
...🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹...
......................
jam istirahat pun tiba, seperti biasa kelas winda terlambat dari kelas X lainnya. tapi terlihat di depan kelas winda terdapat mala yang sedang menari nari riang. hal itu menarik perhatian winda. ia tahu bahwa mala sudah tidak marah lagi dengannya. dibalasnya tarian itu dengan senyuman kecil dan anggukan perlahan. tingkah kocak mala itu juga menarik perhatian teman sekelas mereka. dari raut muka mereka dapat terlihat mereka sedikit terganggu akan hal itu tapi tanpa sadar mereka ikut tertawa lirih melihatnya sehingga sebagian dari mereka sedikit hilang fokus dari penjelasan guru. winda menyadari beberapa temannya ikut tertawa lirih. hal itu sedikit menyadarkan winda bahwa mereka juga sama dengan lainnya tapi karena atmosfir kelas yang penuh persaingan jadi tertutuplah sisi mereka itu.
setelah itu mala yang disampingnya ada helen yang kebingungan dan malu melihat tingkah mala pun pergi ke kantin karena waktu istirahat mereka akan segera berakhir. sebenarnya mala masih ingin menganggu sahabatnya itu tanpa memperdulikan sekitar tapi karena dipaksa dan ditarik helen, mala kalah postur sehingga ia ikut ketarik helen meninggalkan tempat itu. tawa kecil masih terlukis indah di bibir winda dan beberapa kawannya karena tingkah konyol mala. wildan memperhatikan winda saat tersenyum dan tak sengaja terucap lirih
"cantik" ujar wildan lirih. winda mendengar hal itu reflek menengok ke arah wildan. wildan salting dan berusaha menghindari tatapan itu dan berusaha bertingkah acuh tak acuh seperti biasa. winda bingung karena ia seperti mendengar wildan mengucapkan cantik tapi saat ia menengok wildan sedang asyik dengan bukunya. winda pun jadi malu karena berharap apa yang didengarnya itu benar. ia pun langsung mendengarkan kembali penjelasan guru walau pikirannya sekarang campur aduk ndk karuan karena berada di samping wildan.
......................
waktu istirahat pun tiba, winda sedang merapikan bukunya sebelum pergi ke kantin. tiba tiba wildan memberikan secarcik kertas dan langsung keluar kelas. winda bingung melihatnya. lalu ia membuka kertas itu dan membacanya. ternyata wildan mengajaknya bertemu di atap gedung sekolah. setelah membereskan bukunya winda bergegas ke atap gedung untuk menemui wildan.
di atap gedung, wildan sudah menunggunya. ia terduduk di lantai gedung dan di sampingnya sudah ada beberapa makanan dan minuman. winda pun menghampirinya.
"ada apa wil, kenapa mengajak aku kesini?" tanya winda dan membuat wildan menengok ke arah nya.
"sini duduk" ajak wildan sambil menepuk pelan lantai di samping ia duduk.
winda pun ikut duduk di sampingnya
"ada apa wil?" tanya winda lagi
"pengen aja ngobrol berdua aja denganmu di sini. ndk bosen apa liat kantin ma kelas aja"
"ndk juga, tapi kenapa harus disini. panas tau"
__ADS_1
"coba deh liat atas sambil tiduran, indah dan tenang" ujar wildan sambil merebahkan tubuhnya ke lantai atap gedung tersebut.
"ndk ah kotor dan panas pasti" tolak winda
"udah deh, sini" tarik wildan dan membuat winda ikut berbaring disampingnya
dag dig dug, jatung winda berdetak tak beraturan setelah ia berbaring disamping wildan. ndk tau perasaan apa yang hadir ini. sesekali winda melirik wildan yang sedang menutup matanya memandang langit
"maukah kamu jadi pacarku?" ujar wildan tiba tiba, membuat winda terkejut mendengarnya dan membuat winda langsung terduduk memandang wildab dengan wajah bingung
wildan pun beranjak dan duduk sambik memandang winda
"kenapa? gimana jawabanmu? mau ndk jadi pacarku?" tanya wildan sekali lagi sambil memandang lembut winda
"kenapa aku?" tanya winda bingung mau jawab apa
"karena aku nyaman ma kamu, dan ada perasaan yang ndk bisa aku jelasin. aku ingin mengenal kamu lebih dekat lebih dari sekedar teman"
"sekarang aku tanya sama kamu win, bagaimana perasaanmu sama aku selama ini"
"aku ndk tau wil, aku nyaman aja ma kamu. aku kagum dengan sikap kamu akhir akhir ini. kamu ternyata tak seperti yang aku tau selama ini, sikap cuek kamu ternyata untuk membentuk benteng di tengah suasana kelas kita. sikapmu berbeda saat dengan kelas mala, kamu sangat hangat dan penuh kasih sayang. kamu juga penyabar...."
"terus apakah kamu punya perasaan seperti apa yang aku rasakan" potong wildan
"aku ndk tau wil, tapi aku kesal saat kamu begitu dekat dengan santi. jadi aku ndk tau"
"jadi kamu mau mengenalku lebih dari sekarang, sama seperti aku yang ingin mengenalmu"
__ADS_1
"aku ingin tapi aku ndk mau jika nanti kita ada masalah hubungan kita akan menjauh. aku takut jika kita bertengkar dan saling menjauh serta akan ada jarak diantara kita"
"aku janji itu tak akan terjadi, walau mungkin kecanggungan itu pasti ada sama seperti kita saat ini"
"itu yang aku takutkan"
"kenapa kita tak mencobanya dulu. sama seperti kamu sama mala yang telah mengenal satu sama lain"
"aku mau tapi tolong jangan berubah ya"
"iya, jadi boleh kan aku jemput kamu besok"
"iya"
"ya udah kita ke kelas, bentar lagi bel"
"ya ampun ini mah udah bel"
"tenang aja, tadi aku liat guru masih ada rapat jadi sedikit terlambat masuk. jadi ayo" ajak wildan sambil mengulurkan tangannya ke winda dan di balas uluran tangan itu
mereka berjalan menuju kelas dengan bergandengan tangan. walau sesekali mereka melihat sekitar takut ada yang melihat mereka. tanpa mereka berdua ketahui dari kejauhan terlihat seseorang mengamati mereka dan ada perasaan hancur dimata orang itu.
sesampainya di pintu kelas, winda berusaha melepaskan genggaman tangan wildan. setelah begitu lama perjuangan, akhirnya genggaman tangan itu terlepas dan membuat muka winda memerah. winda masuk kelas dengan muka merahnya membuat beberapa siswa menanyakan kondisinya apakah ia sakit? dan hanya dijawab dengan senyuman menandakan ia baik baik aja. melihat tingkah wind yang malu malu tak sengaja senyuman kecil itu terlukiskan di bibir wildan dan beberapa dari kawannya menyadari itu terlihat terheran heran melihat tingkah keduanya tapi mereka hanya diam tanpa menanyakan apapun dan mereka langsung fokus kembali dengan bukunya.
......................
...Happy Reading Everyone...
__ADS_1
...Semoga Suka Dengan Ceritanya...
...🌹🌹🌹🌹LOVE EVERYONE🌹🌹🌹🌹...