter itu, berani sekali dia pada adikku"
Ilya baru tahu tentang kisah ini dan Rezai lupa kalau Ilya itu kakak dari gulid master yang dia bicarakan.
"Maafkan saya!"
"Sudahlah, lagipula itu bukan salahmu"
Ilya kembali berjalan mendahului Rezai yang masih diam. Ilya cukup murah hati untuk membiarkannya yang berbicara sembarangan tentang Gauri, dia pikir Ilya akan marah padanya atau setidaknya memberikan hukuman.
"Kau tunggu apa?"
Ilya menatap Rezai kemudian lelaki itu langsung berjalan cepat mendekati Ilya.
"Maaf, saya akan mengantarkan anda sekarang"
Mereka kembali melanjutkan perjalanannya namun kali ini mereka tidak membicarakan apapun. Rezai terlalu bingung dan canggung karena kejadian tadi dan Ilya sedang sibuk memikirkan wajah bajingan mana yang pernah melakukan hal tak senonoh pada adiknya, dia pun memikirkan tentang tindakan apa yang akan Ilya lakukan pada orang itu saat mereka bertemu nanti.
Rezai berhenti di depan sebuah ruangan tertutup di bawah tanah, Ilya baru melihat ruangan seperti ini—agak mirip dengan ruang penelitian, tapi kenapa dia di bawa ke sana?
"Kita akan masuk"
"Ini ruangan apa?"
Ilya bertanya saat Rezai membukakan pintu untuknya.
"Ini untuk penjinakan monster"
Ia agak terkejut mendengar jawaban itu. Setelah mereka masuk, hal pertama yang Ilya lihat adalah naga besar terikat dan mengamuk—tidak, itu lebih kecil dari naga.
__ADS_1
'wyvern?'
"Cepat bius dia!"
Yui tampak kesulitan menghadapi monster itu. Dia terus memberikan instruksi kepada para Hunter yang ada di sana, namun sang wyvern tampak tak terpengaruh sama sekali.
Dia bahkan menyemburkan lendir hijau yang melelehkan kaca di sana, monster itu hampir keluar dari ruang laboratorium.
Mata Yui berbalik ketika dia merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.
"Tuan Ilya!"
Dia segera mendekati Ilya kemudian berbicara dengan tergesa-gesa.
"Bisakah anda mengurusnya? Dia memiliki racun yang berbahaya, kami kesulitan menanganinya. Ini darurat, saya harap anda bisa cepat"
Brugh!
Suara teriakan wyvern terdengar nyaring menyakiti telinga para Hunter di sana. Beberapa diantara mereka bahkan ada yang berdarah, saking menyakitkannya suara sang monster itu.
Ilya tidak banyak bicara. Dia segera masuk melewati kaca yang membatasi antara wyvern dan orang-orang yang menelitinya dari luar, di dalam sana ada tiga Hunter yang memiliki rank B setidaknya—mereka menatap Ilya khawatir namun membiarkan lelaki itu mendekati wyvern karena mereka percaya pada kemampuannya.
wyvern terlihat gila. Dia mengamuk dan mengepakkan sayapnya yang terlilit rantai dari item kualitas tinggi, membuatnya kesulitan karena kekuatannya pun terlihat melemah namun dia masih berontak ingin pergi dari sana.
Ilya mendongak dan menatapnya. Mulutnya terbuka perlahan kemudian menyebutkan satu nama pendek yang dia tahu.
"Ver"
wyvern tersebut terdiam. Dia menunduk dan melihat sosok Ilya yang menatapnya datar, tatapan yang dia kenal—sudah lama dia tidak melihatnya.
"T—tuan?"
Tidak ada yang mengerti ucapan wyvern kecuali Ilya. Lelaki itu tersenyum simpul, meskipun tahu dia tidak akan bisa memeluknya Ilya tetap merentangkan kedua tangannya di sana.
"Iya, ini aku. Apa kamu lupa?"
Sang wyvern menangis. Air matanya mengalir menciptakan butiran-butiran kristal kecil yang terjatuh, kemampuan aneh monster ini yang membuat Ilya kerepotan dulu—air matanya berubah jadi kristal.
"Tidak mungkin saya lupa, anda yang menyelamatkan saya dari naga sombong itu. Tuan Ilya!!—saya merindukan anda!"
wyvern itu menundukkan kepalanya di depan Ilya, dari belakang orang-orang yang melihat kejadian ini terkejut sebab baru kali ini mereka melihat monster tunduk pada manusia—apalagi seekor wyvern yang kuat.
"Apa mata ku salah? Ini luar biasa"
Salah satu dari mereka bergumam kecil. Masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Yui pun sama seperti mereka. Dia pikir Ilya setidaknya bisa membuat monster itu diam, namun ini lebih mengejutkan karena dia langsung tunduk seolah-olah Ilya adalah tuannya.
"Hanya butuh kurang dari dua menit untuk dia menjinakkan monster itu"
Ujar Yui singkat. Menatap kagum sekaligus merinding pada pemandangan di depannya.
'Aku sangat beruntung memiliki Ilya di sini'
__ADS_1
'Siapa sangka aku akan bertemu bawahan monster ku saat di dungeon dulu?'