Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Rank F


__ADS_3

Ilya merasa kehilangan semua semangat hidupnya. Niat hati ingin mengejutkan sang adik karena kekuatannya yang paling kuat di bumi, tapi saat mengecek statusnya dia malah terdeteksi hanya rank F yang artinya tak memiliki kekuatan besar sama sekali. Ilya tak paham mengapa itu bisa terjadi, padahal dia yakin penjaga dimensi sudah mengatakan padanya kalau dia itu sudah mencapai kekuatan maximal.


Kini dia duduk di kursi taman dengan wajah yang ditekuk, Ilya merasa malu pada dirinya sendiri.


'Apa mungkin penjaga dimensi itu berbohong padaku?'


Dia mulai meragukan si penjaga dimensi.


["Jangan lancang! Penjaga dimensi mengatakan hal yang sebenarnya!"]


Suara dalam kepala Ilya, Noe, semacam sistem yang diberikan oleh penjaga dimensi untuk membantu Ilya menangani calon bencana, dia bertugas untuk membuat potion yang berfungsi menstabilkan kekuatan mengamuk para calon bencana.


'Terus kenapa aku malah cuma rank F!?'


Batin Ilya, dia marah sambil berusaha untuk tidak berteriak saat itu juga. Terakhir kali dia berdebat dengan Noe dirinya malah disangka orang gila karena berbicara dengan sesuatu yang tak terlihat sebab Noe itu hanya terdengar di kepalanya saja.


["Itu karena teknologi di bumi belum terlalu maju, mereka tidak bisa mendeteksi kekuatanmu yang terlalu kuat itu sehingga hanya menampilkan rank F atau eror."]


Noe menjelaskan secara singkat berharap Ilya dapat memahaminya langsung.


'Jadi, artinya aku cuma enggak kelihatan kuat aja padahal aku ini sangat kuat?'


["Iya gitu.]


Noe menjawab dengan malas, andai dia punya wujud, wajahnya pasti sedang menatap Ilya datar karena saat ini Ilya sedang tersenyum sendiri seperti orang yang kehilangan akal.


"Hehehe, aku suka yang seperti ini. Setelah ini aku akan—"


["Jangan lupa tentang misi mu! Kau harus mencari calon bencana itu!"]


Lagi-lagi Noe mengingatkan Ilya tentang misi yang selalu dia lupakan. Ilya menggerutu kesal, dia pun ingat dengan misinya tapi Noe sangat bawel hingga dia selalu mengingatkan Ilya setiap jam.


"Kakak"


Ilya menoleh ke belakang untuk melihat Gauri yang menatapnya lembut. Adiknya itu ikut bersama Ilya untuk mengecek kekuatannya, jadi dia melihat rank Ilya yang tak seberapa itu.

__ADS_1


Gauri mendekati Ilya, dia duduk di sebelah kakaknya kemudian menatapnya lurus. Dia pikir kakaknya itu akan berkecil hati sebab dirinya terbukti bukan Hunter yang kuat, padahal sebelum ke sana dia sudah percaya diri dan mengatakan akan melindungi Gauri mulai saat ini.


Gauri tidak masalah mau kakaknya kuat atau tidak, dia tidak peduli dengan semua itu karena yang penting baginya adalah Ilya hidup sehat dan bahagia.


Sekarang mungkin akan banyak orang yang menaruh perhatian pada Ilya. Dia sudah terbukti tidak memiliki kekuatan apapun dan identitasnya sebagai kakak kandung Gauri pun sudah diketahui oleh publik, selain itu Ilya juga bisa menjadi kelemahan terbesar Gauri, karena hal itulah Gauri semakin khawatir pada keselamatan kakaknya.


"Kakak tahu kan aku tidak masalah kalau kamu hanya malas-malasan dengan uang yang aku miliki, aku tidak merasa kecewa kok meskipun kak Ilya tidak menjadi Hunter kuat, kakak masih bisa melindungi ku meskipun tak memiliki kekuatan itu."


Ujar Gauri. Senyuman hangat terpatri di wajahnya, dia benar-benar tulus mengatakannya pada Ilya dan Ilya pun merasakan niat baiknya itu.


Ilya tersenyum. Sejak kapan adik yang dulu sering menangis karena tertinggal bus sekolah itu jadi dewasa begini? Rasanya Ilya ingin menangis karena terharu melihat adiknya yang tumbuh dewasa.


"Terima kasih, tapi sebagai kakak yang baik aku tidak akan malas-malasan dan hanya menghabiskan uang mu. Aku akan bekerja juga,"


"Apa kak Ilya akan tetap jadi Hunter?"


Kini tatapan adiknya semakin serius. Gauri tidak ingin Ilya menjadi Hunter dengan kekuatannya yang seperti itu, dia benar-benar tidak merasa keberatan jika harus merawat Ilya dan memberikannya uang setiap hari untuk membiarkan kakaknya itu diam di rumah.


"Iya, aku akan melakukannya"


"Hunter rank F selalu menerima perlakuan buruk kak, mereka kadang menjadi umpan hidup untuk melawan monster bagi mereka yang memiliki kekuasaan. Aku tidak mau jika kakak mengalami hal itu."


Gauri tahu betul apa yang dialami oleh Hunter rank bawah di dungeon. Mereka yang lemah hanya akan menjadi bawahan bagi mereka yang kuat, meskipun tidak semuanya Hunter rank rendah diperlakukan buruk tapi tetap saja Gauri khawatir pada kakaknya.


"Aku tahu kakak itu kuat, tanpa kekuatan Hunter pun kakak bisa mengatasi masalah apapun. Tapi, aku tidak akan bisa terima jika ada orang yang memperlakukan kakak dengan buruk di dungeon nanti."


Hanya Ilya keluarga yang dia miliki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Ilya maka Gauri tak akan bisa bereaksi biasa dan tenang, dia pasti sulit mengendalikan emosinya.


Ilya terdiam. Dia tidak tahu kalau Gauri se-khawatir ini pada dirinya. Rasanya senang saat ada yang mengkhawatirkan dirimu, apalagi yang melakukan itu adalah keluargamu satu-satunya.


"Tenang saja. Aku akan berhati-hati kok, dan aku pun tidak akan membuat reputasi mu sebagai ketua gulid Orbit menjadi jelek hanya karena aku menjadi Hunter di dungeon."


"Bukan itu maksudku!"


Gauri memekik. Dia menatap Ilya dengan tatapan yang sulit diartikan, sementara Ilya

__ADS_1


"Aku tidak mau kakak masuk ke dungeon. Di sana berbahaya, aku, aku tidak ingin kehilanganmu"


Suara Gauri terdengar parau. Dia mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Ilya. Tatapannya menatap lurus, berusaha membaca emosi apa yang ada pada sang kakak saat itu.


Gauri pikir kakaknya akan marah karena dia melarangnya untuk ke dungeon, tapi reaksi dari Ilya sangat tak terduga. Dia tertawa keras, membuat beberapa orang yang berlalu lalang menatap mereka berdua penasaran.


"Kenapa kakak tertawa?"


Gauri bertanya singkat. Sudah lama dia tidak melihat kakaknya tertawa selepas itu, rasanya nostalgia dan membuatnya merasa hangat.


Ilya menghentikan tawanya, dia mengelap air mata yang keluar sedikit sebab dia terlalu banyak tertawa. Tangannya terulur, mengusap rambut hitam panjang Gauri yang saat itu digerai rapi.


Gauri agak tersentak. Perlakuan lembut yang biasa dia terima saat masih kecil, Ilya melakukannya lagi sekarang meskipun Gauri sudah dewasa—seharusnya Gauri merasa malu menerima perlakuan kekanakan ini, tapi dia hanya diam dan menerimanya saja.


"Sejak kapan adik kecilku jadi dewasa begini? Kamu bahkan mengkhawatirkan kakakmu dengan serius, aku bangga padamu Ari"


Ilya berucap singkat, memberikan pujian pada adiknya yang kini menunduk malu. Gemas rasanya melihat reaksi yang adiknya perlihatkan ini, Ilya jadi semakin ingin mengganggunya tapi mengurungkan niat itu sebab sekarang bukan waktu yang tepat.


"Aku akan berhati-hati supaya tidak membuatmu khawatir, kamu percaya padaku kan?" Ilya menjeda ucapannya sejenak "lagipula, aku melakukan ini juga untuk membantu mu. Mungkin aku bisa menemukan orang-orang berbakat di dungeon nanti kan?"


Gauri mengangguk singkat. Tentu saja dia percaya pada kakaknya.


"Jika ada yang menganggu kak Ilya, laporkan saja padaku. Aku akan membereskan mereka."


Ilya merasakan aura hitam dalam ucapan Gauri. Dia serius pada bagian 'membereskan' hingga membuatnya merinding mendengar itu.


Untuk siapapun yang akan menganggu Ilya nanti dia harus menanganinya sendiri sehingga Gauri tak usah turun tangan.


"Baik, aku akan melakukannya. Jadi, kamu mengizinkan aku ke dungeon kan?"


Sebenarnya alasan Ilya ingin ke dungeon adalah karena dia rindu bertarung dengan monster. Sejak dia pulang ke bumi, hal yang Ilya lakukan hanyalah diam di apartemen dan menikmati fasilitas yang ada—dia bosan dan dungeon adalah penghilang rasa bosannya.


"Aku mengizinkannya tapi kak Ilya harus didampingi oleh anggota gulid yang aku pilih."


Ilya mengangguk setuju. Jika dia menolaknya maka percakapan mereka akan menjadi perdebatan panjang—dia akan memikirkan cara untuk menghindari pengawasan pengawal yang Gauri kirim nanti.

__ADS_1


"Tidak masalah. Terima kasih."


__ADS_2