
...πΉπΉ Happy Reading πΉπΉ...
...ππΉπΉππΉπΉπ...
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
...ππΉπΉπΉπΉπΉπ...
...πππΉπΉπΉππ...
...ππππΉπππ...
selama pelajaran berlangsung masih terbayang kejadian di atap tadi. senyuman itu masih terlukis di bibir keduanya. mereka mengikuti pelajaran dengan seriusnya. sesekali mereka saling pandang.
saat makam siang pun tiba, seperti biasa winda menunggu di kelasnya sedangkan yang lain sudah menuju kantin. seperti biasa winda menunggu mala dan helen untuk makan bersama bedanya sekarang ada wildan yang menemaninya menunggu. tak beberapa lama terdengar teriakan mala. membuat winda dan wildan beranjak dari tempat duduknya menuju keluar kelas. benar saja dari kejauhan telihat mala yang sedang menari riang sambil meneriaki namanya. membuat wind tersenyum melihat tingkahnya sedangkan helen disamping mala mencoba menghentika temannya itu karena sudah menjadi pusat perhatian yang lainnya. memang dasar nya mala orang yang jika senang ia akan lepas .mengekspresikannya tanpa memperdulikan tempat dan sekitarnya.
melihat sahabatnya, mala langsung memeluknya
"terima kasih kadonya, kamu memang tau apa yang aku inginkan. ayok kita makan" ajak mala dengan semngatnya tanpa memperdulikan wildan dn helen
helen bingung karena sekarang ia berjalan bersama wildan si kulkas karena ditinggal mala dan winda yang sudah berjalan di depan mereka. suasana canggung pun ada diantara keduanya.
"kenapa kawanmu itu, kayak abis dapat durian runtuh" ujar wildan tiba tiba membuat helen sedikit kaget karena sosok yang sedang disampingnya ini berbeda dari biasanya. ia ngajak ngobrol helen dengan ramahnya ya walau nada cuek khasnya masih ada
"oh itu, dia abis dapat album BTS terbaru dari winda yah jadi gitu deh. yah padahal cuma album gitu aja" jawab helen sedikit santai
"oh gitu" jawab wildan singkat. dan sepanjang lorong menuju kantin mereka hanya diam sambil melihat tingkah mala yang bergelayutan di lengan winda begitu manjanya.
__ADS_1
sesampainya di kantin, dengan semangat nya mala mengambilkan makanan untuk ketiganya. mereka berempat makan bersama. mala yang bahagia tak menyadari ada yang berbeda diantara wildan dan winda. tapi berbeda dengan helen, ia melihat ada suasana yang aneh diantara keduanya. di dalam selingan obrolan mereka berdua helen tahu ada sesuatu diantara mereka. tapi helen hanya diam sambil mengamati dan mencoba mengode mala namun tak di gubris karena mala masih asyik dengan makanannya dan perasaan senangnya mendapatkan album itu.
selesai makan mereka kembali ke kelasnya masing - masing. dan karena setelah makan siang waktu itu, kelas mala dan helen dilanjutkan dengan mata pelajaran komputer jadi mereka berpisah dikantin. karena letak laboratorium komputer berlawanan arah dari kelas mereka.
bel tanda pelajaran baru dimulai, seluruh siswa fokus dengan apa yang di jelaskan oleh guru. hari itu pelajaran berjalan seperti biasa lancar dan terkendali.
......................
sepulang sekolah, sesuai janjinya wildan mengantar winda ke rumah. karena masih takut ketahuan yang lain mereka janjian di halte depan sekolah biar tak terlalu terlihat. akhirnya wildan mengantar winda ke rumah. sebelum mengantar winda pulang mereka mampir ke sebuah toko buku dan membeli beberapa buku untuk referensi belajar mereka. mereka berdua saling tukar referensi yang bisa membantu mereka berdua serta kawan lainnya saat waktu belajar bareng tiba.
setelah selesai membeli beberapa buku, wildan langsung mengantar winda. sesampainya dirumah, seseorang mengagetkan mereka berdua. bukan ayah atau pun bunda, melainkan mala. ia sudaj duduk santai di teras rumah winda. membuat winda dan wildan salah tingkah karenanya. melihat hal itu mala menahan tawanya melihat keduanya. ia berpura pura kesal karena tidak diceritakan apa yang sudah terjadi dengan keduanya. itu membuat canggung diantara mereka. sambil tangan dilipat di dadanya dan tatapan tajam dari mala membuat winda dan wildan hanya cengingisan tak jelas karena bingung apa yang mau mereka jelaskan.
"ada apa ini, ada yang bisa menjelaskannya?" tanya mala berakting tegas
"ndk ada apa apa kok mal" jawab winda terbata bata
"beneran ndk ada apa apa, tadi kami hanya mampir ke toko buku abis itu pulang." jelas wildan mencoba tenang
"ya elah nih anak berdua, jujur aja napa. emang kalian anggap aku siapa sih. sampai ngumpet ngumpet dan ndk jujur segala" ujar mala blak blakan dengan senyuman lepas dimukanya
"aku dah tau kok, kalian pasti ada sesuatu terjadi. jadi bisa kan jujur sama aku. kamu anggap aku sahabat kan win"
"bukan begitu mal, kami memang ndk ada apa apa"
"sudah deh jujur win, gimana nih? kamu apa wildan nih yang mau jujur sama aku"
"baiklah, kami mau saling mengenal satu sama lain, kami merasa ada perasan lain dan nyaman, jadi aku pengen memastikan perasan itu begitu juga winda" jawab wildan akhirnya
"oh jadi ini pacaran atau mau sahabatan nih" tanya mala lagi
__ADS_1
mereka berdua saling berpandangan bingung mau jawab apa. karena mereka tidak menganggap ini pacaran tapi juga bukan sahabat. jadi mereka hanya saling memandang. melihat hal itu mala hanya tersenyum dan merangkul keduanya
"baiklah, kalian berdua sekarang sahabatku, jadi kalau ada apa apa diantara kalian berduan ceritalah sama aku, jangan buat jarak itu saat kalian bertengkar. okey" ujar mala
"okey" jawab wildan dan winda serempak di sertai senyuman lembut yang terlukis di bibir ketiganya.
mala dan winda pun masuk ke rumah sedangkan wildan pulang ke rumahnya setelah berpamitan dengan bunda.
di kamar winda, mala langsung mengintrogasi sahabatnya itu dengan berbagai pertanyaan yang membuat winda akhirnya menceritakan semuanya. setelah mendengar hal itu, bukan winda ataupun wildan yang sekarang ada dipikiran mala melainkan andri dan santi karena mala tau mereka menyimpan rasa kepada keduanya. mungkin untuk sekarang hanya diam dan memantau mereka. sekarang sahabatnya bukan hanya winda tapi juga wildan. dan mala juga mau menjaga perasaan teman sekelasnya. jadi kenapa mala memutuskan menganggap hubungan winda dan wildan hanya sahabat di depannya itu juga semata menjaga perasaan dari temannya. ia tak mau temannya bertindak yang ndk ingin mala bayangkan. karena mala tau rasa cemburu dapat membutakan siapapun. mungkin dengan begini mala bisa berada diantara mereka dan melindungi semuanya.
......................
...β¨πΊπΊβ¨πΊπΊβ¨...
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
...πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ...
...β¨πΊπΊπΊπΊπΊβ¨...
...β¨β¨πΊπΊπΊβ¨β¨...
...β¨β¨β¨πΊβ¨β¨β¨...
...Happy Reading Everyone...
...Semoga Suka Dengan Ceritanya...
...πΉπΉπΉπΉLOVE EVERYONEπΉπΉπΉπΉ...
__ADS_1