
2 minggu kemudian.
Pras dengan beberapa bantuan orang lain sudah menemukan titik terang mengenai Mela saat di panti asuhan. Wanita yang membawa ke panti asuhan adalah ibu kandung Mela. Dia adalah mantan kekasih dari Pak Adi sebelum beliau menikah dengan Amira. Namanya adalah Riani, saat itu ia masih berhubungan dengan Pak Adi walau sebatas teman.
Riani yang kala itu baru melahirkan bayi berusia 1 minggu datang ke rumah Pak Adi untuk meminta bantuan tapi sayang kala itu Riani tidak bertemu Pak Adi yang sedang ada di luar kota dan malah bertemu Darsen. Riani mengurungkan niat Lalu memutuskan menitipkan Mela ke panti asuhan dan sampai sekarang tidak menjemput Mela lagi.
8 tahun kemudian, Pak Adi bertemu dengan Riani yang menjelma sangat cantik dan sering riwa-riwi di pertelevisian, Riani menggunakan nama panggung Develona. Tentu saja di balik ketenarannya ada sosok pria kaya di belakangnya. Riani melakukan operasi plastik secantik mungkin supaya bisa menjadi aktris terkenal dan melupakan Mela yang ada di panti asuhan. Riani mengatakan pada Pak Adi jika ia memiliki seorang putri yang kini berusia 8 tahun berada di panti asuhan. Mengingat Pak Adi ingin sekali mempunyai anak perempuan, ia pada akhirnya memutuskan mencari keberadaan anak dari Riani yang bernama Melani Ananda Zaila lalu mengadopsinya tanpa tahu ayah kandung dari Mela.
Darsen cukup lega jika Mela bukan adik kandungnya. Bukti lain juga mengatakan tes DNA yang di lakukan secara diam-diam membuktikan jika Mela dan Pak Adi bukan sedarah lalu tidak ada ikatan saudara.
Tetapi kenapa saat itu Pak Adi mengatakan jika Mela adalah anak kandungnya? Itu yang membuat Darsen bingung.
"Kalau menurutku Pak Adi bilang begitu supaya Bos dan Mela tidak menikah alias kalian tidak di restui oleh Pak Adi makanya beliau mengatakan hal bohong seperti itu," ucap Pras.
Benar juga tapi ibuku apa juga tahu hal itu? Batin Darsen.
Darsen berdiri dari sofa, ia ingin menemui Mela di apartemen. Selama 2 minggu ini mereka tidak berkomunikasi, Darsen juga memblokir akun Mela yang ada di aplikasi perjodohan karena saking kecewanya.
Darsen mengeluarkan sapu tangan yang bertuliskan Sena, tentu saja buatan Mela.
"Setelah ini Bos mau apa? Apa Bos yakin Mela akan menerima Bos lagi?" tanya Pras.
"Mela sempat mengatakan mau untuk aku nikahi. Pasti dia tidak akan berubah pikiran."
Darsen menggenggam sapu tangan buatan Mela lalu menciumnya. Pras menatapnya dengan memutar bola mata jengah. Pria duda satu anak yang berusia 40 tahun itu sungguh kekanakan.
Darsen keluar dari ruangannya, ia keluar dengan semangat untuk menemui Mela. Selama 2 minggu ini Darsen salah paham dengan Mela dan ia akan meminta maaf.
Sesampainya di apartemen Mela.
Darsen tahu alamat Mela dari Pras, ia kini sudah ada di depan pintu lalu menekan tombolnya. Tak lama berselang Mela membuka pintu, ia mencoba menutup pintunya lagi namun Darsen menahan dengan tangannya.
"Biarkan aku masuk!"
Mela menggeleng namun kekuatan Darsen lebih besar sehingga bisa membuka pintu itu dengan mudah. Darsen memandang ruang apartemen yang mewah itu, tentu saja Pak Adi akan memfasilitasi Mela yang terbaik.
"Mela, aku minta maaf untuk 2 minggu ini jika aku berbuat salah paham padamu," ucap Darsen.
__ADS_1
"Bahkan aku tidak tahu kesalahanku apa, tiba-tiba di usir dari rumah dan Kakak juga memecatku dari pekerjaanku. Bapak juga tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Mela meremas jemarinya sambil berlinang air mata.
Darsen mengusap air mata Mela dan menjelaskan ada kesalahpahaman. Darsen tidak ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak ingin Mela terluka karena ibu kandungnya yang tidak tahu diri itu tidak mau mengurusi Mela lagi padahal beliau sering wara-wiri di dunia pertelevisian.
"Mela, jangan sedih! Jika kau ingin pulang dan tinggal bersama bapak lagi aku akan kabulkan dan jika kau ingin bekerja lagi maka kakak akan memberikan pekerjaan yang layak."
Mela menghentikan air matanya yang berjatuhan. Dia masih belum paham apa yang sebenarnya terjadi namun tiba-tiba Darsen menunjukan sapu tangan buatannya yang khusus ia buat untuk teman onlinenya.
"Sapu tangannya bagus sekali, lain kali buat yang bernama Darsen, ya?" ucap Darsen.
"Kakak kenapa bisa punya itu?"
Darsen tersenyum kecil, ia mengeluarkan ponselnya lalu mencoba menelpon ponsel Mela melalui aplikasi. Mela terkejut lalu mencoba mengangkatnya, ia menatap sang kakak yang mengatakan hallo di depannya.
"Jadi selama ini Sena adalah kakak?" tanya Mela.
Darsen mengangguk seketika Mela mati gaya karena selama ini Mela selalu curhat dengan Sena masalah sang kakak yang sangat galak dan kadang menyebalkan. Melihat wajah Mela yang lucu membuat Darsen mencubit pipinya. Mela tersipu malu.
"Kakak ulang pertanyaan waktu terakhir kita bertemu di rumah. Maukah kau menikah denganku?"
Mela terdiam sejenak melihat ketulusan Darsen tapi bayangan wajah sang bapak selalu berada di pikirannya.
"Kenapa berubah pikiran?"
"Bapak dan Leon bagaimana?" tanya Mela balik.
Darsen mengusap wajahnya kasar, Mela masih sama polos dan labilnya. Kemarin bilang ya tapi kini bilang tidak.
"Bapak tidak akan setuju dengan hubungan kita," ucap Mela.
"Bagaimana jika kita menjalin hubungan diam-diam?"
Mela melotot memandangi sang kakak mengatakan hal yang membuat jantung seakan berdesir. Tak dapat di pungkiri jika Mela juga menyukai bahkan mencintai sang kakak angkat yang kini sedang berdiri mematung mendengar jawabannya.
"Kita berdosa Kak," jawab Mela.
"Kita melakukan apa sampai berdosa? Kita bukan sekandung bahkan bukan sedarah, apanya yang berdosa?"
__ADS_1
Mela hanya diam tak bergeming, Darsen mengusap wajahnya kasar lalu menghela nafas dengan kasar. Yang ada di depannya ini adalah bocah berumur 18 tahun yang baru tahu kerasnya dunia percintaan. Mela juga tidak ada pengalaman untuk berpacaran.
"Kata Bapak jika aku berpacaran maka akan hamil," ucap Mela sambil memainkan jemarinya. "Apalagi jika ada hubungan dengan Kak Darsen," sambung Mela dengan ragu.
Sepertinya Bapak memang mempengaruhi Mela supaya tidak bisa dekat denganku.
"Mela, aku tidak semenakutkan itu."
Mela masih diam tak berani memandang wajah Darsen yang mulai kesal. Darsen terus saja menghela nafas melihat adik polosnya itu.
"Aku tidak akan mengambil kehormatanmu sebelum kita menikah. Aku janji tapi untuk ciuman tak dapat di pungkiri jika aku menginginkannya bahkan sekarang aku pun ingin menciummu."
Mela tak bereaksi sedikitpun membuat Darsen berjongkok di depan Mela yang tengah duduk di pinggir ranjang. Darsen menunggu jawaban dari Mela.
"Betapa munafiknya aku jika tidak ingin mempunyai hubungan dengan kakak tapi ku pikir tidak masalah asal Bapak tidak tahu. Aku sangat mencintai Kak Darsen," ucap Mela.
*****
Hai-hai gaessss...
Author punya kisah cinta Pras yang tak kalah seru dari kisah Darsen tapi dalam bentuk novel chat. (Karena author sedang ikut lomba novel dalam bentuk chat)
Nah itu sebagian contoh novel chat.
JUDUL : One Night Stand With Duda
atau dalam bahasa indonesianya Cinta Satu Malam Dengan Duda.
__ADS_1
Masih di aplikasi mangatoon \ noveltoon.