
Setelah hampir satu Minggu Do Hwa akhirnya sadar dari coma, semuanya berubah seperti yang dikatakan oleh Yui pada Ilya waktu itu. Ilya datang menjenguk Do Hwa saat perempuan itu sudah sadar, ia tersenyum melihat Do Hwa yang juga tersenyum padanya.
"Sepertinya aku sudah terlalu banyak merepotkan kamu, Ilya"
Itu adalah ucapan pertama yang Do Hwa Ucapkan pada Ilya ketika dia datang ke rumah sakit, sementara Ilya hanya mendengus singkat—dia tidak merasa direpotkan sama sekali.
"Anggap saja ini sebagai balas budi ku karena kamu membawaku keluar dari dungeon waktu itu"
Do Hwa langsung mengingat kejadian pas awal pertemuan mereka di dungeon.
"Sekali lagi terima kasih banyak"
Percakapan singkat namun terasa lama bagi Ilya. Setelah hari itu dia tidak bisa menjenguk Do Hwa lagi karena selain Ilya yang semakin sibuk dengan hunting ke dungeon, Do Hwa pun harus menjalankan hukumannya yaitu tahanan rumah dan diawasi oleh orang-orang dari pemerintah.
Hakim sudah mempertimbangkan hukumannya karena bagaimanapun Do Hwa juga korban dari kekejaman William.
Sementara itu reputasi Ilya semakin melambung tinggi, apalagi ketika dia diketahui bisa membuat kontrak monster dengan Wyvern dan menjadikannya sebagai familiar—bahkan Hunter terkuat di dunia pun tidak melakukan itu.
"Tuan, mereka terlalu lemah untuk anda lawan. Biar saya saja yang melawannya"
Ve, sebagai familiar yang baik tidak mau membiarkan Ilya melawan musuh yang tidak sebanding dengan tuannya. Wyvern itu selalu saja minta untuk mengambil alih pertarungan, supaya Ilya hanya diam dan melihat dia membereskan semuanya untuk dirinya.
Meskipun saran itu selalu ditolak karena Ilya lebih suka menanganinya sendiri, dia tidak terlalu bergantung pada familiar yang ia miliki—kecuali kalau dia sudah benar-benar kewalahan.
"Kami sudah menyelesaikan bagian kami tuan Ilya"
Tim hunting kali ini beranggotakan empat orang dengan rank B dan A. Ilya tidak kenal dengan mereka semua, ya—hunter yang dia tahu pun cuma Yoo-Han dan Remy saja.
Ngomong-ngomong tentang Remy. Lelaki mantan calon bencana itu sudah terbebas dari skors yang dia jalani, satu bulan berlalu begitu cepat dan sekarang Remy bahkan mulai hunting lagi ke dungeon—meskipun masih dalam pengawasan Gauri sebagai gulid master namun itu adalah kemajuan yang bagus untuknya.
Rank Remy pun berubah. Awalnya dia ada di rank A dan sekarang dia naik rank menjadi S dengan kekuatan tipe api biru yang membara.
'Daripada aku, Remy terlihat seperti peran utamanya'
Ketika Remy menggunakan skill api maka rambutnya akan berubah warna menjadi biru, Ilya pikir itu keren sebab perubahan fisik macam itu tampak persis seperti peran utama dalam film pahlawan.
Itu mengingatkan dia pada peran utama di animasi luar negeri yang rambutnya berubah menjadi kuning ketika dia menggunakan kekuatannya, di sudut pandang Ilya pun Remy terlihat seperti peran utama itu.
["Yang perlu kau lakukan sekarang adalah fokus pada musuh mu, bodoh"]
Sudah lama sepertinya Noe tidak ngeroasting Ilya jadinya ia pun melakukan itu sekarang.
Ilya segera menebas sulur dari monster di hutan itu yang menyerangnya.
"Tetap bertahan! aku akan mencari inti monster ini!"
"baik!"
__ADS_1
para Hunter lain yang ada di sana mengikuti perintah Ilya, mereka menebas semua sulur yang melesat cepat dan membuat mereka agak kewalahan. Ve ikut membantu, dia membakar semua sulur tersebut dengan nafas api miliknya sehingga beberapa sulur menjadi gosong habis terbakar.
Tidak perlu waktu lama untuk Ilya menemukan inti monster itu, lalu setelah menemukannya ia pun langsung menghancurkan inti monster tersebut dan sulur-sulur itu berhenti bergerak kemudian mati.
"Ini selesai dengan mudah"
Sebagai orang yang memimpin tim, Ilya harus memastikan keselamatan semua anggotanya. Para Hunter yang ikut serta menghela nafas lega, mereka pikir pertarungan ini akan berakhir lama sebab dungeon yang sedang mereka masuki ini berada di rank A.
para monster pasti memiliki tingkat yang berbeda. Namun keberadaan Ilya dan familiar miliknya mempermudah situasi, jadi pertarungan ini tidak memakan waktu yang lama.
"Jangan tenang dulu, masih ada bos monster yang harus kita lawan"
Ilya kembali mengingatkan para anggotanya lalu mereka pun mengangguk paham dan mulai bersiap lagi. Dungeon tipe hutan biasanya memiliki bos monster yang sulit ditemukan, tak jarang bos monster tersebut berkamuflase seperti dedaunan atau kayu-kayu yang ada di sana.
Jadi untuk menemukannya mereka perlu fokus, karena jika tidak maka bisa saja serangan muncul tiba-tiba dari belakang.
Ilya terus berjalan memimpin kelompoknya, dia memperhatikan sekitar dengan teliti namun tidak ada tanda-tanda kedatangan bos monster di sana. Suasananya terlalu sepi seolah-olah semua monster di sana lenyap dan hanya ada mereka yang tersisa, tapi itu tidak mungkin karena Ilya tidak membunuh semua monster di dungeon itu.
'Apa bos monster nya menghilang?'
Memang pernah ada kasus seperti itu beberapa tahun yang lalu. Ketika sekelompok Hunter masuk ke dalam dungeon tapi di dalam dungeon itu tidak memiliki bos monster, apa iya sekarang adalah kasus yang sama seperti itu?
"Tuan Ilya, saya tidak merasakan kehadiran bos monster di manapun"
Salah satu Hunter yang ikut memiliki skill pendeteksi, jadi dia bisa tahu kapan monster itu akan datang pada mereka. Ilya mengangguk meskipun dia sudah tahu situasinya, karena monster pohon tadi adalah monster terakhir jadi mereka bisa kembali sekarang.
"Kalau begitu ayo kita kembali saja—"
brugh!
"Tuan Ilya!!"
"Tuan!!!"
Ilya terlempar ke belakang bersama segumpal mahkluk berbulu yang menerjangnya tadi, membuat semua orang di sana bersiap untuk menyerang monster tersebut.
"Kalian! berhenti, jangan menyerang! dia tidak berbahaya!"
kelompok Ilya terdiam begitu mendengar instruksi dari lelaki itu.
"Apa anda yakin? dia seperti berbahaya"
Satu orang diantara kelompok itu kembali bertanya tak yakin pada keputusan Ilya, tapi sepertinya monster itu memang tidak menyerangnya.
"Tidak apa-apa, dia tidak berbahaya"
"Menjauh lah dari tuan!!!"
__ADS_1
Ve tampak marah dan tidak menghiraukan ucapan Ilya tadi. Dengan menggunakan cakarnya dia memisahkan seekor harimau besar yang memeluk Ilya, dia tidak pernah menyukai makhluk tersebut.
"Dasar! kadal jadi-jadian! lepaskan aku bodoh! aku ingin memeluk tuan Ilya lagi!"
Monster itu meronta-ronta sambil berusaha mencakar Ve dengan kukunya yang tajam, namun Ve hanya memutar bola matanya malas melihat sikap kucing besar itu yang marah-marah.
Ilya tertawa pelan. Takdirnya memang agak lucu, setelah bertemu dengan salah satu bawahan monster miliknya dulu dia pikir itu tidak akan terjadi lagi, namun saat ini Ilya malah bertemu dengan salah satu diantara mereka.
Apalagi bawahan monster nya kali ini adalah yang paling dekat dengan Ilya.
"Apa kamu adalah bos monster di sini, Pupu?"
Ia menyebut nama monster itu. Pupu menatap Ilya dengan tatapan memohon, dia ingin memeluk Ilya lagi namun Ve menghalangi dirinya.
"Itu benar, saya adalah bos monster di dungeon ini. Setelah anda menghilang waktu itu kami kehilangan pemimpin di dungeon, lalu saya tiba-tiba saja tersedot oleh sesuatu dan—"
"Cukup sampai di sana. Kau bisa menceritakannya lagi nanti padaku"
Pupu menurut lalu menutup mulutnya yang dari tadi terus berbicara. Ilya membersihkan sedikit celananya karena terjatuh tadi, sedangkan kelompoknya menatap Ilya dengan tatapan tak percaya.
'Kau membuatku terkejut tadi!'
Ilya marah pada Noe yang tiba-tiba saja mengirim notifikasi bahaya ketika Pupu muncul tadi.
["Itu hanya sikap waspada"]
Noe menjawabnya singkat, membuat Ilya semakin kesal pada sistem itu.
Monster harimau besar yang ada di depan mereka itu jenis monster baru, namun mereka yakin rank monster tersebut berada di A atau S yang artinya dia setara dengan bos monster paling kuat.
Ilya berbicara padanya seolah-olah Monster tersebut adalah tetangga sebelah, sedangkan mereka bergetar hanya karena merasakan hawa keberadaan monster itu.
"Oh, dia familiar ku jadi kalian tidak perlu khawatir"
'APA!? KOK BISA TIBA-TIBA SAJA!?'
Isi hati kelompok Ilya berucap secara bersamaan. Ilya ini mengambil familiar seperti membeli permen di warung, sangat mudah dan cepat padahal mereka yakin prosesnya tidak semudah ini.
Mereka ingin tidak percaya tapi melihat tingkah monster itu yang 'jinak' pada Ilya membuat mereka semua langsung terdiam.
Orang-orang kuat kadang aneh, dan Ilya adalah yang paling aneh.
Hunting di dungeon itu menjadi pengalaman paling berkesan bagi keempat Hunter yang ikut bersama Ilya. Jika ada kesempatan lagi, mereka ingin sekelompok dengan Ilya dan menaklukkan dungeon bersamanya.
"Kakak mengambil familiar baru?"
Gauri berucap singkat saat dia melihat seekor harimau besar yang sudah resmi menjadi familiar Ilya setelah melakukan kontrak familiar, baru beberapa hari ini Ilya mengambil perhatian publik lalu sekarang dia kembali melakukannya lagi.
__ADS_1
kabar ini menyebar ke luar negeri dan akhirnya membuat Hunter terkuat di dunia tertarik untuk melihatnya langsung.
"Ayo kita ke negaranya. Tempat di mana Ilya Sigma tinggal"