Maafkan Aku

Maafkan Aku
022


__ADS_3

...🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹...


......................


esok harinya, winda bersiap berangkat sekolah. di meja makan sudah ada ayah bunda dan bagas.


"loh mas ferdy kemana dek?" bisik winda ke bagas


"oh mas ferdy masih joging mbk, tadi ngajakin adek tapi adek lagi malas nih, pengen tidur tapi ntar dimarahin bunda hehehe" jawab bagas berbisik ke winda


merekapun sarapan tanpa mas ferdy. karena winda udah izin akan berangkat dengan temannya, ayah berangkat sendiri terlebih dahulu. winda menunggu wildan di teras rumah sedangkan bagas membantu bunda di dapur dan setelah itu masuk ke kamar untuk mandi.


dari kejauhan nampak motor wildan. segera winda berpamitan pada bunda. bunda mengantar anaknya. winda dan wildan berangkat setelah berpamitan dengan bunda. dari kejauhan nampak mas ferdy melihat hal itu.


"oh itu cowok yang udah berani deketin adek aku, awas aja, liat aja ntar" gumam mas ferdy di balik tembok agar saat mereka lewat tak melihatnya. setelah winda berangkat mas ferdy masuk ke rumah dan menghampiri bunda yang sedang duduk di ruang tamu.


"ih apaan sih ndk, bau keringat tau. sana mandi abis itu makan" ucap bunda sambil menutup hidung pura pura nyium bau keringan


"apaan sih bu, wangi kok" ujar mas ferdy llu ia mencium bajunya yang basah akan keringat


"bau kan" lanjut bunda. mas ferdy hanya ketawa dan langsung ke kamarnya untuk bersih bersih.

__ADS_1


......................


sesampainya di sekolah masih cukup pagi jadi masih sedikit murid yang berangkat. memang udah menjadi kebiasaan keduanya yang terbiasa berangkat pagi. mereka berdua pun berjalan menuju kelas mereka beriringan. tanpa sepatah katapun terucap dari keduanya karena canggung.


sesampainya dikelas mereka cukup terkejut ternyata seluruh kelas telah datang dan sedang fokus dengan buku di meja mereka. tak seperti biasanya, mereka semua sudah memenuhi mejanya dengan berbagai jenis buku. ya mungkin menjelang ujian jadi begini suasananya pikir winda. lalu mereka duduk di mejanya hanya melihat sekeliling dan mulai membuka materi. winda mencatat point point dari materi untuk dia share ke mala dkk. wildan terlihat asyik dengan laptopnya, dan kalau udah seperti itu winda tidak berani mengusiknya ataupun hanya sekedar bertanya.


mendekati bel masuk, lorong mulai ramai dengan siswa siswi yang baru berdatangan. mereka berlarian kecil dan candaan mengisi lorong itu. begitu kontras dengan suasana hening di kelas X1. winda pun tenggelam dalam keheningan itu dan fokus dengan beberapa lembar catatan telah ia buat.


dari lorong beberapa siswa memandang kelas X1 dan terpancar wajah kagum dari mereka melihat winda dkk dikelas yang sedang fokus dengan bukunya. terkadang rasa iri ada dan muncul jika melihat prestasi dan nilai dari kelas unggulan. ingin mereka juga bergabung di dalamnya. padahal bagi winda, ini cukup sulit dimana winda yang tidak terlalu suka persaingan seperti ini yang menimbulkan tembok pembatas yang penuh ambisius dan keegoisan.


bel pun berbunyi, siswa siswi berhamburan masuk ke kelas. pelajaran dimulai. guru guru mulai memberikan beberapa kisi kisi terkait ujian mendatang. seluruh siswa mendengarkan penjelasan dengan seksama dan mencatatnya untuk dijadikan acuan mereka belajar.


rutinitas di sekolah berjalan seperti biasa. sepulang sekolah winda langsung pulang diantar oleh wildan. hari itu sebenarnya rencana belajar bersama namun karena akhir pekan akan difokuskan jadi hari itu mereka memutuskan untuk belajar mandiri dirumah sebelum akhir pekan akan dibahas secara menyeluruh.


setelah itu winda masuk ke rumah untuk ganti baju dan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel. tak lama setelah winda menyapu, terdengar suara klakson mobil. segera winda membuka pintu gerbang dan ternyata itu mobil ayah yang dimana dikendarai oleh mas ferdy.


"loh kok mas yang bawa mobil ayah, emang ayah kemana?"


"ayah bunda ma bagas lagi dirumah pakde, dan mungkin nginep, lah mas suruh jemput kamu sebenarnya untuk nginep disana"


"aduh gimana ya mas, winda dah ada janji ma mala dan lainnya buat belajar bareng akhir minggu ini untuk persiapan ujian nanti dan baru aja winda mau izin ma ayah dan bunda. giman donk kak?"

__ADS_1


"ya udah, coba nanti mas yang izinin"


"bener ya"


mas ferdy lalu menghubungi ayah dan meminta izin terkait rencana winda di akhir pekan. setelah itu, mas ferdy duduk di meja makan untuk makan malam. mereka memesan beberapa lauk untuk makan malam.


"mas udah izinin, dan ayah ngizinin tapi harus emang yang ngantar, gimana kamu keberatan ndk"


"ya ndk lah mas, makasih ya mas" ujar winda sambil memeluk mas ferdy


"udah napa peluk peluknya, kapan makannya nih. laper tau ndk dek"


"ya maaf mas, kan adek seneng dianterin mas sendiri. orang yang paling malas nganterin adeknya tapi posesifnya minta ampun" ejek winda


"apa dah berani ya, awas ya ntar abis makan"


mereka makan bersama dengan isi dengan canda gurau khas adek kakak. setelah makan mereka membereskan peralatan dan kembali kekamar untuk aktivitas masing masing. mas ferdy yang siap dengan gamenya dan winda yang menyiapkan materi. walau pada setiap belajar bersama bukan hanya materi itu dari winda, karena setiap anak terkadang memberikan rangkuman materi yang mereka dapat dari sumber lain untuk melengkapinya. disini buka winda menggurui tapi winda sebagai perantara penyambung dalam diskusi.


......................


...Happy Reading Everyone...

__ADS_1


...Semoga Suka Dengan Ceritanya...


...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2