
...🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹...
......................
setelah acara selesai, hari udah mulai siang. betapa terkejutnya winda saat membuka hpnya. bnyak sekali panggilan tak terjawab dari wildan dan beberapa chat dari wildan dan mala. winda membuka satu persatu pesan itu. winda merasa bersalah karena tak memberitahukan pada wildan soal izinnya semalam, sehingga wildan khawatir dengannya. juga membuat mala yg harus menjelaskan semuanya. akan tetapi winda bingung bagaimana caranya membalas wildan. dan pada akhirnya dia cuma membacanya tanpa membalasnya. mungkin nanti ia bisa menjelaskannya.
sesuai permintaannya kemarin, mala video call winda selama wildn menggantikannya menjadi mentor untuk kelas X5. rasa kagum itu muncul, melihat betapa mudahnya wildan menjelaskan materi itu. selama vc itu winda bahagia karena wildan mampu membuat teman - temannya mudah dalam memahaminya. karen teguran wildan, membuat mala kesal dan menyalahkan winda. kalau bukan karena winda pasti mala tak akan dimarahi wildan karena mainan hp. terlihat dari ekspresi wajah mala ke winda dan langsung menutup telepon setelah belajar bersama selesai tanpa mengucapkan sepatah katapun. ini sudh menjadi kebiasaan mala jika sedang kesal akibat sesuatu yang bukan sepenuhnya ia yang salah tapi hanya ia yang disalahkan.
"ampun dah ini anak, biasa deh gini." gumam winda
"kenapa nak" ujar bunda yang tak sengaja mendengar gumaman winda
"biasa bun, mala kesal ma winda"
"kenapa emangnya"
"karena winda ia kena marah ma wildan"
"hah? wildan yang kemarin? kok bisa"
"ya emang slah winda sih, mereka kan sedang belajar bareng tapi winda suruh mala vc biar winda juga ikut, eh wildan marah karena mala malah mainan hp. jadi deh mala marah ma winda"
"ampun deh, kamu juga sih. ya udah sesampainya dirumah jelasin ke dia ya jangan marah lagi."
"iya bun, winda udah kira bakalan gitu sih. tapi tenang bun, winda dah siapin jurus pereda marah mala."
"dasar, ya udah. jangan main hp mulu, gabung sama lainnya sana"
"iya bun"
winda meletakkan ponselnya ke dalam tas dan kembali bersama sepupunya yang lain. sepupunya kebanyakan udah pada masuk kuliah, pembahasan mereka betapa sibuknya kuliah dan mempusingkan. mereka tak mengira kuliah lebih rumit dan merasa enakan dimasa sekolah dulu. perbedaan dosen yang senantiasa memberikan tugas banyak dan saat dikelas menjelaskan materi singkat dan dimana kita harus belajar mandiri dari sumber lain untuk melengkapinya. winda hanya mendengarkan itu. sesekali ia menjawab pertanyaan dari sepupunya. tapi lebih banyak ia hanya diam dan mendengarkan.
hari semakin malam, winda dan swpupunya menyiapkan beberapa tikar, selimut dan bantal untuk mereka tidur. karena kamar sudah digunakan oleh orang tua mereka. mereka tidur diruang keluarga yang di rapikan sedemikian rupa untuk tempat tidur mereka. sebagian dari mereka sedang asyik dengan ponselnya dan sebagian lagi udah mulai terlelap termasuk winda. sesaat winda mau merebahkan tubuhnya, ponselnya berdering. sebuah panggilan masuk dari wildan. segera winda mengangkat panggilang tersebut.
"assalamualaikum, wil"
"waalaikumsalam, kenapa baru diangkat"
"maaf, tadi ndk sempat buka hp, baru buka dan dipanggil ma om dan tante"
"oh, terus kenapa kemarin malam tidak bilang klau kamu dari ini izin sampai 2 hari kedepan"
"hehe, maaf deh"
terdiam sesaat
"boleh video call"
"hmmm...."
"kenapa, udah ngantuk ya"
"hehehe, tau aja. aku udah ngelepas hijab aku dan disini banyak sepupuku"
"bisakan keluar sebentar please"
__ADS_1
"ya udah aku keluar sebentar"
winda bersiap untuk keluar rumah
"mau kemana dek?" tanya mbk arin
"mau keluar sebentar mbk, belum ngantuk juga" jawab winda
"loh, katanya tadi dah ngantuk. abis terima telepon kok beda. hayo siapa tuh"
"hehe, ndk kok mbk bukan siapa - siapa cuma teman aja"
"teman apa teman. yaudah sana tapi jangan lama lama dingin soalnya"
"iya mbk"
winda keluar rumah
"sepupumu ya tadi win"
"iya wil, kamu sih. kan jadi gimana gitu"
"lah gimana, kan udah kamu jawab teman kan"
"kenapa dengan nada suaramu"
"ndk kok"
"hemm ya udah deh"
terdiam sesaat
"biasa aja"
"oh ya, makasih berkat kamu mereka paham dengan mudahnya. ndk nyangka kamu berbakat menjadi mentor"
"biasa aja"
"terus deh jawab itu"
"emang kamu tahu mereka paham"
"tau lah orang aku video...."
"oh jadi mala ngirim ke kamu video itu"
"hehe bukan wil"
"lah terus apa?"
"aku tadi vc ma mala jadi aku tahu semua, sampai kamu marahin dia tau"
"oh jadi gitu......bentar vc ma mala tadi?"
"iya, kamu marahin dia dn sekarang dia kesl ma aku"
__ADS_1
"ya bukan salah aku donk"
"iya tau"
terdiam lagi beberapa detik
"boleh vc kamu sekarang"
"boleh kok"
mereka akhinya vc tapi hanya saling diam dan bertatapan selama beberapa menit. dari mata wildan ada terpancar perasaan lain yang dirasakan winda. tapi ia tak tahu mengatakannya.
"boleh kan setelah kamu pulang aku jemput untuk berangkat bareng?"
"ehmmm...aku harus nyelesain kekesalan mala dulu. jadi maaf ya"
"oh baiklah"
"kenapa, besoknya boleh, nanti aku minta izin ke ayah buat berangkat bareng kamu"
"bener ya, janji loh"
"iya"
"ya udah, tidur gih dah malam. dingin pasti ya. maaf ya. moga mimpi indah"
"iya, ya udan aku tutup ya"
setelah mengakhir panggilan itu winda langsung masuk kerumah. dilihatnya yang lain udah pada tidur kecuali mbk arin yang masih asyik dengan laptopnya diruang tamu. winda menghampiri mbk arin
"masih banyak ya mbk tugasnya"
"ndk kok dek, satu doang tapi bingung nyusun kata - katanya"
"emang tugas apa toh mbk"
"ini tugas akhir aku dek, ribet dosen bimbingannya dikit dikit revisi. ampun deh, besok siang deadline nya soalnya"
"butuh bantuan mbk"
"hmmm, boleh tapi apa kamu ndk ngantuk"
"ngantuk sih mbk, tapi kasihan kalau mbk begadang sampai malam banget. mending kerjain 1 jam an lagi aja lalu diterusin subuh mbk. besok tak bilangin om dan tante deh biar mbk ndk ikut bantu-bantu dulu"
"ndak usah dek, iya nanti kan bisa diterusin pas subuh. kan ada waktu sebelum yang lain bangun juga."
"ya udah deh, sini winda bisa bantu apa"
"itu ada referensi buku, bisa tolong cariin beberapa definisi yang mbk list ya. kamu tandai aja, ntar biar mbk ketik. mbk mau ngerjain revisian yang lain"
winda pun membantu sedikit tugas mbk arin, ya winda menganggap dia belajar sedikit tentang matakuliah mbk arin sebagai referensinya ntar ngambil universitas. sudah menjelang pukul 11 malam, mereka berdua selesai mengerjakan tugas itu. mbak arin berterima kasih sama winda karena membuat ini lebih cepat selesai dari perkiraannya. tinggal mengdit sedikit tulisan itu. dan mbk arin putuskan untuk besok subuh melanjutkannya sesuai saran winda. merekapun tidur dengan nyenyaknya.
......................
...Happy Reading Everyone...
__ADS_1
...Semoga Suka Dengan Ceritanya...
...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...