Maafkan Aku

Maafkan Aku
041


__ADS_3

...🌹🌹🌹 Welcome to Reading 🌹🌹🌹...


setelah memastikan winda kembali ke kelas, wildan mengejar andri ke kelasnya. sesampainya di kelas andri, wildan memandang ke seluruh isi kelas tapi ia tak menemukannya. seluruh anak dikelas itu tertuju pada wildan. mala menghampiri wildan.


"ada apa wil, apa terjadi sesuatu dengan winda?" ujar mala dengan raut wajah khawatir


"ndk ada apa apa, winda lagi ngobrol di kelas. andri kemana?" jawab wildan santai sambil melihat seluruh kelas


"kenapa km nyari andri, mau nyari masalah apa ma dia? udah seharian ini dia aneh dan ngilang gitu aja." ujar helen tiba tiba


"maksud kamu?" ujar mala bingung


"dari tadi pagi dia aneh mal, abis ngobrol berdua mereka. andri aneh, ngilang gitu aja. bawa bawa kotak gitu. dan abis balik ke kelas dia aneh deh. emang kamu ndk memperhatikan apa tadi?"


"ndk, aku juga kan tadi datang terakhir ke kelas. wildan, ada apa sih"


wildan tak peduli dan masih menyisir seluruh ruangan kelas berharap menemukan andri. mala yang geram pun menarik wildan dan memberi kode ke helen untuk tidak mengikuti mereka. helen pun menurutinya. di taman sekolah.


"ada apa sebenarnya wil?"


"ndk apa kok"


"jujur napa katanya sahabat"


"kamu belum saatnya tau."


"maksud kamu"


"aku hanya ingin dia jujur dan berani mengungkapkannya sendiri bukan dari orang lain"


"maksudmu?"


wildan hanya diam tanpa mengatakan sesuatu sambil matanya melihat sekitar untuk mencari andri. tiba tiba wildan melihat andri yang sedang berjalan dengan nabila dan ketua kelas X lainnya. tanpa menghiraukan mala yang ke bingungan dan sulit mencerna apa yang wildan katakan, wildan sudah pergi dari sana menghampiri andri. mala yang kebingunganpun termenung memikirkan setiap perkataan wildan tadi sampai akhirnya ia ingat sesuatu dan segera menuju ke winda untuk memastikan sesuatu.

__ADS_1


akhirnya wildan dapat mengejar andri. raut muka sedih terpancar jelas di wajah andri. wildan yang kebingungan melihat raut muka itu hanya termenung menatapnya.


"ada apa wil?"


"kamu ndk apa ndri, muka kamu kok agak pucat gitu"


"ndk apa kok wil, aku duluan ya."


wildan masih bingung melihatnya. ia bertanya apa yang sebenarnya terjadi. apakah andri telah jujur atau ada sesuatu. sadar akan sesuatu, wildan langsung menuju kelasnya. disana telah ada mala yang memeluk winda yang sedang menangis dibangkunya dengan kotak biru sudah berada di atas mejanya. segera ia menghampiri winda.


"apa yang terjadi?"


"aku juga ndk tau, pas aku udah masuk dia udah menangis gini dan pas aku tanya ke teman temanmu mereka juga ndk tau. kata mereka setelah menerima kotak biru ini dia gini. dan mereka tak ada yang berani tanya lebih"


mendengar penjelasan mala, wildan segera membuka kotak itu. dan betapa terkejutnya ia melihat isi kotak itu, dimana ada sebuah boneka beruang bertuliskan "Maaf dan semoga kamu bahagia dengan seseorang yang kamu sukai- Andri"


"apa isinya wil?"


"aku ndk bisa bilang, biar dia yang ngomong. mau nangis atau mau bicara." tegas wildan


"sekarang apa yang akan kamu lakukan, diam disini atau kejar dia"


"hah?"


"mungkin aku ndk tau apa yang kalian berdua lakukan sekarang. tapi coba ikuti hatimu win" kata wildan seraya menutup kembali kotak itu


"maksud km apa sih wil?" mala yang binggung mendengar perkataan itu sambil menatap winda yang terdiam setelah mendengar itu.


setelah berpikir sejenak, winda pun bangkit dan berlari menuju suatu tempat. winda bergegas menuju kelas andri. mala ingin mengejar winda tapi dicegat oleh wildan.


"kita pantau dari jauh aja" kata wildan lembut seraya menenangkan mala. malapun mengikuti perkataan wildan. mereka berduapun berjalan beriringan dari kejauhan melihat winda yang berlari. mereka berdua tau kemana arah yang dituju winda.


"helen, andri dimana?"

__ADS_1


"ada apa win, kenapa mata kamu sembam gitu, kamu abis nangis?" tanya helen bingung melihat winda


"dimana andri len?"


"dia pergi ke ruang kepsek win, barusan aku liat" jawab bimo yang baru masuk


"makasih" lalu berlalu pergi menuju ruang kepsek


sesampainya disana winda menunggu seseorang keluar dari ruangan itu. lama ditunggu, tidak ada seorangpun keluar dari ruangan itu. dari kejauhan mala dan wildan mengamati winda. rasa cemas pun melanda winda. mala yang melihatnya menyadarinya dan ingin mendekati sahabatnya itu. namun diurungkan niatnya karena dicegat oleh wildan.


"biarkann, cukup dari sini kita pantau. aku tahu kamu khawatir tapi kita tak bisa ikut menerjang tembok ini. biarlah mereka berdua yang menyelesaikan" ujar wildan sewaktu menahan mala.


tak beberapa lama pintu ruangan kepsek pun terbuka. dan betapa terkejutnya winda karena seseorang yang keluar dari ruangan itu. seseorang itu tak lain adalah wali kelas X5 yang tak lain wali kelas mala dan andri. mala dan wildanpun terkejut dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


"bu diah,..."


"eh nak winda, kenapa kamu ada di depan ruang kepsek. mau bertemu kepsek"


"ndk bu, maaf bu apa andri juga ada di dalam?"


"oh nak andri ya, dia barusan kembali kerumah setelah menyelesaikan berkas kepindahannya"


"apa bu, pindah?"


"iya nak, dia dapat beasiswa dari provinsi sejak dia pertama masuk sini. dan baru ia mau ambil sekarang"


"kenapa tiba tiba bu?"


"ibu juga tidak tahu alasannya, kamu pasti terkejut ya. ibu juga nak, ndk tau apa yang terjadi. padahal setahu ibu, dia ndk mau mengambil beasiswa ini dan akan diambil dan dialihkan ke siswa baru di tahun ajaran baru tahun depan."


mata winda bernanar, pikirannya kalut setelah mendengar ucapan bu diah. bu diah pun pamit untuk kembali ke kantor karena masih ada koordinasi terkait pelaksanaan ujian kelas XII. setelah kepergian bu diah, windapun terduduk lemas dengan tatapan kosong. melihat kondisi winda, mala dan wildanpun menghampirinya dan menenangkan winda. merekapun membawa winda ke uks.


di uks, tangis winda pun pecah. mala dan wildan membiarkanya sambil mencoba menenangkannya wildan berusaha menghubungi andri tapi tak ada jawaban. akhirnya mereka pun membawa winda pulang setelah mendapatkan izin dari wali kelas. sesampainya dirumah, winda pun beristirahat setelah meminum obat. mala pun mendampingi winda. sedangkan wildan menuju ke rumah andri.

__ADS_1


...🌹🌹🌹 Happy Reading Everyone 🌹🌹🌹...


__ADS_2