Maafkan Aku

Maafkan Aku
026


__ADS_3

...🌹🌹🌹 Welcome to Reading 🌹🌹🌹...


......................


sesampainya dirumah, suasana sepi. karena ayah bunda mengantar adek kembalik ke pondok. sedangkan mas ferdy lagi pergi keluar dengan kawannya. segera winda mengganti baju dan makan siang. selepas itu ia kembali ke kamarnya.


di kamar, ia duduk termenung di meja belajarnya menatap ke arah luar jendela. masih terpikirkan perkataan perkataan amdri di atap tadi. sebenarnya ia bingung dengan perkataan itu ditambah lagi perkataan mala setelah itu. pikiran winda menerawang jauh. mengira ngira apa maksud nya itu.


dalam lamunannya tiba tiba tersadar akan bunyi ponselnya. ternyata wildan. segera diangkatnya panggilan itu.


"assalamualaikum wil, ada apa?"


"waalaikumsalam, km sibuk ndk?"


"ndk kok, kenapa?"


"bisa kita keluar sebentar, ada yang perlu aku bicarakan ke kamu."


"oh iya, sebentarnya. aku izin ke abangku dulu. nanti kalau diijinin aku kabari. emang mau ketemu dimana?"


"kalau diizinin, kita ketemu di taman dekat rumahmu aja gimana?"


"oh ya udah. okey nanti aku kabari ya. sore ini kan"


"iya sore ini, thanks ya"


"ya"


wildan mengakhiri panggilan. setelah itu, winda menghubungi mas ferdy.


"assalamualaikum mas"


"waalaikumsalam dek, kenapa?"


"mas, winda mau izin keluar sebentar ma teman boleh, di taman dekat kompleks aja"


"siapa temannya?"


"sapa sih fer, protektif amat" terdengar dari seberang kawan mas ferdy


"adek aku, udah jangan asal nuduh ya" ujar mas ferdy ke kawannya sambil masih dengan panggilan telepon dengan winda


"mas gimana?"


"siapa dulu temanamu?"


"wildan mas"

__ADS_1


"kenapa ndk dirumah aja"


"ndk enak lah mas, orang dirumah aku doang. di tamn kan banyak orang, sekalian winda jalan jalan sore mas"


"ya udah, tapi jangan kemalaman ya. mas balik sekitar jam 5 an. kalau memang masih ada yg diomongin ajak ke rumah aja pas mas dah di rumah ya"


"iya mas, ya udah. mas ati ati ya nanti pas pulang, jangn ngebut."


"iya siap adekku yang manis"


"ya udah ya mas, assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


panggilan selesai, izin udah dikantongi, segera winda mengabari wildan. dan setelah itu bersiap ke taman dekat kompleks. winda pergi ke taman menggunakan sepedanya. udah jarang sekali ia menggunakan sepeda itu terlebih setelah ia masuk ke smp dulu. jarak rumah dan sekolahnya yang terbilang cukup jauh, winda lebih memilih menggunakan bus umum.


setibanya di parkiran taman. terlihat motor wildan sudah terparkir di sana. setelah memarkirkan sepedanya. winda menghampiri wildan yang berada di tepi air mancur di taman itu.


"maaf ya nunggu lama"


"ndk kok, aku baru aja datang. sini duduk"


"iya. ada apa kamu ngajak aku kesini"


"ada yg mau aku bicarakan ke kamu"


"oh...kamu mau bicara apa emangnya?"


"kenapa km ngomong gitu, emang apa yang mala sembunyikan?"


"aku ndk tau, dia mengisyaratkan aku untuk memahami akan sesuatu"


"memahami apa emangnya?"


wildan pun menjelaskan apa yang tadi siang mala bicarakan padanya pada winda. winda pun bingung harus berkomentar apa tentang itu. karena apa yang mala katakan itu juga ia dengar juga keluar dari mulut sahabatnya. seakan menyuruh kita berdua untuk lebih peka akan sesuatu tapi winda masih bingung dan memcernanya. alhasil winda fokus dengan pikirannya itu. wildan hanya menunggu respon darinya yang sesekali diliriknya teman sebangkunya itu. wildan sebenarnya tau maksud mala tapi ia juga ingin memastikan dari sudut pandang winda sebagai sahabatnya mala. tapi ternyata mala benar, kita berdua memang hanya memiliki kesamaan dalam kesepian dalm berteman. perasaan nyaman ini hanya sekedar kenyamanan dimana tidak kita rasakan selama ini. dan wildan sadar, dia tidak jatuh cinta pada winda dan sekarang ia yakin setelah melihat ekspresi bingung dari winda.


"jadi hubungan diantara kita itu hanya sekedar kenyamanan yang tidak pernah kita temui bukan perasaan lebih dari itu. dan ada orang lain diantara hubungan ini yang ndk kita ketahui itu siapa?" ujar wildan menyadarkan lamunan winda


"hah? maksudmu?"


"ada orang lain yang bisa dibilang suka dan punya perhatian lebih ke kita tapi kita tak menyadarinya karena kita berdua hanya fokus dengan perasaan nyaman ini. makanya mala meminta kita bermula dari sahabat. dan memang mungkin sahabat itu hubungan terbaik untuk kita berdua"


"aku memang telah menganggapmu sebagai sahabatku dimana km memiliki kesamaan denganku, walau mala sahabatku dari kecil sifat kita saling bertolak belakang, sedangkan kamu seperti sosok lain dariku. tapi aku masih bingung dengan kehadiran orang lain?"


"itu yang perlu kita cari. kata mala, coba buka diri dengan sekitar. jangan seperti ini. walau kau lebih ceria dariku kata mala sebenarnya kamu menutupinya"


"hmmm"

__ADS_1


mereka berdua terdiam sesaat. tiba tiba seseorang datang dari belakang merangkul mereka berdua.


"jadi kedua sahabatku ini janjian disink ndk ngajakin aku" ujar seseorang itu


seketika keduanya menengok ke sumber suara. ternyata itu mala. mereka memandangnya dan tak sadar senyum mengembang di keduanya. mereka berdua berdiri dan memeluk mala. mala kaget dengan tingkah mereka pun membalas pelukannya.


"udah napa, jangan kayak teletabis. udah donk. ndk malu apa"


"hehehe" tawa kecil mengembang ketiganya setelah mereka saling tatap.


karena hari sudah menjelang malam, wildan mengantar winda dan mala ke rumah winda. mala ikut ke rumah winda karena memang sudah seperti kebiasaan jika kedua orang tua winda pergi ke luar kota, mala akan menginap di rumahnya.


sesampainya di depan rumah winda, di sana telah berdiri tegap mas ferdy menunggu mereka.


"oh bagus ya, menjelang maghrib baru pulang"


"maaf bang, ini salah wildan. jadi jngan marahi mereka"


"ya udah masuk gih, cewek maghrib maghrib keluyuran. masuk"


"iya mas" winda dan mala pun masuk. tertinggal wildan sendri


"kalai begitu, saya permisi pulang dulu ya bang. assalamualaikum"


"sapa yang ngijinin kamu pulang, masuk, makan dulu baru pulang"


"tapi..."


"masuk atau...." ujar mas ferdy sambil belagak mengepalkan tangannya membuat wilda akhirnya ikut masuk ke dalam.


dari dalam malam dan winda melihat wajah ketakutan dari wildan. mereka tertawa kecil karena ini kali pertamanya melihat wildan yang cuek dan dingin itu menjadi penurut dan ketakutan.


mereka pun makan malam bersama. mas ferdy sebelum pulang sudah membelikan makanan untuk mereka. sepanjang makan malam berasa hangat dan ceria karena ocehan dan candaan yang dikeluarkan mala dan mas ferdy. tawa kecil menghiasi makan malam itu.


setelah isya, wildan pamit pulang. setelah itu mas ferdy asyik di depan komputer untuk game dengan kawan kawannya. mala dan winda sedang belajar bersama di ruang keluarga. setelah selesai mereka pun pergi untuk beristirahat.


......................


pagi harinya, seperti biasa winda langsung bersiap. berbeda dengan mala, sehabis sholat subuh ia kembali terlelap. winda hanya bisa geleng geleng kepala melihatnya. setelah sholat, winda ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga. sarapan sederhana tapi itu sudah menjadi kebiasaan yang bunda terapkan akan pentingnya sarapan. tak lupa winda juga menyiapkan bekal, snack ringan untuk sedikit menghemat agar tidak jajajn di kantin. setelah menyiapkan semuanya, winda segera pergi untuk bersiap siap berangkat ke sekolah.


setelah mandi dan berganti baju. segera ia bangunkan sahabatnya itu. dengan suara khas bangun paginya. mala dengan malasnya berjalan ke kamar mandi karena mala tau winda paling ndk mau nyuruh atau mengingatkannya lebih dari sekali. dengan malas, mala mandi dan bersiap ke sekolah. setelah selesai bersiap winda langsung turun ke ruang makan.


di ruang makan terlihat kosong. tidak seperti biasanya mas ferdy lama berolah raganya. winda pun mengecek kamar mas ferdy. betapa kagetnya mas ferdy masih tidur di kamarnya. segera ia bangunkan mas ferdy. memang terkadang mas ferdy juga bangun kesiangang sama seperti pagi ini. dengan lembut winda membangunkan mas ferdy. mas ferdy bangun dan bersiap untuk mandi serta sarapan.


tak lama keduanya keluar dari kamar. mereka pun sarapan bersama. waktu menunjukan pukul setengah tujuh, segera mala dan winda berangkat dengan bus umum karena mobil dibawa ayah dan bunda jadi mas ferdy tak bisa mengantar keduanya jika menggunakan motor.


setelah berpamitan dengan mas ferdy, keduanya berjalan beriringan menuju halte bus. tak lama setelah sampai di halte, bus yang mereka tunggu pun datang. segera mereka masuk. perjalanan ke sekolah suasana seperti biasanya, hiruk pikuk kendaraan berpacu pagi itu.

__ADS_1


......................


...🌹🌹🌹 Thanks for Reading 🌹🌹🌹...


__ADS_2