Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Menyamar.


__ADS_3

"Nikmat dunia mana lagi yang kau dusta kan? Aku ingin hidup seperti ini saja selamanya."


Ilya berbaring di sofa dengan beberapa camilan berserakan dilantai. Sejak pagi tadi dia sudah memesan banyak makanan lewat aplikasi online, uang yang diberikan oleh Gauri sangat banyak hingga dia bisa membeli ini itu sejak tiga hari yang lalu.


Yang Ilya lakukan hanya diam di rumah, menonton film, makan, tidur, menyelesaikan panggilan alam dan begitu seterusnya. Kehidupan pemalas dengan uang berlimpah, keinginan semua orang di dunia ini.


'Definisi pengangguran kaya itu seperti ini ya'


Diam di rumah, uang naglir terus dan bisa malas-malasan sepuasnya tanpa dikomentari.


Dia tertawa sendiri sambil memasukkan kuaci yang sudah dia kupas. Entah sudah berapa bungkus kuaci dia makan, tapi sampai sekarang dia belum juga merasa kenyang karena memakan biji bunga matahari itu.


Meskipun begitu dia masih memakannya.


"Ah, aku harus beresin rumah dulu"


Ilya segera berdiri. Dia berjalan memungut sampah di sana lalu membersihkan seluruh ruang tengah yang kotor karena ulahnya sendiri.


Sebenarnya Ilya tidak perlu membersihkan ruangan itu, nanti sore akan ada seorang pembersih ruangan yang ditugaskan oleh Gauri.


Dia yang bertanggung jawab atas kerapihan apartemen tersebut, tapi Ilya selalu merasa tidak enak jika membiarkan apartemen sangat kotor, karena itulah dia membersihkan beberapa bagian di sana sedangkan bagian lainnya dia serahkan pada petugas kebersihan.


["Kapan kau akan menyelidiki tentang calon bencana pertama? Kau terlalu banyak membuang-buang waktu."]


Ilya menepuk-nepuk tangannya untuk menghilangkan remah dan debu setelah dia selesai mengumpulkan semua sampah ke dalam plastik.


Dia berdecak pinggang, menatap ke arah samping kemudian duduk kembali di sofa dan beristirahat sejenak.


"Bawel banget sih. Aku akan melakukannya sekarang kok"


Ilya berucap kesal. Padahal dia benar-benar akan melakukannya setelah selesai bersih-bersih tadi, tapi karena Noe yang bawel begini membuatnya jadi malas untuk melakukan tugas tersebut.


'Tapi, jika aku tidak bisa mencegah Remy mengamuk maka kota ini akan habis dilahap api'


Meskipun dia malas-malasan tapi Ilya pun menyempatkan diri untuk mencari tahu tentang Remy, si calon bencana pertama.


Remy adalah Hunter rank A tipe penyerang dengan kekuatan api biru. Dia cukup kuat dan digadang-gadang akan menjadi Hunter rank S selanjutnya di negara mereka.


Jika orang yang digosipkan sebagai calon Hunter rank S itu mengamuk sudah pasti satu kota akan terbakar oleh kekuatannya, masalah lainnya adalah citra gulid Orbit dan Gauri sebagai pemimpin gulid akan menjadi buruk.


Karena Remy adalah wakil pemimpin gulid maka Gauri pun akan terkena dampaknya.


Ilya tidak mau itu terjadi. Dia ingin memberikan kehidupan damai di dunia yang kacau ini pada Gauri, jadi Remy jelas tidak boleh kehilangan kendali dan mengamuk.


["Yang kamu lakukan hanya rebahan sepanjang hari"]


Noe berucap sarkas dengan nada tak percaya.


"Aku tidak begitu. Ini hanya istirahat sebentar sebelum aku melakukan tugas merepotkan,"


Dia menyangkal ucapan Noe kemudian berdiri meninggalkan sofa.


Ilya mengganti pakaiannya dengan baju casual, tak lupa softlens hitam dia gunakan untuk mengganti warna matanya yang berwarna hazel.


Beberapa orang sudah mengenal dirinya sebagai kakak dari Gauri, mereka tahu dari warna matanya yang sama dengan adiknya itu—karena hazel adalah warna mata yang jarang dimiliki, apalagi di negara itu.


Akan merepotkan jika Ilya tertangkap saat sedang membuntuti Remy nanti. Rencananya dia akan mengikuti lelaki itu untuk mencari tahu apa pemicu yang menjadi penyebabnya kehilangan kendali, jadi Ilya akan sedikit menyamar.


"Haruskah aku ubah warna rambutku juga?"


Rambut Ilya hitam legam. Itu warna yang umum, jadi dia berpikir untuk tidak melakukan apapun pada rambutnya.


"Ini sudah cukup. Sekarang tinggal duplikat tubuh"


Ilya tersenyum menyeringai begitu dia mengeluarkan item yang bisa menduplikat tubuh dari sub-ruang miliknya. Penjual item yang dia temui berniat menipu Ilya dan menjual barang tak berguna dengan harga selangit, Ilya jelas tahu kualitas item yang penjual itu sombong kan tidak ada apa-apanya sama seperti barang buangan.


Dia sebenarnya kesal karena diremehkan oleh penjual item itu, tapi kekesalannya langsung hilang begitu Ilya melihat item rusak yang memiliki fungsi bagus.


Item untuk menduplikat tubuh seseorang dengan jangka waktu tertentu, Ilya sangat membutuhkan item itu untuk kabur-kaburan tanpa diketahui. Si penjual item menganggapnya sebagai rongsokan tak bernilai, Ilya beruntung bisa membeli item itu dengan harga yang amat sangat murah.

__ADS_1


"Si penjual itu bodoh karena tidak mengetahui kegunaan barang yang dia jual"


Ucapnya, mencemooh kemampuan si penjual item yang dia temui waktu itu.


Meskipun rusak tapi Ilya bisa memperbaiki item itu jadi berguna lagi, tentu saja dengan bantuan Noe yang memperbaikinya.


["Cukup sulit untuk memperbaiki barang. Aku ini sistem yang bertugas untuk mengawasi mu, bukan alat serba guna!"]


Ilya harus tahan mendengar ocehan Noe yang merasa tak adil sepanjang malam saat mereka memperbaiki item menduplikat tubuh tersebut, karena tubuhnya diambil alih sementara oleh Noe, dia jadi tidak bisa balik mengomelinya.


Selain item menduplikat tubuh, Ilya juga membeli item lain yang cukup berguna. Sayangnya itu tidak bisa dia gunakan sekarang karena belum di perbaiki, Noe menolak untuk memperbaikinya jadi Ilya harus mencari Hunter berbakat yang bisa memperbaiki item.


"Ayo kita mulai"


Ilya memakai item menduplikat tubuh yang memiliki wujud sebuah kalung biasa, setelah itu ia pun memejamkan matanya lalu membayangkan wajahnya sendiri kemudian cahaya yang cukup menyilaukan muncul dan seseorang yang mirip dengan Ilya hadir di sana.


"Luar biasa. Dia sangat mirip denganku."


Mata Ilya menatap duplikat dirinya dengan kagum. Dari ujung kepala sampai ujung kaki, tak ada yang tidak mirip dengan dirinya.


Bagai pinang dibelah dua, Ilya yakin tidak akan ada yang bisa membedakan mereka berdua sekarang.


Meskipun mungkin Remy atau Gauri akan menyadarinya, tapi Ilya bisa mencari cara lain supaya dia bisa mengelabui mereka.


["Hasilnya cukup bagus."]


Bahkan Noe pun memuji hasil item tersebut.


Ilya tersenyum bangga. Dia benar-benar beruntung karena menyadari item bagus begini.


"Ekhem! Jadi, tugasmu hanya diam di kasur dan tidur saja oke? Aku pergi cukup lama jadi bertahanlah sebelum aku kembali"


Duplikat Ilya mengangguk paham. Setelah itu dia segera berjalan ke kasur dan tidur dengan berselimut sedangkan Ilya bersiap-siap untuk pergi dari apartemen, tentu saja dengan diam-diam.


'Jika terjadi sesuatu aku bisa teleportasi ke tempat klon ku berada, jadi semuanya baik-baik saja'


Selama Ilya masih memakai item itu dia bisa berpindah tempat dengan klon nya kapanpun dia mau, karenanya dia tidak merasa khawatir.


Mata kanan Ilya berubah menjadi ungu sebab dia bertukar tubuh dengan Noe lagi. Noe menghela nafas panjang dalam tubuh Ilya, dia menggunakan kekuatannya untuk membuat hawa keberadaannya menjadi tipis kemudian keluar dari apartemen itu.


"Kau bisa mengandalkan ku."


Noe berucap singkat. Dia berjalan santai tanpa di ketahui oleh orang-orang yang lewat di sana.


Tujuan mereka adalah Remy yang saat ini sedang Ilya tugaskan untuk libur. Tadinya Remy bersikeras menolak perintah konyol dari Ilya, namun Ilya mengatakan padanya kalau dia tidak akan keluar dari apartemen hari ini seperti kemarin jadi Remy pun pasrah dan menugaskan orang lain untuk menjaga Ilya di luar pintu apartemen.


Ilya bersyukur Remy tidak terlalu keras kepala, jadi sekarang dia hanya perlu mencari sosok lelaki itu dan mengikutinya diam-diam.


"Aku sudah memasang alat pelacak padanya kemarin. Dia ada di sana,"


Noe berucap dengan suara dan tubuh Ilya. Mereka sudah ada di luar apartemen dan menemukan sosok Remy yang sedang membeli sesuatu, anehnya, sosok Remy yang mereka lihat memiliki penampilan berbeda dari biasanya.


Dia lebih seperti sedang menyamar juga daripada pergi membeli sesuatu.


Tangannya menjinjing tas kecil yang tampaknya berisi baju perempuan, dia baru keluar dari toko baju jadi Ilya menyimpulkan demikian.


"Apa dia kencan?"


Ilya sudah kembali mendapatkan kendali atas tubuhnya bergumam pelan. Posisinya saat ini berada agak jauh dengan Remy yang berjalan ke arah perumahan dalam gang sempit, perumahan murah dan diisi oleh orang-orang kurang mampu—Ilya tidak tahu ada urusan apa Remy datang ke sana, tapi dia yakin saat ini Remy tidak berjalan ke arah rumahnya karena rumah Remy jelas bukan ada di sana.


"Gaji dia cukup untuk tinggal di apartemen bagus dekat kota, dia pun bukan terlihat seperti tipe orang yang suka hidup sangat sederhana. Jadi kemana dia pergi?"


Ilya terus berjalan diam-diam tanpa sepengetahuan Remy. Lelaki itu berhenti di depan pintu rumah yang terlihat sangat sederhana, dia menatap pintu itu dengan tatapan sayu seolah menahan rasa rindu saat melihatnya.


Selanjutnya Ilya semakin tidak paham mengapa Remy menggantungkan kantung berisi baju itu di kenop pintu rumah tersebut, bukannya dia hanya perlu mengetuk pintu dan bertemu pemilik rumah jika ingin memberikan sesuatu? Mengapa dia tidak melakukan itu?


Ilya menyimpan semua asumsi yang dia miliki saat ini. Remy langsung pergi setelah dia menyimpan kantung berisi baju itu di pintu, dan penyelidikan Ilya pun kembali berlanjut.


Ilya sudah mengikuti Remy sepanjang hari namun dia tidak menemukan apapun yang bisa menjadi petunjuk tentang apa pemicu milik Remy. Dia duduk di kursi taman, saat ini Remy sedang membantu beberapa anak di tempat penitipan yang berada tak jauh dari taman itu.

__ADS_1


"Capek banget, mana enggak ketemu apa-apa lagi"


Ujarnya singkat. Ilya mengelap keringat di dahinya, menyeruput minuman dingin yang sempat dia beli kemudian kembali mengawasi Remy di sana.


["Mungkin lain kali. Kau harus berusaha lebih keras lagi nanti."]


Ilya mendecih kesal. Dia bukannya tidak berusaha, hanya saja saat ini memang belum waktunya.


"Iya, iya! Kita pulang saja hari ini? Aku capek pengen rebahan"


["Tidak bisa. Sedikit lagi, mungkin kita akan menemukannya sekarang"]


Tidak ada gunanya juga membantah ucapan Noe. Ilya tidak bisa menolaknya, karena kalau dia menolak maka Noe akan mengambil alih tubuhnya lagi dan itu menyebalkan.


"Ciiihhh menyebalkan"


Dengan langkah gontai Ilya kembali berdiri dan mengikuti Remy yang sudah berjalan lagi ke arah lain. Kali ini dia pergi ke toko supermarket, kebetulan Ilya pun ingin membeli sesuatu jadi dia ikut masuk ke supermarket tersebut tapi masih menjaga jarak dari Remy.


Takutnya dia ketahuan dan gawat, Ilya harus memikirkan alasan apa kalau ketahuan nanti? Dia bisa repot.


Saat mau ke kasir Ilya berhenti karena melihat tingkah Remy yang sangat berbeda dengan sifat biasanya. Ketika bersama kasir itu Remy berbicara dengan lembut dan hangat, dia bahkan tersenyum dan mengatakan beberapa anekdot lucu yang membuat si kasir tertawa.


["Itu dia. Pemicu milik bencana pertama"]


Ilya tertegun begitu dia mendengar ucapan Noe.


"Jadi, pemicunya adalah perempuan itu?"


Kasir perempuan itu adalah pemicu yang membuat Remy hilang kendali dan bisa menghancurkan kota, itu artinya si kasir pasti mengalami sesuatu yang membuat Remy mengamuk di kemudian hari.


Ilya tidak tahu apa yang membuatnya begitu nanti, tapi dia merasa senang karena akhirnya bisa menemukan pemicu itu setelah setengah hari berlalu.


"Bagus! Sekarang aku hanya harus—"


Ilya menjeda ucapannya karena merasakan klon yang ada di apartemen mengalami situasi sulit, Gauri tampaknya pulang lebih awal dan dia akan segera datang ke kamar Ilya.


"Gawat! Ari pasti sadar kalau itu bukan aku!"


Karena panik Ilya pun langsung menggunakan teleportasi dan menghilang dari sana, meninggalkan air mineral dan camilan yang hendak dia beli tadi.


Brugh!


"Apa ada sesuatu?"


Si kasir bertanya pada Remy yang mendekati tempat Ilya menghilang. Dia hanya melihat satu air mineral dan dua camilan berserakan di lantai, berpikir kalau itu ulah seseorang yang mau mencurinya.


"Tidak apa-apa. Hanya barang yang jatuh ke lantai, aku akan membayar ini juga"


Ucapnya singkat dengan senyuman manis. Sementara itu Ilya di kamar apartemennya segera tidur di kasur dengan nafas memburu dan keringat di dahinya, klon miliknya sudah menghilang bersamaan dengan itu pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Gauri yang sudah pulang dari tugasnya.


"Kakak, apa kamu sakit?"


"Aku baik-baik saja Ari,"


Gauri yang khawatir langsung mendekati Ilya begitu melihat kakaknya berselimut di hari yang panas tersebut, dia menyentuh dahi Ilya untuk memastikan keadaan kakaknya itu dan terkejut karena keringatnya sangat banyak seperti orang yang habis berlari maraton.


"Keringat kakak banyak banget! Kita harus ke dokter!"


Dengan panik Gauri menggendong Ilya dengan gaya tuan putri. Ilya terkejut karena dia diperlakukan layaknya pasien yang butuh penanganan darurat, dia segera menjelaskan keadaannya pada Gauri sebelum dia membawa Ilya ke rumah sakit saat ini juga.


"Ari! Turunkan aku! Aku baik-baik saja, ini hanya keringat karena aku tidur pakai selimut!"


"Apa kakak yakin tidak sakit apapun? Kita bisa memeriksanya sekarang"


"Aku baik-baik saja, sungguh! Tolong turunkan aku saja"


Ilya menutup matanya karena merasa malu. Dia bersyukur hanya ada mereka berdua di sana, jika ada yang lihat akan ditaruh di mana mukanya.


["Kau sangat cocok di gendong seperti tuan putri begitu"]

__ADS_1


Noe mencibir Ilya dengan suara tawa yang khas. Ilya bersumpah untuk memukul wajah Noe kalau suatu saat nanti sistem dengan ego miliknya itu mendapatkan wujud.


__ADS_2