Maafkan Aku

Maafkan Aku
029


__ADS_3

...🍁🍁🍁 Happy Reading 🍁🍁🍁...


......................


saat makan siang pun tiba. di kantin seluruh siswa mengambil makanannya seperti biasa. dan duduk membentuk kelompok kecil di mejanya. wildan dan winda mengambil makanannya bersama anak kelas X1 lainnya. dari kejauhan mala sudah melambaikan tangan ke arah mereka, mengisyaratkan untuk duduk bersama. saat menuju ke tempat duduk mala, tiba tiba wildan terhenti akan sesuatu. winda menyadarinya seketika melihat arah yang di liat wildan. benar saja disana duduklah siswi tadi yang bersenggolan dengan mereka. tanpa pikir panjang wildan pergi ke tempat siswi itu. membuat beberapa orang yang menyadarinya seketika menghentikan aktivitasnya terutama anak anak kelas X1 dimana mereka tau sikap wildan dan apabila wildan menatapnya seperti itu pasti ada sesuatu di sana. winda yang menyadarinya hanya terpaku. sampailah wildan di meja siswi itu. ia berdiri di belakang kursi siswi itu. kawan siswi itu terkejut melihat tatapan tajam wildan itu hanya bisa diam sambil membuat isyarat mata ke siswi itu


"kenapa sih kalian" ujar siswi itu


"maaf soal tadi" ucap wildan tegas yang membuat siswi itu reflek menoleh ke belakang. melihat siapa yang berbicara membuat siswi itu berdiri dari tempat duduknya dan bengong menatapnya


"kenapa diam, ngomong ndonk" ujar wildan dingin


"eh iya, ndk apa kok, aku juga minta maaf soalnya aku ndk sengaja nyenggol kamu...." wajah bingungnya karena tak tahu siapa nama laki laki di depannya itu.


"dia wildan, dan aku winda" ujar winda melihat wajah bingung gadis itu


"aku juga minta maaf ya soal omongan dia yang sedikit kasar tadi"


"eh ndk apa kok win, aku juga yang salah"


"oh ya nama kamu..."


"aku utari, panggil aja tari"


"oh tari, maaf ya"


"udah kan" ucap wildan ke winda dan mau melangkah tapi ditahan winda


"ndk gitu wil, kalau minta maaf tuh yang tulus jangan kayak gini. ndk ikhlas amat"

__ADS_1


"iya" ujar wildan dan mengulangi maafnya ke tari


"maaf ya kata kataku tadi sedikit kasar ma kamu ndk seharusnya aku bersikap seperti itu"


"iya ndk apa kok"


mereka pun bersalaman. setelah itu wildan pergi ke meja mala untuk makan siang. winda pun permisi dan pergi mengikuti wildan ke meja mala. semua orang yang sedari tadi mengamatinya pun kembali melanjutkan makannya. beberapa dari mereka berbisik seperti mengagumi kemisteriusan dan dinginnya sikap wildan itu. wah...muncul fans tersembunyi nih. tari yang kembali melanjutkan makannya pun sedikit terganggu dengn berbagai pertanyaan beberapa kawannya itu yang penasaran apa yang membuat cowok ganteng tinggi dan misterius itu meminta maaf dengannya.


di meja mala pun sudah siap dengan berbagai pertanyaan yang mau ditanyakan. yups siapa lagi kalau bukan mala yang penasaran donk. sebelum mala melontarkan pertanyaan pertanyaan itu, wildan sudah menatap tajam seperti mata prmbunuh yang membuat mala langsung diam tak berkutik untuk melanjutkan nya seperti suara itu tertahan tak keluar. tatapan tajam itu membuat helen dan beberapa kawannya di meja itupun hanya menunduk tanpa bicara melanjutkan makannya. winda yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah arogan sahabatnya itu. wildan menikmati makanannya tanpa menggubris bisikan bisikan kecil memgenainya.


......................


sepulang sekolah seperti biasanya winda membersihkan rumah dan menyiapkan makan malam untuknya dan mas ferdy. saat sedang asyik membersihkan rumah, tiba tiba pintu rumahnya diketok seseorang. ditengoknya lewat jendela, ternyata mas bima yang mengetoknya. segera ia bukakan pintu. dan betapa terkejutnya winda melihat mas ferdy yang disangga mas bima keluar dari mobil. segera winda mempersilakan mas bima masuk dan membantunya memapah mas ferdy ke kamarnya. setelah itu ia mempersilakan duduk mas bima dan mas bima menceritakan apa yang terjadi.


ternyata mas ferdy kelelahan dan memaksakan diri dalam mengerjakan tugas kuliahnya dan ditambah ia saat itu sedang ikut latihan bareng mas bima. mas ferdy tiba tiba pingsan dan untungnya ada mas bima jadi diantarnya ke klinik lalu diantar ke rumah. setelah itu mas bima pamit pulang dan memberitahukan nanti motor mas ferdy akan diantar kawannya. winda pun mengantar mas bima kedepan setelah itu menyiapkan bubur untuk mas ferdy.


"mas tuh masih sakit, bisa ndk sih istirahat dulu jngan memaksakan diri kayak gini" ujar winda lalu menuntun mas ferdy kembali ke tempat tidurnya


"bentar aja dek, mas mau ngirim tugasnya bentar."


"mas, kalau sampai bunda tau, bunda bakalan marah banget jika mas kayak gini"


"iya mas tau, tapi untuk kali ini aja, mas harus kirim tugas itu"


"janji ya kali ini aja" lalu winda membawa laptop itu di kasur. mas ferdy pun mengerjakan dan mengirim tugas itu didekat adeknya yang kelihatan cemas padanya.


"udah kan mas, sini winda simpanin." winda menaruh laptop di meja kembali


"ini buburnya dimakan dulu abis itu minum obat lalu istirahat ya"

__ADS_1


"iya" ujar mas ferdy lemah lalu mencoba mengambil buburnya. melihat mas ferdy yang masih lemah itu membuat winda tidak kuasa langsung mengambil mangkok bubur itu dan menyuapi mas ferdy


"udah biar winda aja yang yuapin. biar cepat ya mas"


setelah makan dan minum obat, mas ferdy pun tertidur. diselimutinya abangnya itu dan keluar untuk membersihkan dan menyiapkan lainnya.


sesekali winda masuk ke kamar mas ferdy untuk mengecek kondisi mas ferdy. tak lupa ia mengkompres dahi mas ferdy supaya demamnya turun. tak lupa ia juga menyiapkan keperluannya untuk besok.


saat sedang membereskan buku bukunya, tiba tiba ia teringat kotak yang diberikam bagas tadi pagi. segera ia buka kotak itu, ternyata isinya gantungan kunci berbentuk bunga tulip merah dan sepucuk surat. ia ambil surat itu dan dibacanya.


"dirimu bagaikan tulip di sepanjanga garis pantai yang membuat warna biru di laut semakin memancarkan kilau keteduhan"


winda merasa tak asing dengan tulisan itu. dibukanya kotak penyimpanan suratnya. tulisan di surat itu sama dengan note yang ada dalam apel yang ia dapatkan kemarin. hal itu membuat winda semakin bingung dan penasaran siapa yang mengirimkannya. tiba tiba pintu kamar winda diketuk. segera ia simpan surat dan gantungan kunci bunga tulip itu ke kotak kembali lalu dibukanya pintu. mas ferdy yang mengetuknya dimana membuat winda sedikit kaget dan khawatir. dengan segera mengajak mas ferdy masuk dan duduk di kasurnya.


"kenapa mas sampai jalan ke kamar winda. bisa kan telepon winda aja?" ujar winda khawatir.


"bukan begitu dek, ini bunda vc dek. kan ndk enak muka mas pucat gini, mas takut bikin khawatir"


winda pun paham dan segera mengambilkan liptint untuk menutupi pucatnya mas ferdy. setelah itu mereka mengangkat vc dari bunda. mereka pun mengobrol beberapa waktu. setelah itu winda mengantar mas ferdy ke kamarnya untuk beristirahat.


winda pun bersiap untuk tidur tapi sebuah pesan suara masuk dari mala.


"pokoknya kalau ada apa apa cerita okey" dengan suara cempreng mala seperti biasa


pesan itu hanya diiyakan oleh winda. dan bergegas winda beristirahat untuk bersiap di hari esok.


......................


...🍁🍁🍁 Thanks for Reading 🍁🍁🍁...

__ADS_1


__ADS_2