
"Kamu yakin aku bisa mengambil apapun di sini?"
Ujar Ilya, bertanya singkat. Matanya menatap ke sekeliling, mengagumi item-item berkualitas dan mahal yang ada di toko itu.
Gauri yang berjalan di sebelahnya mengangguk. Jelas tujuannya mengajak Ilya ke toko Item adalah untuk membelinya, karena itu dia akan membiarkan Ilya membeli item apapun.
"Tentu saja. Semua ini persiapan untuk kita hunting ke dungeon rank A, kakak tidak boleh ke sana dengan item biasa saja"
Ucap Gauri yakin. Rasanya Ilya melihat pancaran sinar imajiner dibelakang adiknya, dengan suara lonceng dan uang berhamburan. Kalau seperti ini Gauri terlihat seperti orang kaya, padahal dulu makan sekali sehari pun sulit tapi sekarang mereka bahkan bisa membeli sebuah restoran kalau mau.
["Item ini memiliki rank A sampai S+, paling kecil adalah B. Adik mu selalu memberikan yang terbaik untukmu"]
Noe berucap kagum dengan suaranya yang datar. Dia bisa mengetahui rank sebuah item dengan mudah, dan item yang dia lihat sekarang memiliki kualitas sangat bagus.
'Luar biasa. Ini sih tidak bisa dibandingkan dengan item yang aku beli dulu'
Ilya membatin. Semua item yang dia beli dari penjual yang berniat menipunya dulu tidak bisa dibandingkan dengan yang ini, jelas mereka memiliki status yang berbeda.
Kaki Ilya berjalan melihat-lihat item di sana. Karena toko sudah disewa oleh Gauri, jadi hanya ada mereka berdua dalam toko itu sebagai pembeli eksklusif.
"Ngomong-ngomong, aku pernah ke sini—tapi, di mana pegawai yang punya rambut pirang itu?"
Ilya bertanya pada pegawai perempuan yang ada di dekatnya. Pegawai yang berniat untuk menipu Ilya ada di toko ini, Ilya masih ingat dengan jelas bagaimana dia dipandang remeh bahkan hendak ditipu oleh pegawai itu.
Tapi sejak tadi dia tidak melihatnya, jadi Ilya pun agak penasaran ke mana orang tersebut pergi.
"Dia dipecat beberapa waktu lalu"
Jawabannya singkat namun sopan secara bersamaan. Ilya sedikit tersentak, dia pikir si pegawainya cuma enggak ada di sana saja tapi rupanya dia sudah dipecat.
"Dipecat? Kok bisa?"
'Apa dia memang sering melakukan penipuan pada pelanggan?'
Ilya pikir mungkin dia bukan satu-satunya pembeli yang hendak ditipu oleh pegawai itu, bisa jadi pembeli lain pun mengalami hal yang sama sehingga dia dipecat karena ketahuan menipu pelanggan.
Pegawai perempuan itu agak ragu untuk menjawab pertanyaan Ilya, tapi dia pun tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
"Itu—"
Saat dia hendak menjawab suara Gauri terdengar di belakang.
"Kak, apa sudah selesai? Aku ingin mencocokkan item baju ini untukmu"
Ilya berbalik dan melihat Gauri yang memegang item berupa baju berwarna hitam lengan panjang.
"Aku akan segera ke sana!"
Karena tidak ingin membuat adiknya menunggu, Ilya pun melengos pergi mendekatinya meninggalkan jawaban si pegawai itu yang tergantung di udara.
Pegawai perempuan itu menghela nafas lega. Dia bersyukur karena tidak harus menjawab pertanyaan Ilya tadi, karena
__ADS_1
'Aku harus berhati-hati pada pelanggan tadi kalau tidak mau dipecat juga'
Alasan pegawai yang Ilya tanyakan dipecat adalah karena Gauri.
Gulid master Orbit itu mengajukan protes atas penipuan yang dilakukan olehnya pada Ilya, dia bilang kalau pegawai itu tidak dipecat maka Gauri akan menggugatnya secara hukum negara.
Karena tidak mau terlibat masalah rumit akhirnya pemilik toko item memecat pegawai itu, dan kabar bahwa para pegawai di sana harus memperlakukan kakak Gauri dengan baik pun tersebar.
'Kalau tidak mau berurusan dengan masalah maka jangan cari gara-gara dengan pelanggan itu!'
Kini mereka belajar untuk tidak sembarangan menipu orang, gimana kalau yang dia tipu memiliki orang dalam luar biasa? Maka masalah adalah hal yang akan mereka terima nanti.
"Sangat cocok, aku akan mengambilnya"
Gauri berucap puas sambil menatap penampilan baru kakaknya. Rambut hitam Ilya yang agak panjang diikat sedikit kebelakang, sekarang ini dia sedang menggunakan item baju yang memiliki fungsi melindungi dan tahan api dengan rank S+ Item langka dan sangat mahal tentunya.
Ilya hanya tersenyum kikuk setelah melihat penampilannya sendiri. Dia sudah kuat dengan kekuatannya, tapi ditambah item yang dia gunakan kekuatannya bertambah berkali-kali lipat sekarang.
Apalagi aksesoris seperti kalung, cincin dan anting yang Ilya pakai pun berupa item rank tinggi.
"Ari, tidakkah ini terlalu mahal?"
Sebenarnya dia agak terbebani.
"Tidak apa-apa, aku ingin memberikan yang terbaik untuk kakak"
Tapi Gauri bersikeras ingin memberikannya pada Ilya. Tidak baik kan kalau menolak barang bagus gratis? Akhirnya Ilya pasrah saja, dia menerima semua ini karena Gauri yang membelikannya.
"Terima kasih"
"Ayo kita berangkat sekarang, yang lainnya sudah menunggu"
Tangannya segera menarik Ilya keluar. Mereka sudah membeli peralatan yang dibutuhkan untuk hunting sekarang, jadi saatnya pergi ke dungeon.
Ini adalah hunting pertama Ilya dengan Gauri. Yoo-han dan Remy juga ikut, karena untuk dungeon rank A butuh dua Hunter rank tinggi untuk bisa masuk dan minimun anggotanya adalah empat orang.
Banyak anggota party yang masuk ke dungeon itu juga. Kali ini Gauri tidak membeli Dungeon yang akan mereka masuki jadi mereka bertemu dengan banyak orang.
"Saya senang bisa melihat anda lagi tuan Ilya! Ayo kita berjuang untuk hunting hari ini!"
Yoo-han berucap dengan semangat pada Ilya disebelahnya. Masih energik dan ceria seperti biasanya, padahal Ilya tahu Yoo-Han gagal naik rank beberapa waktu lalu.
Dia pikir sifatnya akan berubah.
"Iya, ayo lakukan yang terbaik"
"Saya tidak sabar mengalahkan bos monster nya!"
"Kamu pasti bisa"
Gauri menarik tangan Ilya untuk mendekat padanya. Ilya menatap adiknya singkat, sekarang ini mereka sudah masuk ke dalam dungeon yang memiliki penampilan seperti gurun berbatu dengan beberapa pohon aneh mirip jamur yang menjulang tinggi.
__ADS_1
"Kakak jangan jauh-jauh dariku. Monster di dungeon gurun itu agak merepotkan karena mereka bersembunyi dalam pasir,"
Ilya mengangguk paham. Dia tahu karena di dungeon saat dirinya terjebak dulu pun ada hal semacam itu, bahkan Ilya sudah mengalahkan monster-monster di gurun sana dengan sangat mudah.
'Seharusnya di sini pun tidak sesulit itu, aku jadi ingin melawannya'
Jiwa bertarung dengan monster milik Ilya meronta-ronta, tapi dia harus mengalihkan perhatian Gauri supaya bisa pergi dan melawan monster sendirian.
"Kalau begini aku cuma jadi beban untukmu. Aku akan hunting terpisah dengan Remy saja, apa boleh?"
Ilya harap Gauri membiarkan pergi saja dengan Remy. Karena lelaki itu sudah tahu tentang kekuatan Ilya, jadi dia tidak keberatan jika harus melawan monster di depannya.
Gauri terlihat ragu. Sambil berjalan lebih jauh ke gurun berbatu itu dia pun mengangguk, menyetujuinya dengan mudah.
"Baiklah, hati-hati! Kita berkumpul lagi di gerbang dungeon nanti"
Dalam hatinya Ilya tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya dia bisa melawan monster lagi.
Lalu Ilya pergi bersama Remy yang mengikutinya dari belakang. Remy berhenti berjalan, dia paham kalau Ilya mau sendiri jadi dia pun memutuskan untuk hunting di tempat yang berbeda dengan Ilya.
"Saya akan pergi ke sana. Tolong datang ke sini tepat waktu jika anda sudah selesai"
Ilya melanjutkan kegiatannya setelah Remy pergi. Akhirnya dia sendirian.
"aku sendirian sekarang"
Ucapnya singkat. Ilya terdiam, suasana di sekitarnya mulai sepi lalu tatapan Ilya menatap kebelakang—lebih tepatnya ke sebuah batu besar yang ada di sana.
"Kau tidak mau keluar sekarang?"
Nada bicaranya berubah. Raut wajah Ilya menatap waspada seseorang yang masih berkamuflase tersebut, rupanya sejak tadi dia tahu sedang diikuti oleh seseorang.
"Yah~ aku pikir karena kamu rank F jadi mudah dibunuh, tapi kamu ini cukup jeli juga ya?"
Suaranya rendah dan melengking, persis seperti suara perempuan yang sepantaran dengannya.
Dibalik batu besar itu seorang perempuan dengan celana pendek selutut dan baju hitam keluar, wajah atasnya setengah ditutupi topeng putih—dia tersenyum menyeringai menatap Ilya.
"Tapi aku tidak peduli sih, yang penting tugasku harus selesai dan nyawa mu adalah sesuatu yang harus aku ambil sekarang"
["Dia, adalah calon bencana kedua"]
'APA!?'
.
.
.
.
__ADS_1
.
.