Level Max Setelah 5000 Tahun

Level Max Setelah 5000 Tahun
Latihan tanding.


__ADS_3

Jadwal update : Selasa dan Minggu siang.


.


.


.


.


"Apa? Kamu mau melakukan latihan tanding denganku?"


Ilya menghentikan langkahnya ketika gawai yang dia bawa saat melakukan lari pagi berdering lalu menampilkan nama guild master Nex di sana.


"Benar. Apa kau lupa? Aku pernah menantang mu dulu kan? Sekarang adalah saatnya kau menepati janji"


Tangannya mengusap keringat di wajahnya pelan. Akhir-akhir ini harinya menjadi lebih damai dari biasanya, namun Ilya khawatir damai ini adalah tenang sebelum badai, karena itulah ia mulai melatih otot-otot di dalam tubuhnya dengan melakukan olahraga rutin.


Dia pergi ke gym di sore hari setelah melakukan hunting di dungeon, lalu saat pagi dia akan joging di sekitaran kota seperti saat ini.


'Ini bagus untuk melihat sampai mana kemampuan ku berkembang'


Ilya jarang melakukan latihan tanding, bahkan mungkin selama dia pulang ke bumi dia belum pernah melakukan itu. Daniel memiliki kemampuan skill yang bagus, dia juga dikenal sebagai Hunter kuat sehingga bisa menjadi guild master dari salah satu guild besar di negaranya.


Latihan tanding dengan dia pasti akan berguna.


"Mau kapan?"


Dia bertanya singkat.


"Sekarang saja"


'hah?'


"Lihat ke depan"


Ilya yang tadinya menunduk langsung meluruskan pandangannya. Ia melihat Daniel yang melambaikan tangan di depan pintu guild Orbit, rupanya dia sudah menunggu sejak tadi.


"Ruang latihan milik guild Orbit sedang kosong kan? Kita bisa menggunakannya"


Daniel berjalan di samping Ilya yang mengangguk singkat. Mereka langsung pergi menuju ruang latihan yang kosong, sekarang masih pagi jadi tidak ada siapapun di sana.


"Aku sudah mengabari Gauri"


Ujar Ilya setelah selesai mengirim pesan pada adiknya. Daniel tersenyum puas, akhirnya dia akan melakukan latihan tanding dengan Ilya sekarang.


"Bagus. Ayo kita mulai"


Daniel sudah bersiap di posisinya. Dia bertarung menggunakan tangan kosong dan jarang memakai item, sebagai seseorang yang memiliki otot kuat dia sulit ditumbangkan.


"Apa kamu tidak akan memakai senjata atau familiar mu?"


Daniel bertanya sebab dia tidak melihat Ilya mengeluarkan senjata atau familiar miliknya. Padahal Hunter taming biasanya bertarung menggunakan senjata atau familiar.


"Aku akan menggunakan teknik yang sama denganmu, jangan khawatir karena aku pun bisa bertarung tanpa senjata atau bersama familiar ku"


Ilya menjawab dengan yakin. Tanpa senjata pun dia bisa melakukannya.


Daniel tertawa keras.


Dia tidak peduli meskipun ucapan Ilya tadi adalah meremehkan secara tersirat.

__ADS_1


"Dengar, ini pelajaran pertama dariku."


Tubuhnya langsung melesat ke arah Ilya, mengirimkan pukulan miliknya dengan sangat cepat ke depan wajah lelaki itu.


"Jangan pernah meremehkan lawan mu"


Brugh!!!


Daniel terkejut begitu melihat Ilya yang menahan tinju darinya dengan dua tangan yang ia angkat ke atas.


"Terima kasih atas pelajarannya. Namun, aku sama sekali tidak berniat untuk meremehkan mu"


Kedua tangan Ilya menyambar tubuh Daniel lalu membantingnya ke depan. Daniel terpelanting hingga menabrak tembok, membuat tembok tersebut retak karena bobot tubuh dirinya.


"Pftt!! Hahaha!! Benarkah? Aku pikir kamu meremehkan ku karena sekarang kamu tidak bertarung seperti job skill yang kamu miliki"


Ia meregangkan tubuhnya sejenak. Pukulan dari Ilya memang menyakitkan, tapi dia masih bisa bertahan dan kembali melayangkan serangannya pada lelaki di depannya itu.


"Aku bukannya meremehkan mu. Tapi ini memang caraku untuk bertarung menggunakan teknik yang sama dengan lawan yang menantang ku"


Lagi. Serangan dari Daniel berhasil dia tahan. Daniel menyeringai senang, baru kali ini dia menemukan teman latihan tanding yang setara dengan dia, tidak, mungkin Ilya lebih dari yang dia pikir.


"Naif. Kau akan kalah kalau pemikiran mu seperti itu"


Dugh!!


Serangan demi serangan ia berikan pada Ilya. Area bertarung di sana pun mulai hancur, bahkan temboknya yang kokoh itu memiliki retakan dimana-mana.


"Serius lah saat bertarung denganku!!"


Teriak Daniel. Dia mulai merasa kesal karena Ilya seperti menahan dirinya untuk tidak menggunakan semua kekuatan yang dia punya, padahal Daniel melakukannya dengan serius sejak awal.


"Kau yakin?"


"Aku seratus persen yakin."


Ia menarik tangannya ke belakang. Hendak melakukan serangan lagi pada Ilya, namun lelaki pemilik mata hazel itu menendangnya bagian perutnya—membuat Daniel merasa organ dalamnya keluar secara bersamaan.


"Uhuk!"


Dia batuk darah, namun belum cukup dengan itu ia melihat Ilya yang melesat ke arahnya dengan sangat cepat. Tangan Ilya mengepal, lalu meninju tembok tepat di sebelah Daniel yang terpojok hingga menciptakan sebuah lubang besar di belakangnya.


Daniel menoleh ke arah tembok dengan merinding. Begitu kah kekuatan seorang Hunter dengan job skill taming?


'Apa ini kekuatan maksimalnya?'


"Aku tidak menggunakan kekuatan ku secara maksimal. Ini hanya aku saat sedang serius saja"


Ia menelan ludahnya kasar. Sepertinya Daniel sudah memilih lawan yang salah, sejak tadi Ilya sengaja menahan dirinya supaya pertarungan mereka tidak berakhir dengan cepat—namun dia dengan arogannya malah meminta Ilya bertarung dengan serius.


"Aku kalah"


Daniel mengakui kekalahannya. Ilya tersenyum canggung, ia mengulurkan tangannya untuk membantu Daniel berdiri karena sepertinya dia kesulitan melakukan itu.


"Terima kasih karena sudah melakukan latihan tanding denganku"


Guild master Nex menerima uluran tangan Ilya. Seharusnya dia tidak perlu ragu, apalagi Ilya memang sudah menjadi Hunter rank S yang digadang-gadang setara dengan Hunter terkuat di dunia.


'Aku bukanlah tandingannya'


Dia tidak menyangka akan ada masa saat Daniel mengakui kekalahannya sendiri.

__ADS_1


"Apa—apa yang kalian lakukan pada ruangan ini!?"


Ilya dan Daniel tersentak ketika mendengar suara seseorang dari belakang. Mereka berbalik, lalu sosok Gauri yang menatap dengan aura berapi-api terlihat menghampiri mereka berdua.


'Waduh' Batin Ilya dan Daniel bersamaan.


Dari auranya Gauri sedang dalam keadaan yang tidak baik.


Mata hazel milik Gauri menatap iba pada nasib ruangan latihan milik guild nya yang sudah hancur setengah, belum lagi tembok yang dibangun menggunakan material terbaik dan mahal itu pun memiliki lubang besar seperti habis dipukul seekor naga.


Dia tahu tembok itu pasti ulah kakaknya, karena kekuatan milik kakaknya memang mampu melakukan itu.


"Siapa yang akan bertanggung jawab dengan semua ini?"


Ujar Gauri dengan nada yang dingin semi mengancam. Dia menatap Ilya dan Daniel yang kini saling memalingkan wajah mereka, barangkali mereka pun merasa bersalah karena sudah menghancurkan tempat latihan tersebut.


Apalagi sekarang Ilya keringat dingin. Baru kali ini dia melihat Gauri marah begini, biasanya adiknya itu tidak akan marah pada apapun yang Ilya lakukan.


"Aku yang akan bertanggung jawab"


Ilya dan Gauri menatap Daniel yang berbicara. Guild master Nex itu menghela nafas panjang sambil menggaruk pipinya yang tak gatal.


"Untuk sementara anggota guild Orbit boleh menggunakan ruangan latihan milik guild Nex selama pembangunan ulang tempat latihan ini, dan untuk biayanya akan aku tanggung"


Daniel cukup kaya karena dia adalah putra terakhir keluarga konglomerat, jadi biaya perbaikan tidak menjadi masalah berat untuknya.


Gauri mengusap wajahnya kasar. Dia menerima sikap tanggung jawab Daniel, sekarang masalah tempat latihan sudah selesai.


Aturan penggunaan tempat latihan oleh orang luar harus memiliki izin yang diberikan dari guild master. Tadi Gauri belum sempat menjawab pesan Ilya, dia langsung datang ke tempat latihan karena khawatir dengan kondisi sang kakak namun saat dia datang semuanya malah jadi begini.


Karena belum mendapatkan izin jadi semua kerusakan akan ditanggung oleh orang yang paling banyak melakukan kerusakan.


"Harusnya kakak ku yang bertanggung jawab tapi karena anda mengatakan itu jadi biarlah anda saja yang membayar kerusakan ini. Terima kasih untuk ruang latihannya, kami akan menggunakan itu besok"


"Apa aku tidak perlu ikutan membayar?"


"tidak perlu. Anggap saja ini sebagai bayaran ku karena sudah menantang mu, aku harap kita bisa bertanding lagi nanti tapi untuk selanjutnya kita harus bertarung di dungeon supaya tidak terlalu banyak kerusakan"


Daniel menepuk pundak Ilya kasar sambil tersenyum lebar. Giginya terlihat rapi ketika dia tersenyum.


"Baik, baik. Sudah selesai, tolong kalian keluar sekarang karena petugas akan memeriksa kerusakan di sini"


Atas ucapan dari Gauri mereka pun keluar dari sana. Gauri benar-benar harus menjauhkan kakaknya dari guild master Nex, supaya Ilya tidak memiliki sifat yang mirip dengan Daniel.


"Kau mau makan bersama? aku tahu tempat makan yang enak"


"kakak akan makan bersamaku di apartemen"


"oh? Iyalah? Berarti aku akan ikut dengan kalian!"


"Tidak bisa. aku hanya memasak sedikit yang cukup untuk dua orang"


Saat Ilya tertawa kecil melihat Gauri dan Daniel yang berdebat di depannya, suara pesan masuk terdengar dari gawai dalam saku.


Ilya sempat khawatir kalau dia harus mengganti gawai—lagi, tapi untungnya yang sekarang hanya retak dikit. Mungkin efek pertarungan tadi, dia sudah berusaha untuk tidak menghancurkan benda dalam saku celananya itu.


['Aku akan kembali ke rumah lama ku dulu. Tuan Alexander mengirim Hunter untuk mengawasi ku, sepertinya kalau kita mengobrol nanti akan ada banyak orang haha']


Mulutnya membentuk sebuah senyuman tipis setelah membaca pesan singkat itu. Dari Han Do Hwa. Sejak ia siuman dari pingsannya Ilya sering mengajaknya untuk bicara, tanpa disadari hubungan mereka pun menjadi dekat dan mereka memutuskan untuk berteman.


Ilya segera membalas pesannya dengan cepat. Mengatakan bahwa dia akan mengunjungi Do Hwa setelah urusannya selesai, lalu ia pun tidak keberatan percakapan mereka didengarkan oleh Hunter yang dikirim oleh Alex nanti.

__ADS_1


['Sampai jumpa akhir pekan ini, Ilya']


__ADS_2