
...🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹...
......................
seperti biasa winda menjadi mentor untuk teman teman kelas mala. dibantu wildan, ia menjelaskan materi sebelumnya karena sebentar lagi akan diadakan ujian tengah semester yang biasanya akan di rangking dari kelas unggulan sampai kelas biasa. dan melihat dari kakak tingkat mereka, mereka akan digilir lagi berdasarkan nilai gabungan antara nilai tengah dan nilai akhir semester. jadi nilai ini akan mempengaruhi rata rata kelas juga. jadi winda sangat bersemangat mengajari mereka. selain itu semangat mereka juga lahir alami karena ada kemauan untuk menghapus perbedaan yang kini ada.
ditengah menjelaskan terlihat wildan sedang membuka laptopnya seperti mencatat sesuatu. wildan sudah masuk ke grup kelas mala dimasukkan oleh andri selaku ketua kelas. setelah break belajar beberapa diantara mereka bersendau gurau dan ada yang memakan beberapa cemilan ringan. ditengah break belajar itu tiba tiba pak ramlan datang membawa beberapa cemilan. kedatangan pak ramlan disambut suka cita dari semua mantan muridnya itu. pak ramlan melihat papan tulis melihat betapa semangatnya mantan muridnya itu, tak terasa air mata pak ramlan jatuh begitu saja. andri melihat air mata yang jatuh itu dan menghampiri pak ramlan
"terima kasih pak sudah mendukung kami, terima kasih masih menganggap kami sebagai murid bapak walau sekarang bapak udah mengajar tempat yang baru tapi masih memikirkan kami" kata andri membuat teman lainnya memandang pak ramlan dan memeluknya
winda melihat pemandangan itu, betapa dekatnya mereka dengan pak ramlan sudah seperti keluarga. dan tanpa disadari oleh winda, wildan telah meneteskan air mata melihat pemandangan itu. tak sengaja winda menengok ke arah wildan, dengan cepat wildan menghapus air mata itu tapi winda sudah melihatnya
"tidak perlu ditahan wil, mari kita gabung sama mereka" ujar winda sambil menggengam tangan wildan dan berjalan ke arah pak ramlan dan lainnya.
merekapun saling berpelukan mengelilingi pak ramlan. ditengah haru itu tiba tiba seseorang masuk. ternyata itu anak pak ramlan.
"pak, udah sore, bima mau pergi latihan" ucap mas bima di depan pintu
"iya nak, sini masuk dulu" ujar pak ramlan
mas bima adalah putra pertama dari pak ramlan. ia juga dulu alumni di SMA Pertiwi juga sama seperti mereka. mas bima sedang berkuliah di luar kota dan sekarang sedang liburan semester. dilihat lihat umur mas bima sama dengan kakak winda yaitu mas ferdy.
mas bima memperkenalkan diri ke mereka dan mendukung semangat mereka seperti cerita pak ramlan padanya. mas bima merupakan mantan murid di kelas unggulan. ia merasa masa sekolahnya dulu sungguh penuh dengan persaingan tapi karena mas bima aktif di bidang bela diri dan olah raga, ia masih bisa bergaul dengan teman lainnya ya walau jika udah menyangkut pelajaran ia masih aja terbawa suasana persaingan dikelasnya. setelah lulus mas bima merasa tak ada kekeluargaan dikelasnya dulu. dan ia hanya sedikit mengenal kawan angkatannya. pengalaman itu disampaikan ke pada mereka. mas bima berharap mereka dapat merubah suasana itu dari angkatan mereka.
setelah pamit, pak ramlan dan mas bima pulang. setelah itu mala dan lainnya kembali belajar lagi. di tengah tengah winda menjelaskan tiba tiba wildan keluar ruangan, membuat semuanya bingung tapi mereka menghiraukannya dan kembali fokus pada penjelasan winda.
setelah sekitar 3 jam mereka belajar, mereka merapikan peralatan mereka dan bersiap untuk pulang. tak terasa waktu begitu cepat berlalu, sudah petang datang. mereka pun bersiap untuk pulang. tiba tiba wildan datang dengan setumpuk kertas di tangannya.
"sebentat semuanya," ujar wildan dengan nafas tersengah sengah
"kenapa kamu wil" tanya santi panik dan tanpa winda sadari mimik muka winda berubah kesal dan mala sadar akan hal itu segera menyenggol lengan winda untuk menyadarkannya sehingga winda mencoba untuk bersikap biasa dan mencoba berfikir positif bahwa kekhawatiran itu wajar karena melihat kondisi wildan saat itu.
"kamu kenapa, duduk dulu baru kamu ngomong" perintah andri tegas
"iya ndri, tolong kalian bisa duduk sebentar" ujar wildan setelah bisa mengontrol kondisinya
mereka semua kembali duduk menunggu apa yang akan dikatakan wildan
"ini aku sudah rangkumkan beberapa materi untuk ujian nantinya, nanti kalian pelajari dan cobala soal soal dilembar terakhirnya. tapi aku baru membuat 3 rangkap jadi dua rangkap buat aku dan winda pelajari lebih lanjut dan 1 rangkap bisa minta tolong kalian gandakan sendiri. kalau ndk keberatan di akhir pekan ini seminggu sebelum ujian kita belajar bersama untuk membahasnya apakah kalian tidak keberatan" jelas wildan membuat semua orang saling pandang
"kalau aku setuju, bagaimana yang lain" ujar andri setelah penjelasan wildan itu.
"setuju donk, buat ujian nantinya kan" lanjut bagas
setelah itu mereka semua setuju dan merencanakan bertemu di sini di akhir pekan esok. setelah itu materi itu di bawa oleh santi dan andri untuk digandakan dimana santi merupakan bendahara kelas mereka. setelah itu mereka pulang kerumah masing masing
......................
sesampainya di rumah, winda merasa sepi. tak terlihat ayah atau pun bunda disana. setelah membersihkan diri, winda menuju ke dapur menyiapkan makanan. winda rasa bunda masih ada urusan diluar jadi belum sempat memasak jadi winda mencoba menyiapkan masakan sederhana.
__ADS_1
tiba tiba bel rumah winda berbunyi, segera winda membukakan pintu. betapa terkejutnya winda ternyata ayah dan bundanya menjemput adeknya di pondok untuk pulang di akhir pekan ini
"masya allah bagas adek mbk, mbk kangen loh. kenapa ayah ma bunda ndk bilang kalau mau jemput adek"
"ayah tau kamu lagi nyiapin untuk ujian tengah semester kan jadi ayah dan bunda ngasih kejutan buat kamu"
"iya mbk, udah lah yang penting adek udah disini. ndk diajak masuk nih adeknya"
"ayolah, gitu aja ngambek, ayok adekku sayang"
mereka pun masuk. winda membantu mbawakan tas adeknya. setelah membersihkan badan dan makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga
"kalau ada mas ferdy pasti tambah rame ya mbk"
"iya dek, mungkin mas ferdy lagi banyak urusan ya. mungkin nanti kalau ndk sibuk bisa kumpul dengan kita, iya kan bunda ayah"
ayah dan bunda saling berpandangan
"kenapa bun?" tanya winda
"iya kenapa yah?" tanya bagas
"karena mas udah disini dek." ujar mas ferdy tiba tiba dibelakang winda dan bagas
"masya allah mas ferdy" teriak winda dan bagas lalu mereka memeluk mas ferdy
"iya, ndk adil nih ma adek bontotnya aja ndk jujur" lanjut bagas
"udah donk, yang penting sekarang kita kan udah berkumpul ya kan" ujar mas ferdy
merekapun saling berpelukan melepas rindu. mereka berbagi cerita keseharian mereka selama ini. ayah dan bunda mendengarkan anak anaknya yang sedang berbagi cerita itu. menjelang malampun mereka pergi beristirahat ke kamar masing masing.
saat winda sedang membereskan buku bukunya, tiba tiba pintu kamar winda di ketuk seseorang yang tak lain mas ferdy
"malam dek, mas ganggu ndk"
"ndk kok mas, masuk aja"
mas ferdy masuk ke kamar dan duduk di pinggir kasur winda
"kenapa mas?"
"gimana sekolah kamu dek?"
"baik kok mas, seperti yang mas dengar tado, menyenangkan"
"kenapa kamu ndk masuk ke SMA Nusantara dek, tapi malah memilih SMA Pertiwi"
"winda pengen merasakan suasana yang berbeda mas tpi ternyata winda masuk di kelas unggulan jadi sama aja kayak SMP tapi winda punya banyak teman dari kelas lain mas"
__ADS_1
"beneran kamu ndk apa dek"
"winda baik baik aja mas, kalau mas dulu di SMA Nusantara gimana mas?"
"yah kamu tau deh gimana, untung ada bima jadi asyik asyik aja"
"mas bima dari SMA Pertiwi mas"
"iya, loh kok kamu tahu"
"oh dia kan anaknya dari pak ramlan mantan guru winda di SMA Pertiwi mas dan kemarin sempat main pas kita lagi belajar bareng"
"belajar bareng sesama anak unggulan, wah luar biasa donk dek"
"bukan mas, dari kelas biasa. winda agak canggung kalai dengan teman sekelaa karenan mereka terlalu memperlihatkan persaingan itu, dn winda ndk suka"
"oh giti ,kirain. oh ya tadi kamu bilang bima datang nyamperin kalian"
"iya mas"
"wah berarti dia di kota ini donk, asyik deh bisa main ma dia"
"dasar mas ini"
"hehehe, ya udah met malam, besok biar mas yang antar ya"
"hwmmm gimana ya mas, winda udah janji mau berangkat bareng teman winda"
"mala maksudnya"
"eh bukan mas"
"terus siapa"
"wildan mas"
"cowok maksudnya, oh jadi adek mas dah mulai kenal pacaran nih"
"bukan mas, kita cuma sahabatan aja sama mala juga kok"
"iya deh mas percaya, ya udah malam dek, selamat tidur dan mimpi indah" ujar mas ferdy sambil mencium kening winda dan keluar ke kamarnya.
......................
...Happy Reading Everyone...
...Semoga Suka Dengan Ceritanya...
...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1