Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Kegagalan rencana


__ADS_3

"Aku kecewa padamu, Do Hwa"


Lelaki berusia empat puluhan itu melemparkan tablet yang menampilkan berita tentang kematian para peneliti ke atas meja dengan wajah datar, dia menatap seorang perempuan yang duduk di depannya dengan tatapan dingin kemudian menghela nafas panjang.


Rencananya hancur. Seharusnya putri angkatnya bisa menyelesaikan ini dengan membawa para peneliti itu ke dungeon dan memaksa mereka untuk menandatangani kerja sama antara dia dan mereka, tapi tak dia sangka rencananya gagal total karena Han Do Hwa tidak melakukan apa yang dia minta dengan baik.


Lelaki itu, William Ford tidak akan mentolerir kesalahan apapun meskipun itu dilakukan oleh putri angkatnya.


"Katakan padaku, apa yang kamu lakukan hingga mereka mati di sana?"


William bertanya singkat. Kakinya disilangkan sedangkan tatapannya tak luput dari Do Hwa yang menunduk takut, dia tidak pernah bisa menatap mata lelaki itu meskipun ia sudah jadi ayah angkatnya.


"Saya tidak melakukan apapun."


Do Hwa menjawabnya dengan gemetar. Sekali saja dia salah bicara maka William akan memberikannya hukuman yang lebih parah, karena itu dia berusaha untuk jujur meskipun sedikit melakukan kebohongan.


"Benar. Kau memang begini, aku salah karena mempercayakan tugas ini padamu."


Suara William terdengar kecewa. Do Hwa merinding mendengar suara William, dia memiliki firasat buruk bahwa ayah angkatnya itu akan menghukumnya saat ini juga.


"Aku akan bertanya sekali lagi."


Dia menjeda ucapannya sejenak. Kakinya dia turunkan, meja yang memisahkannya dengan Do Hwa tak terlalu lebar sehingga dia bisa mencengkram wajah Do Hwa dengan mudah saat ini.


Mata mereka saling bertatapan, Do Hwa menatapnya dengan tatapan gemetar hampir menangis sedangkan William tak memiliki belas kasihan sedikitpun di matanya.


"Di mana buku jurnal peneliti Layla? Kau dekat dengan dia, sebelum mati dia pasti memberikannya padamu, jadi di mana itu!?"

__ADS_1


Do Hwa memejamkan matanya, dia menggeleng dengan cepat sambil menangis menahan sakit. Cengkraman William sangat kuat hingga bisa meninggalkan jejak biru di wajahnya, Do Hwa bertahan untuk tidak merintih kesakitan karena William tidak menyukainya.


"Saya tidak tahu ayah."


Jawaban singkat Do Hwa membuat kemarahan William semakin menjadi. Dia melempar wajah Do Hwa hingga terbentur meja, kemudian dia pun berdiri dari duduknya.


Do Hwa sedikit merintih kesakitan, hidungnya berdarah karena benturan kuat wajahnya dengan meja kayu itu.


"Dasar tidak berguna. Aku akan menghukum mu, selama satu bulan ini kamu akan dikurung di ruangan putih. Merenung lah dan pikirkan apa kesalahanmu!"


Mata Do Hwa membulat sempurna. Apapun hukumannya dia akan terima kecuali ruangan putih. Ruangan kosong dan sempit, hanya ada warna putih di sana—Do Hwa tidak tersiksa secara fisik, tapi di ruangan itu dia akan merasa tersiksa secara mental dan psikisnya pun bisa rusak.


"Ayah! saya mohon! Jangan ruangan putih! Saya takut tempat sempit ayah!"


Do Hwa menarik baju William, berusaha mengais rasa simpati lelaki itu untuk mengubah hukumannya—namun William adalah orang yang tegas, dia tidak akan mengubah hukuman pada orang yang melakukan kesalahan hanya karena kasihan padanya.


"Menyedihkan."


Do Hwa kehilangan tenaganya. Dia terjatuh duduk di lantai dengan ekspresi kosong dan takut secara bersamaan, setelah itu dua orang lelaki berjas hitam datang lalu membawa Do Hwa yang tampak kehilangan kesadarannya.


William menatap datar kejadian itu. Dia tidak kasihan sama sekali pada putri angkatnya, lagipula tujuan dia mengangkat Do Hwa menjadi putrinya pun memang untuk dimanfaatkan, jadi jika dia tidak berguna maka William bisa membuangnya kapan saja.


'Tapi ini belum waktunya dia dibuang, aku masih memerlukan kemampuan dia nanti'


Do Hwa masih berguna di mata William, karena itu meskipun dia melakukan kesalahan fatal Do Hwa hanya menerima hukuman dan bukan pembuangan.


William mendekati meja, dia kembali duduk dan menghela nafas panjang. Rencana untuk membuat eksperimen dari monster dan manusia yang sudah dia pikirkan berjalan gagal, pada akhirnya William harus memikirkan cara lain untuk mencapai tujuannya.

__ADS_1


William ingin mencapai puncak kekuatan manusia dengan menggabungkan kemampuan monster dan manusia, dia tidak bisa melakukannya sendirian karena itu William membutuhkan para peneliti yang andal untuk tugas itu.


Para peneliti yang mudah dibujuk dengan uang sudah dia miliki, tapi tiga peneliti lain sangat sulit untuk dia taklukkan. Mereka tidak bisa dibujuk dengan uang atau kekuasaan, karena itulah William memutuskan untuk memaksa mereka.


William memanfaatkan status Do Hwa sebagai junior para peneliti itu untuk membuat mereka berpihak padanya, tapi Do Hwa mengacaukannya dengan tidak mematuhi apa yang William perintahkan.


Kematian para peneliti itu pasti disengaja. Daripada terjebak dalam kontrak dengan William mereka memilih mati di tangan monster dan menyelamatkan Do Hwa keluar dari dungeon, William benar-benar muak pada para peneliti itu yang sampai akhir menentang keinginannya.


"Tapi, karena mereka aku bisa menemukan sesuatu yang menarik."


William menatap berita lain selain tentang kematian para peneliti itu, dia melihat berita kemunculan kakak dari ketua gulid Orbit yang kembali setelah hilang selama lima tahun.


Akhirnya kelemahan terbesar saingannya muncul. Selama ini William kesulitan mencari kelemahan Gauri Sigma, seolah-olah dia adalah sosok sempurna dari atas kepala hingga bawah kaki—sangat sulit menggulingkan perempuan itu dari singgasananya.


Menurut William, Gauri sama sekali tidak cocok menjadi orang terkuat kedua di negaranya, apalagi dia adalah pemilik gulid Orbit yang juga sama kuatnya dengan dia. Rasa iri William semakin menjadi setelah Gauri menjalin kerja sama dengan gulid terkuat pertama, dan karena itulah William selalu mencari celah untuk menjatuhkan Gauri.


Ilya Sigma terlihat lemah, William merasa senang karena kelemahan Gauri adalah Ilya. Hanya tinggal menunggu waktu hingga Gauri putus asa, William akan menggunakan Ilya yang lemah untuk menjatuhkan Gauri.


"Aku menantikan hal itu. Dia target yang mudah untuk di bunuh,"


William sudah menentukan tujuan selanjutnya dan target yang akan dia lenyap kan adalah Ilya.


Sementara itu di tempat lain Ilya terdiam membeku ketika dia melihat rank kekuatannya saat dia selesai melakukan tes kekuatan, Ilya awalnya tak sabar karena dia akan segera menjadi Hunter rank S dan melindungi adiknya dari semua bahaya tapi huruf yang tertulis di kartu Hunter miliknya bukan S ataupun rank kuat lainnya.


"Rank F, yang paling lemah, sama seperti rakyat biasa, tidak kuat sama sekali."


Ilya seolah kehilangan nyawanya saat dia mendengar fakta itu.

__ADS_1


'KOK AKU PALING LEMAH SIH!!?'


__ADS_2