
...🌹🌹 Happy Everyone Reading 🌹🌹...
Di dalam kelas, suasana sepi karena murid-murid tidak berada di kelas saat winda masuk. kesunyian itu membuat winda sedikit tenang dan rasa kesal itu sedikit menghilang. ia memakan cemilan yang baru ia beli sambil membaca novel yang ia bawa dari rumah. Tanpa diketahui oleh winda, seseorang masuk ke kelas dan duduk disebelahnya.
"masih kesalkah kamu dengan perkataanku tadi" ujar seseorang itu mengagetkan winda dan membuatnya menengok ke arahnya yang tak lain wildan
"apaan sih nganggu aja" jawab winda dan kembali ke bacaannya
"bukannya emang seharusnya aku yang kesal karena perkataan temanmu yang mengatakan aku kulkas kan, jadi wajar donk kalau aku yang marah dan kesal. terus kenapa kamu yang lebih sewot saat aku menegurnya" jelas wildan panjang lebar.
mendengar ucapan wildan yang panjang lebar menghentikan kegiatannya dan memandang wildan dengan kesalnya.
"tumben kali kamu ngomong panjang lebar kayak gini, biasanya pendek dan judes minta ampun. oh aku tahu pasti karena ada kelembutan yang hadir jadi karang es ini mencair gitu. tapi terserahku mau kesal apa ndak, emang urusanmu hah...." ujar winda penuh kekesalan. menahan kesalnya membuat winda bangkit dari tempat duduknya dan keluar kelas
tiba-tiba ada yang menahan tangannya. membuat winda menghentikan langkahnya.
"bisa kan kalau diajak bicara dengarin, kamu seperti bukan diri kamu biasanya" ujar wildan
"apa yang perlu dibicarakan lagi. okey aku minta maaf atas nama aku dan helen juga, jadi udah selesai kan masalahnya" kata winda tegas penuh dengan amarah yang coba ditahan
"apa kamu kesal karena sikapku pada santi, sehingga kamu kesal?" tanya wildan
"kenapa mesti kesal hah? itu urusanmu sendiri tahu ndak." jawab winda dengan kekesalan semakin memuncak
"maafkan aku, telah membuatmu kesal, tapi aku tak bermaksud seperti itu, tanpa terasa aku nyaman setiap dekat dengamu. aku kesal saat kau begitu dekat dengan andri kemarin. canda tawa begitu lepas yang membuatku heran melihatnya." jelas wildan
"maksud kamu apa?" tanya winda bingung
"aku rasa aku cemburu melihat mu dekat dengan siswa lain, tertawa bercanda gurau seperti itu. aku hanya ingin kamu seperti itu hanya kepadaku." lanjut wildan
winda bingung akan maksud dari perkataan wildan barusan. membuatnya terdiam dan berpikir apa maksud yang dikatakan wildan. tiba-tiba wildan menggenggam tangan winda.
"kurasa aku ada perasaan denganmu. maaf tadi aku hanya ingin melihat reaksimu. aku ndk nyangka kamu akan semarah ini" ujar wildan dengan serius sambil menggenggam kedua tangan winda.
winda kebingungan akan situasi ini. ia ndk tahu harus menjawab apa. karena ia belum yakin dengan perasaannya saat ini. memang rasa kesal dan marah dengan keadaan tadi tapi winda belum yakin akan perasaaannya ini merupakan perasaan suka atau lainnya.
"tak perlu kamu jawab, aku hanya ingin kamu tahu. dan tolong jangan marah lagi sama aku. karena akan sedikit ruang yang hilang. dan tolong bersikaplah seperti bisa sebelum kamu tau apa yang aku ungkapkan sekarang ini. mau kan tetap jadi temanku?" pinta wildan tulus
"iya" jawab winda singkat karena ia masih mencerna apa yang terjadi saat ini.
suasana kelas yang sunyi membuat mereka semakin canggung dan hanya saling curi pandang di bangku mereka. winda menutupinya dengan buku novel yang ia bawa sedangkan wildan mencoba memandang kearah luar kelas melalui jendela. tak lama suasana canggung itu terpecah dengan hadirnya beberapa siswa perempuan yang baru saja masuk ke kelas. hal itu langsung membuat winda bergabung dengan mereka walaupun pembicaraan didalamnya nanti akan membosankan karena hanya membahas tentang pelajaran dan universitas. tapi itu lebih baik daripada canggungnya ia duduk di dekat wildan.
......................
 
Dahulu, Aku tidak menyadari betapa berharganya dirimu,
Karena kamu selalu berada disampingku,
__ADS_1
Orang-orang berharga yang selalu berada disampingku,
Ketika aku lelah dan merasa sepi,
Aku lupa kepada mereka yang telah memberiku kekuatan
Mulai sekarang, bahkan jika kamu lelah dan kehabisan energi,
jangan pernah menyerah dan tetaplah tegar, pikirkan hari esok.
Entah saat kamu gagal dalam pekerjaan atau cinta,
Tidak ada yang bisa membuatmu jatuh.
Tahukah kamu, kamu tidak sendirian di dunia ini,
Jangan hanya duduk dan bersedih sepanjang waktu
Ayo bergandengan tangan dan melihat ke langit.
Gambar dunia yang akan kita buat bersama di langit.
Itu bersinar dan sangat indah,
Ayo buat bersama sambil bergandengan tangan,
Mari berdiri bersama dan merentangkan tangan kita sejauh-jauhnya,
mari bergandengan tangan dan melihat ke langit.
Gambar dunia yang akan kita buat bersama di langit.
Ayo kita buat bersama-sama sambil bergandengan tangan
Dunia diselimuti oleh kegelapan,
Setiap orang yang terjatuh kedalam dunia itu,
Bahkan jika itu menghalangi keyakinan
dan cinta dalam pikiran kita untuk berkembang
masih ada keberanian yang pasti sehingga kita bisa memulainya lagi
Ayo bergandengan tangan dan melihat ke langit.
Gambar dunia yang akan kita buat bersama di langit.
Itu bersinar dan sangat indah,
__ADS_1
Ayo buat bersama sambil bergandengan tangan,
Mari berdiri bersama dan merentangkan tangan kita sejauh-jauhnya,
mari bergandengan tangan dan melihat ke langit.
Gambar dunia yang akan kita buat bersama di langit.
Ayo kita buat bersama-sama sambil bergandengan tangan
Dunia diselimuti oleh kegelapan,
Setiap orang yang terjatuh kedalam dunia itu,
Bahkan jika itu menghalangi keyakinan
dan cinta dalam pikiran kita untuk berkembang
masih ada keberanian yang pasti sehingga kita bisa memulainya lagi
Ayo bergandengan tangan dan melihat ke langit
Gambar dunia yang akan kita buat bersama di langit
Itu bersinar dan sangat indah
Ayo buat bersama sambil bergandengan tangan
Semuanya, ayo buka matamu
Lihatlah dunia dihadapanmu
Kami telah melakukannya sambil bergandengan
Tidak ada ketakutan
Tidak ada lagi kesedihan
Mari berpesta dengan hanya memikirkan kebahagiaan
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...Happy Reading Everyone...
...Semoga Suka dengan Ceritanya...
...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...
...🌹🌹 Thanks for Reading 🌹🌹...
__ADS_1