Maafkan Aku

Maafkan Aku
030


__ADS_3

...🍁🍁🍁 Happy Reading 🍁🍁🍁...


......................


esok harinya winda bersiap seperti biasa. tak lupa ia menyiapkan bubur dan mengantarnya ke kamar mas ferdy. dibantunya mas ferdy untuk minum obat. setelah itu ia pamit untuk berangkat ke sekolah.


hari itu ia naik bis umum seperti biasanya. sendiri karena ia tahu pasti mala belum bersiap. dipasangnya headset untuk menemaninya di dalam perjalanan. seseorang duduk di sampingnya.


"pagi winda" sapa seseorang itu sambil menepuk lengan winda. reflek winda melepas headsetnya dan memandang kearah orang itu sambil tersenyum.


"eh andri, pagi juga"


"sendiri aja, mana si mala"


"hehehe iya nih, biasa paling dia masih siap siap jadi aku duluan"


"oh gitu"


"loh tumben kamu naik bis, ndk naik sepeda seperti biasanya."


"iya, sepedaku lagi di bengkel. kemarin ndk sengaja jatuh ke got jadi ada yang rusak gitu"


"loh kok bisa, mikirin apa sampai got kamu terjal aja"


"hehehe, ngantuk kayaknya aku kemarin."


"oalah"


mereka pun berbincang si sepanjang perjalanan. percakapam sederhana tentang sekolah. sharing mata pelajaran dan kejadian lucu lucu. tak terasa bis telah tiba di halte dekat sekolah. mereka pun turun dan berjalan beriringan menuju kelas.


saat mereka berjalan menuju kelas, tiba tiba seseorang memanggil dari belakang.


"andri, woy tungguin donk" teriak seseorang itu membuat mereka menoleh ke arahnya.


"oalah sama winda toh, kalian mah dipanggil dari tadi ndk noleh, pas teriak baru noleh" ucap helen sambil mengatut napas karenan setengah berlari mengejar mereka


"ada apa toh len, sampai lari lari gitu" ujar andri

__ADS_1


"dasar budek ya kamu, aku panggil ndk denger ya jadi aku kejar"


"ya allah len, kirain ada apa? kok lari segala. maaf deh, emang tadi ndk kedengaran kamu manggil andri" ujar winda sambil senyum


"ya udaj deh, yuks ke kelas" ujar helen lalu berjalan di tengah winda dan andri sambil mengandeng tangan andri.


setibanya di pintu kelas X5, mereka terkejut mendapati mala udah berada di depan pintu dengan tatapan tajam menusuknya.


"oh bagus ya, janjian berangkat bareng ndk ngajakin aku. oh gitu ya"


"ya elah nih anak, kita tadi ketemu di depan gerbang mal. jangan ngambek gitu donk." bujuk helen yang langsunh mengandeng lengan mala


"alah boong kalian, ndk percaya" ujar mala ngambek lalu berlalu pergi


"aduh ngambek deh dia" ujar winda


"iya pasti dah tuh anak. ngambekan" lanjut helen


"ndk apa dia ngambek gitu?" tanya andri sedikit khawatir


"tenang aja, itu urusan kami. ya kan win"


"ya udah kalau gitu. ndk enak aja liat dia jadi kayak gitu len win"


"iya tenang aja, udah sana win kamu ke kelas, takut bel bunyi"


"oh ya udah aku duluan ya. soal mala nanti kabarin ya len"


"sip"


setelah itu winda berjalan ke kelasnya. di kelas seseorang sedang duduk di tempatnya. ia sedang ngobrol dengan wildan. winda pun akhirnya duduk di samping nabila yang kebetulan kosong supaya tidak mengganggu mereka.


"ngapain kamu win, mau pindah tempat duduk. tapi ini kan tempat duduknya agnes" tanya nabila


"ndk kok bil, itu ditempatku masih ada jacob, dia lagi ngobrol serius dengan wildan. jadi takut nganggu gitu"


"oalah, kirain kamu berantem ma wildan terus mau pindah tempat duduk. kan jarang kamu duduk ke tempat orang sambil bawa tas gitu"

__ADS_1


"hehehe ndk kok, kamu lagi ngapain tuh"


"oh ini aku lagi buat rajutan sweater buat abangku. kan bentar ulang tahun jadi buat kado gitu. mumpung belum mendekati ujian daj ada waktu kosong"


"wah keren, kamu bisa ngerajut bil"


"ya dikit dikit, belajar dari video tutorial gitu"


"wah mantap"


winda pun mengamati kesibukan tangan nabila yang sedang merajut. tak berapa lama agnes datang dan mereka pun ngobrol bersama. menjelang bel, jacob selesai berbincang dengan wildan. winda pun pergi le mejanya.


"ngapain kamu duduk disana, kenapa ndk langsung ke sini?"


"ya ndk kenapa kenapa. toh kamu masih ngobrol ma jacob juga kan. aku tuh ndk mau ganggu obrolan kalian"


"oh, kirain kamu mau pindah tempat duduk" gumam Wildan lirih tapi masih terdengar oleh winda. winda hanya bisa tertawa melihat tingkah wildan itu seperti anak yang kehilangan induknya cemas tak arah itu.


bel pun berbunyi, guru datang. hari itu guru memberikan pre test sebelum materi baru dimulai. dengan serius mereka mengerjakan soal itu. setelah selesai mereka menukar dan mengoreksi hasil milik teman lainnya. dan guru melihat nilai tersebut dan tersenyum melihatnya karena sebagian dari mereka sudah paham akan materi itu, jadi guru tak banyak mengulang dalam materi itu. setelah dibahas materi yang belum paham guru memberika beberapa contoh soal untuk mereka kerjakan mandiri. seluruh siswa sangat antusias dan semangat dalam mata pelajaran hari itu.


bel istirahat pun tiba. jacob menghampiri wildan bersama siswa lainnya langsung keluar kelas. terdengar bincangan siswi lain bahwa akan ada permainan basket di lapangan.


"win, kamu ndk ikut nonton, itu ada pertandingan basket biasa. kelas kita lawan kelas X5 katanya" ujar nabila semangat


"oh iya, bentar ya aku beresin buku dulu"


"udah beresinnya nanti aja, punyaku juga masih berantakan kok, nanti ketinggalan yg lain" ujar nabila seraya menarik lembut winda. winda pun ikut ajakan nabila. mereka menuju ke lapangan.


di lapangan sudah banyak berkumpul, ternyata kelas X5 memang jam nya olah raga dan mereka udah janjian buat main bareng pas jam istirahat. anak anak kelas X5 sudah siap di lapangan. tak lama muncul wildan dan kawan kawan dengan kaos olah raga mereka masuk ke lapangan. bukan persaingan yang tercipta di sana. kehangatan yang sangat winda rindukam itu ada disana. baik kelas X maupun lainnya yang tidak ada kesibukan mereka telah memenuhi pinggir lapangn. sebagian besar kelas X dan XI memenuhi blakon kelas mereka yanh berada di lantai 2 dan 3 untuk melihat permainan basket itu.


permainan pun dimulai. dengan lincahnya wildan mendrible bola dan mengopernya ke pemain lain dan shooting ke ring. permainan yang mengagumkan dimainkan oleh kedua tim. seriusnya mereka membuat beberapa penonton berdecak kagum dengan permainan mereka. akhirnya di menangkan oleh wildan kawan kawan dengan 1 set kuarter permainan. sekitar 15 menit an mereka main. mereka pun beristirahat di pinggir lapangan. beberapa siswi kelas X1 dan X5 membawakan mereka air mineral. dengan centil dan beraninya, Sari memberikan air mineral itu pada wildan. wildan hanya menatap cuek padanya tanpa mengambil nya, lalu ia menatap mala. mala yang merasa ada yang menatapnya tajam akhirnya menengok. mala tau kode mata itu ditujukan padanya. mala pun mengambil 2 botol air mineral dan berjalan menghampiri wildan. pura pura mala menawarkan air itu dengan suara sedikit keras tanpa memandang wildan. saking ndk sabarnya dengn tingkah mala itu, wildan langsung merebut botol minum itu dari tangan mala. mala yang sebenarnya udah bersiap akan hal itu bersikap pura pura kaget dan mengomeli wildan. wildan hanya cuek dan menenggak habis minumannya. winda hanya memandangnya dari lantai 3 kelakuan sahabatnya itu. sebenarnya tadi winda nonton di pinggir lapangan, tapi karena ada telepon dari kakaknya ia kembali ke kelas untuk mengangkat teleponnya yang kebetulan lowbat jadi ia mengambil powerbank di tasnya. alhasil ia menonton sisa permainan dari lantai 3. winda juga mengamati wajah kecewa dan kesalnya Sari dengan sikap yang wildan tunjukan kepadanya. diamatinya perubahan mimik wajah itu, seperti memendam amarah yang luar biasa ia tahankan.


tak lama bel pun berbunyi, semua siswa kembali ke kelasnya. wildan dan kawan kawan segera berganti baju karena mereka masih ada kelas lain sedangkan kelas X5 melanjutkan jam olah raga mereka.


setrlah berganti baju, wildan dan kawan kawan langsung duduk di tempatnya. beruntungnya mereka kalau Bu Har guru kimia mereka telat masuk, coba kalau sampai mereka masuk disaat Bu Har sudah di kelas, maka hukuman sudah menanti. Nabila yang merupakan ketua kelas X1 memberitahukan bahwa Bu Har tidak bisa masuk hari ini dan mereka mendapatkan tugas dan dikumpulkan setelah kelas. mereka pun mengerjakan tugas itu bersama sama membentuk kelompok kecil dan mengerjakan itu dengan diam dan fokus. setelah selesai mengerjakannya mereka sibuk dengan kegiatannya masing masing, ada yang ngegame, baca novel, ngerumpi, ndengerib musik dll.


sepulang sekolah winda menunggi bis di halte dekat apotek karena ia mampir beli obat gosok untuk mas ferdy untuk mengurangi dingin akibat demam. setelah membeli obat, winda menunggu bis datang. perjalanan pulang itu sangat melelahkan. setibanya di rumah winda segera mengganti bajunya dan menyiapkan makanann untuk makan malam dan bubur untuk mas ferdy. dan tak lupa mengecek kondisi mas ferdy apa udah mendingan atau pun belum.

__ADS_1


......................


...🍁🍁🍁 Thanks for Reading 🍁🍁🍁...


__ADS_2