
Aku hidup di keluarga yang sederhana dan semua kebutuhan keluargaku bercukupan. Nama ayahku adalah Adhitama dan ibuku Justina. Ayah ku hanya seorang wiraswasta yang memiliki toko sembako dan juga toko anyaman yang dibuat dari bahan bambu. dan ibu ku hanya seorang ibu rumah tangga yang melayani keperluan suaminya dan anaknya, dan aku bernama Adira Zeylina Adhitama, aku hanya anak tunggal yang memiliki profesi seorang perawat di rumah sakit besar swasta yang ada di kota Bandung. Setiap hari aku hanya pergi ke rumah sakit untuk bekerja jika mendapat shif pagi, dan malamnya aku membantu ibu untuk memasak untuk makan malam, sedangkan jika aku shif malam setelah pulang aku beristirahat sejenak setelah itu aku selalu menyempatkan untuk pergi ke toko papa, tetapi aku lebih menyukai untuk ke toko anyaman papa karena di sana aku selalu melihat keceriaan para karyawan papa.
Suatu hari saat aku pergi bekerja seperti biasanya aku di ajak teman-temanku yang mendapat shif pagi untuk mampir ke cafe untuk beristirahat sejenak sambil minum kopi saat pulang dari bekerja.
'Dira apakah kamu jadi ikut bersama kami untuk jalan-jalan ke cafe sebentar setelah pulang' .sahut Mia teman shif dira
'iya Mia aku jadi ikut kok' sahut Dira kepada temannya Mia.
Tidak lama kemudian mereka sudah pulang dan berganti dengan yang menjaga shif malam, mereka pergi bersama-sama tetapi menaiki kendaraan pribadi masing-masing.
'Dir ayo masuk'. Kata teman Dira
'iya ayo'. sahut Dira kepada temannya. sedangkan temannya yang lain sudah masuk untuk memesan meja yang akan mereka duduki.
'ayo sini duduk'. kata teman Dira yang cowo untuk mempersilahkan mereka untuk duduk.
'iya. kata mereka dengan senyum.
saat mereka duduk seorang pelayan pun datang untuk mencatat untuk pesanan mereka.
__ADS_1
'kalian pesan apa'. kata Dira yang cowo
'iya aku pesan jus melon ya satu'. kata teman Mia dan yg lain pun mengikut dengan pesanan mia.
Dan mereka pun berbincang-bincang masalah kerjaan,kegiatan di luar rumah, masalah pribadi dan lain-lain. sedangkan Adira hanya mendengarkan pembicaraan mereka karena Adira memang di kenal dengan seorang yang tidak terbuka, pendiam dan lebih memendam perasaan sendiri. dan tidak terasa mereka lupa dengan waktu yang sudah menunjukkan hampir jam 10 malam. Dan mereka pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.
' dira kita duluan ya, kamu hati-hati ya'. kata teman Dira yang sudah pulang duluan.
'iya, kalian juga ya'. kata Dira kepada temannya.
Dira pulang terakhir karena dia harus mengangkat telpon dulu dari papanya karena dia cemas dengan anaknya yang belum pulang tidak seperti biasanya, karena Dira tadi lupa untuk mengabari ayaknya dan ibunya kalau dia akan pulang terlambat karena dia pikir tadi mereka hanya mampir sebentar, tetapi karena temannya terlalu asik untuk mengobrol sampai lupa waktu. Dira pun pulang dengan membawa mobil dengan kecepatan yang sedang karena pesan dari ayahnya karena sudah tengah malam, tetapi pada saat Dira terus menyetir mobilnya tiba-tiba berhenti secara mendadak.
' kenapa dengan mobilku kok berhenti'. kata Dira dengan panik karena tidak biasanya mobilnya itu mogok. Dira pun keluar dari mobilnya, dia melihat ada masalah apa dengan mobilnya, tetapi dia tidak mengerti sedikit pun tentang masalah mobil. akhirnya dia masuk kembali ke mobilnya dan mengambil Hp untuk menghubungi ayahnya agar dia bisa di jemput oleh ayahnya, karena dia sekarang tidak bisa memesan taksi karena sudah hampir jam 11 malam dan tidak ada kendaraan yang melintas. tetapi lebih sialnya lagi hpnya lobet, dan tidak bisa menghubungi ayahnya.
' mungkin sebentar lagi ma kan tadi papa sudah telpon Dira dan dia akan segera pulang' . sahut ayahnya Dira mencoba untuk menenangkan istrinya yang sedang panik karena anaknya belum juga pulang.
Sedangkan Adira mencoba untuk tenang dan tidak takut dan berfikir positif, Dira pun keluar dari mobilnya mencoba untuk menunggu taksi atau ojek yang mungkin saja lewat. saat beberapa saat kemudian ada mobil yang berwarna putih singgah di depan mobil Dira tetapi dia mencoba untuk tenang. pemilik mobil tersebut berjalan ke arah dira. dan Dira sanggar gugup melihat kearah orang tersebut karena dia adalah seorang cowo yang berpakaian rapi, tetapi Dira takut karena bisa saja orang tersebut adalah orang jahat.
' permisi nona ada yang bisa saya bantu'. Kata cowo tersebut kepada Adira.
__ADS_1
' maaf saya tidak apa-apa kok '. kata Adira kepada cowo tersebut, karena dia merasa takut kepada orang tersebut.
' maaf, nona tidak perlu takut kepada saya karena saya bukan orang jahat, saya hanya ingin membantu nona, karena daerah ini sulit sekali untuk mendapat taksi atau kendaraan lain, karena daerah ini lumayan jauh dari pemukiman warga'. kata pria tersebut untuk menenangkan wanita tersebut agar percaya padanya.
sedangkan Adira mencoba untuk menenangkan dirinya Adira melihat pria tersebut sepertinya dia orang yang dapat di percaya dan dia juga sudah dari tadi berdiri di sini untuk menunggu taksi atau ojek tetapi tidak ada satu pun yang lewat, akhirnya dia mencoba untuk percaya pada pria tersebut.
' iya baiklah, bisakah tuan memberi saya tumpangan agar sampai ke pemukiman warga agar saya dapat memesan taksi untuk pulang, karena mobil saya mogok'. kata Adira pada pria tersebut.
' iya saya akan mengantar nona, mari ikut saya'. kata pria tersebut kepada Adira
' iya tuan'. Adira pun masuk kedalam mobilnya untuk mengambil kunci mobilnya dan tas dan hpnya.
tetapi pada saat Adira berjalan ke arah pria tersebut dia malah lagi sedang berbicara dengan seseorang di telpon.
' maaf nona apa saya bisa meminjam kunci mobil anda'. kata pria tersebut ke Adira
' untuk apa anda meminta kunci mobil saya'. kata Adira terkejut karena dia tiba-tiba meminta kunci mobil saya.
' maaf nona saya hanya akan memberikan kepada montir saya yang akan segera ke sini untuk memperbaiki mobil anda nona'. sahut pria tersebut kepada Arida, dan mencoba untuk menyakinkannya karena wanita tersebut jelas sekali terkejut dengan permintaan saya.
__ADS_1
' maaf tuan itu tidak perlu karena karena besok saya akan meminta kepada ayah saya untuk memanggil montir ayah saya juga'. kata Adira karena merasa tidak perlu menerima permintaan peria tersebut.
Maaf ya kalau ada kata yang kurang dimengerti atau tidak jelas🙏. karena saya baru pertama kali untuk menulis