Maafkan Aku

Maafkan Aku
Episode 5


__ADS_3

Setelah sarapan Adira kembali ke kamarnya untuk mengambilnya tas dan akan pergi bekerja. sementara ayahnya dan gavin kembali ke ruang tamu, dan ibunya membersihkan meja makan.


Setelah Adira kembali ke dapur dan ingin berpamitan kepada ibunya


"Bu Adira berangkat ke rumah sakit dulu ya Bu" kata Adira kepada ibunya sambil mencium tangan ibunya


"iya sayang, hati-hati ya" kata ibunya kepada Adira dan mencium kening anaknya


"iya ma" kata Adira kepada ibunya dan pergi dari dapur, dan ibunya melanjutkan untuk membersihkan meja makan


Adira pun menuju ruang tamu untuk berpamitan juga kepada ayahnya. setalah sampai dia melihat jika pria tersebut masih berada di sana


"kenapa dia masih di sini juga" gumam Adira pada dirinya sendiri dengan malas


"pah Adira berangkat dulu ya" katanya pada ayahnya dan mencium tangan ayahnya


" iya nak, hati-hati ya" kata ayahnya kemudian pada anaknya, yang akan pergi untuk bekerja


"iya pah, assalamualaikum" kata Adira lagi ayahnya


"walaikumsalam nak" kata ayahnya juga

__ADS_1


Setalah Adira beranjak pergi, gavin juga berpamitan pergi juga.


"kalau gitu saya permisi pulang juga ya om" kata Gavin kepada ayah Adira


"iya nak, sekali lagi makasih ya nah" kata ayah Adira kepada Gavin


"iya om sama- sama , saya permisi" kata Gavin lagi kepada ayah Adira


"iya nak, sering-seringlah datang kemari" kata ayah Adira kepada Gavin dengan senyum


"iya om" kata Gavin kepada ayah Adira dan berlalu keluar, berniat untuk mengejar Adira yang baru berlalu keluar


" apakah kamu tidak ingin berpamitan dengan saya juga" Kata Gavin dengan senyum-senyum dan berkata lembut yang berusaha mengodanya


" emang untuk apa saya berpamitan dengan ada, tidak ada guna juga" kata Adira setelah mendengar seseorang berbicara dari ayah belakang dan berhenti untuk berjalan


"iya juga, tapi suatu saat kamu akan berpamitan denganku saya akan keluar rumah" kata Gavin kembali dan senyum


"itu tidak akan terjadi, dan lebih baik kita tidak akan bertemu lagi" kata Adira kepada Gavin dengan suara yang sangat cuek


"dan aku berdoa semoga itu tidak akan terjadi, tetapi mudah-mudahan kita akan lebih sering bertemu setelah hari ini" kata Gavin tidak kalah tegar dengan jawabnya kepada Adira dan membuat Adira malah tambah cuek kepadanya

__ADS_1


" terserah anda tuan, saya juga tidak perduli dengan perkataan anda" kata Adira kepada Gavin dengan sangat tidak suka dengan ucapan yang di katakan pria tersebut


" baiklah sebaiknya anda pergi dari sini" kata Adira dan berjalan kembali ke mobilnya, dan tidak menghiraukan Gavin lagi


"iya baiklah dan hati-hati" kata Gavin kembali dengan suara yang sedikit berteriak karena Adira sudah berjalan kembali yang akan masuk ke mobilnya


sementara Adira tidak membalas perkataan Gavin lagi dan dia berlalu untuk melakukan mobilnya untuk keluar dari halaman rumahnya, setelah keluar dari halaman rumahnya dia melihat mobil yang terparkir di depan rumahnya dan melihat seorang pria yang duduk dikemudi mobil tersebut, dia pun berhenti sejenak dan melihat mobil tersebut dan mengigat seperti pernah melihat mobil tersebut, yang teryata mobil Gavin.


" ha teryata mobil pria itu" Kata Adira kepada dirinya dan kembali melajukan mobilnya untuk pergi ke rumah sakit untuk bekerja


Setelah Adira pergi Gavin pun berjalan keluar untuk masuk kedalam mobilnya, karena tadi sudah menelpon sekretarisnya untuk menjemputnya menggunakan mobilnya. karena tadi dia sendiri yang mengendarai mobil Adira sendiri untuk membawakannya ke rumahnya.


" pak sepertinya wanita yang keluar tadi dengan membawa mobil dari halaman rumah tersebut, seperti dia mengetahui mobil ini tuan" kata sekretarisnya kepada Gavin dengan suara yang lembut dan berhati- hati berbicara kepada tuannya tersebut


"iya sepertinya dia mengetahuinya karena semalam dia menaiki mobil ini" kata Gavin dengan suara yang tegas dan ekspresi yang tenang


" iya tuan" kata sekretarisnya kembali


Setelah selesai berbicara sekretarinya tersebut melajukan mobilnya untuk menuju ke perusaan Mahendra dan Gavin menjadi CEO nya atau pemegang saham tersebut setelah dipercayakan kepada ayahnya untuk meneruskan perusahaan tersebut.


**selamat melanjutkan membaca ceritanya ya, maaf kalau kurang memuaskan. dan maaf jika banyak salah- salah kata atau kata yang kurang di mengerti karena saya baru pertama kali untuk menulis jadi masih gugup aja menulisnya😊**

__ADS_1


__ADS_2