Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Ledakan kekuatan.


__ADS_3

Hari Senin dan Jumat cerita ini libur, terima kasih.


Lelaki tua melipatkan kedua tangannya di dada. Dia menatap Calista yang bimbang dengan tatapan bosan, kemudian ia pun membuka mulutnya dan berbicara.


"Kau terlalu lama memilih"


Ctak!


Dengan satu jentikan jari darinya, muncul beberapa lelaki berbadan tinggi dan tegap yang mengelilingi mereka. Si lelaki tua tersenyum menyeringai, dia menepuk pundak Lukas di sisinya lalu pergi meninggalkan Ilya dan Calista.


"Sayang sekali kau tidak datang padaku. Nikmatilah saat-saat terakhir kalian, sampai jumpa"


Clak—


Tangan lelaki tua itu mengusap lehernya yang mengeluarkan darah. Ulah dari serangan jarak jauh milik Ilya, dia berbalik menatap lelaki itu dengan tatapan dingin sekaligus mengancam.


Ilya mendengus melihat tatapan mengancam dari lelaki tua. Dia tidak takut sedikitpun, melihatnya malah membuat Ilya kesal.


“Apa? Kau mau kabur pak tua? Aku tidak akan membiarkannya”


Ucap Ilya tak sopan. Lelaki tua menahan emosinya, terlihat dari urat di lehernya yang muncul karena naik pitam—baru kali ini ada seseorang yang begitu tidak sopan dan berani padanya.


“Tadinya aku ingin mengecualikan kamu dan membuatmu bergabung dengan kami, tapi ku rasa aku berubah pikiran.”


Lelaki tua mengeluarkan pedang dari belakang punggungnya. Pedang panjang dengan permukaan mengkilap, dilihat sekilas pun Ilya tahu pedang tersebut memiliki kelas tinggi. Setidaknya A atau lebih, barang langka yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya dan beruntung.


“kau harus mati di sini”


“Calista lari!”


Dengan satu instruksi dari Ilya kaki Calista langsung berlari menuju Lukas yang terjatuh pingsan di sana. Ilya melapisi sekitar Calista dengan pelindung berbentuk kubah, sehingga Calista tidak akan terkena serangan dari para Hunter yang menyerbu mereka.


Sementara itu Ilya bertarung dengan lelaki tua. Tangan Ilya memegang senjatanya, pedang kembar pendek itu terus beradu dengan pedang panjang milik lelaki tua.


Crang!


Trang!


Trang!


Calista berlari sambil menutup kepalanya dengan tangan. Serangan demi serangan diarahkan padanya, namun pelindung yang Ilya pasang membuatnya terlindungi dari serangan tersebut.


Prang!


Kaca bangunan tua tersebut pecah. Ilya mendorong mundur lelaki tua ke luar, membuatnya kewalahan dengan serangan bertubi-tubi darinya.


“Lukas! Bangun, hei! Lukas! Apa kamu mendengarkan ku!?”


Calista menggoyangkan tubuh Lukas, berusaha membangunkan anak lelaki itu namun tampaknya usahanya tidak berhasil karena Lukas bahkan tak bergeming sedikitpun.


“Kau hebat juga. Aku terdorong mundur olehmu”


Lelaki tua itu berucap sambil memegang pedangnya dengan dua tangan.


“Terima kasih atas pujiannya.”


Ujar Ilya. Berniat untuk memprovokasi dan nampaknya lelaki tua itu terpancing oleh ucapannya.


“Ini kali terakhir kau bisa bersikap sombong!”


Tanah yang Ilya injak bergetar seakan terjadi gempa bumi. Dari bawah tanah muncul retakan, kemudian sulur panjang berduri mulai keluar lalu berusaha menjangkau tubuh Ilya yang terus menghindar.


Setiap Hunter yang terbangun memiliki tipe kekuatan yang berbeda, dan kekuatan milik lelaki tua ini adalah tumbuhan beracun.

__ADS_1


"Mau ke mana kau?"


Lelaki tua muncul tiba-tiba di belakang Ilya. Dia menebas Ilya dengan pedangnya, tapi Ilya bisa menahan serangannya itu lalu ia melompat kebelakang.


Sulur tadi terus mengejar Ilya. Seberapa cepat Ilya menebasnya, sulur tersebut selalu tumbuh lagi dan lagi.


Ilya harus bertahan dengan dua serangan. Si lelaki tua dan skill sulur beracun miliknya yang menyebalkan.


"Tuan!"


Calista berteriak dari jendela bangunan tua. Dia menggendong tubuh Lukas yang pingsan, nampaknya para Hunter yang menyerang dia sudah mati karena kejutan listrik dari pelindung yang Ilya ciptakan—karena itu tugasnya sudah selesai dan dia harus pergi dari sana.


Keselamatan Calista adalah yang terpenting karena jika dia terluka maka itu artinya Ilya sendiri yang membuat Remy mengamuk.


"Tidak akan aku biarkan kau pergi"


Lelaki tua itu melambaikan tangannya kemudian sulur si lelaki tua berbalik arah, sekarang itu menyerang menuju Calista dan melilit penuh kubah pelindung Ilya, membuatnya hanya terlihat hitam saja.


"Calista!"


Lelaki tua mencemooh Ilya saat dia dengan panik memanggil nama Calista yang terjebak dalam pelindungnya sendiri.


"Kau menyayangi anak itu? Yah, meskipun pelindung mu dapat melindunginya tapi apa kau tak penasaran sampai kapan dia dapat bertahan?"


Ilya tidak memiliki banyak waktu. Dia harus segera menyelamatkan Calista dari sana.


["Sulur itu mengeluarkan racun yang dapat menembus pertahanan kubah pelindung, jika tidak dikeluarkan maka adik bencana pertama akan mati di dalam sana"]


Ucapan Noe membuat Ilya semakin kalut. Lelaki tua tidak membiarkannya pergi dari sana, dia terus menyerang Ilya untuk membuatnya repot. Ilya tidak bisa tenang, dia malah membuat diri sendiri kesulitan.


'Sialan!'


["Tenanglah! Kau dianugerahi kekuatan yang besar dari dungeon selama itu! Gunakanlah otak mu sedikit dan manfaatkan apapun yang bisa kau manfaatkan bodoh!"]


Ilya tidak bisa menggunakan kekuatan api dengan maksimal seperti kekuatannya yang lain, tapi saat ini api kecil saja sudah cukup untuk membuat sebuah ledakan di sana.


"Kau tahu? Saat gas dan api bersatu itu akan menyebabkan ledakan"


"Apa?"


"Selamat tinggal pak tua!"


Bola api seukuran tangan dilemparkan olehnya ke arah tangki gas tersebut, saat api itu bersentuhan dengan gas ledakan pun terjadi hingga membuat lelaki tua terpental ke belakang.


BOM!


Segera Ilya menjauh dari sana. Dia mendekati Calista dengan cepat, lalu menyingkirkan sulur yang menutupi pelindung miliknya.


Suara Calista tidak terdengar sehingga itu membuat Ilya khawatir.


"Sulur sialan!"


Ilya menebas semua sulur tersebut dengan cepat dan tajam. Pelindung yang dia buat retak, dan di dalamnya ada Calista yang terbaring meringkuk di lantai sendirian.


'Anak itu menghilang'


Lukas tak ada di sana. Padahal tadi Ilya yakin anak itu ada di gendongan Calista, tapi sekarang dia menghilang bersama angin.


["Kita harus cepat. Dia memerlukan pertolongan medis segera"]


'Kau benar'


Nafas Calista naik turun tak beraturan, seperti seseorang yang sesak nafas. Ilya segera membawanya pergi, dia tidak mau berlama-lama di tempat itu—sebelum lelaki tua menyadari keberadaannya.

__ADS_1


Api mulai membakar bangunan tua. Beberapa Hunter yang masih bertahan berusaha untuk memadamkan api, sedangkan lelaki tua menatap kobaran api tersebut dengan tatapan kesal.


"Anak nakal. Dia pergi membawa barang bagus, ah—padahal mereka akan sempurna untuk eksperimen nanti"


Lelaki tua itu menggenggam item yang membuat wajahnya berubah. Kini dia sudah kembali ke rupa awalnya, seorang lelaki berusia empat puluhan, tanpa luka codet di matanya dan memiliki tubuh tegap agak berotot.


"Maafkan saya"


Lelaki itu mendecih kesal mendengar permintaan maaf dari si anak lelaki. Lukas, anak lelaki yang meracuni Calista tadi, dia menundukkan kepalanya diam tak berbicara lagi.


Sebuah mobil melaju ke arahnya, kemudian mobil itu pun berhenti tepat di sebelah sang lelaki.


Dia berbalik ketika pintu mobil dibuka oleh salah satu bawahannya. Sebelum pergi dia berbicara sesuatu.


"Kita lakukan lagi nanti. Untuk sekarang pergi ke putri bodohku, bilang padanya untuk segera menyelesaikan eksperimen terakhir kalau dia masih mau hidup"


"Baik, tuan William" Ujar Lukas singkat. William masuk ke dalam mobil hitam miliknya, meninggalkan kekacauan di sana bersama Lukas yang masih diam.


"Aku rugi besar kali ini, haaa—" Dia mengusap wajahnya lelah.


'Aku hanya ingin memancing bahan eksperimen bagus menggunakan Lukas sebagai umpan. Tuan mengatakan hal yang benar, anak perempuan yang datang bersama Lukas memiliki kualifikasi untuk keberhasilan eksperimen kali ini—tapi, kenapa Ilya Sigma muncul bersama dia?'


Dari dalam mobil William menatap bangunan tua yang terbakar api. Ledakan tadi merambat ke sana lalu melahapnya dengan cepat, padahal itu adalah salah satu markas mereka namun sekarang mereka harus mencari markas lain lagi.


"Apa yang harus aku laporkan pada tuan nanti? Ini menyebalkan"


Sementara itu di sisi lain Ilya terdiam saat dia melihat kubah besar berbentuk segi empat panjang dan tinggi, kubah itu menutupi tengah-tengah kota—seperti mengisolasi daerah itu sendiri.


"Astaga—apa yang terjadi di sini"


Ilya berdiri di atas bangunan tinggi, menatap heran ke bawah yang menampilkan pemandangan kacau balau. Orang-orang berlari, banyak reporter di bawah sana dan helikopter pun ikut meliput kejadian tersebut.


["Ledakan energi. Ini adalah kekuatan bencana pertama, dia sudah mulai kehilangan kendalinya"] Noe menjelaskan secara singkat apa yang terjadi.


"APA!? SECEPAT INI!?"


Ilya berteriak. Terkejut dengan informasi yang Noe sampaikan.


Matanya memicing, menatap ke dalam kubah berwarna biru itu kemudian ia menangkap sosok Remy yang mengamuk di tengah-tengah.


'Benar. Remy terkurung di dalam kubah itu'


Anehnya penampilannya berubah. Rambutnya yang sewarna langit malam berubah menjadi biru seperti langit siang, bajunya agak compang-camping karena api miliknya sendiri—selain itu dia membakar apapun yang ada di dekatnya.


'Gauri juga ada di sana'


Tidak hanya Gauri. Ilya melihat Hunter lain di sana termasuk gulid master Nex yang memberikan tantangan pada Ilya waktu itu.


Calista membuka matanya secara perlahan. Suara teriakan dari orang-orang membuatnya bangun, tubuhnya terasa lebih baik daripada tadi karena Ilya sudah memberikannya potion—sebenarnya Noe yang memberikan potion tersebut, karena Ilya tidak bisa membuatnya.


"Tuan, di mana kita?"


Ia bertanya singkat. Calista masih digendong oleh Ilya, dia melihat situasi kota yang tidak baik-baik saja.


"Apa kamu masih bisa bertahan? Tolong aku."


Kata tolong yang Ilya ucapkan langsung membuatnya fokus. Calista menatap kedepan, lalu ia pun berkata.


"Apa yang dapat saya bantu?"


Tangan Ilya menunjuk ke arah kubah itu.


"Kita akan menjinakkan monster api di sana"

__ADS_1


__ADS_2