Maafkan Aku

Maafkan Aku
042


__ADS_3

...🌹🌹🌹 Welcome to Reading 🌹🌹🌹...


sepulang sekolah dan mengantar winda dan mala ke rumah winda, wildan segera melajukan mobilnya menuju rumah andri. dengan perasaan kecewa dan marah dengan apa yang telah dilakukan andri pada winda ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, untungnya lalu lintas menuju rumah andri lenggang jadi tidak menjadi waswas untuk pengendara lain tapi tetap saja berbahaya. sesampainya di depan rumah andri, dicobanya wildan untuk meredakan amarahnya sebelum turun dari mobil. setelah sedikit tenang, wildan mengetuk pintu rumah andri. belum ada jawaban dari pemilik rumah. wildan mencobanya lagi. setelah beberapa waktu, seseorang membuka pintu tersebut. dengan ramah wildan menyapa seseorang itu yang tak lain adalah ibu andri. setelah itu wildan di persilakan masuk. dan menjelaskan kedatangannya untuk mencari andri.


"oh temannya andri ya, tapi maaf nak, andri belum pulang dari sekolahnya. tadi setelah sempat ngabarin ibu, dia izin pulang terlambat nak."


"oh begitu ya bu, maaf bu jika pertanyaan ini kurang sopan"


"iya kenapa nak?"


"apa ibu tau kalau andri mau mengambil beasiswa yang ditawarkan kepadanya saat awal masuk?"

__ADS_1


"oh soal itu ya, ibu sebenarnya udah tau lama dan memintanya mengambilnya tapi dia ndk mengambilnya sampai tadi dia izin pada ibu ingin mengambil beasiswa tersebut, pada awalnya ibu juga heran kenapa dia berubah pikiran tapi sebagai orang tua, ibu hanya ingin mendukung semua keputusan yang anak ibu ambil."


"seperti itu ya?"


"emang ada apa nak, apa ada sesuatu terkait hal tersebut"


"oh ndk kok bu, saya baru tahu saol hal itu dan saya juga bertanya tanya juga kenapa andri berubah pikiran seperti ini. ya udah bu, kalau begitu wildan izin pulang dulu ya bu, mohon izin bu nanti kalau andri udah kembali untuk menghubungi wildan ya bu, soalnya dari tadi ndk bisa dihubungi jadi wildan datang kerumah"


"iya nak, km hati hati ya"


di lain tempat

__ADS_1


ditepi danau terduduk lesu seseorang dengan msih menggunakan seragamnya. iya itu andri, dia termenung disana seakan ingin dia tenggelam di danau itu. ditatapnya air danau yang tenang itu sambil bergumam.


"mungkin menjauhimu memang yang terbaik, maafkan aku win, ternyata aku telah berharap lebih darimu, semoga km bahagia dengan laki laki yang kini mengisi hatimu, aku memang pengecut karena tak bisa jujur darimu. aku memilih pergi agar aku tak melihatmu lagi dan bisa melupakan bahkan menghapus rasa ini. mungkin akan butuh waktu lama agar aku siap bertemu denganmu lagi."


setelah itu andri pulang kerumahnya. dirumah ibunya telah menyambutnya dihalaman rumah.


"baru pulang nak, gimana urusan nya sudah selesai"


"sudah bu, minggu depan baru andri pergi,"


"begitu ya nak ya udah km masuk dan ganti seragammu"

__ADS_1


andri pun masuk kekamarnya. dikamar itu dipenuhi dengan potret maupun lukisan winda yang ia gambar sendiri memenuhi dinding di depan meja belajarnya. setelah berganti baju, andri duduk di d2pan potret itu. dipandangnya lekat lekat seakan ia berat melepas seseorang yang telah melekat dihatinya. walaupun keberangkatannya masih seminggu lagi tapi andri memilih untuk tinggal dirumah dan tak masuk kelas. selain baru selesai ujian dan sekolah masih diisi dengan kegiatan classmeeting jadi membuat andri enggan ke sekolah, hanya sesekali ia ke sekolah tapi hanya ke ruang guru tanpa menyapa temannya yang lain. ia melakukan ini lebih tepatnya untuk menghindari pertemuannua dengan winda maupun teman yang dekat dengannya.


...🌹🌹🌹 Happy Reading Everyone 🌹🌹🌹...


__ADS_2