
Remy melirik pemandangan Dungeon yang sudah tak karuan, efek dari pertarungan Ilya dan Lune tadi. Dia menghela nafas jengah, berjalan pelan menuju tubuh Lune yang sudah tak bernyawa.
Lelaki itu menatapnya datar. Padahal yang dia lihat saat ini adalah jasad tanpa kepala, tapi reaksinya terlalu santai—bahkan dia tidak berkedip saat melihat pemandangan menyeramkan itu.
“Tapi sekarang kita harus membereskan ini dulu.”
Ucap Remy enteng. Dia mengangkat tubuh Lune yang tergeletak di tanah, sedangkan tangannya menenteng bagian tubuh inti syaraf yang sudah terpisah dari leher.
Darahnya masih bercucuran, tentu saja karena kematiannya baru berjalan beberapa menit yang lalu. Ilya menatap Remy terkejut, tindakan cepat yang Remy lakukan sangat lancar—seolah-olah dia terbiasa dengan situasi saat ini.
Bahkan sekarang Remy berjalan membawa mayat Lune pergi.
“Hei! Mau di bawa ke mana mayatnya?”
Remy mendelik, menatap Ilya dengan ujung matanya. Dia menunjuk ke arah sekawanan monster yang tampak kelaparan, menatap mereka dengan mata buasnya. Para monster itu enggan mendekat karena menganggap Ilya dan Remy sebagai musuh.
“Aku akan melemparnya ke monster itu, biarkan mereka memakannya sebagian setelahnya kita membawanya keluar dari dungeon”
Ilya menelan ludahnya secara internal. Apa? Di jadikan makanan monster? Dia meragukan pendengarannya yang sebenarnya baik-baik saja.
Lelaki bermata hazel itu pikir Remy bercanda saat mengatakannya, tapi saat ini Remy benar-benar melempar tubuh Lune dan dua temannya ke arah para monster lalu langsung dikerumuni oleh para monster tersebut.
“Kau, benar-benar melakukannya”
Ilya ikut memperhatikan tubuh tanpa nyawa ketiga orang itu yang kini dimakan oleh Monster, setelah dirasa cukup Remy mendekati monster itu kemudian membunuh mereka di sana.
“Tentu saja saya serius. Ini harus dilakukan untuk mencegah anda terkena hukuman.”
“Hukuman?”
Remy menunjuk ke arah jasad yang sudah tak berbentuk di depannya, sambil menjelaskan pada Ilya yang tidak paham dengan maksud ucapannya tadi.
“Membunuh sesama Hunter itu ilegal dan jika ketahuan maka Hunter tersebut akan diberikan hukuman penjara dan denda. Tugas saya adalah pengawal anda, jadi saya tidak akan membiarkan anda menerima hukuman tersebut karena membunuh ketiga Hunter ini”
Remy mengakhiri penjelasannya. Ilya mengangguk paham, tentu saja, meskipun dunia sudah berubah tapi hukum tentang pembunuhan pasti masih ada.
“Kau seperti sudah biasa melakukan ini ya”
Akhirnya Ilya mengucapkan hal yang membuatnya penasaran sejak tadi. Remy mengangguk singkat sambil memeriksa benda-benda yang dimiliki oleh ketiga Hunter tersebut, berjaga-jaga siapa tahu ada penyadap atau semacamnya.
Remy mengambil anting yang dipakai Lune. Dia memperhatikannya secara seksama sambil menjawab pertanyaan Ilya tadi.
“Hal seperti ini pernah terjadi beberapa kali. Hunter nekat masuk ke dungeon yang sudah kami beli, lalu mereka menyerang kami. Yah, dulu ada juga masa seperti itu saat gulid Orbit belum sebesar sekarang”
“Apa yang Ari lakukan saat itu terjadi?”
Remy melirik Ilya dengan ujung matanya. Dia tersenyum simpul, kemudian berdiri dan menghampiri Ilya.
“Ketua gulid melakukan hal yang saya lakukan sekarang. Beliaulah yang mengatakan trik ini pada saya supaya saya terhindar dari hukuman.[ ‘Hunter mati karena monster itu wajar saja kan? Jadi saat kamu bertemu dengan situasi seperti ini biarkan monster menyantap mereka dulu, setelah itu kamu bisa membawa mayat mereka ke luar atau membiarkannya begitu saja supaya orang-orang tidak tahu kalau kamu yang membunuhnya’] Itu adalah ucapan ketua gulid yang saya ingat sampai sekarang”
Jelas Remy panjang lebar. Tangannya terulur, memberikan anting milik Lune yang sudah dia ambil tadi.
“Ini alat pelacak. Dia ditugaskan oleh seseorang untuk masuk ke sini, mungkin ramuan aneh yang dia minum pun berasal dari pemilik alat pelacak ini”
Ilya menerima anting milik Lune dari Remy, kemudian menatapnya sejenak.
__ADS_1
‘Ini item?’
Item dengan rank tinggi, sangat jarang Hunter bawah memilikinya. Sudah dipastikan bahwa Lune pasti memiliki seseorang kuat di belakangnya, karena itulah dia percaya diri masuk ke dungeon yang sudah dibeli oleh gulid Orbit dan menyerang Ilya.
“Aku ingat dia pernah berbicara tentang ‘tuan’, mungkin dia benar-benar memiliki backing kuat yang disebut tuan itu.”
‘Siapa sosok tuan yang dia maksud?’
Sebagai pemilik gulid terkuat kedua dan Hunter rank S, Gauri pasti memiliki banyak musuh. Mungkin kejadian seperti ini pun sering dia alami, hanya saja sekarang targetnya jadi berubah ke Ilya karena dia dianggap sebagai kelemahan terbesar milik Gauri.
“Tapi, Saya terkejut karena anda bertindak sendiri bahkan sampai mengungkapkan kekuatan anda yang hebat begini. Anda diam saja saat saya jelas-jelas meremehkan anda tadi, tapi sekarang anda melawan ketiga Hunter ini bahkan sampai membunuhnya” Remy menjeda ucapannya sejenak. Dia sudah membereskan ketiga mayat tadi dan saat keluar mereka akan memberikannya pada petugas.
Mereka tidak akan dicurigai. Remy akan menjelaskan pada petugas diluar gate bahwa mereka menemukan para Hunter yang masuk secara ilegal, lalu para Hunter itu mati diserang mosnter. Tidak ada orang yang akan menaruh curiga pada wakil pemimpin gulid Orbit.
“Apa yang mereka lakukan sampai anda marah begitu?”
“Mereka menghina Ari.”
Jawabnya ketus. Mengingatnya saja sudah membuat Ilya kesal lagi, bisa-bisanya mereka mengatakan hal buruk tentang adiknya.
Remy menatapnya lembut. Sudut pandang Remy tentang Ilya berubah karena jawaban singkat itu, rupanya Ilya benar-benar menyayangi Gauri tidak seperti keluarga Gauri yang lainnya.
“Anda sangat menyayangi ketua gulid ya?” Tanya Remy singkat. Masih berdiri di samping Ilya.
“Tentu saja. Aku rela melakukan apapun untuk melindunginya,”
Ilya menjawab seolah itu adalah jawaban yang pasti. Sangat tegas dan jujur, Remy tahu tidak ada kebohongan dalam ucapannya. Dalam hatinya Remy bersyukur, akhirnya Gauri memiliki seseorang untuk bersandar dan diandalkan—tidak seperti dulu saat dia hanya memiliki dirinya sendiri, Gauri itu perempuan yang sulit mempercayai seseorang.
‘Kalian sangat mirip. Ketua gulid dan tuan Ilya’
Ekspresi Remy kembali seperti biasa. Apatis dan datar.
“Tentang ramuan yang diminum Hunter ini, saya akan melaporkannya pada ketua gulid. Apa anda ingin saya merahasiakan tentang kemampuan anda?”
Ilya tersenyum puas begitu dia mendengar ucapan Remy. Senang rasanya karena Remy itu tahu situasi, sepertinya Ilya merasa lebih nyaman bekerja sama dengan Remy daripada Yoo-Han.
Jika yang melihat kekuatannya adalah Yoo-Han mungkin anak itu akan sulit untuk berbohong pada Gauri saat melaporkan tentang kegiatan Ilya nanti, Yoo-Han terlihat seperti remaja jujur yang sulit mengatakan kebohongan.
Syukurlah Remy bisa diajak kerjasama.
“Iya, tolong. Gauri masih belum boleh mengetahuinya”
Tanpa menanyakan alasannya Remy mengangguk paham. Dia akan melakukan apa yang Ilya katakan dan tidak melaporkan tentang kekuatan Ilya ke Gauri.
“Baiklah. Tapi anda harus menjelaskan alasan rincinya nanti”
Ucapnya singkat. Remy melihat jam tangannya, item yang bisa menampilkan waktu dan suhu. Sudah hampir setengah hari mereka ada di dungeon, artinya Remy dan Ilya harus pulang sekarang.
Bos Dungeon belum dikalahkan, karena itu nanti akan ada Hunter lain dari gulid Orbit yang membereskannya.
“Aku akan menceritakannya saat kita bertemu di akhir pekan.”
“Baiklah. Sekarang kita harus kembali”
Ilya setuju saja dan langsung berjalan mengikuti Remy dari belakang. Suasana diantara mereka langsung sunyi, hanya ada suara langkah kaki saja yang terdengar karena kedua lelaki itu sedang sibuk dengan urusannya masing-masing.
__ADS_1
Ilya berusaha berbicara dengan Noe yang tidak bisa dihubungi dan Remy tetap berjalan sambil menatap lurus kedepan, tampaknya dia masih tidak percaya melihat kekuatan Ilya tadi dan sekarang otaknya malah kalut sendiri.
Saat jalan menuju gate untuk keluar terlihat, barulah Remy berbicara lagi.
“Apa anda tahu? Gosip miring tentang ketua gulid semakin menjadi setelah beliau menolak lamaran seorang pebisnis dari luar negri, si pebisnis itu berusaha mencoreng nama baik ketua gulid namun ia malah kehilangan bisnisnya sekarang”
Ucapnya. Itu adalah kejadian lama, tiga tahun yang lalu saat gulid Orbit baru naik daun. Pesona wajah Gauri yang dingin membuat si pebisnis itu terpikat olehnya, impulsif dia pun melamar Gauri saat pertemuan para Hunter terjadi.
Gauri yang memang tidak tertarik dengan cinta langsung menolak si pebisnis dan membuatnya malu. Karena marah dia pun membuat kabar miring tentang Gauri, dengan syarat jika dia ingin kabar itu menghilang maka Gauri harus menerima lamarannya.
Namun Gauri tidak menuruti apa yang dia mau. Gauri memiliki teman yang membantunya, sehingga dia bisa melewati itu tanpa menuruti syarat konyol si pebisnis dari luar negri.
Remy terdiam saat dia merasakan aura membunuh. Dia berbalik, mendapati Ilya yang memiliki suasana hati buruk seperti siap menghilangkan nyawa seseorang.
“Berani-beraninya dia! Aku tidak akan membiarkan hidupnya damai begitu saja!”
Remy menggaruk pipinya yang tak gatal. Sudah dia duga reaksi Ilya akan seperti ini, dia berharap si pebisnis itu tidak kembali ke negaranya dan bertemu dengan Ilya—kalau iya sudah dipastikan nasib si pebisnis itu akan habis.
“Tenang saja. Dia sudah dibereskan oleh ketua gulid Orion dan tidak akan mengganggu ketua gulid lagi.”
Remy berusaha menenangkan kakak dari atasannya. Ilya mengepalkan tangannya kuat-kuat, memikirkan hal apa yang harus dia lakukan pada si pebisnis itu untuk membalaskan kelakuan buruknya pada Gauri di masa lalu.
Dia tidak akan membiarkannya ketika mereka bertemu nanti.
“Tapi orang seperti itu pasti masih ada, aku tidak akan membiarkan mereka mendekati Ari”
Ujar Ilya yakin. Remy hanya bisa tersenyum kikuk, jika sudah seperti ini maka dia tidak bisa melakukan apapun lagi.
Remy menatap tangan Ilya yang disembunyikan ke belakang, dia tahu saat ini Ilya baik-baik saja tapi rasanya ada yang aneh dengan lelaki di depannya ini.
“Apa anda baik-baik saja?”
Spontan Remy bertanya. Ilya tersentak karena tidak menyangka Remy akan bertanya tentang keadaannya, dia melambaikan tangannya santai—tanda bahwa dirinya baik-baik saja.
“Aku tidak apa-apa. Ayo kita kembali.”
Ucap Ilya. Dirinya langsung melengos pergi, meninggalkan Remy yang masih diam di belakangnya sambil menatap datar.
‘Namun, tangan anda gemetar’
Menyadari bahwa sejak tadi Ilya sedang menahan sesuatu. Menahan perasaannya sendiri dan ketakutan alami karena sudah merenggut nyawa seorang manusia, meskipun dia sudah memiliki kekuatan yang kuat dan pengalaman membunuh banyak monster di masa lalu, tapi ini kali pertama dia membunuh manusia.
Ilya takut, dia merasa takut hingga tangannya tanpa sadar gemetar dan dingin.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1