
Ketika bangun makanan sudah tersaji di meja makan, rupanya Gauri memasak untuk sarapan Ilya sebelum dia pergi bekerja pagi-pagi sekali.
Kejadian penyerangan kemarin tidak diketahui oleh adiknya itu, ruang tengah pun tenang-tenang saja seolah kemarin tidak terjadi apapun karena Ilya sudah membereskannya semalam.
Ilya berjalan kemudian duduk di kursi, menatap beberapa makanan hangat yang masih mengepul dan harum—apalagi semua itu adalah makanan favoritnya.
Ada secarik kertas di atas meja, pesan singkat dari Gauri yang dia tinggalkan untuk Ilya.
["Aku tidak akan pulang untuk sementara waktu, maaf. Kakak bisa beristirahat di apartemen dengan nyaman, aku sudah mentransfer uang untuk kakak gunakan selama aku tidak ada. Tolong jangan kemana-mana, beberapa musuhku mungkin akan menargetkan kakak. Aku khawatir."]
Ilya bisa merasakan keseriusan dari tulisan itu. Karena Gauri tidak akan pulang untuk sementara waktu jadi Ilya tidak bisa membicarakan tentang kejadian semalam padanya hari ini, tadinya Ilya mau mendiskusikannya dengan Gauri karena mungkin saja itu musuh yang menargetkan sang adik.
'Yah, aku masih ada lain waktu'
Tangan Ilya menyendok sesuap nasi dengan lauk yang Gauri siapkan di sana, rasa yang luar biasa, mungkin karena Ilya sudah lama sekali tidak memakan makanan seperti ini jadi dia amat sangat menikmati makanan di depannya.
Kemampuan masak Gauri meningkat selama Ilya hilang dari bumi. Dulu Ilya ingat kalau adiknya itu hanya bisa masak mie instan atau nasi goreng, itupun rasanya pasti asin dan tak layak makan—meskipun begitu dulu Ilya masih memakan masakan adiknya untuk menghargai usaha sang adik yang dia sayangi.
Tapi lihatlah sekarang. Dia bisa memasak makanan lain selain mie instan dan nasi goreng asin, rasa makanan yang dia masak pun enak.
Ilya tak rela jika harus menyisakan sebutir nasi di piringnya, karena itu dia memakan habis semua makanan yang Gauri masak di sana—padahal itu melebihi porsi kuli, tapi Ilya bisa menghabiskannya sendirian.
Entah dia rakus atau sayang adik.
["Sudah beres makannya? Di luar ada calon bencana tuh, dia semakin dekat dengan pintu"]
Uhuk!
Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba saja Noe mengatakan lokasi calon bencana yang Ilya lupakan akhir-akhir ini. Ilya langsung tersedak, bisa-bisanya Noe dengan santai mengucapkan itu saat dia sedang khidmat menikmati makanan.
"Kalau kasih tau itu tau sikon dong!"
Ilya yang kesal langsung menyambar gelas lalu meminum air di dalamnya hingga tandas. Dia tidak peduli meskipun air membasahi baju tidurnya, yang pasti saat ini dia merasa agak panik karena hendak bertemu dengan si calon bencana.
__ADS_1
["Salah sendiri enggak waspada. Seharusnya kamu bisa merasakan kekuatan tak beraturan milik calon bencana itu, kuat kok cuma pajangan doang. Payah."]
Ingin rasanya Ilya menampar wajah sosok suara itu, tapi sayangnya dia bahkan tidak tahu wujud apa yang dimiliki oleh Noe.
"Suara dan nada yang menyebalkan. Suatu saat nanti aku akan memukul wajahmu!"
Ilya berjanji pada dirinya sendiri. Dia berjalan menuju pintu, seseorang menekan bel dari luar dan itu pasti si calon bencana.
Tanpa pikir panjang Ilya langsung membuka pintu. Di sana sudah ada seorang lelaki yang terlihat lebih muda dari dia, mungkin sepantaran dengan Gauri atau lebih tua sedikit.
Rambutnya hitam sedikit panjang dengan wajah agak bulat dan hidung mancung, warna kulitnya putih—dia tinggi mirip seperti model sebuah majalah, yang membuat Ilya tertarik pada penampilannya adalah warna matanya yang se-biru lautan dalam.
"Selamat pagi. Saya Remy Eira yang menggantikan Lee Yoo-han untuk menjaga anda sementara waktu, mohon bantuannya"
Lelaki itu, Remy, dia mengenalkan dirinya dengan sopan. Satu kata yang Ilya pikir saat dia melihat Remy adalah kaku dan sangat formal.
'Lee Yoo-han dulu tidak seperti ini kok'
Mungkin karena Yoo-han masih remaja jadi dia tidak terlalu terlihat berprilaku formal seperti Remy saat ini, Ilya paling tidak nyaman jika harus berhubungan dengan seseorang seperti Remy.
Untuk jiwa yang bebas seperti Ilya, sosok Remy ini bisa menjadi belenggu yang sulit dia hadapi.
["Diperkirakan waktu dia mengamuk adalah satu Minggu lagi. Kamu harus segera mencari pemicunya"]
Satu Minggu adalah waktu yang sebentar. Itu berarti Remy sama saja seperti bom berjalan yang bisa menghancurkan kota suatu saat nanti.
'Apa kira-kira pemicu yang membuatnya meledak?'
["Beragam. Pemicunya bisa berupa seseorang, masalah atau hal lain"]
'itu terlalu tidak spesifik! Bisakah kamu berikan petunjuk lain?'
["Tidak ada informasi lain, ini adalah hal yang harus kamu lakukan sebagai seorang yang dipilih oleh penjaga dimensi"]
__ADS_1
Ini kali pertama Ilya bertemu dengan calon bencana, karena Noe tidak mengatakannya secara jelas jadi Ilya merasa kesulitan untuk mencegah calon bencana ini meledak.
"Tuan Ilya?"
Remy membuka suara karena Ilya tak kunjung merespon ucapannya tadi. Ilya tersentak, dia tidak sadar sudah membiarkan Remy diam sementara itu dia mengobrol dengan Now lewat telepati.
"Oh? Iya. Mohon bantuannya ya, aku Ilya Sigma, kakak lelaki Gauri."
Ilya menjabat tangan Remy saat itu juga. Senyuman kapitalis terpatri di wajahnya, Ilya harus memikirkan tentang cara mencegah Remy mengamuk nanti.
"Tadi kamu bilang Yoo-han tidak bisa menjadi pengawal ku? Kenapa begitu?"
"Itu karena Hunter Lee Yoo-han mau mengikuti tes untuk menaikkan rank dirinya, sekarang ini dia sedang menjalankan beberapa tes selama satu Minggu dengan pemimpin gulid"
Ilya mengangguk paham. Mungkin karena itu juga Gauri tidak bisa pulang ke apartemen, rupanya dia sedang membantu tes Yoo-han untuk naik rank.
Proses untuk naik rank memang agak lama dan banyak, tapi jika dia benar-benar layak untuk naik rank maka semua itu tidak akan jadi masalah.
'Apa Yoo-han mau naik ke rank S?'
Tidak banyak Hunter rank S di negaranya. Gauri adalah salah satu dari sedikit Hunter yang memiliki rank S di sana, jadi jika Yoo-han bisa menjadi rank S itu akan meningkatkan popularitas gulid Orbit di mata masyarakat.
Ilya juga rank S meskipun tidak ada yang tahu.
'Dan lelaki ini pun akan jadi rank S nanti'
Saat calon bencana berhasil mengatasi ledakan kekuatan mereka maka mereka akan mampu mengendalikan kekuatannya sendiri dan memperoleh kekuatan besar kemudian naik rank.
"Saya datang ke sini untuk memperkenalkan diri pada anda selaku kakak dari pemimpin gulid. Maaf karena saya terlambat memperkenalkan diri,"
Rasanya ada yang aneh. Nada bicara Remy barusan terdengar gugup seolah-olah dia sedang mengenalkan dirinya pada calon keluarga mempelai wanita. Meskipun Ilya memiliki nol pengalaman percintaan tapi dia tahu mata seseorang yang jatuh cinta, terima kasih pada drama yang dia lihat karena itulah dia tahu jika Remy kemungkinan memiliki perasaan lain pada Gauri yang bersifat merah muda.
"Kamu menyukai adikku?"
__ADS_1
Dengan perasaan bimbang dan penuh kecurigaan, Ilya bertanya pada Remy sedangkan lelaki itu menatap Ilya dengan tatapan terbelalak.
'MASA IYA SIH!?'