Maafkan Aku

Maafkan Aku
038


__ADS_3

...🌹🌹🌹 Welcome to Reading 🌹🌹🌹...


pagi harinya di sekolah


winda kembali dengan sikapnya yang dulu ceria dan mencoba menepis bayang bayang seseorang yang tak pasti ia tunggu. pagi itu tak seperti biasanya ia berangkat lebih pagi bahkan sebelum gerbang sekolah di buka. dengan langkah yang ia paksakan dan senyum terlukis didingin di bibirnya ia menyapa satpam sekolah. pak satpam keheranan melihat siswa yang berangkat hampir sama dengannya yang berganti sip dengan kawannya juga hanya membakas senyum ramah dari winda.


sesampainya di kelas, disibukkannya ia dengan berbagai macam buku soal soal. tengelamlah ia ke dalam soal soal iti. tak terasa kelas hampir terisi setengah nya. kawannya yang menyapa winda selalu ia balas dengan ramah. setelah ngobrol dengan beberapa siswi kelasnya ia kembali tenggelam dengan buku itu. beberapa kawan melihatnya sedikit heran termasuk wildan yang dari tadi mengamatinya di depan pintu sambil mengobrol dengan beberapa siswa. seakan ia bertanya apa yang sedang terjadi dengan winda pagi ini.


dari lorong kelas, terlihat mala sedang terburu buru menuju kelas winda. wildan menahan mala saat ia mau masuk ke kelas winda.


"apa yang terjadi?"


"bukan urusanmu, mana winda" ucapnya sambil mengatur nafas karena berlari tadi


"itu di dalam"


"ih, dasar ya tuh anak" mala pun masuk ke kelas winda dan menghampirinya. kedatangan mala membuat beberapa dari mereka bingung karena raut muka mala yang kesal itu datang mencari winda. dibenak mereka muncul berbagai pikiran tentang apa yang terjadi.


"bagus ya ninggalin aku, ndk bangunin lagi. untung di rumah masih ada mas ferdy."


"kamunya aja yang tidurnya nyenyak, udah aku bangunin beberapa kali tau" jawab winda sambil tersenyum


"untung aku ndk telat tau."


"iya udaj ,maaf, terus ngapain kamu disini, katanya dah mau masuk."


"ini, dari mas ferdy, takutnya kamu belum sarapan karena kamu berangkat lagi banget"


"ya. ampun mas ferdy, makasih ya. lah kamu udah makan?"


"udah kok tadi di jalan sambil diantar mas ferdy. ya udah aku ke kelas dulu. jangan lupa dimakan."


mala pun keluar kelas. tanpa sengaja mala dan wildan saling memandang. memerah wajah mereka berdua tapi tak ada yang tahu apa yang membuatnya memerah itu. bergegas mala kembali ke kelasnya. wildan berusaha menghilangkan rasa grogi itu.


"wil, kenapa mukamu merah semua gitu, demam ya"


"ndk kok, ngaco deh" berusaha menghindar dan pergi ke tempat duduknya

__ADS_1


"kenapa tuh anak, dasar aneh"


merekapun kembali ke tempat duduknya karena bel sudah berdering. wajah wildan masih memerah. dipandangnya tajam ke arah winda hingga winda menoleh karena tatapan tajam itu.


"kamu kenapa si wil, kenapa natap aku kayak gitu, udah gitu kenapa muka kamu merah banget gitu"


wildan memegang wajahnya, dan mengalihkan pandangan dari winda. winda menatap heran sahabatnya itu. dan kembali fokus karena guru sudah berada di dalam kelas.


saat jam pelajaran masih berlangsung, tiba-tiba pintu kelas di ketuk oleh seseorang. guru pun menghentikan penjelasannya dan melihat siapa yang mengetuk pintu. di luar ternyata ada andri dan bekti, mereka berdua ketua kelas X5 dan X2. ternyata mereka ingin menyerahkan sebuah formulir kegiatan akhir semester untuk ketua kelas X1 yang akan dikumpulkan nanti saat istirahat. nabila yang mengetahuinya dan selaku ketua kelas segera menghampiri mereka yyang sebelumnya telah di beri izin oleh guru.


melihat nabila begitu akrab dengan keduanya, sedikit membuat winda merasa aneh. ekspresi yang sama persis seperti kekesapannya dulu pada wildan. perubahan ekspresinya itu tak diketahui oleh winda, tapi wildan yang mengamatinya sadar akan perubahan raut muka sahabatnya itu. wildan pun mengamati kemana sahabatnya itu menatap sehingga muncul ekspresi seperti itu. wildan tersenyum setelah tau kemana sahabatnya itu menatap. kemudian ia mengambil stiker note dan menuliskan sesuatu kemudian ia tempelkan dijidat winda. kaget winda dibuatnya. dan langsung melepas stiker note itu dan langsung memandang marah ke arah wildan tapi hanya dibalas senyuman dan ejekan dari wildan. winda pun melihat ke note itu


"udah atuh dipandangnya, ndk takut tuh matanya loncat keluar, cemburu ya kamu melihat nabila dekat dengan mereka, kalau suka ma mereka jujur ma aku, aku bantu kok"


setelah melihat note itu, ia tahu sekarang wildan mencoba mengejeknya karena perubahan ekspresinya itu. ndk mau memperpanjang ocehan sahabatnya nanti, kembali ia fokus ke buku dan menepis itu semua. setelah selesai berbbicara, andri dan bekti berterima kasih pada guru dan pamit izin kembali. gurupun membalas dengan senyuman.


nabila pun kembali duduk di bangkunya yang terletak di depan wildan dan winda. wildan pun ingin usil dan tau ekspresi lucu dari sahabatnya lagi kemudian menepuk pundak nabila. nabilapun menoleh ke bangku wildan dan winda.


"kenapa wil?"


"itu tadi mereka nyari kamu kenapa?"


"ya udah kalau ndk mau kasih tau" nada cuek


"ya ampun jangan pasang ekspresi gitu deh wil, takut tau .okey aku kasih tau, jadi mereka ngasih formulir kegiatan akhir semester nah karena baru dapat tadi dari kesiswaan jadi baru di bagi dan karena dadakan dan segera dikumpulin mereka bagiin ke kelas kelas."


"kan bisa nanti, kenapa sekarang?" tiba tiba winda bersuara setelah mendengar pembicaraan wildan dan nabila


"karena saat istirahat udah dikumpul. jadi ini dibagi sekarang dan pas istirahat biar ke isi untuk setiap kelas gitu"


"oh gitu tapi bukanya menganggu wakty belajar mereka kan kalau gini."


"iya sih tadi juga aku tanya kemereka kok, tapi kata mereka mumpung jam mereka sekarang olah raga jadi ndj terlalu terganggu"


"oh gitu makasih ya"


"sama sama kok wil win" nabila pun kembali menghadap ke depan

__ADS_1


"udah kali mukanya jangan gitu terus"


"apaan sih wil, udah fokus aja"


mereka pun kembali fokus ke pelajaran. jam istirahatpun tiba. nabila segera berdiri di depan kelas untuk menjelaskan formulir tadi. semua anak serius mendengarkan ke arah nabila. mereka pun berdiskusi tentang usulan kegiatan dari kelas mereka untuk kegiatan festival akhir semester ganjil. setelah berdiskusi kelas mereka usul untuk festival di gelar pertunjukan seni dari masing masing kelas selain perlombaan yang diadakan setiap tahunnya.


setelah semua sepakat, nabila menuliskan usulan kedalam formulir dan segera ke ruang kesiswaan untuk menyerahkan itu. andri yang kebetulan juga mau ke kesiswaan bertemu nabila di pintu kelas nabila. mereka pun berjalan beriringan menuju ke kesiswaan. beberapa siswa kelas melihat pemandangan itu mulai bergosip kalau mereka berdua keliahatan cocok. mendengar omongan beberapa siswa itu sedikit membuat winda kesal dan berjalan keluar kelas. wildan pun mengikuti kemana sahabatnga itu pergi. ternyata winda ke atap gedung, tempat dimana ia selalu kesan dulu dikala ada sesuatu.


duduklah winda di lantai atap dan menatap langit sekedar untuk menghilangkan kekesalan dihatinya ini. wildan yang mengikutinya pun duduk disampingnya


"kamu kenapa sih, dari tadi masak muka kayak gitu"


"aku ndk tau wil"


"kamu kesal melihat kedekatan andri ma nabila"


"ndk tau, aku ndk ngerti"


"kamu suka ma andri"


"mana ada, aku kan menganggap semuanya teman"


"terus kenapa kamu gini"


"aku kan dah bilang, aku ndk tau"


"ya udah deh, lapar ndk"


"lapar sih,"


"nih bekal mu tadi, aku tahu kalau lagi gini kamu pasti laper makanya aku bawa ini juga"


"makasih ya,wil. kamu memang sahabatku selain mala" windapun mengambil roti yang dibuat mas ferdy yang dibawakan mala dengan lahapnya dan tak lupa ia membagikan dengan wildan.


bel tanda masukpun berbunyi. segera semua siswa masuk ke kelas. pelajaran hari itu berjalan sesuai biasanya.


sepulang sekolah.....

__ADS_1


...🌹🌹🌹 Happy Reading Everyone 🌹🌹🌹...


__ADS_2